Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 26.


__ADS_3

Hari berganti hari,Minggu berganti Minggu,dan bulan pun ikut berganti...tak terasa sudah 2 bulan lebih ratu berada di villa milik Kevin tersebut... Hari hari yang ia lalui hanya sebatas berkeliling di area villa itu saja,hanya sekali ratu di ijinkan keluar dari villa untuk berkeliling ke kebun teh milik Kevin juga,itupun dengan pengawasan yang sangat ketat. Dia hanya di perbolehkan sendiri,sedangkan William di tinggal bersama bik Darsi juga penjaga di villa ...


Ratu sudah mulai bisa berdamai dengan situasi saat ini,walaupun hidup nya terkekang,namun disini dia merasa nyaman...jauh dari hiruk pikuk masalah yang sedang terjadi.


"Wah...ayu tenan si Eneng,pasti calon istri tuan muda ya_" cetus salah satu pemetik daun teh ketika ratu melintas di depan nya


"Sssttt... Jangan ngomong keras keras sampeyan atuh,liat tuh ada bodyguard tuan muda_" jawab pemetik yang berada di sebelah nya sambil memukul pundak pemetik itu pelan


Aku terkesiap mendengar kata kata wanita itu barusan...calon istri tuan muda? Maksud nya bagaimana? Aku benar benar bingung memikirkan pernyataan tersebut...


Setiap aku bertanya pada Igor,salah satu bodyguard yang selalu menjaga ku,dia hanya menjawab suatu saat aku akan tau...begitupun bik Ijah,dia juga menjawab dengan kata kata yang sama ...


Aku berdiri di balkon villa ini,disini bisa melihat pemandangan jauh lebih indah... Fikiran ku buntu,hanya bisa mensugesti diri sendiri jika aku harus jadi wanita yang kuat untuk anak ku William...


Eekkhheemm...


Suara dehemen seseorang membuyarkan lamunan ku,,, aku menoleh ke belakang,ternyata Igor sedang berdiri di sana...


"Ini ada kiriman dari tuan muda _" Igor memberikan 3 buah paper bag berlogo brand ternama,yang aku tau harganya pasti sangat mahal


"Apa itu Igor? Haruskah aku terima?" Tanya ku sedikit ragu


"Ya,kamu harus menerima nya,tuan muda menyuruh kamu mengenakan nya nanti malam,karna tuan muda akan kesini_" jawab Igor


"Hahh...benar kah? Jadi aku akan bertemu tuan kalian itu malam ini?"


"Ya... Jadi bersiap lah _"


Aku mengambil paper bag tadi dan Igor pun beranjak meninggalkan aku sendiri...


Entah perasaaan apa yang sedang aku rasakan saat ini... Akhir nya rasa penasaran ku akan terjawab malam ini,aku akan bertemu dengan orang yang sudah mengurung ku disini selama hampir 3 bulan...


Matahari pun sudah mulai tenggelam... Setelah menyuapi William makan,bik Ijah mengajak william menonton film kartun  di ruangan home teather yang ada di villa ini,,, sedangkan aku di suruh langsung bersiap siap di kamar


Entah dari mana datang nya 2 orang wanita cantik didepanku ,mereka mengaku di tugaskan oleh tuan muda untuk merias wajah ku,,,sungguh aku hanya bisa menurut tanpa bisa membantah sedikit pun .


Ternyata paper bag tadi berisi sebuah gaun berwarna Lilac,dengan ukuran sesuai dengan tubuh ku,panjang nya hanya sebatas lutut,dan tanpa lengan,sehingga mengekspose bagian leher ku...


Ku akui gaun nya sangat indah ...sangat cocok dengan warna kulit ku,dan satu hal yang paling aku sukai adalah warna nya merupakan warna favorit aku...


Isi paper bag yang lain adalah sebuah sepatu high heels berwarna senada tapi sedikit muda,dan paper bag terakhir ternyata berisi sebuah kotak perhiasan,dan setelah aku buka,isi nya sebuah kalung berlian yang sangat indah...


"Wah ...cantik sekali Kalung nya,pasti harga nya sangat mahal_" ucap salah satu wanita perias itu


"Iya...pasti tuan yang memberi ini sangat kaya Raya,beruntung deh kakak bisa punya calon suami setajir ini_" cetus wanita perias satu nya sambil tak berkedip melihat Kalung berlian itu


Aku hanya bisa tersenyum canggung mendengar ucapan mereka berdua,karna aku tidak tau harus menanggapi nya bagaimana... Aku saja belum pernah bertemu dengan tuan itu,bagaimana bisa aku jadi calon istri nya...


