
POV (Dimas)
'aakkhhh....kenapa aku harus bertemu lagi dengan Sinta !!!' geram Dimas sambil meremat rambut nya sendiri
'bagaimana bisa Sinta bekerja di perusahaan besar seperti PT Jaya Gemilang itu...
Bagaimana kalau ratu sampai tau...pasti dia akan berfikir macam macam kepadaku...
Aaakkhhh....aku jadi semakin stres kalau seperti ini.'
Dimas tak henti hentinya meneriaki dirinya sendiri. Tampak sekali jika saat ini dia sangat frustasi. Di satu sisi dia senang bisa bekerja sama dengan perusahaan sebesar itu, tapi di sisi lain dia juga bingung harus bagaimana menghadapi Sinta....
'apa aku harus jujur pada ratu tentang ini semua,atau aku harus menyembunyikan kan nya? Bagaimana kalau ratu tau dari orang lain...' gumam Dimas semakin bingung
******
POV ( Kevin )
Di sebuah mansion yang cukup besar dan mewah, berdiri sosok lelaki berperawakan tinggi,putih,dengan otot sixpack menambah kegarangan nya... Wajah nya yang tampan,membuat dia selalu jadi pusat perhatian orang orang di sekitar nya,terutama kaum wanita....
Tapi dia tak pernah sekalipun menggubris itu semua...padahal dengan hanya menjentikkan jari nya,wanita tercantik pun akan berlomba untuk menaiki ranjang nya...
"Permisi tuan muda...ada yang ingin bertemu dengan tuan," ucap seorang pelayan sambil menundukkan badan
"Heem...!!!" Jawab lelaki itu dingin
Pelayan itu pun pamit undur diri.
Dia pun lantas berjalan menuju ruangan yang biasa di gunakan untuk menyambut tamu.
"Selamat siang tuan muda kevin," sapa 2 orang lelaki dengan hormat
"Siang....silahkan duduk," ucap Kevin
"Bagaimana? Apa yang aku minta sudah kalian siapkan?" Tanya nya datar
"Sudah tuan...semua sudah beres." Ucap salah satu pria itu dengan yakin
"Bagus...terus pantau pergerakan mereka,dan selalu awasi markas kita...perketat keamanan,jangan sampai tercium olah pihak luar, mengerti!!!" Ucap Kevin tegas
"Siap tuan...akan kami laksanakan dengan hati hati ," ucap pria itu lagi
"Bagus...sekarang kalian boleh pergi!!!" Ucap Kevin
"Baik tuan...kalau begitu kami permisi," jawab mereka sambil membungkukkan badan dan beranjak pergi dari ruangan itu
"Dahlan...!" Panggil Kevin kepada salah satu pengawal nya
"Ya tuan muda...apa ada tugas yang harus saya kerjakan ?" Tanya pengawal itu langsung datang ke hadapan Kevin
"Kamu pergilah ke rumah perempuan itu,dan pantau gerak gerik nya,dan langsung laporkan pada ku,mengerti ?!!!" Perintah Kevin pada pengawal tersebut
"Siap laksanakan tuan ," ucap pengawal itu lalu beranjak dari ruangan
'Dari info yang aku dapat,perempuan ini tidak meneruskan usaha dunia hitam almarhum papa nya,bahkan warisan dari beliau pun ,dia sama sekali tak menerima nya,malah dia bersusah payah bekerja menjadi seorang manager di resort.' gumam Kevin sambil memandangi sebuah foto seorang wanita cantik yang tersenyum manis dengan balutan gaun pengantin.
'Aku sungguh penasaran dengan sosok ratu ini,aku harus bisa mendapat kan nya... Selain aku bisa membalas dendam atas kematian ayah ku, aku juga harus bisa membuat dia menjadi milikku...hanya milikku!!!' ucap Kevin tersenyum licik
Tring...
Tring...
Tring ...
Terdengar suara dering ponsel Kevin berbunyi...di layar nya tertera nama Rio memanggil...
"Hallo..." Jawab Kevin datar
__ADS_1
"Tuan...saya sudah berhasil melaksanakan tugas,dan seperti nya rencana kita berjalan lancar...pak Dimas menitip dalam buat anda tuan ," jawab Rio di seberang telpon
"Heem...bagus. lakukan sesuai rencana.aku terima salam nya...tapi aku lebih senang jika istri nya yang menitip salam padaku...heeh" ucap Kevin sambil tersenyum miring
"Baik lah tuan...saya tutup dulu telpon nya,," jawab Rio ingin menyudahi telpon nya
"Heem..." Jawab Kevin singkat
Ting....
