
Sudah lebih dari tiga bulan Sinta belum juga ada tanda-tanda akan bangun dari koma nya. Dokter mengatakan jika ada pembengkakan pada syaraf otak beliau yang membuat keadaaan Sinta semakin memburuk. Sudah begitu banyak pundi-pundi uang yang dimas keluarkan untuk biaya perawatan Sinta selama di rumah sakit. Meski polisi sudah berhasil menemukan pelaku tabrak lari tersebut,tetap saja tak bisa membantu biaya pengobatan karena ternyata sang pelaku hanyalah seorang driver taksi online dan mobil yang di gunakan nya masih belum lunas.
Karna pelaku tak bisa membayar denda atas kesalahan nya,maka dia di vonis hukuman penjara selama 7 tahun.
Keuntungan restoran nya banyak terpakai untuk membayar biaya rumah sakit sehingga Dimas harus mengurungkan niat nya untuk menyewa pengacara dalam upaya merebut hak asuh anak kandung nya William.
"Huuffttt.... kalau begini terus restoran ku bisa-bisa failed_" gumam Dimas menghela nafas. Dimas tengah duduk dengan posisi merebahkan kepala nya ke sandaran kursi kerja nya
"Aku harus cari investor agar restoran ku bisa tetap berjalan... atau aku jual saja ya sebagian tanah kosong yang ku atas namakan William,setelah semua kembali normal aku akan mengganti nya lagi_" gumam Dimas kembali
Tok!! Tok!! Tok!!
Terdengar suara ketukan pintu dari ruang kerja Dimas.
"Masuk_" teriak Dimas
Ceklek...
"Maaf pak Dimas,ada tamu ingin bertemu dengan bapak_" ucap Laras pegawai nya Dimas
"Suruh masuk saja_" jawab Dimas
"Baik pak_"
Laras pun memanggil tamu tersebut dan langsung mempersilakan masuk sesuai perintah bos nya.
"Selamat siang_" sapa seorang pria dengan nada datar
"Selamat si...._"
"Kau!!!" Dimas terlihat kaget melihat siapa yang datang berkunjung ke restoran nya
"Ya aku... kenapa kamu kaget seperti itu?" Ujar pria itu sangat tenang
Pria tersebut tak lain adalah Kevin yang datang di kawal oleh Igor. Kevin sengaja datang kerestoran Dimas karna ada tujuan tertentu.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Dimas ketus
"Santai saja....aku kesini karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu_" ujar Kevin lalu berjalan menghampiri Dimas yang masih berdiri di belakang meja kerja nya
"Hal penting apa? Kalau cuma untuk basa basi,maaf aku tidak ada waktu_" cetus Dimas merasa sombong
"Aku tau kau sekarang lagi kesulitan uang?Kau masih butuh biaya untuk pengobatan istri mu yang masih koma dirumah sakit kan? Sedangkan hasil dari restoran mu tak cukup menutupi semua itu... aku bisa membantu mu_" tukas Kevin memberi penawaran
"Cih...meskipun aku sudah tak ada uang sepeserpun,tak akan pernah aku mengemis bantuan dengan orang seperti mu tuan Kevin yang terhormat!!!" Ujar dimas dengan nada mencemooh
"Waaauuu.... ternyata tinggi juga ya harga dirimu,aku suka dengan orang seperti mu... tapi aku sangat tidak suka kamu masih mengusik ketenangan keluargaku dengan diam-diam memata-matai William_" ucap Kevin sambil menatap dingin kearah Dimas
Dimas sontak terkejut mendengar penuturan Kevin. Dimas bingung darimana Kevin bisa tau jika dirinya setiap hari diam-diam datang kesekolah William untuk memantau aktivitas anak nya tersebut.
"Kenapa? Kau kaget kenapa aku bisa tau? Hahaha...meskipun aku tak berada disana tapi mata ku ada dimana-mana,jadi mulai sekarang berhentilah membuat cemas istri ku dirumah,kalau tidak aku akan melakukan tindakan tegas pada mu!!!" Tutur Kevin dengan nada mengancam
Dimas terlihat emosi karna ucapan kevin barusan,dirinya merasa yang dilakukan nya bukanlah hal yang salah,dia hanya ingin melihat anak kandung nya meskipun dari jarak jauh,sekedar untuk melepas rasa rindu nya pada putra nya tersebut. Namun tak bisa di pungkiri jika ada terbesit di fikiran Dimas untuk membawa anak nya tersebut secara diam-diam,namun dia tak pernah mendapat kesempatan,karna William tak pernah sendiri,dia selalu di awasi oleh sang supir pribadi.
