
Ternyata Kevin sengaja membooking restoran mewah ini spesial untuk dinner kami berdua. Aku tak menyangka jika Kevin bisa melakukan hal seromantis ini. Padahal dulu aku sempat menjuluki dia seorang diktator sebab sifat nya yang keras kepala dan tak bisa di bantah.
Diluar diriku yang belum memiliki perasaan cinta pada Kevin,dan awal pernikahan kami pun tak seindah pasangan lainnya,akan tetapi Kevin adalah sosok suami yang sangat bertanggung jawab,dan hal yang baru ku sadari ternyata diriku memiliki suami yang sangat tampan.
"Will you dance with me?" Ucapan Kevin menyentak perhatian ku yang sedang menatap bucket bunga pemberian Kevin tadi
"Eh... Eeemmmm_" jawab ku sedikit ragu,karna sudah lama sekali diriku tak pernah melakukan dansa dengan seseorang
"Please_" Kevin sudah berdiri di hadapan ku sambil mengulurkan satu tangan nya
"Oke... I will_" ujarku menyetujui permintaan Kevin sambil menyambut uluran tangan nya
Kevin langsung menggamit telapak tanganku dengan erat. Begitu diriku sudah berdiri,kevin langsung melingkarkan tangan nya ke pinggangku lalu kedua tangan ku pun langsung ku lingkarkan ke leher Kevin.
Kami berdua berdansa dengan romantis. Kevin begitu lihai melakukan gerakan dansa,diriku berusaha mengimbangi gerakan Kevin supaya tak terlihat kaku.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Kami berdua memutuskan untuk menyudahi dinner romantis ini dan segera pulang kerumah. Lagipula diriku sudah sedikit mengantuk.
Mobil sudah siap di depan restoran untuk mengantarkan kami pulang,sang supir siap siaga menunggu sampai dinner kami selesai. Setelah kami berdua masuk ke dalam mobil,pak supir pun melajukan mobil menuju rumah.
Tak lama kemudian,kami pun sudah sampai dirumah,aku dan kevin langsung naik ke lantai dua untuk menuju kamar kami. Rumah sudah terlihat sepi,mungkin anak-anak sudah tidur di kamar mereka.
Ceklek...
"Aku mau mandi dulu_" ujar Kevin setelah kami berdua masuk ke dalam kamar
"Ya sudah...habis kamu selesai,aku juga mau bersih-bersih_" kata ku sambil duduk di bibir ranjang
Kemudian Kevin masuk ke kamar mandi,tak lama dia pun selesai,sekarang giliran ku yang bersih-bersih.
Saat aku selesai dan keluar dari kamar mandi,mata ku berpendar mencari keberadaan Kevin,namun sama sekali tak ku temukan. Aku langsung menuju lemari ,ketika aku membukanya,mata ku tertuju pada lingeri hitam yang masih tergantung belum pernah ke Pakai sekalipun. Seketika diriku ingin memakai lingeri tersebut.
Lingeri tersebut ku keluarkan dari lemari,masih ku pandangi dan belum ku kenakan,tiba-tiba...
Greeppp!!!
Aku sangat terkejut karna Kevin memelukku dari belakang.
__ADS_1
"Lingeri yang cantik,tapi aku lebih senang kalau kamu tak memakai apapun_" ujar Kevin tepat di telingaku,sehingga hembusan nafas nya begitu terasa,membuat sekujur tubuh ku menjadi merinding
"Vin...geli _" ucap ku tak tahan dengan perlakuan Kevin
Sreeettt....
Tiba-tiba Kevin menggendong ku lalu membawaku ke atas ranjang. Diri nya kemudian merebahkan tubuh ku yang masih berbalut handuk kimono ke atas ranjang dengan perlahan.
Aku sangat paham apa yang akan terjadi selanjut nya. Kevin langsung membuka tali yang mengikat handuk kimono tersebut,dan tanpa basi basi,kevin langsung meyalurkan hasrat nya kepada ku. Diriku hanya bisa pasrah dan menikmati semua perlakuan Kevin.
* * * * * * * *
Di Rumah Dimas
"Mas ...kamu mau kemana?" Tanya Sinta dengan nada ketus
"Kerumah Rita,mau kemana lagi memang nya?" Jawab Dimas tak menghiraukan Sinta
"Kamu gak adil mas,seminggu ini kamu cuma sehari sama aku,selebih nya di rumah Rita. Aku ini juga istri kamu mas,kamu harus adil !!!" Keluh Sinta mengiba pada sang suami
Tiga bulan lalu,Dimas memutuskan untuk menikahi Rita. Dirinya merasa nyaman dan bahagia berada di samping Rita. Sebelum menikahi rita,Dimas sudah menjatuhkan talak satu pada Sinta,namun sewaktu Dimas ingin mengajukan berkas perceraian ke pengadilan agama,Sinta yang tak terima lalu melakukan percobaan bunuh diri.
Dimas tak ingin ada masalah,apalagi akan berurusan dengan pihak kepolisian,oleh karena itu dimas membatal kan rencana nya untuk menceraikan Sinta dengan syarat Sinta memperbolehkan nya menikah dengan Rita.