Bunyi notifikasi wa masuk di ponsel Kevin... Yang tak lain adalah chat dari Sinta. Kevin pun lantas membuka nya
'pak Kevin,saya sudah mulai melakukan tugas saya,dan tadi saya membuat rencana kecil yang mungkin akan menjadi huru hara Antara Dimas dan ratu,' Kevin membaca chat itu sambil tersenyum kecil
'Bagus...lanjutkan rencana kita,' Kevin membalas chat Sinta
'sebentar lagi ratu...sebentar lagi kamu akan menjadi milikku... ' ucap Kevin dengan percaya diri.
*****
Hari pun sudah menjelang sore...dan para karyawan bersiap siap untuk pulang kerumah termasuk Dimas...
Dimas pun merapikan berkas berkas di meja kerja nya,dan setelah yakin semua beres ,dia pun keluar dari ruangan nya...
"Pak Dimas," panggil seorang pria paruh baya yang tak lain adalah pak wahyu CEO perusahaan itu.
"Selamat sore pak Wahyu...ada apa pak?" Tanya Dimas sopan
"Terima kasih atas dedikasi anda pada perusahaan saya...sekian lama akhir nya kita bisa mendapatkan kerja sama dengan PT Jaya Gemilang,itu merupakan prestasi yang sangat besar pak Dimas," ucap pak Wahyu sambil mengulur kan tangan pada dimas
"Sama sama pak Wahyu...itu sudah jadi kewajiban saya dan itu semua tak lepas dari kerja keras semua tim yang sangat profesional." Jawab Dimas sambil menerima uluran tangan pak Wahyu
"Baik...kalau gitu silahkan jika pak Dimas ingin pulang,hati hati di jalan ," ucap pak Wahyu
"Terima kasih pak...kalau gitu saya permisi duluan,mari pak" jawab Dimas sopan sambil berjalan perlahan meninggal kan pak Wahyu
Dimas pun langsung menuju parkiran mobil...kemudian dia mengendarai mobil nya meninggalkan area kantor tersebut.
Dimas pun turun dari mobil dan berjalan menghampiri istri dan anak nya ...
"Selamat sore anak papa yang ganteng "... Sapa Dimas pada anak lelaki nya William
Saat Dimas ingin mencium William...seperti biasa ratu selalu melarang nya,karna Dimas baru saja dari luar,takut membawa virus yang bisa berbahaya untuk William yang masih kecil
"Mas...!!!" Tegur ratu
"Iya sayang ...mas lupa. Y udah mas langsung mandi dulu ya,mas ke kamar dulu," ucap Dimas salah tingkah
"Ya udah sana ," jawab ratu
Dimas pun berlalu menuju kamar...
"Bik...tolong William di bawa masuk ya,saya mau nyusul bapak ke kamar ," ucap ratu pada bik murni yang sedang menyiram tanaman di taman samping rumah
"Baik Bu..." Jawab bik murni
Ratu pun berjalan menyusul Dimas ke kamar. Walaupun hati nya masih menyimpan rasa kesal pada Dimas,Namun kewajiban nya sebagai istri masih dia lakukan...
Ceklek.
Ratu membuka pintu kamar,di lihat nya tak ada Dimas disana,hanya ada baju kotor yang tergolek di lantai yang merupakan kebiasaan Dimas yang selalu lupa meletakkan di keranjang pakaian kotor...
"CK...mas Dimas selalu saja begini," ucap ratu sambil memunguti pakaian kotor tersebut
Sewaktu ratu ingin mengambil kemeja kotor Dimas,perhatiannya tiba tiba tertuju pada bagian kerah kemeja tersebut.
"Noda apa ni,kok warna merah,seperti lipstik..." Gumam ratu
__ADS_1
Dan benar saja,setelah ratu memperhatikan dengan teliti noda tersebut,ternyata itu adalah bercak lipstik dari bibir seseorang...walaupun bentuk nya tidak begitu jelas,namun ratu masih bisa memastikan jika itu adalah bekas lipstik seorang wanita ...
