
Gelap sudah menjadi terang, pagi ini Leo dan Reyhan sudah bersiap untuk melakukan kerjasama dengan pak Lukman, mereka membuat janji disebuah restoran bergaya klasik dan memesan private room.
Karena waktu tinggal dua setengah jam lagi, segera kedua laki-laki itu bergegas pergi ke tempat yang sudah dipesan tersebut.
Sesampainya di restoran, segera mereka pergi ke private room. Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki paruh baya dan juga lelaki muda, mereka adalah pak Lukman dan juga Arlan. Dengan sopan Leo menyapa kedua lelaki yang baru datang itu. Reyhan hanya melihatnya sekilas dan tersenyum, hanya untuk menyapa keduanya. Segera Leo mempersilahkan duduk pada sofa yang sudah tersedia disana.
" Selamat pagi, silahkan duduk pak " ucapnya
Sapaan Leo di balas dengan senyuman oleh pak Lukman dan segera duduk.
" Maaf karena bukan bos kami yang datang untuk membicarakan kerjasama ini " ujar pak Lukman
" Oh tidak apa-apa pak, oh ya dan ini siapa ?" Tanya Leo pada pak Lukman dengan mengarahkan pandangannya ke laki-laki yang tengah sibuk membuka laptop nya.
" Oh ini, namanya Arlan, dia bekerja di bagian teknologi informasi di perusahaan RB Corp kami " Kata pak Lukman sembari memperkenalkan laki-laki muda tersebut.
" Salam kenal Arlan, dan... Oh ya saya juga membawa partner, namanya Reyhan dia bekerja di bagian keuangan Chan Group " ujar Leo
" Bagaimana dengan kerjasamanya pak?" Sahut Reyhan tanpa basa-basi lagi.
" Saya sudah menyiapkannya, silahkan dilihat dulu " ucap lelaki tua itu dengan menyodok sebuah buku tipis.
Segera Reyhan dan Leo membacanya dengan seksama. Setelah dirasa tidak ada yang janggal Reyhan mengembalikan dokumen tersebut.
" Bagaimana pak ? Apa ada yang tidak disetujui ?" Tanya pak Lukman
" Saya setuju " jawab leo dengan singkat.
" Tapi sebelum kami menandatangi kerjasama kita, saya ingin sedikit bertanya pada bapak" ucap Reyhan
" Silahkan pak " sahut Arlan
__ADS_1
" Iklan yang perusahaan RB buat mengiklankan produk Chan Group kenapa dananya sampai sebanyak itu ? Sedangkan kalau saya lihat iklan tersebut juga tidak memakan biaya yang terlalu banyak. Tolong jelaskan kepada kami !" Ujar Reyhan.
" Untuk iklan yang yang sebelumnya, di pegang langsung oleh bos kami pak. Dan bos kami juga yang memilih model serta tema yang cocok untuk produk parfum yang akan di iklankan" jelas pak Lukman.
" Lalu bagaimana dengan biaya yang begitu mencolok, nominal itu sangat besar sekali 1,5 M pak, kami harus mengeluarkan nya. Sedangkan produk parfum kami dipasaran butuh 2 bulan untuk bisa kembali modal dari pengiklanan tersebut. Sepertinya dulu nggak sampai semahal ini hanya untuk membuat iklan " ujar Reyhan yang menekan emosinya mengingat adiknya sampai sakit hanya masalah ini.
Pak Lukman tidak bisa berkata apa lagi, karena ia juga tau hal ini bisa terjadi karena keserakahan bos barunya itu.
" Begini saja pak, nanti kalau pembuatan iklan, saya minta pak Lukman menghubungi kami, biar kami juga tau proses pembuatan iklannya seperti apa" ujar Leo
" Dan juga, kami akan membayarnya setelah melihat hasil dari iklan yang perusahaan RB untuk mempromosikan produk parfum kami" sahut Reyhan.
" saya pikir, begitu lebih baik" sahut Arlan yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya.
