Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 47


__ADS_3

"Cristaaaalll, bisa nggak sih kamu itu kalau nanya satu-satu dulu" teriak Leny hingga membuat Cristal terkesiap.


" Baiklah...baiklah. Ada apa ? kamu kenapa?" tanya gadis itu lagi dengan nada pelan.


" Cici, aku lagi patah hati ini" sahut perempuan itu dengan menekuk wajahnya


" Patah hati ? Hahahaha...... Sejak kapan kamu suka sama laki-laki ?" ledek Cristal pada sahabatnya itu


" Aku bicara beneran ini Ci, jangan ketawa" ucapnya dengan wajah memelas


" Oke...oke.. kamu boleh cerita sekarang. Siapa dia ? Orangnya kayak gimana ? Hem ?" kata gadis itu yang langsung duduk dengan posisi berhadapan dengan Leny.


" Aku kenal dia udah dua bulan yang lalu, dia baik, namanya Antony, terus kemarin sore aku lihat dia jalan di mall bareng perempuan, tapi perempuan itu lagi gandeng anak kecil. Aku coba cari tau apa hubungan mereka berdua itu dan ternyata mereka... mereka adalah satu keluarga Ci.... Hiks...hiks...hiks" tutur wanita itu dengan mata yang sudah akan menumpahkan air matanya, ia masih mengingat kejadian yang dia lihat kemarin.

__ADS_1


" Jadi selama ini, oh tidak, selama dua bulan ini kamu PDKT sama om-om tua bahkan sudah punya anak. Hahahaha..." sahut gadis itu yang diiringi oleh gelak tawanya.


Diluar terlihat Leo yang sedang membawa bungkusan ditangannya. Saat dia membuka pintu ruangan kekasihnya terdengar suara Isak tangis namun juga terdengar suara gelak tawa yang berbarengan. Karena merasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi, dia dengan cepat mendekati kekasihnya itu.


" Sayang, kenapa kamu tertawanya sampai kayak gitu ? dan ... Leny kamu kenapa nangis sampai bengek gitu ?" tanya lelaki itu dengan heran saat melihat sekretaris kekasihnya itu menangis.


Betapa terkejutnya Leny saat mendengar Leo memanggil sahabat sekaligus bosnya itu dengan sebutan 'Sayang'


" Sayang ??" ucap perempuan itu sambil menunjukkan jari telunjuk nya kearah Leo lalu melihat Cristal. Dia bingung dengan hubungan mereka.


" Leny, aku dengan Cristal sedang berpacaran, tolong kamu diam dan jangan sampai ada yang tau di lingkungan kantor ini. Apa lagi sampai didengar oleh pak Ronal. Oke!!" ujar lelaki itu dengan wajah yang serius.


" Apa kalian pacaran diam-diam? Bukankah kalian berdua saudara ? Ya meskipun tidak kandung." tutur Leny dengan sangat penasaran.

__ADS_1


" Iya, bahkan sebelum kami menjadi saudara, kami sudah menjalin hubungan ini lebih dulu" jelas Cristal pada Leny.


Mendengar penjelasan dari sahabatnya itu, Leny membuang nafas panjang, kemudian mengalihkan topik bahasan karena dia tidak mau mencampuri urusan mereka berdua itu. Kecuali kalau sahabatnya sendiri yang cerita dan meminta sarannya, dia akan mengorek sampai dalam tapi kalau tidak, ya Leny akan membiarkannya.


" Wah... pak Leo bawa apa?" tanya perempuan itu pada Leo dengan senyum yang lebar.


" Oh... ini.. makanan buat Cristal sarapan, apa kamu sudah sarapan, Leny?" tanya Leo balik.


" Dia pasti belum sarapan, kalau pun sudah pasti juga merasa lapar lagi. Karena tenaganya habis untuk menangis!" Sahut Cristal sebelum sekretaris nya itu menjawab.


" Makasih ya, wah... ada dua kotak " ucap Leny dengan sumringah kemudian menyambar kantong plastik yang dipegang oleh Leo.


" Eh...eh..eh.. siapa yang suruh kamu ambil itu? Nasi kotak itu buat pacarku!" ucap leo dengan mata yang mencelang ke arah Leny.

__ADS_1


" Pak Leo, jadi orang jangan pelit, nanti bisa ompong lho. Emangnya mau pak Leo yang masih muda ini jadi ompong kayak kakek-kakek" sahut Leny


__ADS_2