"Kurang ajar mas Dimas...dengan siapa lagi sekarang bermain Gil*?!!!" Geram ratu
Ceklek
Pintu kamar mandi pun terbuka dan keluarlah Dimas dari dalam dengan dengan handuk yang masih berbalut di pinggang dan rambut pun masih basah....
"Sayang...maaf tadi mas...."
Belum sempat Dimas menyelesaikan kata kata nya,segera ratu melemparkan kemeja Dimas tersebut dengan kasar ke wajah Dimas...
"Dengan siapa lagi kamu bermain Gil* mas,,,haahh?!!!" Tanya ratu dengan nafas yang berseru
"Maksud kamu apa sayang...mas gak ngerti?" Tanya Dimas dengan wajah kebingungan
"Jangan berpura pura bodoh kamu...segitu asyik nya bercumbu dengan selingkuhan mu hingga bekas bibir nya pun menempel di kemeja mu,haahh!!!" Ucap ratu semakin emosi
Dimas pun semakin kebingungan,,,dia benar benar belum mengerti apa yang di maksud oleh ratu...
"Masih bisa pura pura kamu mas...coba kamu lihat kerah baju mu itu...bekas bibir siapa yang menempel di situ...menjijikkan !!!" Tunjuk ratu pada kemeja yang sedang di pegang Dimas
Dimas pun lalu membolak balikkan kemeja nya mencari apa yang di maksud oleh istri nya tersebut...
Dan mata nya pun terbelalak melihat ada bercak lipstik di kerah baju nya...dan itu membuat nya jadi panik dan kebingungan...
"Haahh...ini...ini..." Ucap Dimas terbata sambil mencoba mengingat kejadian yang dia alami hari ini
"Sinta..." Tanpa sengaja mulut nya mengucapkan nama wanita itu ,karna Dimas ingat betul cuma Sinta tadi yang sempat memeluk nya waktu di kantor
"Sinta kamu bilang...berarti kamu berhubungan lagi dengan wanita mur*Han itu mas...dasar brengsek kamu mas...!!!"
Plaakk...
Ratu pun dengan penuh emosi melayangkan tamparan ke pipi Dimas...
Dimas masih diam membeku dengan wajah yang panik...dia bingung harus bagaimana menjelaskan nya pada ratu...sungguh Dimas benar benar tidak bisa berfikir.
Sementara ratu...pipi nya sudah basah oleh air mata yang terus saja mengalir....
Dia merasa seperti orang yang sangat bodoh,yang sudah berulang kali di bohongi...kali ini dia tidak akan bisa memaafkan Dimas.
Ratu pun gegas mengambil koper nya yang berada di sebelah lemari pakaian nya,,,kemudian memasukkan pakaian nya dengan asal ke dalam koper...dia ingin pergi dari rumah ini.
"Sayang...kamu mau kemana? Mas mohon sayang ,jangan pergi.mas bisa jelasin ini semua" ucap Dimas berusaha menghalangi ratu untuk tidak pergi
"Aku muak dengan kebohongan kamu mas...aku akan pergi membawa William,dan kamu jangan pernah halangi aku,!!!" Ucap ratu dengan lantang
Ratu pun menggeret koper nya ke luar dari kamar...dan mengambil William dari gendongan bik murni...
"Bu ratu mau kemana Bu??" Tanya bik murni panik
"Saya mau pergi dari rumah ini bik..." Jawab ratu sambil terus berjalan menuju ke luar rumah.
Dengan langkah yang tergesa gesa ,ratu pun menggeret koper nya sambil menggendong Willi ...
Ratu pun langsung membuka pintu mobil nya,dan memasukkan koper nya ke dalam mobil,dan mendudukkan Willi di samping kursi kemudi.
"Tolong titip rumah ya bik...saya pergi dulu," ucap ratu sambil pamit pergi kepada bik murni
Ratu pun menghidupkan mesin mobil nya dan melajukan mobil nya ke jalanan ...
"Ratu...tunggu mas...tolong jangan pergi sayang..." Panggil Dimas dengan terburu buru lari dari dalam rumah dengan sudah mengenakan pakaian
Tapi semua sudah terlambat...mobil ratu sudah melaju kencang meninggal kan pekarangan rumah.
Dimas diam terpaku memandangi mobil ratu yang sudah tak tampak lagi...
__ADS_1
'aku harus kejar ratu...' gegas Dimas masuk ke dalam rumah hendak mengambil kunci mobil.
*Bersambung