
Seperti janji Kevin padaku,sore hari nya dia pulang kerumah untuk menjemputku. Aku yang sudah bersiap dari tadi pun langsung turun ke bawah begitu Kevin sampai dirumah,setelah itu kami berdua langsung berangkat menuju rumah sakit.
Tak lama kemudian kamipun tiba di rumah sakit tempat sinta dirawat.
Karna Kevin sudah mendapatkan info jika Sinta dirawat di ruang ICU,kami pun langsung menuju ruangan tersebut. Ada rasa trauma jika mendengar ruangan ICU,karna dulu kevin pernah terbaring disana juga menghadapi masa kritis nya.
Setelah menaiki lift untuk menuju lantai dimana ruang ICU berada,kami pun berjalan menyusuri lorong yang mengarah ke ruangan tersebut,dari jauh aku sudah melihat mas Dimas dan seorang wanita sedang duduk tepat di depan ruang ICU.
Tiba-tiba mas Dimas menoleh ke arah ku,sontak wajah nya terlihat terkejut,lalu dia langsung berdiri dari kursi nya.
"Ratu!!!" Ucap nya kaget melihat kedatangan ku
Mas Dimas berjalan mendekati ku,dan dengan refleks dia ingin memelukku,tapi Kevin langsung menahan nya.
"Jauhkan tangan anda dari istri ku!!!" Ujar Kevin menatap sinis ke arah mas Dimas
Seperti nya mas Dimas tak memperhatikan keberadaan Kevin disamping ku,sehingga dirinya berbuat nekat. Mendengar ucapan ketus dari Kevin,mas Dimas langsung mundur dan terlihat salah tingkah.
"Gimana keadaan sinta mas?" Tanya ku mencoba mencairkan ketegangan
"Eeemmm....Sinta masih koma,dia belum sadar ratu_" jawab mas Dimas lirih
"Yang sabar ya mas,ini semua cobaan,semoga Sinta secepat nya pulih kembali_" aku mencoba memberi semangat untuk mas Dimas,bagaimana pun dia adalah ayah kandung William
"Makasih doa nya ratu_" jawab mas Dimas
Mas Dimas menatap ku,"boleh aku bertanya sesuatu pada mu ratu?" Ucap mas Dimas
"Tanya apa mas?"
"Kenapa kamu bisa menikah dengan pak Kevin,padahal kamu tau dia dan Sinta pernah bersekongkol menghancurkan rumah tangga kita,apa karna pak kevin kaya raya,sehingga kamu lebih memilih dia dari aku?"
Degh...
Aku sangat kaget mendengar ucapan mas Dimas. Kenapa dia bisa bicara seperti itu?
Ku lirik Kevin,terlihat dari raut wajah nya jika dia tak merasa senang dengan penuturan mas Dimas.
"Kenapa kamu diam ratu? Apa itu salah satu alasan kamu menggugat cerai diriku,agar bisa menikah dengan orang kaya raya seperti Kevin? Jika benar,kasihan sekali putra ku memiliki ibu materialistis dan egois seperti kamu!!!" Cercah mas Dimas dengan nada mencemooh
"Jaga ucapanmu!!!" Bentak kevin sambil menunjuk wajah mas Dimas
Terlihat Kevin sangat emosi dan ingin menghampiri mas Dimas,namun aku langsung menahan nya,aku tak ingin terjadi keributan di rumah sakit ini.
"Lepas ratu,biar aku beri pelajaran kepada lelaki kurang ajar ini!!! Tidak ada yang boleh menghina istriku!!!"
"Sudahlah Vin,ini rumah sakit... orang seperti mas Dimas tidak usah di ladeni,sebaiknya kita pulang saja ya_" aku berusaha membujuk Kevin yang masih terlihat emosi.
Karna situasi semakin panas,aku langsung menarik Kevin untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Mas Dimas masih menatap sinis kearah kami berdua,begitupun dengan Kevin,mata nya melotot membalas tatapan mas Dimas.
Aku terus memaksa Kevin,dan akhirnya Kevin pun mengikuti ucapan ku untuk segera meninggalkan ruangan tersebut,tapi sebelum kami benar-benar pergi dari sana,aku menoleh sebentar kearah mas Dimas..." mungkin Kevin mendapatkan ku dengan cara yang salah,tapi dia lebih bisa membuat ku bahagia,dia suami yang bertanggung jawab dan setia,sedangkan kamu mas Dimas,meskipun kita bersatu dengan cara yang indah,tapi kamu sendiri yang merusak nya hanya karna hawa nafsu mu yang tak bisa kamu tahan,jadi sebaiknya intropeksi saja dirimu sendiri_" ucap ku dengan nada tenang,tapi berhasil memukul telak mas Dimas,terlihat raut wajah nya langsung berubah setelah mendengar penuturan ku barusan
Setelah menyampaikan uneg-uneg tersebut,aku berbalik badan dan langsung berjalan meninggalkan tempat itu.
