
Tubuh Maya di geret paksa oleh tiga orang pria kedalam semak belukar di sekitaran pemakaman kampung tersebut. Tak ada satu orang pun yang menjaga pemakaman itu,penduduk pun jarang yang beraktivitas sekitaran situ kecuali ada warga yang meninggal....
Maya terus berontak dan berteriak sekuat tenaga,Namun tak ada tanda-tanda seseorang pun yang datang menolong nya. Ketiga pria itu bukan nya merasa iba malahan mereka semakin beringas melihat raut ketakutan di wajah Maya.
"Hahaha...dapet rejeki nomplok kita cuy...abis begadang tadi malam,mab*k sambil dangdutan eh hari ini malah dapet mangsa buat enak-enak hahaha...." ujar salah satu pria dengan tatapan nafsu menatap tubuh Maya
"Benar cuy...bakal puas kita hari ni,gak payah ngeluarin uang,kita daper yang gratis_" sahut pria lain nya
"Tolong lepaskan...aku mohon. Jangan sakiti aku,hiks...hiks..._" ujar maya memohon
Tubuh Maya sekarang sudah dalam keadaan terlentang di hamparan rumput yang sangat lebat. Kulit nya banyak sekali luka goresan akibat gesekan sewaktu dia di seret tadi... ketiga pria itu menatap nafsu kearah tubuh Maya yang putih mulus. Mereka pun langsung membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh mereka.
"Kami tidak akan menyakitimu sayang ...malahan kami mau beri kenikmatan...hahaha_" ujar salah satu pria sambil memulai aksi bejat nya
"Nggak...tolong!!! Lepaskan aku...jangan..._" maya berusaha melindungi bagian tubuh nya yang mulai di cumbui pria itu
Mereka mengunci dan menindih tubuh Maya secara bersamaan,sehingga Maya tak bisa melakukan apa-apa untuk melepaskan dirinya. Diri nya hanya mampu mengibas-ngibaskan kedua tangan nya untuk menghindari cumbuan ganas ketiga pria itu.
Disaat Maya merasa pasrah,tiba-tiba.....
Bugh!! Bugh!! Bugh!!!
"Aaaaaakkkhhhh!!!
Ketiga pria tersebut berteriak bersamaan sambil memegangi kepala mereka.
"Dasar berandalan tak bermoral kalian!!! Baru keluar dari penjara sudah buat ulah lagi di kampung ini!!! Sekarang kalian pergi dari sini,kalau tidak aku akan laporkan pada kepala desa,biar kalian di hukum sesuai adat di kampung ini!!!" Ujar seorang pria dengan suara lantang,terlihat tangan nya masih memegang sebuah balok kayu.
Ketiga pria itu saling pandang satu sama lain...raut wajah merekapun langsung berubah panik,seperti nya mereka sudah terpengaruh dengan ucapan pria tersebut....
"Cuih...dasar perjaka tua sok alim,bisa nya menggangu kesenangan orang lain saja!!!" Cetus salah satu pria berandal itu
"Cepat pergi kalian!!! Usir pria itu lagi dengan tatapan nyalang
Ketiga pria itu pun langsung pergi dari tempat itu dengan raut wajah masam. Sudah pasti mereka merasa kesal Karna tak berhasil menuntaskan hasrat nya kepada Maya...
Maya langsung berdiri sambil merapikan pakaian nya yang sudah acak-acakan...
__ADS_1
"Te-terima kasih_" ucap Maya ragu-ragu
"Hem ...kamu baik-baik saja kan?" Tanya pria itu
"Aku baik-baik saja,terima kasih sudah menolong ku_" ujar maya lagi,lalu dia mengulurkan tangan kepada pria tersebut,"nama saya Maya_" ujar maya memperkenal kan dirinya
"Saya panji. Kalau boleh tau kamu ini dari mana,seperti nya kamu bukan warga kampung sini?" Tanya Panji merasa penasaran
"Ya,memang saya bukan orang kampung sini,saya dari kota,tadi nya saya tinggal dirumah Asep di kampung sebelah,tapi saya kabur terus tersesat_" jawab Maya berkata jujur
"Oh,kang Asep,ya ya saya kenal...apa kamu mau saya antarkan lagi kerumah nya?" Sahut panji menawarkan bantuan
"Ti-tidak...saya tidak mau. Saya gak betah tinggal dirumah nya yang kecil itu,saya mau balik kekota saja,gak betah juga tinggal di kampung kayak gini_" cetus maya menolak tawaran panji
Panji tersenyum mendengar ucapan Maya,"kayak nya kamu gak bisa balik ke kota sekarang deh,karna disini mobil yang menuju kekota cuma ada seminggu sekali saja_" ujar panji menjelaskan
"Hah!!! Serius kamu,trus aku harus gimana,masak aku tinggal di jalanan nungguin mobil itu ada,bisa-bisa aku di jahatin lagi sama pria jahat tadi!!" Sahut Maya merasa kesal.
