
Menurut pemeriksaan yang di lakukan ratu kemaren,kehamilan nya kini sudah memasuki trimester kedua. Perut nya pun sudah mulai kelihatan membuncit.
Menurut hasil USG yang di lakukan,ratu dan Kevin akan memiliki seorang anak perempuan. Itu berarti sebentar lagi William akan menjadi seorang kakak.
"Aku berangkat ke kantor dulu_" ucap Kevin pada ratu yang masih berbaring di tempat tidur nya.
"Ya sudah_" jawab ratu dengan muka malas.
Kevin menoleh ke arah ratu,dia bingung kenapa ratu bersikap lain hari ini. Ingin rasa nya Kevin bertanya,namun dia merasa gengsi,sehingga dia hanya diam dan langsung beranjak keluar dari kamar.
Kevin berjalan menuruni tangga menuju ruang makan. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering.
Tring....
Tring...
Kevin kemudian merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel tersebut. Dahi nya berkerut melihat di layar ponsel nya siapa yang sedang menelpon diri nya .
"Hallo_" jawab nya datar
"Vin,aku mau bicara hal penting sama kamu_" ucap seorang wanita di seberang telpon
"Bicara saja_" jawab kevin datar
"Aku mau minta tolong sama kamu,tolong kamu bantuin aku untuk membujuk mas Dimas agar dia mau menikahi ku_" ucap seorang wanita yang tak lain adalah sinta
"Apa hubungan nya sama aku,kamu lakukan saja sendiri_" jawab Kevin tak perduli
"Kamu kok gitu sih Vin,dulu aku udah bantuin kamu untuk dapetin ratu,dengan misahin dia dengan mas Dimas,sekarang aku minta bantuan,kamu malah menolak nya !!!" Ucap Sinta merasa kesal
"Kamu bantuin aku,karna aku bayar,jadi jangan pernah berfikir kalau aku ada hutang Budi sama kamu Sinta!!!" Jawab Kevin tak kalah kesal
"Vin,tolong bantuin aku sekali ini saja,aku lagi hamil sekarang Vin,gimana kalau anak ku lahir tanpa ayah_"Sinta akhir nya menurunkan intonasi suara nya
"Itu bukan urusan ku Sinta...kamu urus saja urusan mu sendiri_" ucap Kevin kemudian memutuskan sambungan telpon
Kevin sangat kesal dengan Sinta karna sudah lancang meminta bantuan seperti itu. Kevin bukan tipe orang yang suka melakukan suatu hal yang tak ada keuntungan bagi diri nya.
Setelah selesai berbicara dengan Sinta,Kevin pun memasukkan ponsel nya kembali ke dalam saku celana nya,dan kembali beranjak menuju ruang makan,namun tanpa dia sadari,semua obrolan nya barusan di dengar oleh ratu yang sedang berdiri tak jauh dari nya...
__ADS_1
"Kevin!!!" Panggil ratu dengan suara yang sedikit berteriak
Kevin seketika menghentikan langkah nya dan berbalik badan,menoleh pada sumber suara... Dirinya sangat terkejut ketika melihat ratu sedang menatap nya dengan tajam.
"Kamu... Sejak kapan kamu berada disana?" Tanya Kevin merasa panik
"Sudah dari tadi...sejak kamu mengobrol dengan perempuan si*lan itu_" ucap ratu sambil menatap kesal
"Apa yang aku dengar barusan semua nya benar Kevin?" Tanya ratu menatap lekat Kevin
"Apa maksud mu?" Kevin balik bertanya seakan dia tidak mengerti apa yang di maksud oleh ratu
"Jangan pura-pura tidak mengerti kamu Vin,aku yakin kamu sangat mengerti apa yang aku maksud_" ucap ratu dengan tatapan dingin
Melihat kevin yang tak mau bicara jujur,ratu pun berjalan menghampiri Kevin... Terlihat jika kedua mata ratu sudah berkaca-kaca.
Kevin masih diam di posisi nya,dia masih terlihat tenang,namun hatinya di penuhi dengan kekhawatiran.
"Vin...jawab aku,apa yang aku dengar tadi semua nya benar hah!!!" Bentak ratu ketika sudah berada tepat di hadapan Kevin
Kevin masih diam,tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Kevin,itu membuat ratu semakin kesal dan emosi.