"Ratu ...aku akan merebut Wiliam karena dia anakku juga,kamu dengar ratu!!!" Teriak mas Dimas dengan suara yang sedikit kencang,sehingga aku masih bisa mendengar nya
Aku berhenti sejenak,tiba-tiba ada rasa takut dengan ucapan mas Dimas barusan. Melihat ku berubah tegang,Kevin langsung menggenggam tangan ku,"jangan cemas,ada aku disamping mu ratu,dia tidak akan bisa berbuat apapun dengan mu maupun William,percaya pada ku_" ucap Kevin yang membuat hatiku menjadi sedikit tenang
"Terima kasih vin_"
Kami berdua kemudian melanjutkan langkah meninggalkan rumah sakit ini. Kevin tak sedikit pun melepaskan genggaman tangannya,membuat hatiku merasa nyaman.
Dalam perjalanan pulang,tiba-tiba saja ponsel Kevin berdering...
"Hallo_" jawab Kevin menerima panggilan telpon tersebut
__ADS_1
Entah siapa yang sedang berbicara dengan Kevin di seberang telpon,tapi tampak raut wajah Kevin berubah sedikit memerah seperti orang yang sedang emosi.
"Bawa dia keruang bawah tanah,aku akan segera menyusul_" terdengar Kevin berbicara dengan nada serius ,setelah itu kevin mematikan sambungan telpon nya.
"Ada masalah apa Vin?" Aku beranikan bertanya karna penasaran melihat raut wajah Kevin yang berubah tegang
"Tidak ada apa-apa,hanya sedikit masalah saja_" jawab Kevin berusaha tersenyum
Meskipun hatiku masih mengganjal melihat sikap Kevin tersebut,namun aku urungkan keinginan ku untuk bertanya lebih banyak lagi,aku tak ingin Kevin menjadi kesal.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang,akhir nya kami sampai juga di rumah.
"Aku tidak turun ya,ada yang harus aku kerjakan sekarang_" ujar kevin ketika diriku ingin melangkah keluar dari mobil
"Ya sudah....hati-hati di jalan ya,Jangan pulang terlalu malam_" jawab ku sambil tersenyum
"Hem...masuk lah_"
Setelah memastikan aku masuk kedalam,mobil Kevin langsung melaju meninggalkan rumah.
Karna badan terasa sedikit lelah,aku memutuskan langsung menuju ke kamar untuk membersihkan tubuh ku kemudian beristirahat.
* * * * * *
Ciiitttt....
Derap ban mobil berderit,Kevin memarkirkan mobil nya tepat di depan mension nya.
"Selamat malam tuan_" sapa anak buah Kevin serempak
"Dimana dia !!!" Tanya kevin dengan nada datar
"Di tempat biasa tuan_" jawab Igor yang sudah sedari tadi berada di mension tersebut
Kevin,Igor serta beberapa anak buah Kevin yang lainnya berjalan menuju sebuah ruangan yang terdapat tangga yang menghubungkan ke ruang bawah Tanah milik Kevin.
Disebuah Ruangan yang di batasi oleh jeruji besi,terlihat seorang lelaki paruh baya sedang meringkuk di pojok ruangan. Mendengar suara Langkah kaki mendekat,lelaki tersebut menoleh,dan wajah nya terlihat panik melihat siapa yang datang.
"Apa kabar om Danu_" tanya kevin dengan nada datar
"Dasar keponakan tak tau diri kau Vin!!!" Jawab om Danu terlihat emosi
"Terserah om mau bicara apapun,aku tak perduli,sekarang nyawa om ada di tanganku,om harus membayar semua yang sudah om lakukan. Sebenar nya aku malu masih memanggil dengan sebutan om pada orang yang telah tega membuat papa ku di hukum mati!!!" Tuding Kevin sambil menatap bengis ke arah om Danu
Om Danu terkejut mendengar penuturan Kevin barusan... terlihat dirinya berubah panik.
"A-apa maksud ucapan mu Vin? Sudah jelas jika orang yang membuat papa mu di hukum mati itu adalah musuh papa mu sendiri yang anaknya sekarang kau jadikan istri!!! Apa kau sudah lupa HAH!!!"
Om Danu berusaha membela diri dengan mengatakan sebuah kebohongan yang mana kevin sudah mengetahui kebenaran nya .
"Om tidak usah mengelak lagi,aku sudah tau sebenarnya,dan aku sangat menyesal sudah mempunyai om seperti kau,dasar iblis!!! Bentak kevin
"Buka pintu nya !!!
