
Setelah membuat kehebohan di toko jam tangan tersebut,kemudian Kevin mengajak ratu untuk segera pulang. Karna ratu sangat menginginkan jam tangan mahal itu sebagai kado buat Kevin,akhirnya Kevin memutuskan untuk membeli nya saja. Setelah melakukan pembayaran,merekapun langsung pulang.
"Kamu kok bisa disini Vin? Bukannya tadi kamu bilang lagi dikantor?" Tanya ratu penasaran
"Aku cuma mau mastiin saja,apa benar kamu mau kemall,aku...." Kevin gengsi untuk mengakui jika dirinya takut bila ratu di godain lelaki lain saat sedang sendirian
"Aku apa?" Tanya ratu polos
"Sudah lah...gak penting_" ujar kevin mengalihkan pembicaraan
Ratu pun tak ingin meneruskan pertanyaan nya. Sepanjang perjalanan ratu dan Kevin hanya diam tak mengobrol tentang apa pun. Tak lama,mereka sampai dirumah,karna tak melihat William dan Rachel di ruang santai,mereka berdua langsung menuju ke kamar mereka.
Pagi hari nya...
William sudah di antar oleh supir ke sekolah nya. Hari ini william berangkat pagi-pagi sekali,karna ada kegiatan outing class ke sebuah kebun binatang. Ratu pun sedari subuh sudah menyiapkan bekal untuk di bawa oleh Wiliam,karna William tak sempat sarapan. Setelah selesai mengurus putra kesayangan,selanjut nya ratu mempersiapkan sarapan untuk suami dan putri tercinta nya.
Tepat pukul 7 pagi,sarapan sudah tersaji di meja makan. Ratu pun sudah terlihat cantik dan wangi untuk menyambut sang suami di ruang makan tersebut. Namun yang terlihat turun dan menuju ke ruang makan hanya Kevin saja,karna rachel masih belum bangun.
"Mau sarapan apa Vin?" Tanya ratu pada kevin yang sudah dalam posisi duduk di kursi makan tersebut
"Mau burger saja,tapi jangan pakai saos,pakek mayonaise saja_" pinta Kevin pada sang istri
"Oke_" ratu langsung membuatkan keinginan sang suami
Kevin tampak lahap menyantap burger buatan sang istri,bagi nya apapun yang di masak oleh tangan ratu,semua pasti rasa nya enak.
"Vin...aku boleh ikut ke kantor mu nggak hari ini?" Ujar ratu di sela-sela kegiatan sarapan
"Tumben_" tanggap Kevin melirik sang istri
"Ya...pengen aja. Gak boleh ya,kalau gak bo_"
"Boleh..." sela Kevin sebelum ratu menyelesaikan ucapan nya
"Beneran...kalau gitu aku siap-siap dulu ya,kamu tunggu aku ya Vin_"
Ratu kemudian berlari menuju kamar nya untuk bersiap-siap. Dia sengaja hari ini ikut ke kantor Kevin,ratu ingin memantau langsung apa saja yang Kevin lakukan selama di kantor,dan yang paling utama ialah memantau gerak gerik bibit pelakor yang sedang berusaha menggoda Kevin.
Tap
Tap
Tap
Ratu turun dari tangga,karna Kevin sudah menunggu di teras rumah...
"Yuk Vin...aku sudah siap_" ujar ratu
Kevin berbalik badan kemudian melihat sang istri yang berjalan menghampirinya,sorot matanya seakan terhipnotis dengan kecantikan sang istri. Penampilan ratu berhasil menyihir seorang Kevin Wiratmaja,pria yang super dingin kepada tiap wanita,kini seperti kucing yang tunduk pada sang majikan.
"Vin ...kok malah bengong,ayok berangkat,entar telat loh_" ucap ratu membuyarkan lamunan Kevin
"Hem ...kita berangkat sekarang_"
Kevin kemudian membukakan pintu mobil untuk permaisuri nya. Setelah mereka berdua memasuki mobil,supir pun langsung tancap gas menuju ke kantor Kevin.
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan macet,akhirnya mereka sampai juga di kantor Kevin. Ini kali kedua ratu datang kesini,sehingga semua karyawan sudah mengenali wajah ratu.
Mereka berdua langsung melangkah masuk ke dalam kantor Kevin,dan entah apa yang merasuki ratu hari ini,dari luar tadi ratu menggandeng tangan Kevin dan bergelayut manja seakan ingin memamerkan pada semua orang jika dialah istri Kevin.
"Selamat pagi pak Kevin dan ibu ratu_" sapa karyawan serempak saat mereka berdua sudah berada di dalam kantor
__ADS_1
Semua karyawan tampak memulas senyum ramah pada kedua bos mereka,namun dari jarak yang tak begitu jauh,seorang wanita sedang menatap kemesraan ratu dan Kevin dengan raut wajah yang masam.
