Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 62


__ADS_3

Satu jam kemudian akhirnya Bu Lisa sampai di apartemen Cristal, tidak lupa juga ia membawakan makanan yang dibelinya dalam perjalanan menuju ke tepat anaknya. Segera ia mengetuk pintu unit tersebut dan tidak lama sudah dibuka oleh Cristal. Betapa bahagianya dia saat melihat anaknya itu.


" Aaaaaa.... Anak mama yang cantik ini" ucapnya sembari berhambur kepelukan Cristal yang juga disambut hangat olehnya.


" Mama kok nggak ada bilang-bilang kalau mau datang kemari" ucap gadis itu.


" Ini namanya kejutan sayang. Ayo masuk dan coba tebak mama bawa apa ?" Ujar Bu Lisa yang mengangkat tangangnya yang memegang kantong plastik berisi kotak.


" Apa ini ma ?" Tanya gadis itu dengan penasaran


" Ini martabak manis kesukaanmu sayang, ayo ayo kita masuk, dan kamu cepat makan ini selagi masih hangat" ucap Bu Lisa yang melipir masuk ke dalam menuju dapur.


Gadis itu menutup pintunya kemudian mengikuti mamanya dari belakang dan duduk di kursi meja makan menunggu martabak yang sedang disiapkan oleh mamanya.


" Ini, ayo dimakan" ucap wanita itu sembari meletakkan piring ke depat anak gadisnya.


" Terimakasih ma" ucapnya kemudian memakan hidangan tersebut.

__ADS_1


" Mau minum apa ? Susu ? Teh ?" Bu Lisa menawarkan minuman untuk teman hidangan tersebut.


" Adik mau susu hangat saja ma"


" Ok, mama buatin dulu ya"


Entah kenapa Bu Lisa bisa seantusias itu, padahal hanya membawakan martabak saja. Mungkin baru menang lotre ? Atau kesambet setan ? Yang jelas author nggak ngerti.


Dengan perlahan wanita itu membakan segelas susu hangat untuk anaknya itu, kemudian duduk disebelahnya dan menatap wajah anaknya dengan penuh kasih sayang.


" Mungkin ini saatnya aku tanya tentang hal itu, tapi bagaimana kalau dia nggak mau jawab atau.... Ah ya sudah tanyakan saja " ucapnya dalam hati


" Tanya apa ma ?" Sahut gadis itu yang masih menikmati martabak yang ia pegang.


" Apa kalian punya hubungan spesial selain kakak dan adik ?" Tanya Bu Lisa


Gadis itu menunduk seketika dan menghentikan kegiatannya, dia tau apa yang dipertanyakan oleh mamanya adalah tentang dirinya dan Leo. Cukup lama dia diam dan menyembunyikan wajahnya. Dengan memberanikan diri dia mendongakkan kembali kepalanya dan menghadap ke mamanya.

__ADS_1


" Mama, aku dan Leo, maksutku kak Leo memang punya hubungan spesial jauh sebelum aku meminta papa untuk mengangkat diriku. Awalnya aku nggak tau kalau dia adalah anak dari papa, kemudian setelah pertemuan di makan keluarga dulu akhirnya aku mengetahuinya. Dan aku juga sudah sempat berfikir untuk bilang ke papa soal hal ini, tapi kak Leo tidak mengijinkannya dengan alasan papa pasti tidak akan menyetujui dan akan sangat marah. Karena papa sudah pernah bilang ke kak Leo kalau nggak boleh punya perasaan lebih pada adiknya dan itu aku ma" jelas gadis itu.


Bu Lisa menghembuskan nafas dengan perlahan, dia memang sudah mencium gelagat yang diperlihatkan oleh keduanya apalagi dia juga sudah menempatkan adik iparnya di apartemen dekat dengan Cristal guna mengawasi kegiatan keduanya. Setelah mendengar penjelasan dari anak gadisnya dia tidak terkejut sedikitpun.


" Nak, mama juga sudah menduga, sejak tingkah anehmu ketika papa punya rencana akan menjodohkan kakakmu. Saat itu kamu menangis bukan ?" Ujar Bu Lisa


Cristal hanya bisa menjawab dengan dua kali anggukan saja.


" Dan saat kamu sakit kemarin, mama masuk tanpa mengetok pintu dulu. Mama melihat kalian berciuman bibir " ungkap wanita itu


Mendengar hal tersebut wajah Cristal berubah menjadi merah seketika.


" Dan tanpa kalian ketahui juga mama sudah menempatkan orang didekat kalian, tanpa kalian sadari dia berada di unit sebelah " ujarnya lagi


" Mama nggak akan bilang sama papa untuk sekarang ini, karena mama nunggu kalian yang akan bilang sendiri ke papa. Ya kan ?" Sahutnya lagi


" Baik ma, mungkin aku juga akan bilang ke kak Leo" kata Cristal

__ADS_1


" Nggak perlu nak ! Nanti biar mama saja yang bicara sama dia. Untuk sekarang kamu mengatur kata-kata agar bisa diterima oleh papa bahwa kalian memang saling mencintai. Mama percaya kamu bisa kok" ujar Bu Lisa yang berusaha menenangkan anaknya itu


__ADS_2