
"dim...serius kamu mau ngelakuin ini?"
Rita dan Dimas terlibat dalam perdebatan yang cukup sengit,Dimas tetap keukeh akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kan hak nya kepada William,namun ditentang keras oleh rita.
"Ya aku sangat serius rit,apa ada yang salah? Nggak kan?" Sanggah Dimas keras kepala
"Kamu pasti kalah dim...kamu cerai dengan ratu itu karna kamu yang bersalah,kamu selingkuh!!! Trus kamu sadar gak sih kalau kamu sedang berhadapan dengan siapa?" Cetus Rita merasa kesal dengan kekeras kepalaan sang suami
"Kamu hanya akan membuang uang saja dim,belum lagi Sinta belum juga sadar dari koma,masih butuh biaya banyak selama dia di rumah sakit,sedangkan pendapatan kita cuma dari restoran kamu saja,lebih baik kamu fikirkan lagi baik-baik dim,sebelum kamu menyesal_" ujar Rita lagi
Dimas tampak terdiam mendengar penuturan Rita.
"Jadi apa yang harus aku lakukan rit...aku pengen punya anak lagi,sedangkan kamu tidak kunjung hamil,apa aku salah hah!!! Cetus Dimas menatap pilu sang istri
Rita langsung menghela nafas berat,kenapa selalu saja dirinya yang di salahkan,bukan keinginan nya belum bisa hamil sampai saat ini,bukankah rejeki,jodoh,pertemuan,maut, bahkan keturunan itu adalah ketetapan yang maha kuasa,kita sebagai manusia biasa hanya bisa berharap dengannya,bukan malah menyalahkan orang lain.
Rita menatap balik sang suami dengan wajah sedih, "lalu aku harus apa dim...kenapa kamu selalu melempar kekesalan mu kepada ku. Aku juga ingin segera hamil,tapi tuhan belum memberi janin itu dirahimku,aku...." Rita malah terisak sampai tak sanggup meneruskan ucapan nya
Melihat sang istri seperti itu,Dimas malah meraih kunci mobil dan beranjak pergi dari rumah.
Dimas kemudian masuk kedalam mobil,duduk di kursi kemudi lalu menyadarkan kepala nya ke sandaran jok mobil.
"Sial....sial!!!! Kenapa hidupku jadi sial seperti ini!!! Sinta masih koma,sedangkan Rita tak kunjung memberi ku keturunan,haaahhhh!!!! Gerutu Dimas sambil memukul-mukul setir mobil nya.
Dimas tampak frustasi dengan rumah tangga nya dengan kedua istri nya. Dia fikir dengan menikahi Rita,hidup nya akan jauh lebih baik,tapi malah sebalik nya.
Tak ingin lebih stres lagi,Dimas melajukan mobil nya menuju restoran milik nya untuk sejenak menenangkan fikiran.
Dalam perjalanan menuju restoran nya,Dimas tak sengaja melihat William sedang berada di parkiran outlet ice cream yang sedang viral saat ini. Mendadak Dimas menghentikan mobil nya tepat di pinggir jalan depan outlet ice cream tersebut.
"William..." gumam Dimas sambil terus memandangi sang putra yang sedang menikmati es krim nya
Tak ingin membuang kesempatan,Dimas langsung turun dari mobil lalu berjalan menghampiri William.
"Putra ku...william_" sapa Dimas
William yang sedang asyik menikmati es krim nya langsung mendongak kan wajah nya...dirinya kaget mendapati seseorang yang pernah datang ke ulang tahunnya waktu itu dan mengaku sebagai papa kandung nya.
Pak Joko supir yang khusus mengantar jemput William ke sekolah pun langsung mendekat dan berusaha menghalangi dimas yang ingin menyentuh tuan muda nya.
"Tolong jauhi tuan muda William_" tegur pak Joko sambil mendorong pelan tubuh Dimas
"Aku ini papa kandung William ...kamu siapa hah!! Jangan halangi aku,kalau tidak aku akan berbuat kasar kepada mu!!! Ancam Dimas sambil melototi pak Joko
"Maaf...saya hanya menjalan kan tugas. Keselamatan den William adalah tanggung jawab saya,jadi tolong pengertian nya_" ujar pak Joko tetap menghalangi Dimas
Dimas langsung merasa emosi karna terus di halangi oleh pak Joko. Di hempaskan nya tangan pak Joko dengan kasar lalu didorong nya pak Joko sehingga tersungkur ke tanah
Wiliam yang pintar langsung menekan tombol darurat pada jam tangan yang di pakai nya. Kevin menghadiahkan Jam tangan canggih itu khusus untuk William,pada jam tangan itu ada sebuah tombol darurat yang jika di tekan akan langsung terhubung dengan ponsel Kevin dan Igor,GPS nya pun akan langsung menyala otomatis,sehingga Kevin bisa langsung mengetahui posisi William.
