
Matahari telah memancarkan sinar nya...udara pun berubah lebih hangat dari sebelum nya,bulir embun mulai mengering diterpa cahaya matahari yang merebak...
Hari ini cuaca terlihat sangat cerah,namun sangat berbanding terbalik dengan suasana hati seorang wanita yang sedang duduk termangu di sebuah ranjang yang tak begitu besar. Dia tak lain adalah Sinta... hidup nya sekarang sedang di landa kegelisahan,kebingungan seakan ada beban berat yang menimpa tubuh nya.
" ck...aku harus gimana,aku bingung banget!!masak aku harus jadi artis b*kep sih... emang sudah pasti banyak uang,tapi kalau sampai ada yang ngenalin aku gimana,pasti malu banget!!!" Gumam Sinta
"Punya teman banyak percuma,gak ada yang bisa bantuin,dulu sewaktu aku banyak uang mereka begitu baik denganku,tapi sekarang liat aku sudah kere begini ketemu pun kayak orang asing...hah nasib...nasib apes banget sih_" gumam Sinta kembali
Tring!! Tring!!!
Tiba-tiba ponsel Sinta berdering,di lirik nya sebentar kelayar ponsel,ternyata pak Handoko yang menelpon...
"Angkat nggak ya? Ck angkat aja deh_"
"Hallo pak han_" jawab Sinta menerima panggilan dari pak Handoko tersebut
"Gimana? Apa sudah kamu putuskan?" Tanya pak Handoko
"Eemmm...aku masih bingung pak han,aku takut_" tutur Sinta merasa ragu
"Hahaha ...Sinta...sinta apa yang kamu takut kan hah? Kan aku sudah bilang,film nya tidak di perjual belikan di sini,tapi di luar negeri,kamu gak perlu khawatir...kamu tau,ada produser luar negeri yang berani membayar 200 juta kalau kamu mau menerima tawaran ku_" tutur pak Handoko masih terus berusaha membujuk Sinta
"HAH!!! Du-dua ratus juta??? Pak han serius?" Ujar Sinta merasa kaget
"Ya,dua ratus juta sekali syuting,jika dalam seminggu saja kamu melakukan dua kali syuting berarti bayaran mu empat ratus juta_" ujar pak handoko menjelaskan
"Seminggu empat ratus juta,dalam sebulan aku bisa langsung kaya kalau gitu...waahhh gampang banget dong_" sinta mulai tertarik
"Jadi bagaimana? Apa kamu setuju dengan tawaran ku? Kesempatan tidak datang dua kali loh sin...jadi jangan sampai kamu menyia-nyia kan nya_"
Sinta terdiam,sepertinya dia mulai terpengaruh dengan ucapan pak Handoko.
"Oke pak han...aku terima tawaran mu!!!"
"Hahaha....good job Sinta,kamu memang gadis pintar,besok aku tunggu kamu di kantor ku,oke_"
Setelah menyelesaikan pembicaraan,Sinta mematikan sambungan telpon. Lalu dia berbaring di ranjang sambil memeluk ponsel nya.
"Ini memang jalan yang salah...tapi hidupku harus tetap berjalan,hanya ini satu-satu nya cara yang bisa menyelamatkan hidup ku...mas Dimas,setelah aku memiliki uang lagi,akan aku balas semua perlakuan mu kepada ku,tunggu saja waktu nya mas!!!" Gumam Sinta sambil tersenyum licik
*****
Di sebuah perkampungan terpencil
__ADS_1
"Tolong....tolong...!!! Teriak seorang wanita sambil berlari tunggang langgang karena di kejar oleh dua ekor anjing liar
Hah
Hah
Hah
Nafas nya ngos-ngosan,dia terus berlari kencang menghindari kejaran anjing liar tersebut. Dari kejauhan dia melihat sebuah gubuk yang terbuat dari tepas,tanpa fikir panjang dia langsung masuk kedalam nya.
