
Lima bulan kemudian ....
Kini usia kandungan ratu sudah menginjak delapan bulan lebih. Menurut pemeriksaan terakhir yang di lakukan nya,PHL(prakiraan hari lahir) nya kemungkinan sekitar 2 Minggu lagi,bisa kurang ataupun lebih....
Hari-hari selama kehamilan ini,ratu lalui dengan cukup nyaman,Kevin perlahan mulai melunak walaupun masih kaku dan suka kerasa kepala...
Pagi hari ini cuaca sangat cerah,ratu yang mood nya lagi baik pun sekarang sedang duduk bersama William di taman samping mansion yang ada terdapat kolam ikan nya. Tempat ini paling favorit bagi ratu jika sedang ingin bersantai.
"Ratu..." Terdengar suara Kevin menyapa dari belakang ratu
Ratu pun langsung menoleh ,"ya Vin,ada apa?" Ucap ratu sambil tersenyum
"Aku ingin mengajak kamu dan William keluar,apa kamu mau?" Jawab Kevin sambil melirik William
"Tumben,ada angin apa ni_" ratu malah iseng menggoda Kevin
Kevin pun langsung salah tingkah,namun dia masih berusaha tenang ," nggak ada,cuma...itu...mana tau kamu pengen belanja _" ucap Kevin semakin salah tingkah
"Oh...gitu. kirain...?" Jawab ratu semakin menggoda
"Ya sudah kalau kamu gak mau,aku..."
"Aku mau kok..." Potong ratu sebelum Kevin selesai berbicara,dia sengaja ingin membuat Kevin kesal,ternyata berhasil
"Ya sudah...sekarang siap-siap,aku tunggu di luar _" jawab Kevin kemudian beranjak pergi menuju ke luar
Ratu pun mengajak william untuk bersiap-siap. William merasa sangat senang sekali,karna jarang sekali Kevin mengajak mereka ke luar. Bukan tanpa alasan,Kevin melakukan itu hanya untuk melindungi ratu dan William dari rencana jahat seseorang yang sangat Kevin kenali.
Setelah 15 menit bersiap-siap,ratu dan William pun sudah selesai. Dengan perut yang sudah membuncit,gerak ratu pun semakin sulit,tapi ratu masih terlihat sangat cantik,tubuh nya tetap normal hanya perut nya saja yang membesar.
Mereka berdua pun turun kebawah, terlihat Kevin sedang berdiri di teras sedang menunggu kedatangan mereka.
"Sudah siap..." Tanya kevin ketika melihat mereka berdua berjalan menghampiri nya
"Sudah...ayo kita berangkat sekarang _" jawab ratu tersenyum
Igor pun kemudian membukakan pintu mobil untuk sang majikan,setelah mereka semua masuk,Igor pun langsung tancap gas menuju mall terbesar di kota itu.
Setelah cukup lama berkendara,mereka akhir nya sampai ke mall yang di tuju. William sontak kegirangan tak sabar ingin cepat masuk ke dalam. Kevin pun dengan sabar menuntun William yang dengan girang menarik tangan Kevin.
"Beli lah apa yang kamu mau ratu_" ucap Kevin menoleh pada ratu
"Apa pun ? " tanya ratu
"Ya...apa pun ? "
"Oke...kalau gitu aku mau semua barang di toko itu_" ucap ratu sambil menunjuk sebuah toko tas dan sepatu branded
"Oke_" jawab Kevin kemudian langsung menuju toko yang di tunjuk oleh ratu
"Hah... Be-beneran Vin,kamu gak marah_" ratu tak menyangka jika Kevin benar-benar mengikuti kemauan nya,padahal tentu saja ratu hanya bercanda,dia bukan lah tipe cewek yang terlalu suka dengan barang-barang mewah .
"Kenapa tidak...mall ini pun bisa aku beli kalau kamu mau_" ucap Kevin jumawa
"Idih...sombong amat sih jadi orang_" jawab ratu tersenyum kecut
"Nggak percaya kamu _"
__ADS_1
"Percaya kok...kamu kan banyak uang ,hem_"
"Tuh kamu tau_"
Ratu seperti menemukan sisi lain dari seorang Kevin. Ratu semakin nyaman berada di samping Kevin,apalagi beberapa bulan ini Kevin tidak pernah lagi berlaku kasar pada nya. Namun antara mereka berdua belum ada kata-kata cinta yang terucap,kedua nya sama-sama pandai menyembunyikan perasaaan masing-masing.