__ADS_1
"Apa hak mu melarang ku untuk melihat anak kandung ku sendiri... aku papa kandung nya,sedangkan kau bukan siapa-siapa nya,tak ada ikatan darah sedikit pun diantara kalian berdua!!!" Cerca Dimas merasa emosi
"Jangan kau fikir aku tak tau kau punya niat jahat untuk membawa William pergi kan? Kau ingin menculik nya,sama saja kau ingin memisahkan dia dengan ibu kandung nya sendiri,dan ratu sekarang istri ku,jadi siapapun yang membuat dia sedih akan berurusan denganku!!!"
"Jadi sebaik nya kau urungkan niat mu untuk merebut William dari kami,jika tidak nyawa mu taruhan nya!!!"
"Kau mengancam ku!!!
"Ini bukan ancaman,tapi peringatan. Jika kau melanggar,tanggung sendiri resiko nya!!!"
Kevin dan Dimas terlibat perdebatan yang panas. Kedua nya di kuasai emosi masing-masing. Igor hanya diam sambil mengawasi semua gerak gerik mereka berdua ,jika Kevin dalam bahaya,Igor dengan sigap pasang badan untuk melindungi sang tuan.
Dimas sedikit panik melihat tatapan dingin seorang Kevin.
"Jika kau masih ingin restoran mu ini berjalan seperti biasa nya,turutin ucapan ku,kalau tidak aku akan membuat mu kehilangan segala nya yang kau miliki...aku tidak main-main,apa yang aku katakan,itu yang akan aku lakukan,jadi berhentilah mengusik keluarga ku jika kau masih menyayangi dirimu!!!" Setelah memberi peringatan pada Dimas,Kevin kemudian pergi meninggalkan restoran tersebut.
Dimas masih diam terpaku memandangi pintu ruangan nya yang sudah tertutup rapat kembali. Diri nya sedikit bergidik ngeri mendengar ancaman yang di berikan kevin barusan.
"Haaahhh.... kenapa hidupku jadi kacau begini,siaaallll!!! Teriak Dimas meluapkan emosi nya
* * * * * *
Kevin sudah tiba di kantor nya... ketika dia ingin memasuki lift khusus untuk menuju ruangan nya,tiba-tiba Maya datang menerobos ikut masuk kedalam lift tersebut.
Melihat sikap lancang Maya,Igor langsung menegurnya,"maaf,ini lift khusus tuan kevin_"ujar Igor mengusir maya dari lift tersebut
"Vin...aku gapapa kan ikut sekalian di lift ini,lift karyawan penuh,jadi boleh ya aku numpang lift kamu_" Maya mencoba mencari perhatian pada Kevin
"Lain kali tidak boleh ya may,dan satu lagi,tolong jaga sikap kamu selama berada di kantor,meskipun kita saling kenal,tapi disini aku ini bos kamu,jadi tolong jaga sopan santun mu_" cetus Kevin dengan nada datar
Ting....
Lift pun berhenti di lantai 5,Maya pun keluar dari lift tersebut dengan langkah lesu,rencana nya gagal untuk mencari perhatian kevin,padahal sejak tadi dia sengaja menunggu kedatangan Kevin.
Lantai 5 kantor Kevin berisi para staff marketing,supervisor,sampai manager. Mereka memiliki ruangan kerja masing-masing di lantai 5 tersebut.
"Napa loe lesu amat?" Sapa teman kerja Maya
"Gak kenapa-kenapa,cuma lagi gak mood aja_" jawab Maya bernada lesu
Maya satu ruangan dengan dua orang teman nya yaitu Mita dan lani. Mereka adalah tim satu divisi.
Mereka bertiga kerap nongkrong bareng setelah selesai bekerja,dan hal yang sering mereka bincangkan tak lain adalah tentang bos mereka sendiri yaitu Kevin.
"Loe pasti abis tebar pesona ama pak kevin kan? Berhasil gak?" Tanya Mita
"Ckk... kok susah banget ya ngedeketin pak Kevin,padahal gue udah pakai rok sependek ini supaya dia tergoda,eh malah gue di cuekin_" keluh Maya merasa kecewa.