Perintah kevin pada anak buah nya.
Anak buah kevin dengan sigap langsung mengikuti perintah sang majikan. Gembok pintu jeruji besi itu pun di buka,dan Kevin langsung masuk kedalam nya.
"Ambil kan aku senjata!!" Perintah Kevin kembali
Mendengar kata senjata,kedua mata om Danu langsung melebar,tubuh nya terlihat bergetar,keringat pun terus mengucur membasahi seluruh wajah nya.
Igor memberikan sebuah senjata api kepada Kevin,tentu sudah berisikan peluru yang siap mendarat di tubuh siapapun.
Melihat Kevin memegang sebuah pist*l,om Danu langsung mundur beberapa langkah ke belakang sampai tubuh nya bersandar pada tembok.
"Ka-u mau apa Vin...jangan lakukan hal bodoh Vin,aku ini tetap om kandung mu,ingat itu vin_" om Danu terlihat memelas agar kevin tak menyakiti diri nya
__ADS_1
"Om takut....hahaha!!!" Ujar Kevin sambil tertawa mencemooh
"Ciih... mulai saat ini kau bukan lah om ku lagi_"
Doorrr...
Doorr....
"Akhhhh!!!"
Om Danu menjerit histeris setelah kevin melesakkan dua peluru tepat di Kedua kaki om Danu.
Om Danu tersungkur ke lantai sambil memegangi kedua kaki nya yang terlihat mengeluarkan banyak darah....
"Aaakkkhhhh.... kaki ku_" rintih om Danu kesakitan
"Itu baru awal penderitaan kau Danu,setelah ini kau akan lebih merasakan lebih banyak penderitaan sampai kau akan memohon agar mati saja_"
Setelah memberikan pelajaran kepada om Danu,Kevin kemudian keluar dari ruangan itu,dan anak buah Kevin langsung mengunci kembali jeruji besi tersebut.
Tak ingin berlama-lama di sana,Kevin kemudian meninggalkan tempat tersebut.
"Igor... bagaimana dengan keadaan Celine,apa dia sudah sembuh total?" Tiba-tiba kevin menanyakan kabar Celine yang dia asingkan kesebuah pulau yang sangat terpencil
"Menurut suster yang merawatnya,non Celine sudah bisa di katakan sembuh tuan,dia bahkan sudah berulang kali memaksa untuk berbicara dengan tuan agar mengeluarkan beliau dari pulau itu_" jawab igor
"Hubungi orang kita yang berada disana_" perintah Kevin
"Baik tuan_"
Igor mengeluarkan ponsel nya dari saku,dan langsung melakukan panggilan telpon kepada seseorang.
Tuutt...!! Tuttt!!...tuutt....!!!
"Hallo_" jawab seorang lelaki di seberang telpon
"Berikan telpon nya pada wanita itu,tuan ingin bicara _" ucap Igor
"Baik ,tunggu sebentar _"
Setelah beberapa menit,terdengar suara wanita berbicara...
"Hallo vin_"
"Bagaimana kabar mu Celine,apa kau sudah baik-baik saja?" Tanya kevin dengan nada datar
"Aku sudah tidak apa-apa Vin,plis keluarkan aku dari tempat ini,aku tersiksa disini Vin... hiks..hiksss_" pinta Celine sambil terisak sedih,
"Apa kau sudah menyadari kesalahan mu?" Kevin mencoba memastikan
"Ya Vin,,,aku sadar,aku terlalu egois dan ambisius,aku minta maaf Vin,sungguh aku benar-benar menyesal....tolong keluarkan aku dari sini Vin,plisss__" pinta Celine kembali dengan nada yang benar-bebar memelas,meminta pengampunan pada Kevin.
"Baiklah...kali ini aku memaafkan mu,tapi jika sekali lagi kamu mengulangi perbuatan seperti itu,aku akan menempatkan mu di ruang bawah Tanah seperti om Danu,dan kamu tak akan bisa keluar selama nya,kamu mengerti?!!!" Ujar kevin sedikit mengancam
"Iya Vin,aku janji... aku tidak akan berbuat hal bodoh seperti dulu lagi,aku janji vin_" terdengar celine sudah menyesali perbuatan masa lalu nya,dan dia juga sudah mendapat kan pelajaran atas perbuatan nya tersebut
"Oke...besok kamu akan diantarkan anak buah ku keluar dari pulau itu_" ujar Kevin
"Makasih Vin_" tanggap Celine terdengar senang
Setelah selesai berbicara dengan Celine,kevin mematikan sambungan telpon dan memberikan kembali ponsel kepada Igor.
"Ayo kita pulang_"
* * * * * **
*. Bersambung
__ADS_1