"Selamat siang tuan dan nyonya,silahkan..." Sapa sang pramuniaga toko ketika kami hendak masuk ke dalam
"Tolong bungkus semua tas dan sepatu ukuran istri saya,semua mode dan warna yang ada_" ucap Kevin yang membuat semua pramuniaga melongo dan melirik satu sama lain
Aku pun tak kalah terkejut nya,Kevin benar-benar tidak bercanda dengan ucapan nya.
"Vin,itu berlebihan,tadi aku cuma becanda kok,nggak serius...lagi pula untuk apa barang sebanyak itu_" ucap ku pada Kevin sambil memegang lengan nya.
"Tapi aku gak becanda,lagipula hanya cuma untuk membayar barang-barang di sini,gak akan membuat aku miskin kok_" tanggap Kevin masih jumawa
"Tapi..."
"Sudah lah... Terima saja semua pemberian dari ku,anggap ini sebagai hadiah kehamilan mu_" ucap Kevin terus memaksa
"Ya sudah terserah kamu saja lah_" aku pun akhir nya mengalah,karna tak ingin berdebat di tempat umum seperti ini.
"Ini jadi di bungkus semua tuan_" tanya salah satu pramuniaga
"Ya jadi...tolong nanti di kirimkan ke alamat saya saja,ini kartu nama saya_" ucap Kevin sambil memberikan sebuah kartu nama kepada pramuniaga tersebut
"Baik tuan,terima kasih...nanti akan kami kirimkan.terima kasih sudah berbelanja di store kami_" jawab pramuniaga tersebut sambil tersenyum ramah
"Hem..." Jawab Kevin singkat
Setelah menyelesaikan pembayaran,kami pun keluar dari toko itu dan menaiki lift menuju lantai atas mall. Disana ada arena permainan anak,tempat favorit anak-anak seperti William.
William terlihat sangat bahagia berada di tempat itu,hampir semua jenis permainan dia mainkan. Kevin pun dengan sabar nya selalu menemani William yang aktif berlari-lari di sekitar arena itu. Dia pun terlihat sangat akrab ketika memainkan permainan bersama dengan William.
Setelah puas bermain,kami pun kembali turun ke bawah untuk menuju lantai dasar. Aku pun langsung menuju supermarket yang ada di lantai dasar tersebut. Kevin pun dengan sigap mengambilkan ku trolli untuk meletakkan belanjaan.
"Aku mau beli buah Vin,disana kayak nya banyak buah-buahan deh_" ucap ku pada Kevin
"Ya udah ayo kesana _" jawab Kevin sambil mendorong trolli
Kami pun berjalan menuju kesana,dan aku langsung memilih buah yang aku ingin beli. Setelah trolli penuh dengan segala macam buah-buahan segar,kami pun menuju kasir untuk membayar belanjaan .
"Udah cukup,atau ada yang ingin kamu beli lagi?"tanya Kevin menoleh pada ku
"Udah cukup Vin...kita langsung pulang aja ya,aku udah capek soalnya _"
"Ya sudah kalau gitu_"
Kami pun berjalan menuju keluar,Igor yang melihat kami sedang berjalan pun langsung berlari menghampiri. "Sini tuan,biar belanjaan nya saya yang bawa ke mobil _" ucap Igor sambil mengambil belanjaan yang sedang di pegang oleh Kevin,
Setelah belanjaan di bawa oleh Igor,Kevin pun hendak menggendong william,akan tetapi William malah menolak,dia ingin berjalan sendiri saja. Aku pun langsung menggandeng tangan William,sedangkan Kevin berjalan di samping nya.
"Ma...balon_" ucap William sambil menunjuk penjual balon di seberang jalan
"Iya,nanti kita beli kalau udah naik mobil ya,Soal nya penjual balon nya jauh di seberang jalan sana_" ucap ku pada William
William pun seketika merengek,dia tetap bersikeras ingin segera membeli balon tersebut.