"Berarti pak Kevin gak selera sama loe... lagian loe sih keganjenan banget,naksir cowok nggak ngotak,mau jadi pelakor loe_" seloroh Mita meledek Maya yang tampak cemberut
"Yeayyy....gue udah naksir dari dulu kaleee ama tuh Kevin,bahkan sebelum dia nikah,tapi dia gak pernah tertarik sama gue,padahal gue gak kalah cantik dari istri nya itu_" tanggap Maya membela diri
"Tauk ah ...ribet banget hidup loe,kayak cowok cuma pak kevin doang di dunia ini... bucin loe udah kelewat akut,hehehe_" Mita nampak menertawakan sikap Maya yang dianggap nya terlalu konyol. Meskipun sebenarnya Mita juga memiliki ketertarikan terhadap bos nya tersebut,namun Mita tak ingin berharap lebih,dia sadar mimpi nya terlalu mustahil bisa bersama Kevin,jadi dia hanya memendam perasaannya di dalam hati nya.
__ADS_1
Karna banyak pekerjaan yang harus di selesaikan,mereka pun menyudahi obrolan dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Diruangan kerja,terlihat Kevin sedang berbicara dengan ratu dalam sambungan video call
"Vin... apa kamu sudah menemui mas Dimas? Lalu apa tanggapan nya? Tanya ratu
"Dia tetap keras kepala,tapi aku sudah memperingatkannya agar tak mengusik hidup kita lagi,semoga saja dia bisa mengerti_" jawab kevin sambil menatap lekat sang istri
"Ya ...semoga saja. Aku sangat takut dia membawa pergi Wiliam,aku tak bisa hidup tanpa William_" ujar ratu bernada sendu
"Kalau hidup tanpa ku bagaimana?apa kamu akan merasa kehilangan juga?" Seloroh Kevin menggoda sang istri
"Hiiisss ....apaan sih ngomong kayak gitu Vin,gak lucu ah_"
"Aku serius? Coba jawab dulu,kamu kehilangan aku atau tidak?" Kevin tetap meminta ratu menjawab pertanyaan nya
"Ya pastilah... kamu kan suamiku,masak gitu aja di tanya lagi sih....gak asyik_"
"Hanya karena itu? Bukan karna yang lain?"
"Maksud kamu apa sih Vin... Jangan ngaco ah_"
"Aku sudah pernah mengatakan jika aku mencintai mu,tapi kamu belum pernah sama sekali membalas nya,jadi sekarang aku tanya,apa kamu juga mencintaiku ratu?"
Ratu langsung memalingkan wajah nya kearah lain,dirinya tak sanggup menjawab pertanyaan sang suami.
"Kenapa diam? Apa kamu masih mencintai mantan suami mu itu?" Tanya Kevin memastikan
"Sama sekali gak Vin ...aku sudah tak punya perasaan apa-apa lagi pada mas Dimas_" ratu langsung menyanggah ucapan Kevin
"Jadi sekarang siapa yang kamu cintai? Apa ada lelaki lain?" Kevin masih berusaha mendapatkan jawaban yang dia inginkan
Ratu masih saja diam...
"Oh...berarti benar,ada lelaki lain yang kamu cintai? Kamu selingkuh ratu? Siapa lelaki itu? Katakan ratu!!!" Kevin berpura-pura emosi untuk memancing ratu berbicara
" nggak ada Vin ...aku cuma cinta sama ka..." ratu sadar dirinya hampir saja keceplosan,ratu langsung menutup mulut nya rapat-rapat
"Sama ka...ka apa? Kambing? Kancil? Bicara yang jelas ratu?" Ujar Kevin sambil menahan tawa
"Udah ah ... aku laper,bye_" ratu ingin mematikan sambungan telpon
"Tunggu ratu? Kamu belum jawab pertanyaan ku,jawab dulu_" paksa Kevin
"Nanti malam akan aku kasi tau jawaban nya,oke...bye suami ku_"
Tuuut...
Ratu kemudian mematikan sambungan telpon,lalu dia berdiri menghadap cermin meja rias dikamar nya sambil tersipu malu menatap wajah nya sendiri.
"Aku mencintai mu Vin... sangat mencintai mu_" ucap ratu sambil senyum-senyum sendiri di depan cermin.
* * * * * * *
__ADS_1
*. Bersambung