Pak Joko langsung bangkit kembali dan berhasil memukul balik Dimas,sehingga terjadi perkelahian di area out door outlet es krim tersebut. Beruntung pembeli di sana tidak terlalu ramai,namun tetap saja hal itu menjadi bahan tontonan orang-orang disana. Ada yang berteriak panik,namun ada juga yang merekam kejadian tersebut.
Wiliam langsung masuk ke mobil menunggu pertolongan Daddy kevinnya,karna hal itu yang Kevin ajarkan pada William,tetap tenang,cari tempat yang aman,jangan mendekat jika ada perkelahian seperti yang sekarang terjadi. Wiliam anak yang cerdas,sehingga apa yang kevin ajarkan pada nya langsung di ingat dalam fikiran nya.
__ADS_1
Tak lama kemudian sebuah mobil Jeep berwarna hitam datang,lalu beberapa orang berpakaian serba hitam keluar dari mobil tersebut. Terlihat Igor berjalan dengan gagah nya memimpin pasukan bodyguard nya.
Igor langsung menarik baju Dimas sampai Dimas mundur beberapa langkah kebelakang.
Refleks Dimas berbalik badan dan wajah nya langsung berubah kaget ketika melihat siapa yang berada di belakang nya.
"Cepat pergi dari sini,kalau tidak mau kau pulang tanpa kedua kaki mu!!! Ancam Igor dengan tatapan bengis
"Ciiihhh... berani nya kalian keroyokan,dasar pengecut!!! Pasti kalian suruhan Kevin kan!!!" Cetus Dimas sambil menunjuk-nunjuk wajah Igor
"Melawan supir tuan Kevin saja kau tak sanggup,apalagi melawan tuan Kevin,kau pasti tak akan bisa bernafas lagi!!!" Ujar Igor dengan nada mencemooh
"**** sama kalian semua!!! Sampai kan pada tuan kalian itu,aku akan merebut anak kandung ku kembali,dan dia tidak akan bisa berbuat apa-apa!!!"
Dimas kemudian beranjak meninggalkan tempat itu,dirinya tak ingin babak belur di hajar para bodyguard Kevin. Masih banyak cara lain yang bisa di lakukan untuk mendapatkan keinginan nya.
"Anda tidak apa-apa tuan muda?" Tanya Igor pada William
"I'm fine...thanks uncle Igor_" jawab Wiliam dengan wajah polos nya. Wiliam memanggil Igor dengan sebutan uncle yang berarti paman,karna sedari kecil Wiliam sangat dekat dengan Igor,sehingga William sudah menganggap Igor sebagai paman nya,dan Kevin tak keberatan dengan hal tersebut.
"Good...sekarang kita pulang ya,biar uncle yang antar_" jawab Igor sambil mengelus rambut Wiliam
Dengan di kawal oleh Igor dan beberapa bodyguard yang lain,akhirnya Wiliam sampai di rumah. Kevin dan ratu sudah berdiri menunggu kedatangan sang putra di teras rumah.
"Sayang..." ratu langsung berlari menghampiri Wiliam yang baru saja turun dari mobil
Ratu memeriksa seluruh anggota tubuh Wiliam,memastikan jika William tak terluka sedikit pun."kamu baik-baik saja kan sayang?" Tanya ratu merasa Cemas
Ratu langsung membawa William masuk kedalam rumah,sedangkan Kevin mengajak Igor Untuk berdiskusi tentang masalah barusan.
"Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi Igor...mulai besok utus beberapa bodyguard bayangan untuk mengawasi Wiliam dari jarak jauh,aku tidak mau kita sampai kecolongan lagi,kamu mengerti !!!" Tegas Kevin memberikan perintah pada bodyguard kepercayaan nya
"Baik tuan...segera saya laksanakan_" Jawab Igor tanpa bantahan
Setelah diskusi selesai,kevin langsung masuk kedalam rumah menyusul sang istri.
Dilihat nya ratu sedang menyuapi William dan Rachel di ruang makan,kevin pun berjalan menghampiri mereka.