Braakkk!!! pintu gubuk itu dia tutup sedikit kencang,membuat gubuk tersebut sedikit berguncang
"Hah...hah...sial!! Pakek di kejar anjing liar segala,untung saja gue langsung lari,kalau gak bisa-bisa kenak rabies gue_" ujar wanita tersebut sambil memegangi dada nya
Guukk!! Guukk !!! Terdengar suara gonggongan anjing tersebut semakin menjauh,membuat wanita itu merasa lega
"Pergi jauh loe anjing,kesel banget gue...dasar anjing sialan!!!" Gerutu wanita itu
Wanita tersebut tak lain adalah Maya. Dia dititipkan oleh Rio kepada salah satu kenalan nya yang tinggal di desa terpencil. Namun karena Maya tak terbiasa hidup di pedesaan yang masih sederhana,Maya memutuskan kabur dari sana,namun dalam perjalanan dia malah bertemu dengan dua anjing liar yang langsung mengejar nya tanpa ampun.
Akibat habis berlari kencang,badan Maya terasa lemas,tenggorokan nya pun terasa haus,namun di gubuk itu tak ada air sedikit pun.
"Haus banget gue... mana gak ada air disini,huh...apes banget sih nasib gue!!!" Gerutu Maya merasa kesal
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke gubuk tersebut. Maya langsung mengintip melalui lubang-lubang kecil di dinding gubuk itu,dia melihat seorang pria berpakaian lusuh sambil membawa cangkul sedang berjalan kearah gubuk tersebut.
Pria itu meletakkan cangkul nya di samping gubuk tersebut,kamudian dia mulai membuka pintu gubuk itu...
Alangkah terkejut nya pria tersebut mendapati ada orang asing di dalam gubuk nya...
"Sampeyan siapa? Ngapain di gubuk saya,sampeyan mau mencuri ya?" Tanya pria itu sambil menunjuk-nunjuk kearah Maya
"Mencuri kamu bilang? Hahaha ...apa yang mau saya curi,disini juga gak ada apa-apa kok...gubuk loe aja mau runtuh kayak gini_" cetus Maya mengejek pria tersebut
"Eh eh...sampeyan gak sopan ya,udah main masuk ke gubuk orang sembarangan,malah menghina pula,keluar sampeyan dari gubuk saya,cepat!!!" Pria itu terlihat sangat marah karena ucapan Maya,lalu dia mengusir maya dari sana.
"Ini juga gue mau pergi...dasar orang udik!!!" Cetus Maya kembali menghina pria itu,lalu dia beranjak keluar dari gubuk tersebut
"Dasar wong sinting!!" Balas pria itu mengatai balik Maya
Dengan ratu wajah masam,Maya berjalan menyusuri kebun singkong itu. Tak berapa lama diapun kembali menemukan jalan besar di desa tersebut.
Desa itu memang sangat jauh dari kota,jalan nya pun belum beraspal,walau begitu jalan nya terlihat bagus dan terurus,banyak perkebunan dan sawah mengelilingi desa tersebut.
__ADS_1
"Huh... udah jauh juga gue jalan,mudah-mudahan si asep itu gak nyariin gue,males banget gue tinggal di rumah nya yang sumpek itu,udah kecil,jelek lagi_" gerutu Maya menghina keadaan rumah asep
Asep merupakan orang yang pernah di bantu oleh Rio dulu. Asep pernah bekerja di kota sebagai kuli panggul di pasar tradisional. Dulu Asep mengalami perampokan,semua harta benda nya di ambil oleh rampok,bahkan uang gaji nya yang telah dia kumpulan untuk pulang kampung ikut raib di rampas perampok. Asep juga mengalami kekerasan fisik,Rio yang sedang perjalanan pulang dari luar kota tak sengaja melihat Asep yang sedang berjalan tertatih dengan luka memar di sekujur tubuh nya.