"Ngapain sih dia pakek ikut kekantor segala,nyebelin banget tuh janda!!!" Gerutu Maya terlihat cemburu melihat kemesraan kevin dan ratu
Lalu Maya merapikan penampilan nya,dan berjalan menghampiri Kevin dan ratu yang masih berdiri menyapa para karyawan.
"Selamat pagi pak Kevin dan bu ratu. Eemmm...tumben bu ratu ikut ke kantor,apa ada kepentingan kah?" Ujar maya basa basi
"Oh tidak ada apa-apa,hanya ingin ikut saja. Entah kenapa hari ini rasanya pengen dekat sama suami terus_" jawab ratu ingin memanas-manasi maya
"Oh begitu... semoga tidak menggangu pekerjaan pak Kevin ya,karna hari ini jadwal pak Kevin sangat padat,banyak meeting yang harus di lakukan_" ucap Maya menyindir ratu
"Ya ampun...kamu hari ini sibuk ya Vin,aku gak ganggu kamu kan? Tapi tenang,aku akan setia kok nungguin kamu sampek selesai bekerja_" balas ratu tak mau kalah
Kevin merasa aneh dengan sikap ratu hari ini,tapi Kevin tetap berusaha menghargai semua yang ratu lakukan.
Mendengar jawaban ratu,Maya sangat cemburu. Wajah nya tak bisa berbohong jika maya sedang menahan kesal. Tapi ratu tak memperdulikan nya sama sekali,malahan ratu sangat puas bisa mengerjai maya yang di curigai nya sebagai bibit pelakor.
"Yuk sayang...kita langsung keruangan kamu,aku mau istirahat_" ajak ratu sambil bergelayut manja di lengan Kevin
"Hem...ya sudah kita keatas. Igor...kamu jaga disini saja_" titah kevin pada bodyguard setia nya
"Baik tuan._" jawab igor
"Kami permisi dulu ya semua...selamat bekerja untuk kalian_" tukas ratu berpamitan pada semua karyawan di lantai tersebut
Maya semakin panas melihat Kevin memeluk ratu sewaktu masuk kedalam lift.
"Brengsek... pasti dia sengaja pamer kemesraan gitu di depan aku. Lihat saja,bukan Maya nama nya jika mudah menyerah,kita liat saja nanti ratu,siapa yang akan berada di ranjang Kevin,aku atau kamu!!!" Gerutu maya merasa geram.
Ting...
Pintu lift terbuka,Kevin dan ratu sudah sampai di lantai 9.
"Kenapa?apa kamu ada rencana lain bersama ku hari ini,jika ada aku bisa cancel meeting nya_" Kevin berjalan menghampiri ratu yang sedang duduk berselonjor kaki
"Vin...kamu mau apa? Ini di kantor loh,Jangan macem-macem_" tukas ratu mencoba mendorong tubuh Kevin yang sudah menindih nya
"Ini kantor ku...terserah aku mau melakukan apa. Dari tadi kamu yang sudah memancing ku ratu,dan sekarang aku ingin kamu_" Kevin langsung meny*mbar bibir ratu dan mel*mat nya sangat lembut
"Eemmmpphhh.... _" terdengar ******* dari mulut ratu.
Melihat ratu yang sangat menikmati c*umannya,Kevin tak menyia-nyiakan kesempatan. Tangan Kevin langsung menggerayangi seluruh tubuh ratu,sampai ke pusat inti. Perlahan Kevin menurunkan lengan baju ratu sampai ke batas d*da,setelah itu kevin pun melepaskan pengait br* yang menyanggah gunung kembar ratu.
Kini gunung kembar ratu sudah tak berpengaman lagi,Kevin pun dengan sangat nafsu menghis*p dan menjil*ti gunung sintal tersebut,membuat seluruh tubuh ratu menggeliat bak cacing kepanasan.
Setelah puas bermain disana,Kevin langsung melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuh nya. Kemudian menarik kain segitiga berwarna hitam yang menutupi lubang surgawi milik ratu.
Dengan nafsu yang sudah memuncak,Kevin langsung memasuki pusaka nya kedalam lubang inti miliki ratu yang selalu membuat dirinya candu tersebut...
"Eemmmpphhh...aaahhhhh_" ratu terus mend*sah ketika Kevin terus menghujam milik nya
"Aaahhh....Vin...aku sudah mau keluar_" ucap ratu di sela-sela goyangan maut Kevin
"Tahan sayang...kita keluar sama-sama. Punya mu sungguh nikmat ratu..." racau Kevin
"Haahh....haaahhh....._"
"Vin...aku sudah tidak tahan...."