Tok ..


Tok...


"Sebentar_" jawab wanita perias itu,karna mendengar ada yang mengetuk pintu kamar ku


Ceklek...


"Apa semua sudah siap...tuan sudah menunggu di ruang makan _" ucap Igor


"Sudah... Semua sudah selesai_" jawab wanita itu


"Baiklah...kalian boleh pergi,supir akan mengantar kalian _" jawab Igor


Kedua wanita perias itu pun membereskan barang nya dan kemudian pergi dari kamar ku ...


"Ayo!!!" Igor mengajak ku keluar bersama nya


Seketika jantung ku mau copot dari sarang nya ...aku sangat takut,jika tuan yang mereka maksud punya tujuan buruk terhadapku dan juga William...

__ADS_1


Aku berjalan dengan perasaan gugup...mengikuti langkah Igor yang membawa ku menuju ruang makan...


Aku terus menundukkan kepala,takut rasa nya jika harus bertatap muka dengan orang asing...


Eeekkkhhemmm...


"Kenapa kamu terus menunduk?" Tanya seseorang setelah aku sudah berada di ruang makan


Aku seperti pernah mendengar suara ini...seperti tidak asing di telingaku... Aku pun memberanikan diri untuk mengangkat wajah ku,dan ...


"Haahh...ka-kau_" ucap ku terbata


"Kenapa,kamu kaget ?"


"Kevin..."


"Tepat sekali...aku Kevin. Silah kan duduk _"


Aku benar benar tidak percaya jika tuan yang mereka panggil itu adalah Kevin,orang yang pernah menolong ku dulu...


Aku masih berdiri di tempat ku,diam terpaku dengan apa yang ku lihat di depan ku...


"Duduk!!!" Ucap Kevin sedikit membentak


Aku terkesiap, dan dengan sedikit rasa kaget juga takut,akhir nya aku duduk di kursi makan tersebut...


"Kenapa kamu lakukan ini pada ku Kevin? Apa salah ku?_" ucap ku memberanikan diri


"Salah mu tidak ada,tapi papa mu yang bersalah _" jawab nya dengan nada dingin


"Maksud mu? Tanya ku tak mengerti


"Sudah lah...aku tak ingin membahas hal itu lagi,yang terpenting sekarang aku sudah berhasil mendapatkan mu_" jawab Kevin sambil menenggak minuman di gelas nya


"Apa mau mu sebenar nya Kevin? "


"Haahh... Kamu jangan mengada ngada Vin,aku tidak mau menikah dengan mu_"


"Aku tidak minta pendapat mu,,, jika aku bilang harus itu berarti harus...aku tidak suka di bantah !!!"


"Nggak...kamu gak bisa maksa aku Vin,aku berhak menolak nya_"


"Oke...kalau gitu kamu tidak akan bertemu lagi dengan anak kesayangan mu _"


"Maksud mu apa Vin...jangan sakiti anak ku Vin,aku mohon,dia tidak bersalah apa pun _"


Kevin seperti nya tak menghiraukan permohonan ku. Aku benar benar tak mengerti kenapa Kevin berbuat ini pada ku... Dia memaksa untuk menikahi ku,sedangkan aku tak memiliki perasaan apapun pada nya...


"Igor...!!!" Panggil Kevin


"Ya tuan ..." Igor langsung menghampiri Kevin


"Bawa William ke mobil ku_" perintah Kevin yang membuat jantung ku berdetak kencang


"Vin ...aku mohon jangan bawa William ,aku mohon Vin,,," aku sampai memohon pada Kevin sambil menangis terisak


"Aku tunggu keputusan mu seminggu ke depan...kalau kamu masih keras kepala,aku akan mengirim William ke asrama di New york,dan kamu tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi_" ucap Kevin


Kevin pun berdiri,dia berjalan menuju keluar villa ...


"Mama..." Panggil William yang sedang di Gendong oleh Igor


"Willi ...huhuhu_" aku menangis sejadi jadi nya melihat William di bawa oleh mereka


"Vin ...aku mohon jangan bawa William Vin,aku mohon..._" aku berteriak mengetuk ngetuk kaca jendela mobil Kevin


Kevin menurunkan kaca jendela mobil nya ...

__ADS_1


"Fikirkan baik baik ...aku tunggu keputusan mu_" ucap kevin sambil tersenyum dingin


Mobil pun melaju meniggalkan villa ini... Aku masih menangis histeris  melihat mobil yang membawa William semakin jauh ...