Karena merasa iba,Rio membawa Asep ke rumah sakit. Rio juga menunggui Asep disana,setelah Asep di obati,asep menceritakan semua yang baru saja dia alami. Lagi-lagi Rio merasa iba,dia lalu memutuskan untuk mengantarkan asep kekampung halamanya,bahkan Rio memberi kan sejumlah uang agar bisa di gunakan Asep untuk modal usaha.
"Matursuwun mas ...semoga kebaikan mas di balas Gusti Allah...kalau suatu saat mas butuh bantuan saya,insya Allah saya siap membantu mas_" ujar Asep sebelum Rio kembali ke kota setelah mengantar nya
"Aamiin...terima kasih doa nya sep. Gunakan lah pemberian saya sebaik-baik nya,tidak usah kembali ke kota,disana terlalu kejam buat orang sebaik kamu. Suatu saat mungkin saya akan butuh bantuan kamu juga... kalau gitu saya permisi dulu_" Rio berpamitan kembali ke kota. Cukup lama mereka tak berkomunikasi,namun takdir mempertemukan mereka kembali,Rio mendatangi rumah Asep untuk menitipkan sepupu nya sementara disana. Tentu Asep tak keberatan,dengan senang hati asep menerima kedatangan Maya di rumah nya.
Maya masih berjalan menyusuri jalan besar desa itu. Tampak kendaran lalu lalang di sana,hampir semua orang yang lewat merasa aneh melihat Maya,mereka tak pernah melihat Maya didesa itu,mereka berfikir Maya warga baru disana.
"Neng...mau kemana jajan sendirian?" Terlihat seorang pria menggoda maya,namun maya bersikap acuh
"Dasar kampungan!!" Gumam Maya terus berjalan tak menghiraukan pria tersebut
Namun pria itu malah memanggil teman-teman nya,mereka lalu beramai-ramai berjalan mendekati Maya. Melihat hal itu,Maya merasa panik,diapun langsung mempercepat langkah nya.
"Neng tunggu ...jangan cepat-cepat dong Jalannya,akang pengen kenalan neng_" teriak pria itu memanggil Maya,namun Maya tak perduli,dia terus berjalan menjauhi pada pria itu
Melihat mereka terus mengikutinya,Maya malah berbelok arah menuju sebuah gang di pinggir jalan. Maya berlari kecil,berharap menjumpai seseorang yang bisa menolong nya.
Namun lagi-lagi Maya bernasib apes,gang tersebut ternyata menuju ke pemakaman kampung. Tak ada satu pun rumah disana,hanya ada pepohonan dan tanaman bunga Kamboja di sekitaran makam tersebut.
"Hah...gimana ini,gue harus lari kemana lagi,ini kuburan semua_" maya merasa sangat panik
"Hahaha...neng..neng diajak kenalan baik-baik kok malah ngajak kekuburan,jangan-jangan neng minta di enakin ya hahaha..." ujar pria tersebut serempak,Mereka terkekeh melihat Maya ketakutan
"Jangan dekat-dekat,kalau gak gue teriak !!" Tutur maya dengan raut wajah ketakutan
"Teriak aja neng...paling orang mati yang denger,tapi mereka mana bisa idup lagi,ya gak bro???" Tukas pria itu lagi
Tanpa bisa menghindar,mereka semua berhasil menangkap Maya. Dengan sekuat tenaga Maya terus berontak,tapi tenaga nya tak cukup untuk melawan semua pria tersebut.
"Tolong....tolong...!!! Lepaskan gue,lepaskan,kalian mau apa...." Maya tampak ketakutan
"Hahaha...kita mau ngajakin neng ngerasain surga dunia...hahaha_"
Tubuh Maya pun mereka geret menuju ke arah semak belukar... Maya tak bisa melawan,sekuat apapun dia berontak tetap saja tak akan bisa lolos dari mereka.
"Rio...tolong aku,plis_" ujar maya dengan suara lirih sambil meneteskan air mata penyesalan
*Apakah Maya akan selamat? Tunggu kelanjutan nya ya...*
__ADS_1
******
*. Bersambung