"Good job son... kamu memang anak Daddy yang pintar_" ucap kevin pada Wiliam
"Thanks Daddy..." jawab Wiliam mengerlingkan kedua mata nya
"Habis makan langsung istirahat ya... nanti sore daddy ajak kalian semua nonton di bioskop,apa kalian mau ?" Ujar Kevin menoleh pada kedua buah hati nya
"Really Daddy? Promise?" Ucap Wiliam memastikan
"Yes...i'm promise_"
"Yeayyyyy.... thanks Daddy _" jawab William dan Rachel serempak. Mereka terlihat kegirangan dengan ajakan Daddy nya.
Seperti yang di perintah kan,setelah makan Wiliam dan Rachel pun langsung masuk ke kamar masing-masing untuk tidur siang. Sedangkan ratu dan Kevin tampak mengobrol di ruang santai.
* * * * * *
__ADS_1
Di restoran Dimas
Dimas sedang menunggu kedatangan seseorang yang baru saja dia hubungi barusan.
Tok!!! Tok!!! Tok!!!
"Masuk_"
Ceklek ....
"Maaf pak Dimas,,,ada yang ingin bertemu dengan bapak,kata nya sudah membuat janji,dia mengaku seorang pengacara_" ucap Laras karyawan di restoran dimas
"Suruh masuk saja_" jawab Dimas
"Baik pak_"
Laras kemudian mempersilakan pengacara itu masuk keruangan Dimas,sedangkan dia melanjutkan pekerjaaan nya kembali.
"Silahkan duduk pak yahya_" persilahkan Dimas pada sang pengacara
"Terima kasih pak Dimas... apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang pengacara
"Begini pak...saya ingin hak asuh anak saya jatuh ketangan saya,apa bisa?" Tanya Dimas to the point
"Seperti nya agak sulit pak...apalagi sebab muasal pak dimas di gugat cerai dulu karna pak dimas yang bersalah,kasus perselingkuhan itu sangat sensitif dalam masalah rumah tangga_" ujar pak Yahya
"Tapi saya tidak sepenuh nya bersalah pak...ada campur tangan orang lain yang berhasil memfitnah saya sehingga menimbulkan kesalah pahaman antara saya dan ratu yang akhirnya berujung perceraian_" cetus dimas sedikit kesal mengingat masa lalu nya
"Kita perlu membuktikan itu semua dengan bukti fisik maupun keterangan saksi pak Dimas,hakim tidak akan mudah mengambil keputusan jika tidak ada bukti_" terang sang pengacara kembali
"Huuffttt.... apa tidak ada cara untuk mempermudah ini semua pak,saya sangat ingin anak kandung saya kembali pada saya,cuma itu yang saya mau_" ujar Dimas sambil menghela nafas
"Ada ...tapi itu sangat sulit_" tukas pak yahya
"Apa itu pak? Apapun akan saya lakukan,asal anak saya bisa kembali pada saya_" jawab Dimas penasaran
"Kemungkinan kita akan berhasil merebut hak asuh anak pak Dimas jika mereka melakukan kelalaian dalam mengasuh anak tersebut,contoh nya anak itu mengalami kecelakaan,di culik,atau anak itu terluka karna kecerobohan mereka dalam mengawasi anak tersebut,itu bisa kita jadikan alibi untuk merebut hak asuh dengan alasan mereka tak bisa menjaga anak tersebut dengan baik_" tutur sang pengacara panjang lebar
Dimas tampak serius menelaah semua ucapan sang pengacara. Dimas terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu hal.
"Sepertinya mustahil itu bisa terjadi,karna Kevin memiliki banyak bodyguard yang menjaga William kemanapun dia pergi,tapi tak apa,aku akan menunggu saat mereka lengah... aku akan memikirkan rencana ku selanjut nya," gumam Dimas dalam hati
"Baik pak... nanti saya akan hubungi kembali,terima kasih sudah mau membantu saya_" ujar Dimas pada sang pengacara
"Sama-sama pak Dimas... saya tunggu kabar nya,kalau begitu saya permisi dulu_" pamit pak yahya
Dimas pun mengantarkan pak Yahya sampai ke parkiran restoran. Setelah mobil pak yahya melaju,dimas kemudian masuk kembali ke ruangannya...
"Aku terpaksa melakukan ini ratu...maafkan aku_" gumam Dimas sambil menatap kosong kearah jendela ruangan nya
* * * * * * *
*. Bersambung
__ADS_1