Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 39. Double POV


__ADS_3

Sinta sangat emosi ketika telpon bahkan chat nya tak di respon Dimas sama sekali. Dia berfikir jika Dimas sengaja melakukan itu untuk menghindar darinya,sehingga terbersit di fikiran nya rencana buruk supaya bisa mendapat simpatik dari Dimas.


Setelah mengirim kan sebuah pesan pada Dimas,Sinta kemudian mengambil sebuah botol yang berisikan cairan pembasmi serangga."aku benci sama kamu mas,lebih aku mati bersama anak ini,daripada harus melihat mu bersama wanita lain", gumam Sinta sambil mulai membuka tutup botol tersebut...


Perlahan Sinta mulai membuka tutup botol tersebut. Dia menangis sambil menggenggam erat botol itu,berusaha mengumpulkan keberanian untuk melakukan tindakan konyol tersebut...


"Huuffftt.... Apa aku harus mati dulu,baru kamu akan menyesal mas_" gumam Sinta sambil menghela nafas


"Maafkan mama ya nak,mama terpaksa ngelakuin ini,daripada mama harus menanggung malu gara-gara hamil tanpa seorang suami,mama gak sanggup nak_"ucap Sinta lirih


Sinta mengangkat botol yang sudah terbuka itu perlahan kearah mulut nya. Walaupun merasa sedikit takut,namun dia sudah terlanjur mengatakan pada Dimas jika dia akan bunuh diri.


Dengan tangan gemetar,Sinta akan menuangkan cairan itu kedalam mulut nya,akan tetapi tiba-tiba...


Tok...


Tok...


"Sinta...buka pintu nya !!!" Teriak seorang pria dari luar rumah Sinta


Sinta seketika terkejut mendengar suara seorang pria yang sangat dia kenali. Diapun merasa jika rencana nya sudah berhasil menarik simpatik seorang Dimas.


"Sinta ...buka pintu nya aku bilang.jangan bodoh kamu sin!!!" Teriak Dimas lagi dengan suara yang semakin keras


Doorrr...


Doorrr...


Dimas bahkan menggedor pintu rumah sinta semakin kuat,karna merasa kesal pada Sinta yang tak kunjung membuka pintu tersebut.


Jika keadaan diluar sana di penuhi dengan perasaan cemas oleh seorang dimas,berbanding terbalik dengan sinta yang tersenyum senang di dalam sana. Dia sudah terlanjur melangkah sejauh ini,oleh karna itu diapun tetap melanjutkan drama nya untuk melakukan aksi konyol tersebut.


Dengan rasa yakin,dia pun langsung menenggak sedikit cairan itu kedalam mulut nya,dan sisa nya dia tumpah kan semua ke lantai,seolah cairan tesebut sudah habis dia tenggak semua .


Braakkk....


Jedeerrrr....


Dengan usaha yang keras,Dimas pun berhasil mendobrak paksa pintu rumah Sinta. Mata nya pun berpendar ke seluruh sudut ruangan rumah Sinta,namun yang dia cari tak di temukan sama sekali.


Dimas pun tak kehabisan akal,dia pun langsung berlari menuju kamar Sinta yang berada tak jauh dari ruang tengah dirumah tersebut.


Ceklek...


Mata Dimas sontak terbelalak melihat pemandangan mengeringkan di hadapan nya. Terlihat Sinta sudah terbaring di lantai dalam keadaan pingsan. Dimas langsung berlari menghampiri tubuh Sinta berada.


"Sinta....bangun sin,ya tuhan kenapa kamu bodoh sekali_" ucap Dimas dengan keadaan panik


Dimas melihat di tangan Sinta masih terdapat sebuah botol yang isi nya sudah tumpah semua ke lantai. Seketika jantung Dimas pun berdetak kencang,setelah mengetahui cairan apa yang sudah di minum oleh Sinta.


Tanpa fikir panjang,Dimas kemudian membopong tubuh Sinta untuk segera di bawa kerumah sakit. Dimas tak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan Sinta,apalagi kondisi Sinta sekarang sedang mengandung anak kandung nya.


Dengan langkah tergesa-gesa ,Dimas menggendong tubuh Sinta menuju mobil dimas yang terparkir di depan rumah Sinta. Setelah sampai,Dimas langsung memasukkan tubuh Sinta ke dalam mobil,lalu tanpa mengulur waktu dimas pun langsung tancap gas menuju rumah sakit.


