Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 81


__ADS_3

Ketika sampai di lantai atas, segera lelaki itu pergi kekamar kekasihnya tujuan membangunkannya, namun saat dia sampai didalam kamar tersebut tidak ada gadis itu. Leo mencarinya kesetiaan sudut ruang tersebut bahkan ia mencari sampai ke kamar mandi namun tidak ia ketemuan juga kekasihnya itu. Sampai pada akhirnya pandangannya jatuh pada balkon kamar tersebut, dia menuju kearah balkon itu dan membuka tirai serta pintunya dan benar saja dia melihat seorang gadis yang berdiri dengan mata terbenam menikmati angin malam dari lantai dua tersebut.


Perlahan mendekati kemudian memeluk gadisnya itu.


" kenapa diluar? Nanti masuk angin, ayo kita makan malam." ujar lelaki itu.


Gadis itu terkejut akan kedatangan Leo dan juga yang secara tiba-tiba memeluknya.


" aku bersiap dulu." sahutnya.


" dibawah ada Reyhan dan juga Leny. Kamu bersiaplah dengan cepat, aku juga akan membersihkan diri sebentar." kata Leo sembari melepaskan pelukannya dari pinggang Cristal.


Mata gadis itu langsung berbicara seketika saat mengetahui kalau kakak dan juga sahabatnya datang. Dia sungguh merindukan Leny yang selalu ada di sampingnya ketika dia masih bekerja dulu dan juga Reyhan kakak tirinya, sudah lama mereka tidak saling bertemu hanya melalui pesan singkat saja mereka berhubungan meskipun hanya sekedar menanyakan kabar masing-masing.


Dengan cepat gadis itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, begitu juga dengan Leo yang kembali ke kamarnya setelah melihat kekasihnya sedang pergi membersihkan diri.


Tidak lama gadis itu pun selesai dengan kegiatannya, dengan secepat mungkin ia memakai memilih dan mengenakan pakaiannya kemudian dia pergi menuju ruang makan dimana disana sudah ada orang-orang yang ia rindukan. Betapa bahagianya dia saat melihat Leny dan Reyhan, dia pun berhambur berlari ke arah kedua orang tersebut dan memeluknya satu persatu, terlihat jelas dimata gadis itu akan bahagianya.


" aku sangat merindukanmu Leny, gimana kabarmu? " ucap gadis itu dengan memeluk tubuh sahabatnya.


" aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?" tanya Leny sambil mengelus pundak Cristal.


" aku senang kamu baik-baik saja." sahut gadis itu sembari melepaskan pelukannya.


Kemudian gadis itu menuju dimana Reyhan duduk dan memeluknya seperti dia memeluk Leny.

__ADS_1


" kakak, Bagaimana kabarmu? Aku rindu dengan rumah lama. Apa bik Mira juga sehat?" tanya gadis itu dengan senang.


" aku selalu baik, bik Mira juga pasti merindukan kamu. Kalau memang rindu, pulanglah dan menginap disana. Pasti bik Mira juga akan senang." ujar Reyhan.


" Mungkin minggu depan Cristal akan menginap disana. Jangan lupa siapkan sesuatu untuk ku kak." ujar gadis itu sembari melepas lelukannya.


" baiklah baiklah" sahutnya Reyhan dengan senang hati.


Bu Lisa mendengar percakapan antara kakak dan adik itu juga merasa senang dan itu terlihat jelas dimatanya juga senyumannya.


" sudah sudah ayo makan, nanti keburu dingin masakannya." kata pak Ronal.


Semua orang yang berada duduk diruang makan tersebut mengambil makanan yang telah dihidangkan oleh bu Lisa.


Tiba-tiba saja Reyhan menyadari kalau ada yang kurang dari mereka, lelaki itu melihat kanan dan kiri mencari seseorang.


" Leo kemana? " tanya lelaki itu.


Mendengar nama Leo, semua orang disitu baru menyadari kalau makan malamnya ternyata tanpa Leo. Begitupun dengan bu Lisa dan pak Ronal, mereka saling memandang, mereka pikir Leo sudah ikut makan malam bersama.


Segera Cristal beranjak dari duduknya dan berlari menaiki anak tangga menuju kamar Leo. Sesampainya dikamar kekasihnya, dia melihat Leo yang sudah tertidur dengan rambut yang sudah agak mengering. Dia tersenyum simpul dan kembali lagi keruang makan.


" kakak sudah tidur. Sepertinya setelah mandi langsung tidur, karena adik lihat dari rambutnya sudah sedikit mengering." jelas gadis itu.


" kita lanjutkan saja makannya, nanti kalau dia lapar juga bangun kan." sahutnya pak Ronal.

__ADS_1


Mereka melanjutkan makan malamnya tanpa Leo hingga selesai, selepas itu mereka juga lanjut mengobrol di ruangan itu juga dengan asiknya.


Leny sudah melihat jam yang berada diperkenankan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tidak terasa mereka mengobrol sudah begitu lama.


Kini Leny berpamitan untuk pulang juga dengan Reyhan.


" kalian pulang naik apa? " tanya pak Ronal.


" saya sudah bilang tadi sama Leo untuk pinjam mobilnya, karena kami datang dengan menaiki mobilnya dan kebetulan mobil saya dikantor. " jawab Reyhan.


" ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan." ucap bu Lisa.


" kalau begitu kami pamit dulu pak bu. Cristal kakak tunggu kamu pulang kerumah ya." ucap Reyhan.


" selamat malam om tante. Ci aku pulang dulu ya." ucap Leny berpamitan.


" iya kalian hati-hati ya. Kak jagain Leny ya." goda gadis itu pada kakaknya.


Reyhan dan Leny masuk kedalaman mobil tersebut, kemudian melakukan mobilnya membelah jalanan malam.


Setelah melihat mobil yang dikendarai oleh Reyhan, pak Ronal dan bu Lisa juga anak gadisnya itu masuk kedalam.


" nak ini sudah malam, saatnya istirahat. Ayo ma kita istirahat." ucap pak Ronal pada anak gadisnya dan juga mengajak istrinya untuk beristirahat.


Kini tinggal Cristal sendirian, dia duduk di kursi dekat dengan meja mini bar. Kemudian mengambil gelas sloki dan menuangkan anggur merah yang memang sudah tersedia dimeja tersebut. Dia meneguknya satu sloki, dua sloki, hingga tak terhitung. Penglihatannya sudah mulai kabur, dia melihat setiap benda yang didepannya menjadi dua. Karena sudah merasa pusing akhirnya dia beranjak dari duduknya menuju kamarnya. Dengan gontai dia berjalan menaiki anak tangga tersebut. Saat melewati kamar Leo dia berhenti dan mengamati pintu yang tertutup itu. Entah apa yang ia pikirkan, dia malah masuk kekamar kekasihnya itu dan menaiki ranjangnya bahkan dia juga mengambil merebut selimut yang dipakai oleh lelaki tersebut.

__ADS_1


Merasa ada seseorang yang mengambil selimutnya, Leo terjaga dari tidurnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat gadisnya datang dan menaiki ranjangnya dan sudah tertidur dengan pulasnya. Dia mendekatkan tubuhnya kearah Cristal, dia terkejut untuk kedua kalinya. Ya, dia mencium aroma anggur dari nafas gadisnya saat dia akan mencium kening gadis itu.


" apa kamu minum anggur?" tanya Leo pada gadis yang sudah tertidur dengan lelah itu sembari mengelus puncak kepalanya."


__ADS_2