Pak Lukman terkejut saat Arlan menyetujui permintaan dari pihak Chan Group.
" Bisa kami menandatangi kerjasama nya pak ?" Tanya Leo
" Iya, silahkan pak"
" Apa kalian pemilik perusahaan Chan Group ?" Tanya pak Lukman yang langsung membuat Reyhan berhenti menyantap makanan nya.
" CEO kami sedang sakit, jadi kami yang mewakilinya" ucap Leo
" Dia adalah direktur yang dipilih langsung oleh CEO kami" ujar Reyhan dengan bangga untuk sahabatnya itu.
Mendengar ucapan dari Reyhan, betapa terkejutnya Arlan sampai-sampai dia kagum dengan Leo yang duduk didepan pak Lukman.
Reyhan yang melihat Arlan sedang memandang Leo, kemudian dia langsung memukul pelan lengan Arlan dan itu membuat laki-laki itu terkejut.
" Biasa aja lihatnya " ucap Reyhan pada Arlan yang langsung mendapat tanggapan dari Leo dan pak Lukman tertawa.
__ADS_1
Merekapun selesai dengan acaranya, pak Lukman dan Arlan berpamitan untuk kembali ke hotel. Namun keduanya dicegah oleh Leo.
" Kalau begitu kami pamit undur diri pak. Terimakasih atas waktunya" ucap lelaki tua itu.
" Tunggu pak, kita bisa pergi berkeliling dan berkunjung ke tempat wisata yang ada di kota ini" ujar Leo
" Jalan-jalan ?" Tanya Arlan dengan antusias.
" Iya, mari pak kami akan mengantar kalian untuk berkeliling" ujar Leo
Segera mereka menaiki mobil yang sama. Kali ini Leo dan Reyhan mengajak mereka ke tempat kota tua. Arlan sangat antusias dan begitu kagum akan gedung-gedung tua tersebut. Tidak lupa juga ia mengambil gambar di tempat yang bagus, saking asiknya memfoto tanpa sadar ia terpisah dari rombongan. Setelah menyelesaikan memfotonya, dia ingin memperlihatkan hasilnya kepada pak Lukman.
" Pak, coba lihat ini....." Ucapannya terhenti seketika saat dia menyadari sudah tidak ada ketiga orang tersebut.
Dia sangat panik sekali, Arlan mencoba mengingat-ingat kembali dimana ia pertama kali turun dari mobil. Tapi sayang sekali dia benar-benar lupa. Dia sangat menyesal sekali karena pergi lebih dulu untuk melakukan pengambilan gambar di tempat yang cukup ramai itu.
Di lain tempat Leo, Reyhan dan pak Lukman juga sedang panik karena Arlan tiba-tiba menghilang begitu saja. Akhirnya mereka berpencar untuk mencari anak tersebut dan hasilnya juga nihil.
" Saya tidak melihatnya pak" ucap Leo
" Juga tidak ada di sebelah sana " kata Reyhan sambil menunjuk arah dimana banyak orang berdagang.
" Aduh, kemana anak itu ?" Tanya pak Lukman dengan bingung.
Kemudian pak Lukman menelepon Arlan namun tidak dijawab olehnya. Dia malah tambah panik karena telpon nya tidak dijawab.
" Bagaimana pak ? Apa Arlan bisa dihubungi ?" Tanya Reyhan
Pak Lukman menggelengkan kepalanya.
" Ini sudah panggilan yang kelima, tapi tidak dijawab olehnya. Kemana harus mencarinya lagi ?" Ujar pak Lukman
__ADS_1
Lama berjalan untuk mencari ketiga orang itu namun Arlan juga tidak dapat bertemu mereka. tidak terpikirkan olehnya untuk menelepon pak Lukman. Karena handphone nya dalam mode silent sejak pertemuan kerjasama tadi dan ditaruhnya didalam tas.
Arlan yang melihat polisi sedang bertugas di jalan tanpa pikir panjang dia mendatanginya dan meminta bantuan untuk menemukan Leo, Reyhan dan juga pak Lukman.