Kebahagiaan Sang Gadis

Kebahagiaan Sang Gadis
Episode 89


__ADS_3

" bagaimana, apa kamu suka dengan menunya?" tanya Reyhan pada Leny yang masih menikmati hidangannya.


" enak, aku suka semuanya." jawab gadis itu perempuan itu dengan menunjuk semua hidangan yang berada didepannya.


Merekapun melanjutkan menikmati hidangannya. Reyhan yang sesekali melirik gadis yang berada didepannya sembari tersenyum bahagia.


Leny menyadari jika dia sedang dilirik oleh Reyhan, tiba-tiba saja dia menatap Reyhan dengan lekat.


" tidak perlu mencuri-curi pandang begitu." ujar Leny.


" eh... Enggak kok enggak, apaan sih!" Reyhan mengelak.


" ayolah, aku tau kok kalau sedari tadi waktu kita makan kamu terkadang melirik!" ungkap gadis itu.


" iya deh, aku akui." jawab lelaki itu sambil tersenyum.


Acara makan malam merekapun telah usai. Kini Reyhan dan Leny melanjutkan dengan pergi jalan-jalan ke sebuah taman di pusat kota. Disana mereka hanya duduk - duduk saja dikursi taman dan menikmati angin malam serta menghirup segarnya udara malam.


Karena sudah larut malam, Reyhan mengajak Leny untuk pulang dan mengantarkannya sampai di rumah.


" sudah malam, ayo kita pulang. Aku akan antar kamu sampai rumah." ujar Reyhan.


Leny mengikuti apa yang dikatakan oleh lelaki yang sudah berdiri disampingnya itu.


Dia mengikuti setiap langkah Reyhan hingga sampai dia masuk ke dalam mobil.


" Reyhan, kenapa mobilnya pak Leo masih ada sama kamu?" tanya gadis itu agar tidak diam saja saat perjalanan pulang.


" iya mobil ku kan masih dikantor dan sekarang kan hari libur jadi besok baru bisa tukar mobil. Tenang saja." ungkap Reyhan dengan santai.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka pun sudah sampai rumah gadis tersebut.


" terimakasih sudah mengajak jalan-jalan dan temani juga sudah diantar sampai rumah." kata gadis.


" sama-sama, sampai ketemu besok dikantor." sahutnya Reyhan.


Kemudian Leny turun dari mobil tersebut, segera Reyhan pergi meninggalkan tempat itu.


Di Australia, pak Ronal baru saja turun dari pesawat yang ia tumpangi. Dia mencari taxi untuk pergi ke hotel yang sudah di pesankan oleh pak Lukman sebelumnya.


Sekarang ini pak Ronal sudah sampai di hotel tempat ia menginap, segera dia menghubungi rekannya itu untuk memberi kabar kalau dirinya sudah sampai di Australia dan sudah berada dam hotel. Namun siapa sangka telfonnya tidak diangkat oleh rekannya itu dengan hal lain pak Ronal akan menghubunginya lagi besok pagi. Karena merasa capek lelaki paruh baya tersebut untuk membersihkan dirinya kemudian ia akan beristirahat.


Pagi ini pak Ronal dan pak Lukman bertemu disalahkan satu ruang pribadi Di hotel tersebut, mereka membicarakan banyak hal dalam urusan bisnis, termasuk juga merencanakan untuk menghentikan apa yang dilakukan oleh Santi Bane.


" pak Lukman yakin, kalau seperti ini bapak juga bisa masuk penjara, dikarenakan dianggap ikut berkomplot dengan bos anda pak." ungkap pak Ronal.


" tidak apa-apa pak, kalau pun saya dan bu Santi masuk bui yang akan memegang RB Corp sudah ada." kata pak Lukman dengan mantap.


" dia adalah anak satu-satunya dari bu Santi, mengingat pernikahan bu Santi dan pak Romy belum mempunyai momongan sebelum beliau meninggal."


" maksudnya? Reyhan?" tebak pak Ronal.


" betul sekali. Dan sekarang tim yang saya minta untuk menyelidiki penyebab kematian dari pak Romy Bane pun juga sudah selesai." ungkap pak Lukman.


" baiklah pak, sampai disini dulu hari ini. Kita bisa lanjutkan besok siang. Apa bapak tidak ingin pergi untuk keliling kota Perth?" tanya pak Lukman.


" sepertinya nanti sore saja, karena setelah ini saya masih ada pekerjaan lain." ujar pak Ronal.


" oke. Kalau begitu saya permisi dulu ya pak. Saya harus kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan saya juga." pak Lukman berpamitan.

__ADS_1


" oh iya, silahkan silahkan." sahut pak Ronal dengan mengantarkan pek Lukman sampai keluar ruangan tersebut. Kemudian pak Ronal kembali dan duduk ditempatnya lagi lalu merenungkan kata-kata yang yang diucapkan oleh pak Lukman mengenai penyelidikan kematian dari Romy Bane, dia berfikir bagaimana jika kematian pak Jordi ayah kandung Cristal.


Selesai dengan pikirannya itu pak Ronal pergi meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke kamar hotelnya. Dia beristirahat untuk sejenak sebelum pergi berkeliling di kota perth.


Tiga hari di negara orang membuat pak Ronal merindukan makanan rumah yang biasa ia santap dari masakan istrinya. Namun ia harus bisa bertahan satu hari lagi, karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya di kota perth.


Di perusahaan Chan Group terlihat Leo sedang sibuk dengan beberapa dokumen yang menumpuk didepannya.


" masih banyak lagi kah?" keluhnya lelaki itu kemudian menghela nafas panjangnya.


Tiba-tiba saja Leny datang dengan membawa berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Leo.


" selamat pagi pak, mohon ditandatangani semua berkas ini." ujar Leny dengan meletakkan tumpukan kertas ditangannya itu ke atas meja.


Leo semakin kesal, namun apa boleh buat itu adalah pekerjaannya, dan juga ia harus bertanggung jawab pada perusahaan untuk menggantikan kekasihnya.


" Leny, apa masih ada lagi yang perlu ditandatangani?" tanya lelaki itu.


" masih ada pak, ada beberapa divisi yang belum selesai dengan laporan mereka. Dan saya pastikan besok laporan tersebut sudah ada di meja bapak." ungkap Leny dengan lugas.


" ya.. Kamu bisa kembali ke tempatmu lagi sekarang." titah Leo dengan mengibas-ngibaskan tangannya.


Kepala Leo sangat pening, bagaimana tidak? Sebelum tanda tangan dia harus membaca satu per satu berkas dan laporan tersebut. Apa lagi jika ada laporan yang salah dia mengembalikan laporannya dan meminta untuk membuat ulang pada divisi yang bersangkutan. Hal itu sudah biasa pada sebuah perusahaan apalagi besar seperti Chan Group yang memproduksi beberapa parfum yang sudah diekspor keluar negeri.


Reyhan yang sedang bersantai dengan Monica dan juga Revi diruangan mereka.


" heh... Revi, gimana hasil mengejar sang pujaan hati?" tanya Reyhan pada Revi dengan sedikit menggodanya.


" masih digantung bro... " bisik Revi pada Reyhan.

__ADS_1


" wah dia kejam sekali ya." ucap Reyhan sembari melirik Monica.


Sadar karena disindir oleh lelaki yang besar duduk didepannya, langsung saja gadis itu memukul pundak Reyhan dengan keras, bahkan suara pukulannya terdengar sangat keras.


__ADS_2