Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 24


__ADS_3

Hari sudah semakin malam, pesta yang wanita itu adakan sudah selesai hanya menyisakan dirinya saja diruang itu.


" Sungguh bahagia sekali memiliki ini semua. Aku bisa melakukan apapun yang aku suka dan aku mau. Tapi bagaimana dengan kabar gadis kecil itu, lama nggak pernah melihatnya aku juga nggak tau dimana dia tinggal sekarang" batin wanita itu. Karena merasa lelah wanita itu segera pergi istirahat.


Pagi ini Cristal yang masih bermalas-malasan di atas ranjang apartemen miliknya. Diapun melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 9 pagi, karena dirasa masih pagi ia pun memejamkan matanya lagi. Tapi ia merasa nggak enak dibagian perutnya, itu karena dia belum sarapan pagi dan cacing-cacing yang berada dalam perutnya itu minta makan. Gadis itu pun langsung membuka matanya lalu mengambil ponsel dan memesan makan melalui aplikasi food online. Sambil menunggu makanan yang dipesannya, dia beranjak dari ranjangnya lalu pergi untuk membersihkan diri dan merapikan apartemen nya, meskipun sebenarnya dia agak malas hari ini.


Empat puluh menit kemudian gadis itu sudah selesai membersihkan diri dan merapikan apartemennya. Dia hanya memakai kemeja putih panjang dan celana jean pendek karena ia ingin bersantai, saat akan duduk disofa tiba-tiba ada suara bel berbunyi lalu dengan cepat gadis itu membuka pintunya, yaitu seorang pengantar makanan. Ia segera menerima paket makanan itu dan membawanya kedapur dan menyiapkannya untuk segera ia nikmati makanan tersebut.


Setelah selesai menghabiskan makanannya, ponselnya yang berada diatas ranjang berbunyi dengan keras. Karena mendengar ponselnya berdering gadis itu dengan cepat berlari untuk mengangkat telfon nya, namun panggilan itu berhenti saat dia mendapatkan ponselnya.

__ADS_1


Meihat didaftar panggilan tak terjawab di ponselnya yang ternyata adalah Leo kekasihnya, segera ia melakukan panggilan balik, tapi nomornya sedang sibuk atau nggak bisa dihubungi. Betapa kesalnya dia lalu melempar ponselnya ke atas kasur, tanpa pikir panjang gadis itu bersiap untuk pergi ke perusahaan untuk bertemu dengan kekasihnya.


Dikantor Leo yang bingung karena kekasihnya tidak menjawab panggilan darinya, dia juga merasa kawatir. Dia pun mencoba tenang dan melanjutkan pekerjaannya. Tidak lama kemudiaan saat dia sedang membaca-baca berkasnya tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, alangkah bahagianya dia melihat kekasihnya datang. Laki-laki itu segera menyambut kekasihnya dengan penuh hangat.


" Selamat pagi pak direktur " sapa gadis itu dengan senyumannya yang manis.


"Maaf sayang aku tadi lagi makan saat kamu telfon, terus pas aku mau angkat eh... malah mati" tutur gadis itu dengan manja di pelukan kekasihnya.


" Sayang, apa kamu sudah mandi ?" tanya Leo yang pura-pura mencium bau tidak enak dari badan Cristal dan menutup hidungnya.

__ADS_1


Gadis itu segera melepas pelukannya lalu menciumi kedua tangan dan lengannya serta baju yang ia kenakan.


" Aku udah mandi sayang, udah wangi ini, masak dibilang belum mandi" sahut gadis itu dengan mengerucutkan bibirnya.


" Tapi.... hidungnya kok masih ada " goda Leo pada Cristal sambil mencubit hidung kekasihnya itu.


Dengan polosnya Cristal memegangi hidungnya dan sedikit berfikir " iihhh..... ya masihlah hidungkan nempel "


Laki-laki itu dibuat tertawa ngakak dengan tingakh kekasihnya yang polos itu, dengan cepat Leo menyambar bibir cristal. Leo ********** dengan kelembutan bahkan sangat lembut. Cristal pun membalas ciuman Leo dengan lembut juga hingga mereka kehabisan nafasnya dan melepaskan pagutan itu. Mereka saling bertatap muka dengan pandangan yang hangat, dengan erat leo memeluk Cristal dan berbisik ditelinga gadis itu " I love you" yang juga dibalas oleh Cristal dengan bisikan ditelinga Leo " I love you too".

__ADS_1


__ADS_2