
Setelah mendapatkan tindakan medis di ruang UGD,ratu pun sudah di perbolehkan pulang kerumah. Dokter hanya menyarankan dia untuk banyak istirahat dan minum vitamin khusus ibu hamil.
Ratu masih tak menyangka jika dia bisa hamil anak kevin dalam waktu yang secepat ini. Itu mungkin karna Kevin hampir setiap hari menanamkan benih nya kerahim ratu...
"Tuan...ini obat buat nyonya sudah saya tebus_" ucap Igor ketika sampai ke ruang UGD
"Hem...kita pulang sekarang_" jawab Kevin
Kemudian Kevin membantu ratu untuk turun dari ranjang dengan sangat hati-hati."ayo,aku bantu", ucap Kevin pada ratu yang masih terlihat lemah .
Kevin terlihat sigap menjadi seorang suami,walaupun masih terlihat kaku. Namun tetap saja seorang Kevin memiliki kesabaran yang hanya setipis tisu,diapun tak sabar melihat ratu yang bergerak sangat pelan,Kevin pun langsung menggendong tubuh ramping ratu di pelukan nya
Greep...
"Vin,kamu mau apa,aku bisa jalan sendiri vin_" tolak ratu berusaha untuk turun
"Diamlah!!!" Jawab Kevin tak perduli
"Vin,tapi malu di lihat orang,kan bisa pakek kursi roda,Vin turunin aku..." Tolak ratu lagi merasa kesal
Kevin tak sama sekali mengindahkan ucapan ratu,dia terus menggendong ratu dan berjalan santai menyusuri lorong rumah sakit menuju ke luar. Banyak pasang mata yang memperhatikan ulah Kevin tersebut,tapi dia tak menghiraukan nya.
Sepanjang Kevin berjalan dengan menggendong nya,ratu hanya bisa menutup wajah nya karena merasa sangat malu,semua orang menatap nya dengan berbagai ekspresi,bahkan tak sedikit kaum hawa yang menatap iri seorang ratu yang di perlakukan begitu spesial oleh suami setampan Kevin.
Dan tak sengaja ada seorang pria yang menatap heran ratu dari jauh,"loh,itu kan ratu,mantan istri dimas,siapa laki-laki yang sedang menggendong nya itu?" Gumam pria tersebut,dan langsung memotret adegan tersebut. Dia berencana untuk mengirim nya ke ponsel Dimas.
Setelah sampai di loby rumah sakit,mobil mewah Kevin pun sudah menunggu siaga disana,Igor beserta ART Jumi yang tadi ikut serta mengantarkan ratu pun masih mengekor di belakang Kevin,namun mereka akan menaiki kendaraan yang berbeda.
Setelah mereka semua masuk kedalam mobil,supir pun segera melajukan mobil menuju mansion Kevin.
Dan dalam perjalanan pulang,ratu tiba-tiba saja menyuruh sang supir untuk berhenti."pak...pak tolong berhenti sebentar_" ucap ratu sedikit berteriak.
Ciiittt...
Mobil pun berhenti mendadak.
"Kamu mau apa ratu? Kita harus segera pulang!!!" Ucap Kevin sedikit kesal
"Aku lapar Vin,pengen makan bakso di sana itu_" ucap ratu dengan wajah memelas
"Tidak boleh,kalau mau makan Bakso nanti saja minta di buatin bik Jumi dirumah,yang itu tidak steril!!!" Tolak kevin dengan wajah kesal
"Tapi Vin,aku mau yang itu_" jawab ratu lagi
"Kamu..."
"Maaf tuan,bukan nya saya tidak sopan,tapi mungkin nyonya sedang ngidam,itu hal yang normal untuk ibu yang sedang hamil muda_" sahut sang supir pada Kevin yang terlihat ingin memarahi ratu
"Ngidam... Apa itu ngidam?" Ucap Kevin tak mengerti
"Eeemmm... Semacam permintaan yang harus di turuti gitu tuan,mitos nya kalau tidak di turutin,si jabang bayi nanti lahir nya...eemmm maaf tuan,jadi ileran gitu_" jelas sang supir sedikit takut
"Apa hubungan nya,bakso sama ileran!! Tapi ya sudah lah kalau gitu tolong kau turun,belikan bakso di sebrang sana,dari pada anak ku nanti ileran,jorok_" jawab Kevin sambil mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dari dompet nya lalu di berikan pada sang supir
"Beli berapa bungkus tuan?" Tanya sang supir merasa heran,karna uang yang di berikan Kevin sangat banyak
"Terserah kau saja_" jawab Kevin datar
Sang supir tak mau terkena omelan Kevin karna terlalu banyak bertanya,diapun segera turun dari mobil dan langsung menyebrang menuju warung bakso yang terlihat sangat ramai tersebut.