"Iya...semua itu benar,lalu kamu mau apa hah!!!" Akhir nya Kevin menjawab
"Jadi...kamu... Tega kamu Vin,aku benci sama kamu_"ucap ratu sambil menetes kan air mata
"Apa salah aku sama kamu Vin,tega-tega nya kamu bersekongkol dengan wanita si*lan itu untuk menghancurkan rumah tanggaku dengan mas Dimas,hiks ...hiksss_"
"Kenapa kamu lakukan itu Vin,apa salah ku Sama kamu _"
Ratu merasa sangat hancur mengetahui kenyataan itu,ternyata keretakan rumah tangga nya adalah rencana jahat dari Kevin dan Sinta... Diri nya sangat menyesal karna waktu itu tak memberi kesempatan pada Dimas untuk memperbaiki semua nya. Ratu akui diri nya terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan untuk bercerai,padahal hati nya masih mencintai Dimas. Tapi semua nya telah terjadi,tak ada yang bisa di ubah lagi,ibarat kata Nasi sudah menjadi bubur.
Kevin tak menjawab pertanyaan ratu,dia lebih memilih melanjutkan langkah nya menuju ruang makan. Sedangkan ratu masih berdiri sambil terisak di posisi yang sama .
"Sudah lah... Belum saat nya kamu tau apa Alasan ku melakukan semua ini,sekarang duduklah disini,anak Ku yang ada dalam perut mu pasti sudah lapar_" ucap Kevin ketika sudah duduk di kursi makan
Ratu menoleh pada Kevin,air mata nya belum juga bisa berhenti mengalir,perasaaan yang di rasakan nya saat ini benar-benar hancur tak bersisa.
Melihat kevin yang seperti tak perduli dengan perasaan nya,ratu pun berjalan menaiki tangga untuk kembali menuju kamar nya.
__ADS_1
Saat ini diri nya benar-benar ingin menenangkan diri,terlalu banyak rahasia yang di sembunyikan Kevin dari diri nya,membuat hati dan fikiran nya bertambah sakit.
****
Di kediaman sinta....
"Sial...sial,aakkhhhh!!!" Gerutu Sinta merasa kesal
"Apa yang harus aku lakukan lagi jika mas Dimas masih belum mau menikahi ku sekarang,bagaimana nasib anak dalam kandungan ku ini,masak iya aku lahiran tanpa suami,apa kata orang-orang nanti _" ucap Sinta berbicara sendiri
Sinta sangat bingung karna dimas belum mau menikahi diri nya,padahal saat ini diri nya tengah hamil yang merupakan buah hati dari cinta satu malamnya bersama Dimas waktu itu.
Dimas masih kekeuh tak ingin menikah dengan Sinta,walaupun dia yakin anak yang di kandung Sinta itu adalah anak kandung nya ,namun di hati nya masih tersimpan nama ratu dan William,belum berubah sedikit pun.
Dimas masih yakin jika diri nya masih memiliki kesempatan walaupun tidak banyak,akan tetapi dia belum tau betapa kejam nya seorang Kevin jika orang lain mengusik kehidupan nya,tak peduli siapa pun itu pasti akan berakhir dengan nasib yang tragis.
Sudah berapa hari ini Sinta tak masuk kantor,karna dirinya suka tiba-tiba lemas,dan jatuh pingsan akibat kehamilan nya tersebut.
Dia pun hanya berada di rumah nya seharian full,tanpa ada kegiatan yang dia kerjakan.
Setelah menelpon Kevin barusan,dia pun berniat mencoba untuk menelpon Dimas,siapa tau Dimas sudah berubah fikiran.
Tutt...
Tuttt...
Tutt....
Sudah beberapa kali telpon itu tersambung,namun tak ada jawaban dari dimas. Entah Dimas sedang sibuk atau sengaja tidak menjawab nya,hal itu membuat Sinta semakin kesal dan emosi.
Sinta pun memutuskan untuk mengirim chat pada Dimas ...
(Mas,kalau kamu nggak mau nikahin aku,lebih baik aku mati saja. Aku akan minum racun,biar anak dalam kandungan ku pun ikut mati bersama ku,biar kamu di hantui rasa bersalah selama nya,karna sudah membunuh anak kandung mu sendiri!!)
Isi pesan dari Sinta buat Dimas. Sinta mengancam dimas,dengan mengatakan jika dia akan bunuh diri,kalau Dimas tak merubah fikirannya untuk segera menikahi nya.
Sinta sudah kehilangan akal,dia rela melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
*Bersambung
__ADS_1