Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 91


__ADS_3

" kamu kejar itu, kalau bisa dalam minggu ini pembuatan iklan harus dilaksanakan. Nanti biar saya yang mengatur keberangkatan kalian ke Australia." ucap pak Ronal.


" baik pak, saya akan mengerjakan sesuai perintah bapak." sahut Reyhan.


Karena sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi, pak Ronal meminta lelaki itu untuk keluar dari ruangannya dengan mengibaskan tangannya.


Reyhan sudah tau maksud dari pak Ronal, segera ia pergi dari ruangan tersebut. Kemudian dia masuk keruangan Leo, disana ia melihat bagaimana sibuknya Leo dengan kertas-kerta yang bertumpuk di atas mejanya.


"Ley, tadi aku dipanggil sama pak Ronal, dia bilang kita harus mempercepat pembuatan iklan." ujar Reyhan dengan berjalan mendekati sahabatnya itu.


" Oke. Aku udah ngerti maksudnya, nanti aku akan minta Leny untuk dikuatkan jadwal dan pembelian tiket penerbangan ke sana." sahut lelaki yang masih fokus dengan kertas yang didepannya itu.


" kalau gitu, aku boleh pergi sekarang, nih?" tanya Reyhan dengan ragu.


Karena tidak ada jawaban dari Leo, dia pun berbalik badan dan melangkahkan kakinya menuju pintu. Namun saat akan membuka pintu tiba-tiba saja dia dipanggil oleh Leo.


" Reyhan, kau mau kemana?"


" ya baliklah ke ruangan, disana ada yang belum aku selesaikan."


" nggak bisa! Kamu harus disini sebentar buat bantuin aku beresin ini kertas."

__ADS_1


" mana bisa, itu bukan bagianku."


" ayolah.... Aku udah pening ini dari tadi baca terus."


" itu... Kan memang tugasmu sebagai atasan Ley."


" nah... Karena kamu bilang aku sebagai atasan. Maka, aku minta kamu bantuin pak bos yang lagi pening ini untuk beresin kertas-kertas ini. Oke."


Reyhan tidak bisa berkata apa-apa, dia menghela nafas panjangnya. Dia sedikit menyesal, karena dia salah ngomong. Sehingga pada akhirnya dia juga harus bantuin Leo.


Semua sudah selesai, kedua lelaki itu meregangkan kedua tangannya. Merasa lelah karena sudah duduk terlalu lama, Reyhan pergi keatas sofa besar diruangan itu dan membaringkan tubuhnya yang capek. Beda halnya dengan Leo yang sibuk dengan ponselnya. Ya, dia membalas pesan singkat dari kekasihnya itu hingga membuatnya lupa kalau sekarang adalah waktunya makan siangnya. Entah apa yang membuatnya terkekeh kecil saat menatap ponselnya dan membalas pesan singkat dari sang gadis. Reyhan yang merasa penasaran, dia pun beranjak dari sofa tersebut dengan pelan sekali bahkan dia sampai melepas sepatu yang ia pakai hanya untuk ingin tau apa yang dibahas oleh Leo. Sesampainya dibelakang kursi bosnya itu, Reyhan mencoba membaca beberapa pesan tersebut dalam hati tentu saja dia harus beehati-hati agartidak ketahuan oleh orang yang memegang ponselnya itu. Setelah mengetahui isi percakapan antara Leo dan Cristal siapin kembali lagi ke sofa tadi tempat ia membaringkan badannya.


" Ley, aku balik dulu ke ruanganku." pamit Reyhan.


Reyhan menjawab Leo hanya dengan melambaikan tangannya dan pergi dari ruangan tersebut.


Dirumah bu Lisa yang sedang menyambut kedatangan suaminya dari Australia.


" papa mau kopi, teh?" bu Lisa menawarkan minuman kepada suaminya yang baru saja duduk di sofa diruang tengah.


" es teh boleh ma." sahut pak Ronal.

__ADS_1


" Cristal kemana? Kok nggak kelihatan?" tanya pak Ronal pada istrinya yang sudah berada di dapur sembari membuatkannya es teh yang ia minta.


" dia lagi di atas, mungkin sedang santai atau kalau tidak sedang tidur." jawab bu Lisa dengan santai. Selesai membuatkan minuman yang diminta oleh suaminya segera ia membawanya dan mereka kepada suaminya itu.


" ini pa es tehnya."


" terimakasih ma. Wah pasti seger ini.... " ucap pak Ronal dengan senyuman. Lalu ia meminum minuman tersebut hingga tak tersisa bahkan dalam sekali minum. Hal itu membuat istrinya keheranan.


" papa..... Pelan-pelan kalau minum. Nggak ada yang minta kok." ucap istrinya sedikit khawatir kalau suaminya itu terserah karena minum terlalu cepat.


Terlihat seorang gadis sedang bermalas-malasan diatas tempat tidurnya. Cristal sudah terbangun dari tidurnya namun ia masih ingin untuk membaringkan tubuhnya diatas kasur yang super empuk itu. Kemudian ia menggulingkan tubuhnya ketepi ranjang tersebut tanpa membuka selimut tebal yang ia lilitkan di badannya lalu menggapai ponselnya yang terletak di nakas. Sungguh gadis yang benar-benar ingin bermalas-malasan. Gadis itu membuka kuncian di ponselnya dan mencari nama kekasihnya dalam kontak di ponselnya, setelah ketemu lalu ia menekan tombol untuk melakukan panggilan telepon.


Dia sedikit kesal karena sudah beberapa kali menelepon tapi tidak diangkat oleh Leo. Alhasil dia menelepon Leny untuk menanyakan keadaan Leo.


" halo Leny, ehm.... Bos Leo sedang ada pekerjaan kah?" tanya gadis itu langsung ketika panggilannya dijawab oleh Leny.


" Ci, pak Leo sedang sibuk, tadi aja dia minta Reyhan ke ruangannya untuk bantu-bantu. Ada apa sih? Nggak main ke kantor? Aku kangen tau." ujar Leny dengan jari tangannya yang masih sibuk dengan keyboard komputer.


" ini udah siang kali, ngapain juga aku kesana. Besok deh aku main kesana. Ok!!" jawab gadis itu dengan membuat janji.


" ok aku tunggu ya, awas kalau nggak!!" ucap Leny dengan menyetujuinya.

__ADS_1


Leny pun menutup panggilan tersebut dan kembali melakukan pekerjaannya dengan fokus.


__ADS_2