
Pagi ini langit terlihat cerah sekali begitupun dengan suasana hati Leo yang sedang berbunga-bunga, meskipun semalam ia gagal paling tidak sudah ada lampu hijau yang ia dapatkan.
Pagi-pagi sekali ia berangkat kekantor, karena dia punya janji dengan Reyhan untuk menyelesaikan masalah yang kemarin itu. Mereka masih menyelidiki beberapa email yang pernah mengirim pesan ke Cristal.
" Hoi... Jam berapa sampai ?" Tanya Reyhan saat bertemu dengan sahabatnya itu.
" Baru aja aku nyampe. Gimana ada kabar baru lagi selain yang kemarin ?" Tanya Leo
" Kita ngobrol diruanganmu saja. Ayo cepat... " Ujar lelaki tersebut
Akhirnya Leo mengikuti Reyhan dari belakang. Selain itu didalam lift dengan tidak sengaja Leo bertemu dengan Monica dan Revi. Dia tidak begitu suka dengan Monica, perempuan yang pernah akan dijodohkan pada dirinya oleh papanya dan untung saja sekarang dia sudah tidak di buru oleh papanya untuk didekatkan pada gadis yang berada disampingnya.
" Tumben pagi datangnya ?" Tanya Reyhan pada Monica.
" Gimana nggak pagi, nih si Revi rese banget. Masak iya dia datang kerumah jam 6 pagi cuma buat ngajak pergi kekantor barengan?" Ujar perempuan itu
" Iya lah, aku tuh lagi berusaha ngejar kamu " ucap Revi dengan terus terang.
Leo yang mendengar ucapan Revi tersenyum simpul.
" Oh jadi ceritanya Revi lagi PDKT nih" kata Leo yang melihat Monica sekilas
" Iya, mereka akan menjadi Miss dan mister Chan Group. Wkwkwkwk..." Goda Reyhan
" Tapi kalian cocok kok. Monica cantik, Revi juga ganteng. Ya pas lah.. pasangan yang serasi " puji Leo pada Revi dan Monica
Monica merasa canggung seketika saat dibilang cantik oleh lelaki yang pernah ia puja. Namun semua itu sirna ketika Leo memberitahunya soal tipe perempuan yang ia sukai.
Revi dan Monica sudah sampai di lantai mereka bekerja, dengan cepat dia keluar dari lift dan sedikit mempercepat jalannya sehingga meninggalkan Revi yang berjalan santai dibelakangnya.
__ADS_1
" Rey, kenapa nggak ikut keluar? Kita sudah sampai diruangan kita !" Ujar Revi
" Oh, dia ada urusan sedikit dengan saya " sahut Leo
" Baik pak. Kalau begitu saya duluan" pamit Revi yang langsung menghilang dibalik pintu lift.
Segera ia menyusul Monica yang mungkin sudah sampai diruang kerjanya. Sesampainya di ruangannya dia langsung mendaratkan bokongnya dan melihat sekeliling, dia mencari pujaan hatinya tapi tak kunjung terlihat.
" Kemana dia pergi ?" Ucap Revi pelan
Salah satu staf datang menghampirinya dan memberikan secarik kertas. Kemudian dia membukanya, surat kecil itu dari Monica juga ditulis langsung olehnya sendiri.
" Apa kamu benar mencintai dan menyukaiku ? Jika iya tolong pertahankan itu dan aku akan berusaha untuk menerimamu. Sekarang aku izin pulang, aku lagi nggak enak badan. Monica." Begitulah isi dari secarik kertas yang dipegangnya.
Setelah membacanya, dia menyimpan surat kecil itu dengan melipatnya lalu memasukkannya ke dalam dompetnya.
" Aku akan terus mempertahankan itu" ucapnya pelan.
Segera ia melanjutkan pekerjaannya yang kemarin sempat belum terselesaikan.
Ditempat lain Reyhan dan Leo sedang disibukkan dengan beberapa alamat email dan akun palsu serta mereka juga masih menyelidiki penjualan saham Chan Group sebesar 5% tersebut kepada RB Corp.
Tiba-tiba saja pak Ronal datang menyambangi mereka, dengan perlahan dia berjalan mendekati kedua laki-laki yang tengah sibuk itu.
