Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 39


__ADS_3

" Mama, papa, kapan datangnya ? Kok nggak bilang-bilang dulu sih ! Apa ada sesuatu ? Atau ada acar yang lain ? " begitulah pertanyaan beruntun yang dilontarkan oleh gadis itu pada kedua orang tuanya tersebut.


" Ini namanya kejutan nak, ayo kita makan setelah itu baru disambung ngobrol nya" ajak Bu Lisa dengan tersenyum


Cristal, Leo dan pak Ronal segera duduk dan menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya begitupun dengan Bu Lisa ikut bergabung dengan mereka.


Setelah selesai makan bersama, Cristal dan Bu Lisa membersihkan piring dan gelas yang baru saja mereka pakai, sedangkan Leo dan papanya melanjutkan obrolannya tentang bisnis yang sempat terputus karena waktunya makan tadi.


Dalam obrolan tersebut tidak lupa juga pak Ronal menyinggung tentang membangun rumah tangga. Apa lagi pak Ronal tau jika ada seorang perempuan yang menyukai anaknya.


" Leo, apa kamu nggak kepikiran untuk membina rumah tangga ? Apa lagi kalau dilihat dari umur kan sudah cukup !" tanya pak Ronal dengan sangat hati-hati, karena biasanya Leo akan marah jika ditanya mengenai pernikahan.

__ADS_1


" Leo belum memikirkan itu pa" jawabnya dengan singkat.


" Kenapa ? Apa belum mendapatkan perempuan yang kamu suka ?" tanya papanya lagi.


" Bukan begitu pa.." belum juga selesai dengan ucapannya sudah dipotong lebih dulu dengan papanya.


" Kamu nggak usah kawatir, papa sudah mendapatkan perempuan yang cocok untuk kamu dan papa rasa kamu juga akan menyukainya. Dia itu cantik, pintar dan baik juga" tutur papanya yang juga mendeskripsikan tentang perempuan yang dimaksud oleh papanya.


Mendengar penjelasan dari papanya, Leo hanya diam dan menghembuskan nafas kasarnya. Beda halnya dengan Cristal yang saat ini sedang mencuci piring sambil menahan air matanya agar tidak sampai jatuh. Bu Lisa yang tepat berada disampingnya melihat dari pojok mata bahwa terlintas ada kesedihan yang terpancar dari mata anak gadisnya itu. Saat mengetahui kalau suaminya akan menjodohkan Leo dengan perempuan lain.


Karena hari sudah semakin gelap tepatnya jam 8 malam, kedua orang tua tersebut berpamitan untuk pulang, karena takut di jalan ada masalah lalu pulang larut malam.

__ADS_1


" Nak, papa sama mama pamit pulang ya, Leo kamu harus jaga adikmu dengan baik dan benar kalau bisa sesuai EYD " ucap papanya yang juga bercandain Leo


" Iya pa, ma, hati-hati dijalan. Nanti kalau sudah sampai dirumah tolong kirim pesan singkat ya" pinta gadis itu seraya Salim dengan kedua orang tuanya itu.


" Beres pa, Leo pasti jaga dia dengan baik kok" sahut Leo pada papanya dengan semangat


Sekarang hanya tinggal dua sejoli diruangan tersebut. Gadis itu hanya diam saja sedari kepergian papa dan mamanya. Leo dibuat bingung dan tidak mengerti akan sikap kekasihnya itu.


" Sayang kamu kenapa, kok diam aja dari tadi?" tanya laki-laki itu dengan mendekatkan tubuhnya pada Cristal yang duduk disofa ruang tengah.


" Kapan kamu mau bilang sama papa dan mama kalau kita punya hubungan ?" tanya gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca dan menghadap tepat didepan wajah Leo.

__ADS_1


" Aku pasti akan bilang sayang, secepatnya. Oke!! Kamu jangan sedih lagi ya" ucap Leo sambil mengusap-usap pipi kekasihku.


" Aku mendengar semuanya Ley, kalau papa akan menjodohkan mu dengan gadis pilihan papa dan kamu juga dengar kan betapa papa membanggakan dan memuji nya" ucap gadis itu yang langsung diikuti dengan airmata yang mengalir deras dari matanya.


__ADS_2