Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 17


__ADS_3

" Beneran nih kamu mau" tanya papanya dengan tidak percaya.


" Iya papaku sayang. Sekarang papa bisa siapkan dokumen apa apa saja yang perlu Leo pelajari tentang perusahaan itu " ia langsung pergi ke kamarnya sambil bersenandung bahagia.


Setelah mendapatkan jawaban dari anaknya, pak Ronal segera menghubungi Cristal " halo nak sedang apa ? Papa punya kabar bagus, kakak angkatmu mulai Minggu depan akan jadi direktur di perusahaan mu, tapi untuk sementara sampai kamu bisa memimpin sendiri baru dia melepaskan jabatan itu "


" Beneran pah, bagus kalau begitu. Ok... adik juga pasti akan belajar dengan giat" ucap gadis itu dengan semangat. Tentu saja ia harus mempelajari tentang bisnis.


" iya nak, ya sudah sekarang istirahat dulu, sudah malam " kata pak Ronal


" Ok pah, salam buat kakak sama mama ya "


Tut..Tut....Tut.. sambungan telepon sudah terputus.


Saat Cristal baru saja merebahkan badannya ke atas kasurnya tiba-tiba terdengar bunyi nyaring dari ponselnya, dengan cepat ia mengambil ponselnya dan melihatnya ternyata ada panggilan dari "Sayangku" segera ia menjawab telfon itu. ehem... ehem... " ha halo ada apa " dengan nada canggung.

__ADS_1


" ha halo juga, kamu lagi ngapain ? Ud makan malam belum ? " tanya Leo agak canggung juga.


" Belum, tapi lagi sebentar makan kok, kamu sendiri ?" tanya balik gadis itu


" Aku udah kenyang " jawab leo


" Kamu makan apa " tanya Cristal


" Hanya dengan mengingat mu saja aku udah kenyang " goda Leo pada gadisnya itu melalui ponselnya


hahaha...hahahah... suara tawa pecah dari ponsel mereka yang saat ini sedang dilanda asmara.


" ya udah, jangan lupa makan terus habis itu langsung tidur ya, ingat langsung tidur" ucap Leo


" Iya sayang , kalau gitu bye bye dulu, selamat malam" jawab Cristal yang langsung memutuskan panggilan mereka.

__ADS_1


Leo yang saat ini sedang duduk didekat jendela kamarnya melihat-lihat pemandangan indahnya malam, ia merasa bahagia karena di dalam hatinya sudah terukir nama Cristal sang kekasihnya itu. Lelah duduk ia pun beranjak dari tempatnya menuju ke kasurnya dan segera tidur. Karena besok ia juga harus bekerja. Iya bekerja tapi sambil pacaran sama anak didiknya hehehe.


Bulan sudah berganti dengan matahari pagi, langit kelihatan sangat cerah. Seperti biasa Leo berangkat kerja, bertemu kekasihnya, juga melatihnya menembak. Mereka melakukan kegiatan seperti ini sudah hampir satu minggu hingga saatnya Leo harus bekerja diperusahaan sebagai direktur yang entah kapan ia akan selesai menjabat di posisi itu.


Di tempat pelatihan Cristal saat ini yang sudah menunggu kekasihnya sejak tadi pagi tapi tak kunjung datang juga, sampai pada akhirnya dia menelepon kekasihnya itu dan juga langsung di jawab sama Leo "Sayang lagi dimana ?"


" Aku lagi bekerja lah sayang " jawab Leo dengan santai.


" Kamu bohong, aku udah di tempat latihan ini, tapi kamunya nggak ada "


Leo menepuk jidatnya. Iya dia lupa memberi tau kekasihnya itu kalau dia sudah tidak bekerja sebagai pelatih lagi, ia pun langsung mengacak-acak rambutnya.


" Sayang, aku akan cerita semuanya sama kamu kita ketemuan di kafe biasanya ya"


" Ok deh... aku tunggu ya. Jangan lama " sahut Cristal

__ADS_1


Segera laki-laki itu pergi meninggalkan ruangannya dan menemui sekretaris nya untuk bilang kalau dia akan pergi dan tidak balik kantor hari ini.


__ADS_2