" Kalian sedang apa ?" Tanya pak Ronal
" Oh.. selamat pagi pak Ronal " sapa Reyhan dengan sopan.
" Pagi juga. Kalian tidak perlu mencari siapa dibalik penjualan saham itu. Merekalah yang akan datang dan menampakkan dirinya sendiri. Kita harus sabar menunggu waktu" ujar pak Ronal yang membuat kedua laki-laki berhenti seketika dari pekerjaan yang ia lakukan.
__ADS_1
" Kenapa ? Apa papa tau orangnya ? Siapa dia ?" Tanya Leo dengan penasaran
" Kalau mau mendapat ikan besar, bukankah kita harus memberi umpan yang besar juga ?" Jawan pak Ronal dengan santai.
Jawaban dari pak Ronal membuat Leo dan Reyhan saling menatap. Mereka mempunyai pikiran yang sama yaitu kalau pak Ronal memang sudah tau betul siapa orang itu.
" Yang perlu kalian lakukan adalah menjaga nona muda atau yang sering kita panggil Cristal. Kalian harus benar-benar mengawasi nya. Jangan sampai lengah, jika tidak akan berbahaya baginya. Untuk saat ini" ujar pak Ronal yang langsung mendapat tanggapan yang begitu mengejutkan bagi kedua lelaki tersebut.
Kemudian pak Ronal pergi meninggalkan kedua laki-laki tersebut. Diruangan hanya tinggal Leo dan Reyhan mereka saling diam setelah mendengar ucapan dari pak Ronal. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
" Rey, apa yang kamu pikirkan sekarang ?" Tanya Leo
" Aku nggak ngerti lagi Ley, apa mungkin pak Ronal sudah mengetahui ini semua ?" Kata Reyhan dengan menggelengkan kepalanya.
" Sepertinya begitu dan kenapa papa juga memberi peringatan untuk menjaga Cristal. Apa alasannya ?" Tanya Leo pada Reyhan
" Jika memang begitu... Ley apa kamu tau pak Ronal pernah bertemu dengan siapa atau mungkin bepergian secara rahasia mungkin ?"
" Setau aku papa nggak pernah pergi dengan diam-diam begitu atau bertemu dengan orang yang aku tak kenal juga nggak pernah terjadi"
" Lalu kenapa dia bisa memberi tau untuk tetap menjaga Cristal ? Apa maksutnya ?" Reyhan bertanya dengan kebingungan
" Sepertinya kita memang harus mundur selangkah, mengawasi dan menjaga dia lebih intens"
" Yah... Sepertinya memang harus begitu" sahut Reyhan.
Tapi mereka juga tidak melepas tangan begitu saja. Mereka tetap harus melanjutkan menyelidiki hal tersebut. Apa lagi pihak perusahaan sudah membayar biaya iklan produk secara menyeluruh dengan begitu besar jumlahnya dan apa yang perusahaan Chan Group dapat ? Produk yang mereka produksi hanya terjual sebanyak 25% di pasaran dari sejumlah uang yang sudah dikeluarkan. Belum lagi saham yang dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tanpa sengaja dibeli oleh RB Corp tersebut.
Apakah ini ada hubungannya atau memang ada orang yang dengan sengaja ingin menghancurkan Chan Group, tidak ada yang tau bukan ? Terlebih lagi dengan terjadinya hal ini menyebabkan Cristal sang pemilik perusahaan sampai jatuh sakit dan memilih berhenti, dia hanya menerima informasi tentang perusahaan saja yang menjalankan tetap Leo, pak Ronal dan juga Reyhan. Tetapi tentu saja ketiga laki-laki harus tetap membuat membuat laporan setiap bulannya kepada gadis tersebut.
__ADS_1
Gadis itu mempercayai mereka, karena ia pikir hanya mereka bertiga yang tau lebih dalam dalam urusan bisnis. Apalagi pak Ronal adalah orang kepercayaan dan juga tangan kanan dari pak Jordi, ayah kandung Cristal yang sudah meninggal itu.
Di samping itu pak Ronal juga adalah ayah angkatnya, yang ia pilih dan ia minta sendiri.