
Satu bulan kemudian...
"Sayang...mas berangkat ke kantor dulu ya," ucap mas Dimas saat kami sedang sarapan pagi di meja makan.
"Heemm..." Jawab ku singkat
Mas Dimas menghampiri kursi ku dan mengecup pucuk kepalaku,kebiasaan yang selalu dia lakukan sebelum berangkat kerja.
Sudah sebulan semenjak masalah itu terjadi,namun aku masih belum bisa melupakan nya. Memang aku lebih memilih bertahan,memberi kesempatan pada mas Dimas untuk memperbaiki diri nya. Tapi tetap saja rasa sakit di hati ku selalu menghantui ketika teringat kembali pada pengkhianatan yang telah di lakukan mas Dimas.
*******
POV Dimas
Sekarang ratu sangat berubah sikap nya kepada ku. Dulu nya dia sangat perhatian,selalu peduli dengan segala kebutuhan ku. Tapi sekarang dia seperti acuh tak acuh,sikap nya dingin,tak sehangat dulu. Bahkan untuk melayani ku saja dia hanya sekedar nya,karna tanggung jawab nya sebagai istri ku.
Aku merasa sangat tersiksa dengan semua ini. Apakah ini adalah hukuman untukku...apakah ratu sedang menghukum ku...
Jika iya,aku akan terima ,akan ku jalani hukuman ini dengan ikhlas,karna aku lantas mendapat kan nya.
Aku lelaki paling bodoh di dunia ini,karna sudah menyakiti hati seorang istri yang begitu tulus mencintai ku...
Tin...
Tin...
Tin...
Terdengar riuh bunyi klakson di belakang mobil ku.
" Ya tuhan...ternyata sudah lampu hijau.!!!" Gegas aku melajukan mobil ku sebelum lebih di amuk kendaraan lain di belakang ku.
Karna memikirkan tentang rumah tangga ku,membuat ku tidak fokus menyetir,bahkan rasa nya tak ada semangat untuk beraktivitas.
Setelah beberapa waktu melaju,akhir nya mobil ku sampai ke parkiran kantor. Aku langsung turun dari mobil karna waktu sudah mepet,takut jika aku terlambat.
Akupun sampai ke ruangan ku,terlihat banyak berkas menumpuk di meja kerjaku...
Tok
Tok
Tok
"Masuk ,"!!! Ucapku ketika ada yang mengetuk pintu ruangan ku
"Maaf pak...10 menit lagi akan ada meeting dengan perwakilan klien kita dari perusahaan jaya gemilang ," ucap Mita sekretaris ku
"Heem...baik lah saya akan siap siap. Terima kasih info nya mita,sekarang kamu siapin bahan untuk meeting nanti," jawab ku pada Mita
"Baik pak...kalau gitu saya permisi," jawab Mita kembali
Aku pun gegas bersiap untuk meeting.seharus nya meeting dengan perusahaan ini sudah di lakukan Minggu kemaren,namun mendadak di cancel oleh mereka,karna ada sesuatu yang darurat.
__ADS_1
Aku keluar dari ruangan ku dan berjalan menuju ruang meeting, dimana Mita beserta klien ku sudah berada disana menunggu ku.
Ceklek
"Selamat pagi semua..." Ucap ku menyapa pada semua orang yang berada di ruang meeting
"Selamat pagi juga pak Dimas..." Jawab seorang wanita yang suara nya seperti tak asing bagiku
"Sinta....!!!" Ucap ku kaget melihat ternyata benar pemilik suara itu adalah Sinta
*******
Kembali ke kediaman ratu....
"Bik...saya mau keluar sebentar ya,titip Willi ya bik," ucap ku pada bik murni
"Baik Bu,,,pasti saya akan jagain den Willi," jawab bik murni tersenyum
"Terima kasih bik...kalau gitu saya berangkat ya," ucap ku lalu beranjak menuju pintu keluar
Aku pun mengendarai mobil ku kaluar dari pekarangan rumah...
Sebenar nya aku tak punya tujuan kemanapun, aku pun tak ada janji ketemu dengan siapa pun. Aku keluar rumah hanya ingin mencari udara segar,mencari suasana baru agar diri ku sedikit terhibur...
Tring....
Tring...
Tring...
"Hallo bara," jawab ku mengangkat panggilan itu menggunakan earphone di telinga ku
"Hallo ratu...bisa kita bertemu sekarang,ada yang ingin aku omongin sama kamu,penting !!!" Ucap bara di seberang telpon
Kelihatan nya ada hal serius yang ingin di katakan bara...baiklah aku akan menemui nya.
"Baiklah bara,aku tunggu kamu sekarang di cafe pelangi ya," ucap ku pada bara
"Oke...aku segera kesana." Jawab bara memutus sambungan telpon
Aku penasaran apa yang ingin di omongin bara pada ku. Apa hal yang benar benar penting,sehingga dia mengajak aku ketemu sekarang. Ah...daripada penasaran lebih baik nanti akan aku tanyakan langsung pada bara
Tak butuh waktu lama,,,aku pun sampai ke cafe pelangi tempat aku dan bara janji bertemu
Mata ku berpendar ke sudut parkiran tapi seperti nya mobil bara belum ada,berarti dia belum sampai,mungkin masih di jalan.
