
Hari dimana Reyhan dan Leo pergi ke Australia pun tiba.
" hati-hati ya, aku pasti akan merindukanmu." ucap Cristal dengan manja diperlukan Leo.
" aku akan menghubungimu jika sudah sampai nanti." sahut Leo kemudian mengecup kening kekasihnya.
" hei... Kalian tidak takut dosa memamerkan kemesraan kalian dihadapanya orang jomblo sepertiku." protes Reyhan pada kedua sejoli itu.
Melihat kakaknya yang kesal, Cristal melepaskan pelukannya pada Leo lalu berjalan beberapa langkah kearah kakaknya itu dan memeluknya.
" kakak hati-hati ya, karena masih ada yang menunggu kakak dikata ini." ujar gadis itu dengan senyuman.
" siapa yang menunggu kakakmu ini?" tanya Reyhan dengan bingung.
" tentu saja Leny, sekretaris ku dan Leo juga sahabatku." jawab adiknya dengan santai.
Mendengar jawaban dari adiknya, tidak tau kenapa jantung Reyhan berdegub dengan kencang, apa dia harus merasa senang, perasaannya campur aduk. Dia memang masih menunggu jawaban dari Leny, perempuan yang saat ini sedang ia kejar cintanya.
" kak, kakak harus berangkat sekarang. Sampai jumpa nanti." ucap gadis itu yang juga menyadarkan nya dari lamunannya.
" ayo Rey, kita naik ke pesawat. Sayang aku berangkat dulu ya. Baik-baiklah dirumah bersama mama dan papa." ujar Leo.
Cristal pun melihat kepergian laki-laki yang disayanginya itu, dia tidak rela jika berpisah dengan kekasihnya dengan waktu yang cukup lama. Tapi apa boleh buat ini adalah urusan pekerjaan apalagi ini juga untuk perusahaan Chan Group.
Gadis itu melihat kedua punggung laki-laki tersebut hingga menghilang dibalik dinding. Kemudian dia juga melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju arah mobil yang ia parkirkan.
Di lain tempat Leny sedang menunggu kedatangan Cristal disebuah restoran. Tidak lama kemudian sahabatnya itu datang dan langsung duduk dihadapanya.
" Ci, kamu kok lama banget sih. Lihat itu aku sudah minum 2 gelas jus tau." protes Leny pada gadis yang baru saja duduk itu.
__ADS_1
" iya maaf, aku tadi pergi ke bandara untuk mengantar Leo dan kak Reyhan. Kan mereka ada dinas ke luar negeri kan?" ujarnya.
Leny hanya menganguk-anggukan kepalanya. Tanda ia sudah mengerti.
" ayo pesen makan, sudah lama aku nggak ketemu kamu dan jalan-jalan kayak gini. Pokoknya hari ini kamu harus sama aku terus." ucap Leny dengan penuh semangat.
" kenapa kamu semangat sekali? Apa kamu menang lotre?" tanya Cristal pada perempuan yang kini tengah asik memilih menu di buku menu tersebut.
" mbak, saya mau ini, ini, ini dan ini." ucap Leny dengan menunjuk beberapa menu makanan kepada pelayan restoran itu.
" Ci, kamu tau beberapa hari ini aku selalu sibuk terus. Karena pak Leo dan Reyhan sedang dinas keluar negeri jadi aku bisa santai sampai mereka datang. Aku akan menikmati waktu yang menyenangkan ini." jelasnya dengan penuh semangat.
" memangnya selama ini kamu kerja selalu pulang larut atau bagaimana?" tanya gadis itu.
" selama kamu nggak ada dan kamu serahkan semua tanggung jawab perusahaan kepada pak Leo, aku selalu kerja lembur. Oh tidak... Bisa dibilang ini kerja rodi, bayangkan saja kekasihmu itu selalu memberi pekerjaan lagi disaat pekerjaan yang ia berikan sebelumnya belum tuntas, dan itu membuatku kerja lembur juga tidak bisa menikmati liburanku yang indah. Karena aku harus menyelesaikan pekerjaan itu." Leny mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini dia alami.
" Ci, kenapa kamu malah tersenyum padaku seperti itu. Apa kamu suka kalau aku seperti itu?" tanya Leny dengan kesal pada perempuan yang sering ia panggil Ci itu.
" tidak, bukan begitu maksudku. Aku hanya tertawa melihat bagaimana kamu bercerita dengan menggebu-gebu itu. Kamu semangat sekali." goda Cristal pada sahabatnya itu
" sudah, lupakan itu. Waktunya untuk makan sekarang." sahut Leny. Karena makanan yang mereka pesan sudah datang.
" Leny, kamu makan makanan yang berlemak semua ini. Kamu nggak takut cholesterol mu naik apa?" tanya gadis itu dengan memandangi makanan yang didepannya.
" itu gampang, sekarang nggak usah mikirin yang aneh-aneh deh. Ayo makan." sahut Leny tanpa pikir panjang.
Cristal menikmati hidangan yang menurutnya tidak terlalu banyak minyak. Tapi tak disangka, Leny menaruh daging yang ia tidak ingin makan diatas nasinya. Gadis itu terkejut, dia tidak bisa menolak. Alhasil dia harus memakannya juga.
Akhirnya mereka pun menyelesaikan makan siangnya dan pergi dari restoran tersebut.
__ADS_1
" mau kemana lagi kita?" tanya Cristal pada sahabatnya itu.
" kita bisa ke mall, aku akan mengajak kamu untuk berkeliling disana. Tanpa beli sesuatu." ujarnya.
" tanpa membeli sesuatu?" tanya Cristal dengan penuh heran.
" iya. Pokoknya kita harus kelilingin mall itu." sahut Leny dengan mantap.
Cristal melakukan mobilnya menuju mall yang berada tidak jauh dari restoran tempat mereka makan tadi.
" sudah sampai." ucap gadis berambut pirang itu.
" cepat sekali. Tunggu... Ci kenapa kita dimall kecil begini? Maksud aku bukan mall yang ini!" protes Leny saat mengetahui kalau Cristal mengajaknya dimall yang lebih kecil dari mall yang dimaksudnya.
" kamu bilang kan berkeliling, aku nggak sanggup untuk berjalan-jalan di mall besar di tengah kota itu. Kamu mau membunuhku?" sahut gadis itu dengan memanyunkan bibirnya.
" iya deh, kita berkeliling di mall sini saja. Tapi nanti kita harus mampir ke mall besar itu ya."
" Lenyyyyyy..... " teriak Cristal di dalam mobil. Dan disambut tawa oleh sahabatnya.
" usah ayo turun biar lebih cepat lebih baik." ucap Leny sembari membuka pintu mobil yang ia tumpangi.
Tanpa ada kata-kata dan tidak bisa mengelak lagi, akhirnya Cristal pun ikut turun dan berjalan mengikuti langkah sahabatnya.
Satu jam setengah mereka menghabiskan waktu untuk berkeliling di mall tersebut dan tanpa membeli apapun kecuali minuman cup yang saat ini mereka pegang. Dengan langkah cepat Leny berjalan dengan menggandeng tangan Cristal menuju mobil.
Sesampainya di parkiran kedua perempuan itu langsung masuk kedalaman mobil.
" sekarang, jadi kita ke mall yang ditengah kota itu?" tanya perempuan yang sering dipanggil Ci oleh Leny.
__ADS_1