Tapi karna Dimas sudah melanggar peraturan di kantor nya jika pegawai yang bekerja disana tak boleh melakukan poligami,Dimas memutuskan untuk mengundurkan diri. Dan dengan ilmu marketing yang dia kuasai,Dimas membuka usaha restoran dengan modal dari uang pesangon yang dia terima dari kantor nya.
Sebenar nya dimas memiliki kontrakan sewaktu masih berumah tangga dengan ratu dulu,namun dia tak ingin memakai uang hasil dari kontrakan tersebut. Setiap bulan uang hasil dari kontrakan itu dia simpan di rekening atas nama putra nya william. Dia berharap uang itu bisa bermanfaat untuk masa depan anak nya tersebut.
Dimas membangun sebuah restoran dengan menu masakan berbagai olahan dari ayam,seperti ayam geprek,ayam penyet,ayam goreng,dan masih banyak lainnya. Restoran tersebut baru saja buka,sehingga pelanggan nya masih belum begitu ramai.
"Sudahlah sin,gak usah banyak drama,kalau kamu gak suka ya tinggal bercerai dari ku,kamu bisa cari laki-laki lain di luar sana_" jawab Dimas ketus
"Jahat kamu mas ...gara-gara wanita pelakor itu kamu tega nyakitin aku kayak gini,kamu gak punya hati mas_" ujar Sinta kesal,mata nya pun sudah tampak berkaca-kaca,namun semua itu tak membuat Dimas simpatik sama sekali
"Kamu lupa kalau dulu kamu juga seorang pelakor,bahkan kamu melakukan cara licik untuk memisahkan ku dengan ratu,sekarang aku tanya siapa yang sebenar nya tidak punya hati,HAH!!!" Sentak Dimas membalas ucapan Sinta.
Sinta tampak terdiam mendengar ucapan Dimas barusan. Dirinya menyadari semua dosa yang dia lakukan dulu,namun Sinta terlalu egois untuk mengakui perbuatan buruk nya tersebut.
__ADS_1
Dimas tak ingin berlama-lama berdebat dengan Sinta,dirinya pun memutuskan untuk langsung menuju rumah rita yang baru di belikan Dimas sesudah menikah waktu itu.
* * * * * * *
Di lain tempat ...
Seorang pria sedang duduk di tepi pelabuhan di pinggir pantai... Dia memandang jauh ke hamparan laut yang terbentang luas. Bintang-bintang menghiasi malam yang gelap tersebut,angin yang kencang tak membuat tubuh pria itu kedinginan sama sekali.
"Ryan...sedang apa kamu disini malam begini?" Suara seorang wanita terdengar mendayu menyapa pria tersebut
Pria bernama Ryan itu menoleh ke sumber suara,dirinya tersenyum kepada wanita itu." Tidak sedang apa-apa,aku hanya cari angin saja_" jawab Ryan
"Jawaban yang konyol... Yang ada kamu nanti masuk angin_" seloroh wanita tersebut sambil tertawa ringan
"Kamu sendiri sedang apa Lis? Kenapa belum tidur? Tanya ryan balik
"Aku sedang menunggu bapak... Dia sedang melaut malam ini,ibu sedang tak enak badan,jadi aku yang menggantikan menunggu bapak di pelabuhan_" jawab wanita yang bernama Lilis tersebut
"Oh begitu,ya sudah duduk disini,aku temani kamu menuggu bapak _" ajak Ryan sambil menepuk kursi yang terbuat dari kayu di samping nya
Lilis kemudian menuruti ucapan Ryan,dirinya lalu duduk di kursi kayu tersebut.
"Ryan...bolehkah aku bertanya sesuatu sama kamu?" Tanya Lilis dengan hati-hati
"Boleh,tanya saja?" Jawab Ryan sambil menoleh sekilas ke arah Lilis
"Kamu sebenar nya berasal dari mana? Dan mengapa kamu bisa sampai di kampung ini? Maaf,aku hanya penasaran saja,karna kamu seperti nya datang dari kota?" Tanya Lilis penasaran
Ryan menghela nafas nya sebelum menjawab pertanyaan Lilis. Dirinya sudah yakin jika suatu saat akan ada pertanyaan seperti ini untuk nya.
"Aku memang dari kota,aku kesini karena ingin menenangkan diri. Ada masalah yang tak bisa aku jelaskan,tapi inti nya aku hanya ingin menenangkan diri di sini _" jawab Ryan berusaha menutupi kenyataan yang sebenar nya
"Oh begitu...jadi kamu tidak akan menetap disini? " tanya Lilis kembali
"Untuk itu aku belum bisa memastikan nya. Tapi saat ini aku ingin disini dan mungkin dalam waktu yang lama_" jawab Ryan pada Lilis
Melihat raut wajah Ryan yang terlihat sedih,Lilis pun tak meneruskan pertanyaan nya. Biarlah waktu yang akan menjawab semua rasa penasaran di hati lilis tentang lelaki yang diam-diam dia kagumi tersebut.
__ADS_1
* * * * * * *
* Bersambung