"Kita keluarin bareng-bareng ya_"
__ADS_1
"Aaaakkkhhhh........"" lenguhan panjang meluncur begitu saja dari mulut mereka berdua.
Kevin dan ratu sudah sama-sama *******. Mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.
Terlihat keringat membasahi tubuh mereka berdua. Sofa itu menjadi saksi buas nya b*rahi kedua sejoli tersebut.
"Ternyata seru juga ya main di sofa gini,apalagi di main nya di kantor...berasa kayak Dejavu gitu,hehehe_" seloroh ratu sambil memeluk tubuh kekar sang suami
Cup
"Setiap hari saja kamu ikut aku ke kantor,biar bisa begini terus_" ucap Kevin setelah mengecup pipi sang istri
"Hiiissss....itu sih mau nya kamu_" ratu mencubit pinggang Kevin pelan
Cup!! Cup!!!
Kevin menc*um seluruh wajah ratu dengan gemas. Bagi nya memiliki istri seperti ratu adalah kebahagiaan yang tak bisa di tukar dengan apapun. Walaupun banyak wanita yang lebih cantik dan sexy dari ratu,dirinya tak akan berpaling,cinta dan hidup nya hanya untuk ratu.
Di rumah Dimas dan Rita...
"Rit...apa Sinta sudah sarapan dan minum obat?" Dimas sedang bersiap-siap berangkat ke restoran nya,namun sebelum berangkat,dia ingin memastikan jika Rita sudah merawat Sinta dengan baik atau tidak
"Sudah dim...tapi sinta cuma makan sedikit,katanya gak selera makan_" jawab Rita sambil merapikan tempat tidur nya
"Apa kamu tidak ada rekomendasi vitamin yang bagus untuk mempercepat kesembuhan Sinta,biar dia bisa pulih kembali seperti dulu?"
"Nanti aku coba tanyakan pada teman ku yang di bidang farmasi,karna aku tidak terlalu paham tentang obat-obatan dim_" ujar rita
"Ya sudah....sekalian kamu tanyakan juga obat untuk penyubur kandungan,siapa tau bisa cepat bikin kamu hamil,jangan sampai keduluan Sinta,karna aku sudah tak sabar ingin memiliki anak lagi_" cetus Dimas yang langsung membuat wajah rita berubah sedih
"Ya dim...nanti aku tanyakan sekalian_" jawab Rita menutupi kesedihan nya
"Ya sudah...kalau gitu aku berangkat dulu,tolong jagain Sinta ya,baik-baik kalian dirumah_"
Setelah berpamitan dengan rita,Dimas langsung berangkat ke restoran nya. Rita masih kefikiran dengan ucapan Dimas barusan,kenapa selalu saja terasa sakit,padahal Dimas sudah sering mengulangi kalimat itu. Dimas tak pernah berubah,selalu saja memojokkan Rita pasal keturunan,padahal Rita sudah cek kandungan ke dokter Yudi,dokter spesialis kandungan,dokter mengatakan tak ada kelainan atau apapun yang dapat menghambat kehamilan pada rahim Rita. Hanya saja mungkin tuhan belum mau menitipkan janin di rahim Rita tersebut.
Tok!!! Tok!!!
Saat rita larut dalam lamunan nya,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya.
Ceklek...
"Sinta...ada apa?" Tanya Rita pada Sinta yang sedang berdiri di depan kamar Rita
"Gak ada apa-apa rit,aku cuma bosan saja dikamar. Oh ya kenapa wajah kamu kelihatan sedih begitu,apa kamu bertengkar dengan mas Dimas?" Tanya Sinta penasaran
"Oh nggak kok... aku cuma kecapek an saja,sedikit tidak enak badan,jadi nya agak lemas_" jawab Rita menyembunyikan yang sebenar nya
"Syukur lah kalau begitu... aku kira kamu stres karena belum juga hamil!!!"
Degh!!!
Rita kaget mendengar ucapan Sinta barusan,kenapa Sinta bisa tau masalah yang sedang rita hadapi dengan Dimas,apa Sinta tadi sempat menguping pembicaraan mereka berdua.
"Maksud kamu apa sin? Kok kamu ngomong gitu_"
"Tidak maksud apa-apa,cuma aku mau bilang,jika aku masih bisa memberikan mas Dimas keturunan kalau kamu tak bisa melakukan nya,tapi aku sedih jika itu terjadi,pasti kamu akan di campakkan oleh mas Dimas_" cetus Sinta
Rita semakin terbelalak mendengar omongan dari mulut sinta. Begitu pedas dan berhasil membuat panik hati Rita membayangkan itu semua terjadi.
* * * * * *
__ADS_1
*. Bersambung