__ADS_1
"Balon ...Willi mau balon huhuhu_" william terus merengek meminta balon itu ,bahkan dia menangis tersedu-sedu
"Ya sudah ...biar aku yang beli,kamu tunggu disini saja sambil menunggu Igor membawa mobil_" ucap Kevin kemudian berjalan menuju ke seberang jalan
Kevin berjalan dengan santai menuju ke arah jalanan,namun sewaktu dia hendak menyebrang tiba-tiba....
Ciiitt....
Braaakkk.....
"Kevin!!!!" Teriak ku ketika melihat tubuh Kevin tertabrak mobil yang melaju sangat kencang
Tubuh ku terasa lemas ketika melihat tubuh Kevin terpental...
"Igor ....Igor ...." Teriak ku ketika melihat mobil Kevin berjalan ke arah ku
Igor langsung menghentikan mobil nya tepat di depan ku. Igor langsung keluar dari mobil dan dengan refleks aku berikan william kepada Igor untuk di masukkan ke dalam mobil. Igor pun masih bingung kenapa aku terlihat panik seperti itu.
Tanpa fikir panjang ,aku langsung berlari ke arah jalanan dimana sudah banyak orang yang berkerumun disana. Igor terlihat berlari juga menghampiri ku,"nyonya,jangan lari,ingat nyonya sedang hamil _" ucap Igor memegang bahuku
"Igor...cepat bawa mobil kesana,Kevin...Kevin...di tabrak mobil_" ucap ku dengan tubuh bergetar
"Ya tuhan...tuan Kevin. Nyonya tunggu disini,biar saya ambil mobil,nyonya jangan kemana-mana_" ucap Igor kemudian berlari kembali menuju mobil
Aku sudah tak sabar ingin melihat kondisi kevin. Aku pun berjalan tergesa-gesa menghampiri kerumunan orang yang sedang melihat kecelakaan itu
"Tolong minggir _" ucap ku lirih
Orang-orang pun menatap ke arah ku,namun aku tak memperdulikan mereka semua. Aku terus berjalan menerobos kerumunan tersebut,dan sampai lah aku di mana terlihat seseorang sedang terbaring tak sadar kan diri dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Bagian kepala dan kaki Kevin penuh dengan lumuran darah. Hati ku sangat sakit melihat pemandangan itu.
"Keviiiinnn....huhuhu_" aku langsung memeluk tubuh Kevin sambil menangis sekeras- keras nya,tak memperdulikan begitu banyak orang yang sedang menatap ku
"Bangun Vin...bangun .jangan tinggalin aku vin_"
"Tuan Kevin ...ya tuhan!!!" Igor pun sama terkejut nya dengan ku.
"Nyonya,ayo kita langsung bawa tuan kerumah sakit,seperti nya tuan masih hidup,Nadi nya masih berdenyut tapi sangat lemah_" ucap Igor setelah memeriksa tubuh Kevin
"Iya Igor...ayo bawa Kevin,cepat igor_" desakku pada Igor
Igor pun langsung membopong tubuh Kevin. Dengan tubuh tegap seperti Igor,untuk membopong tubuh Kevin bukan lah hal yang sulit...
Kami pun langsung memasukkan tubuh Kevin kedalam mobil. Igor pun langsung tancap gas menuju rumah sakit terdekat.
Di tempat lain ...
"M*mpus kau keponakan tak tau diri... Mudah-mudahan saja kau langsung mati hahaha..."
Kecelakaan tersebut bukan lah hal yang tidak di sengaja,namun semua itu adalah rencana jahat om nya Kevin sendiri yaitu Danu. Dia membayar seseorang dengan mahal untuk melakukan perbuatan keji itu.
Danu sudah lama menunggu momen seperti ini. Momen ketika Kevin sedang sendiri tanpa bodyguard di samping nya. Dia mengirim seorang mata-mata untuk mengikuti kemana pun Kevin pergi.
Dan hari ini dia sudah berhasil membuat Kevin celaka tanpa harus turun tangan sendiri.
"Setelah kau mati,akan aku rebut semua yang kau miliki Vin,termasuk istri mu yang cantik itu,dan anak mu akan aku jadikan mafia sebagai penerus almarhum kakak ku_" ucap Danu tersenyum licik
*****
__ADS_1
*Bersambung