Aku pun turun dari mobil,dan langsung masuk ke cafe...
Aku memilih kursi paling pojok yang agak berjarak dari kursi lainnya agar obrolan ku tak terdengar orang lain
"Permisi...mau pesan apa kak?" Sapa seorang pelayan ramah kepada ku
"Eemmm...jus jeruk aja 2 ya mba,nanti saya pesan lagi,soalnya saya lagi nunggu teman," jawab ku pada pelayan tersebut
__ADS_1
"Baiklah kak...mohon di tunggu ya pesanan nya,permisi..." Pelayan itu pun undur diri
Tap
Tap
Tap
Terlihat bara sedang berjalan kearah kursiku...
"Maaf...sudah lama nunggu nya ?" Tanya bara
"Belum kok...aku juga baru sampai." Jawab ku
"Ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan sama aku bara?" Tanya ku langsung
"Ratu...seperti nya kamu sekarang harus lebih berhati hati,karna..." Ucapan bara terhenti karna pelayan datang membawa pesanan ku tadi
"Silahkan..." Ucap nya ramah
"Terima kasih ." Jawab ku
Lalu pelayan itu pun melangkah pergi
"Lanjutkan bara" ucapku pada bara
"Musuh papa mu dulu ternyata punya seorang anak laki laki,kabar terakhir yang aku dengar,dia sudah kembali dari luar negeri,dan melanjut kan bisnis almarhum papa nya,"
"Trus apa hubungan nya dengan ku bara? Bukan nya masalah itu antara papaku dan papa nya ya,aku tidak ada sangkut paut nya sama sekali." Ucap ku pada bara
"Tidak semudah itu ratu ...kehidupan dunia hitam itu tak segampang yang kamu fikir kan. Disana tidak ada Kata tidak terlibat,jika papa mu sudah berkecimpung ke dunia hitam,itu berarti pewaris nya juga otomatis akan ikut terlibat,terlebih jika terjadi suatu masalah yang merenggut nyawa dan kekuasaan ...!!!" Ucap bara dengan tegas
"Jadi...maksud mu?" Tanya ku masih tak mengerti apa yang di maksud bara
"Kau ratu...kau adalah anak kandung pak Wijaksono,itu berarti kau adalah pewaris nya,jadi aku takut jika anak musuh papa mu itu menuntut balas pada mu atas hukuman mati papa nya,"
"Nggak...itu gak mungkin bara. Aku bahkan tidak tau apa apa mengenai bisnis hitam papa,aku tak mengambil sepeserpun harta warisan dari papa. Begitu aku tau papa menjalankan bisnis hitam,aku lebih memilih bekerja sendiri ,menjadi seorang karyawan di resort,aku tak ada keinginan untuk bermewah mewah dengan harta papa,apalagi untuk menjadi penerus nya bara..." Ucapku pada bara dengan sedikit emosi
"Aku tau ratu...tapi itulah dunia hitam,kita tak bisa lepas begitu saja. Aku juga tak tau pasti tentang apa yang akan terjadi...aku hanya bisa berpesan agar kamu selalu berhati hati..." Jawab bara
Aku jadi teringat pada teror yang pernah terjadi sebulan yang lalu...apakah itu pertanda bahwa perkataan bara ada benar nya. Itu semua adalah perbuatan musuh papa...
Ya tuhan....cobaan apa lagi ini!!?
"Bara...jika seandai nya benar anak musuh papa itu ingin menuntut balas pada ku,apa yang harus aku lakukan,?" Tanyaku pada bara dengan rasa sedikit khawatir
"Kamu harus selalu waspada ratu,,,pada siapa pun itu. Karna musuh bisa saja membayar orang terdekat kita untuk mencelakai kita. Dan satu lagi,seperti nya sekarang waktu yang tepat untuk kamu mulai latihan bela diri dan menembak,karna itu sangat di butuhkan jika kamu sewaktu waktu di serang oleh musuh," ucap bara serius
Bela diri...menembak...apa itu tidak terlalu berlebihan. Dulu aku memang sempat di ajari papa menembak,tapi karna aku tidak terlalu menyukai nya jadi aku tidak terlalu menekuni hal tersebut.
"Kamu jangan khawatir ratu...aku akan berusaha untuk melindungi mu sebisa ku. Dulu aku selalu jadi garda terdepan sewaktu papamu di serang musuh...sekarang aku akan melakukan hal yang sama pada mu ...kamu jangan takut ,!!!" Ucap bara
Ada rasa lega dihati ku ...tapi rasa takut pun tetap aku rasa kan...
__ADS_1
Aku akan terima jika aku yang di buru....Tapi yang paling aku takut kan adalah keselamatan anak kesayangan ku ....William!
"Bersambung