"Non ...jangan seperti ini. Yang tenang non,tuan muda tidak akan menyakiti den Willi _" ucap bik Ijah Sambil menenangkan diriku


"Ayo kita masuk non..._" bik Ijah memapah diriku membawa masuk ke dalam villa


Aku berjalan gontai sambil di papah oleh bik Ijah ...


Air mata ku tak bisa berhenti keluar sama sekali ...


"Kevin membawa William bik...hiks,,,hiks_" ucap ku sambil masih terisak


"Ya non...bibik ngerti perasaan non ratu. Tapi bibik pastiin,tuan Kevin tidak akan menyakiti den Willi kok,percaya sama bik Ijah ya_" ucap bik Ijah sambil mengelus pundak ku


"Sekarang non istirahat di kamar,non tenangin diri non dulu... Fikirkan apa keputusan non,tapi bik Ijah saranin lebih baik di terima saja tawaran tuan Kevin non,itu semua demi kebaikan non ratu dan juga den William_" ucap bik Ijah lagi


Aku belum bisa berfikir apa pun saat ini... Aku masih sangat sedih berpisah dengan William. Walaupun bik Ijah berulang kali mengatakan pada ku jika Kevin tidak akan pernah menyakiti William,tapi tetap saja aku sebagai ibunya merasa sangat cemas ...


Aku pun memutus kan masuk ke kamar,dan membaringkan tubuh ku di ranjang ... Mungkin karna terlalu lama menangis sehingga membuat diri ku mengantuk,dan terasa mata ini terpejam...


*****


Di mansion Kevin...


"Mama...huhuhu_" William terus menangis memanggil mama nya


Rombongan kevin sudah sampai di mansion nya... Igor masih menggendong william,dan sepanjang perjalanan William terus saja menangis ...


"Igor...sini bawa padaku anak itu _" ucap Kevin pada Igor


Igor pun lantas memberikan William pada Kevin...


"Sssttt...anak cowok tidak boleh cengeng,paham !!!" Ucap Kevin pada William dengan nada datar


"Kamu mau liat harimau,kelinci,atau ular? " Tanya Kevin pada William


Wiliam berhenti menangis ,menatap Kevin dengan wajah polos nya ...


"Halimau...auuunggh_" William berceloteh dengan nada cadel nya sambil menirukan suara harimau


"Hahaha ...iya harimau,kamu mau liat ?" Ucap Kevin sambil tertawa melihat tingkah lucu William


William menganggukkan kepala nya pertanda bahwa ia setuju ingin melihat harimau... Kevin pun dengan antusias membawa William menuju kandang hewan peliharaan nya yang ada di belakang mansion nya tersebut...


Kevin memang sangat suka memelihara binatang buas seperti harimau,ular,singa,bahkan buaya,menurut nya hewan hewan itu bisa jadi teman cerita jika dirinya sedang bersedih... Selain hewan buas tadi,dia juga memelihara hewan hewan lucu seperti kelinci,kucing,dan berbagai macam burung.


"Wah...halimau_" William mengeringkan mata nya melihat harimau yang sangat besar di sebuah kandang yang di lapisi dengan kaca bening


"Iya...harimau,namanya rembo_" tunjuk Kevin pada harimau yang dia beri nama rembo tersebut


William terlihat sangat antusias melihat begitu banyak nya hewan di ruangan yang berupa kandang tersebut... Dia tidak merasa takut sedikit pun,membuat Kevin semakin menyukai sosok william.


Setelah lelah berkeliling kandang peliharaan Kevin,William pun di bawa ke kamar yang sudah di siapkan untuk nya... Seperti anak kecil pada umumnya,William pun merasa mengantuk dan langsung tertidur di kasur empuk nya.


"Dimana dia sekarang ?!" Tanya Kevin pada seseorang di seberang telpon


"Ada di kamar nya tuan...kelihatan nya masih tidur_" jawab seseorang tersebut


"Baiklah... Suruh dia menelpon ku jika sudah ada keputusan _"


"Baik tuan..."


Kevin pun memutus kan sambungan telpon. Dia berdiri di balkon mansion nya sambil menenggak minuman kaleng yang ada di tangan nya...


"Kau harus menerima ku ratu,,,kau tidak punya pilihan lain...kau harus jadi pengantinku _" ucap Kevin sambil pandangan nya jauh memandang ke depan

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2