"Tuan Kevin ada-ada saja,uang segini banyak untuk beliin bakso satu kampung juga bisa_" gumam sang supir sambil menggelengkan kepala
__ADS_1
"Mang,bakso nya 2 bungkus ya_" ucap sang supir setelah sampai di warung bakso tersebut
"Ngantri dong mas,jangan maen serobot aja_" omel emak-emak yang sedang menunggu bakso juga
"Eh,maaf ya Bu ibu,saya buru-buru,bisa nggak saya duluan_" jawab sang supir salah tingkah
"Kami semua juga buru-buru kalii,huuuuu..." Sorak emak-emak serempak
Sang supir menggaruk dahi nya sambil tersenyum kaku. Dia merasa bingung,takut Kevin mengomel karna terlalu lama menunggu. Akan tetapi dia pandangi Lembaran uang yang di berikan oleh Kevin,dan dia tiba-tiba mendapat sebuah ide cemerlang .
"Oke...oke kalau tidak begini saja,saya akan bayarin bakso kalian semua jika kalian memperbolehkan saya untuk duluan,gimana?" Ujar sang supir sambil tersenyum
"Yang benar kamu mas...jangan bohong loh_" ucap emak-emak tersebut tidak percaya
"Iya,saya beneran. Ini uang nya mang kalau tidak percaya,saya bayar duluan_" ucap sang supir memberikan 8 lembar uang berwarna merah ."cukup kan mang buat bayar bakso ibu-ibu ini semua?" Tanya sang supir pada penjual bakso tersebut . "Wah,lebih dari cukup ini mah_" jawab penjual bakso dengan mata yang berbinar .
"Wiihhh...kalau gitu boleh deh mas nya yang duluan,hehehe _" ucap mereka semua serasa mendapat rejeki nomplok
"Terima kasih ..." Ucap sang supir merasa lega
Penjual bakso pun langsung menyiapkan bakso pesanan sang supir,dan setelah selesai dia lalu memberikan nya pada sang supir."ini mas,bakso nya sudah jadi,sering-sering atuh beli disini,hehehe_" ucap penjual bakso sambil tertawa senang." Terima kasih mang". Jawab sang supir kemudian kembali menuju mobil
"Ini tuan bakso nya_" ucap sang supir sambil menyodorkan bungkusan kresek yang berisi bakso pesanan kevin
"Eeemmm ...wangi banget bakso nya,jadi gak sabar mau langsung makan _" ucap ratu meraih bungkusan bakso tersebut dengan wajah senang. "Terima kasih ya pak,sekarang kita bisa pulang_" ucap ratu kembali kepada sang supir
Sang supir pun langsung melajukan mobil nya kembali menuju mansion Kevin . Dan tak lama kemudian mereka pun sudah sampai...
Begitu turun dari mobil,ratu pun langsung menuju ruang makan untuk menyantap bakso tersebut. Para ART pun dengan sigap mengambilkan alat makan yang di butuhkan di dapur,lalu meletakkan nya di meja makan dimana ratu sudah duduk disana.
Begitu bakso di tuangkan kedalam mangkok,ratu langsung menyantap nya dengan lahap,namun hanya beberapa suapan dia sudah merasa kenyang...
Setelah makan,ratu pun naik ke lantai atas untuk menyusul Kevin yang sudah lebih dulu naik. Kevin tak menemani ratu makan,karna diri nya sudah sangat risih dengan keringat yang sudah membasahi tubuh nya,oleh sebab itu dia langsung menuju kamar untuk membersih kan diri.
Ceklek...
Ratu masuk kekamar dan mata nya berpendar mencari keberadaan Kevin,namun tidak dia temukan. Terdengar gemericik suara air di kamar mandi,mungkin Kevin masih di dalam sana.
Ratu pun naik ke atas ranjang,entah mengapa mata nya terasa sangat ngantuk setelah minum obat dari rumah sakit tadi. Dia pun berbaring sambil memeluk guling,dan tak lama dia pun sudah terlelap.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka,kevin keluar dari sana dengan rambut yang masih basah. Dahi nya mengerut ketika melihat ratu sudah berada di tempat tidur dengan posisi menyamping membelakangi posisi nya berdiri.
"Ratu...mandi dulu sana _" ucap Kevin sambil menepuk pelan lengan ratu,namun tak ada respon sama sekali. Kevin pun berjalan mengitari Kasur nya untuk melihat wajah ratu menghadap. Kevin pun berdecak kesal mendapati ratu sedang terlelap tidur." ckk...dasar jorok,bukan nya mandi dulu_" gerutu Kevin kesal namun dia membiarkan ratu tetap tidur
*****
Di kediaman Dimas ...
Ting...
Ada notifikasi masuk ke ponsel Dimas. Dia yang sedang santai di ruang tivi sambil menyesap segelas teh pun langsung mengalihkan pandangan nya ke ponsel.
"Paling pesan dari Sinta _" ujar nya sambil mengambil ponsel yang terletak di meja
Seketika mata nya melotot saat melihat pesan di ponsel nya tersebut. Ternyata teman nya beni mengirim kan sebuah foto yang berhasil membuat jantung Dimas hampir lepas.