"Ya sudah kalau tidak begini saja,kamu ikut aku kerumah,kamu bisa tinggal sementara di rumah ku sambil menunggu mobil menuju kekota nya ada,gimana?" Tawar panji lagi
"Rumah kamu? Tapi..." Maya menjeda ucapan nya karena merasa ragu dengan ajakan panji tersebut
"Eemm...baiklah kalau begitu,aku mau, terima kasih ya sekali lagi_" ucap Maya merasa sungkan sekaligus lega
Panji pun kemudian mengajak maya menuju rumah nya mengendarai sepeda motor matic. Jarak rumah panji dari pemakaman tersebut cukup jauh,membutuhkan waktu lima belas menit untuk bisa sampai kesana.
Mereka pun akhir nya sampai di rumah panji. Rumah yang cukup besar,di bandingkan rumah yang lain nya di kampung itu. Di depan rumah panji di hiasi begitu banyak tanaman bunga beraneka ragam warna dan jenis nya. Halaman yang lumayan luas,bersih dan tertata rapi membuat mata tak jenuh memandangnya.
Di samping rumah panji juga terparkir beberapa mobil pick up dan satu mobil yang lumayan mahal,membuat Maya sedikit terheran.
"Bagus juga rumah panji,ada mobil lagi,mungkin dia orang kaya di kampung ini,gak sia-sia aku ikut dia kesini_" gumam Maya merasa senang
"Bu,lihat mas Panji sama siapa itu?" Ujar seorang gadis muda menatap kearah kami sambil memberitahukan kepada wanita paruh baya yang di panggil nya dengan sebutan ibu
Wanita paruh baya itu pun langsung menoleh kearah kami,wajah nya tampak terkejut,kemudian dia berjalan kearah kami.
"Leh...kamu bawa siapa nak?" Tanya wanita paruh baya itu menatap kearah Maya
__ADS_1
"Kenalin ini Maya Bu,dia dari kota. Tadi dia tersesat dan hampir saja di jahatin sama parmin dan teman-teman nakal nya itu,untung saja aku kebetulan lewat,jadi Maya bisa di selamatin_" jawab panji menjelaskan
"Owalah...memang gak ada kapok nya si Parmin itu,bisa nya cuma bikin onar,untung kamu selamat ya nduk,ya sudah ayo masuk dulu_" ajak ibu nya Panji
Dari raut wajah dan tutur katanya,kelihatan ibu nya panji orang yang baik. Tapi Maya tetap saja merasa cemas,apa ibu nya akan setuju jika Maya tinggal sementara di rumah mereka...
"Ayo nduk,silahkan duduk_" ucap ibu nya panji setelah kami berada di dalam rumah nya
"Makasih buk_" sahut ku tersenyum
"Mita,lani...sini. kenalin ini mba Maya,teman nya mas mu_" ibu nya panji memperkenalkan Maya kepada Kepada kedua adik perempuan panji. Ternyata Adik nya Panji sangat cantik,namun dandanan mereka sangat sederhana,mungkin karena mereka tinggal di kampung seperti ini.
"Maya..._" ucap ku menyambut uluran tangan mereka berdua
Mita dan lani tersenyum,lalu mereka berdua berlalu pergi dari ruangan itu...
"Bu,Panji mau minta ijin,boleh kan Maya tinggal sementara waktu disini sambil menunggu mobil yang menuju kekota datang?" Ujar panji bertanya pada sang ibu dengan sangat hati-hati
"Tentu boleh...tinggallah disini gak masalah,kan masih ada kamar kosong,ibu sama sekali tidak keberatan kok_" jawab ibu nya panji tersenyum
"Terima kasih Bu...terima kasih banget udah ngijinin saya tinggal sementara disini_" Maya langsung merasa senang.
"Iya nduk...sekarang istirahat lah,panji akan menunjukkan kamar kamu_" ibu nya panji melirik ke arah sang anak dan sang anak pun langsung mengerti
"Ayo,aku antar ke kamar mu may,biar kamu bisa istirahat_"
Maya pun bangkit,lalu berjalan mengikuti langkah panji yang akan mengantarkan nya ke kamar tamu untuk beristirahat....namun saat melewati sebuah ruangan yang pintu nya tak tertutup rapat,Maya melihat sebuah foto yang sangat besar terpajang didinding ruangan itu. Langkah nya tiba-tiba terhenti,ingin memastikan penglihatan nya.
"Hah!!! ii-iitu seperti foto ratu!!!" Gumam Maya Sambil terus memandangi foto tersebut.
*. Bersambung
*Kira-kira itu foto ratu apa bukan ya? Nantikan kelanjutan cerita nya ya.....*
Terima kasih....
Happy reading semua....*
__ADS_1
********