"ii-ini kan ratu... Kenapa dia bisa berada di sini,bukankah dia bilang ke luar negri_" ucap dimas Sambil terus memandangi foto tersebut
"Dan... Seperti nya lelaki yang menggendong nya ini gak asing deh,siapa ya? Aku seperti pernah melihat wajah nya,tapi aku lupa dimana ?" Ujar Dimas sambil berusaha berfikir tentang sosok Kevin yang sedang menggendong ratu di foto itu
__ADS_1
Dimas pun tak habis akal,dengan rasa penasaran,diapun menyalin foto tersebut untuk dia gunakan di salah satu aplikasi pencarian di ponsel pintar nya ... Dan Dimas bertambah shock ketika melihat informasi tentang jati diri Kevin.
"Di-dia Kevin putra Wiratmaja,CEO PT jaya gemilang... Nggak mungkin,ini gak mungkin.kenapa ratu bisa bersama dengan orang ini,ada hubungan apa mereka berdua,apa jangan-jangan..." Dimas terus bicara sendri sambil menggelengkan kepala nya. Dia merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat,karna sampai saat ini dimas belum bisa move on dari ratu,sekalipun ada Sinta yang terus berusaha mendekati nya.
Dimas kemudian mengirim pesan pada Sinta,tak ketinggalan foto tersebut juga dia kirimkan. Dimas yakin jika Sinta tau sesuatu tentang semua ini,namun sinta sengaja menutupi nya dari Dimas.
Pesan dari Dimas langsung centang dua biru,bertanda jika pesan dari nya sudah di baca oleh Sinta...
Melihat tulisan jika wa Sinta sedang online,Dimas langsung menekan tombol panggil kepada no Sinta. Dan tak butuh waktu lama,telpon dari dimas pun di terima oleh Sinta ...
"Ya mas..."jawab Sinta di seberang telpon
"Kamu sudah lihat pesan dari ku kan,sekarang katakan apakah kamu tau sesuatu tentang ini semua?" Tanya Dimas tanpa basi basi
"Tau apa sih mas ...aku nggak tau apa-apa kok_" jawab Sinta santai
"Jangan bohong kamu sin,bukan kan kamu kerja di perusahaan itu,pasti kamu tau kan tapi sengaja menutupi nya dari ku hah?" Dimas sudah mulai emosi
"Beneran mas,aku nggak tau apa-apa? Aku disini kan cuma karyawan,masalah pribadi bos mana berani aku ikut campur_" jawab sinta mencoba mengelak
"Pliii sin,kali ini aja kamu jujur sama aku_"
"Aku sudah jujur mas. Lagipula buat apa kamu tau tentang ratu lagi,kamu dan dia kan sudah berpisah,kalaupun dia ada hubungan dengan orang lain ya itu hak dia dong _"
"Sudahlah percuma aku tanya sama kamu,aku kan cari tau sendiri...."
Tuttt ..
Dimas pun memutus sambungan telpon tersebut,dia rasa percuma saja bertanya pada sinta,dia tidak akan pernah berkata jujur meskipun dia tau sesuatu.
Dimas memutuskan menghubungi teman nya untuk meminta bantuan menyelidiki tentang Kevin. Dia masih sangat merasa penasaran ada hubungan apa Kevin dengan ratu,sehingga mereka berdua terlihat begitu mesra.
*****
Di tempat yang sangat jauh ...
"Dimana aku?" Gumam seorang wanita yang baru saja sadar karna mengalami koma dalam beberapa Minggu
Dia terlihat kebingungan dengan keadaan nya yang terlihat banyak sekali terpasang alat-alat medis di tubuh nya ...
"Jangan terlalu banyak bergerak dulu nona,anda masih lemah_" ucap seorang pria berpakaian serba putih dan menggunakan masker
"Aku dimana,dan siapa kamu?" Tanya wanita tersebut dengan suara lirih
"Saya perawat yang merawat nona selama koma,dan sekarang Alhamdulillah nona sudah sadar_" jawab perawat tersebut sambil tersenyum
"Koma? Saya koma? Berapa lama ?" Tanya wanita itu lagi
"Sekitar 2 Minggu nona,anda tertembak di bagian lengan dan kehilangan banyak darah,itu sebab nya nona bisa koma_" jelas perawat itu
Wanita itu tak lain adalah Celine. Yang sekarang sedang di tempatkan Kevin di sebuah pulau yang sangat jauh dan di kelilingi oleh pantai yang sangat luas...Kevin sengaja menempatkan Celine disana untuk di asingkan. Selama Celine koma,Kevin mengirimkan dokter dan beberapa perawat khusus untuk merawat Celine disana.
Kevin sengaja melakukan itu untuk memberi pelajaran buat Celine agar tidak berani lagi melakukan tindakan konyol seperti yang lalu. Padahal Kevin bisa saja memerintah kan Igor supaya menembak kepala Celine saat itu,tapi dia tak melakukan nya. Kevin masih memiliki pertimbangan untuk tidak melakukan hal tersebut.
Celine di rawat sangat baik selama berada disana. Walaupun bukan di rumah sakit,namun Kevin sudah menyiapkan peralatan medis yang lengkap disana,bahkan dia sengaja mendatang kan dokter dari Singapura,agar pengobatan Celine lebih optimal dan yang pasti lebih aman.
*Bersambung
Jangan lupa follow FB saya ya 'Dianaolvanby'
Thank you very much
__ADS_1