Setelah perjalanan yang cukup jauh,akhir nya Dimas pun sampai ke rumah sakit yang di tuju. Dimas langsung menuju ke loby UGD rumah sakit. Dimas langsung keluar dari mobil dan berlari memanggil perawat untuk mengambil kan brankar. Tubuh Sinta langsung di letakkan di brankar yang sudah di ambil perawat,dan langsung di dorong menuju ruang UGD rumah sakit .

__ADS_1


"Maaf pak...tunggu di luar saja,pasien biar kami yang tangani_" ucap seorang perawat setelah sampai di depan ruang UGD


"Baik sus,tolong lakukan yang terbaik untuk pasien_" jawab Dimas masih merasa cemas


Perawat tersebut hanya mengangguk kemudian masuk kedalam ruangan dan langsung menutup pintu.


Dimas hanya bisa menunggu di luar ruangan dengan hati yang sangat cemas, dia sangat takut jika hal buruk akan terjadi pada Sinta dan kandungan nya.


Sudah hampir 20 menit lebih Sinta berada di dalam ruang UGD,namun belum ada tanda-tanda seseorang keluar dari dalam sana untuk menjelaskan keadaan sinta.


"Ya tuhan...semoga Sinta dan kandungan nya baik-baik saja,aku akan sangat berdosa jika..." Dimas tak sanggup berfikir lebih jauh lagi pada kondisi Sinta saat ini,dia hanya bisa berdoa semoga semua nya baik-baik saja.


Tak terasa butiran bening jatuh dari Mata Dimas... Dia sangat menyesali sikap egois nya yang tak mau bertanggung jawab atas kehamilan Sinta,padahal dia sadar yang ada di rahim Sinta tersebut merupakan anak kandung nya.


Setelah satu jam menunggu,akhir nya pintu ruang UGD terbuka,dan terlihat dua orang keluar dari dalam sana,yang kemungkinan itu adalah dokter dan seorang perawat.


"Dok...gimana kedaaan Sinta dok?" Tanya Dimas tak sabaran


"Maaf,apa bapak ini keluarga pasien?" Dokter itu balik bertanya


"Iya dok,saya keluarganya..." Jawab Dimas terpaksa berbohong


"Baiklah,bisa ikut saya sebentar,ada yang ingin saya jelas kan _" ucap dokter tersebut


"Bisa Dok_" jawab Dimas


Dokter tersebut kemudian mengajak dimas untuk menuju ruangan nya.


"Silah kan duduk bapak_"


"Dimas dok...nama saya dimas" ucap dimas memberitahukan nama nya.


Dimas pun kemudian duduk di kursi yang di sediakan. Dia merasa sangat deg-deg an dengan apa yang akan di sampaikan oleh sang dokter .


"Begini pak Dimas. Seperti nya pasien baru saja menenggak cairan yang mengandung zat kimia berbahaya. Itu sangat berpengaruh buruk khusus nya pada janin yang di kandung oleh pasien saat ini_"  dokter menjeda ucapan nya


"Lalu bagaimana keadaan sinta sekarang dok,apa janin nya masih bisa di selamat kan?" Tanya Dimas panik


"Syukurlah keadaan pasien tidak terlalu parah,dan bayi nya juga selamat,karna dosis yang masuk kedalam tubuh pasien hanya sedikit. Saya sudah memberikan obat untuk mendetoks cairan kimia tersebut,mudah-mudahah setelah cairan kimia tersebut keluar semua,pasien bisa pulih kembali_" lanjut dokter menjelaskan


Seketika Dimas merasa sangat lega,yang di takutkan akhir nya tidak terjadi.


"Alhamdulillah ... Makasih banyak dok" ucap Dimas merasa senang


"Sama-sama pak dimas,itu sudah tugas kami sebagai petugas medis. Untuk sementara pasien harus di rawat inap dulu,karna saya perlu melakukan observasi terhadap kondisi pasien,dan saya juga akan meminta dokter spealis kandungan untuk memantau janin pasien_" ucap dokter tersebut


"Baik dok,tolong lakukan yang terbaik,yang terpenting Sinta dan juga janin yang di dalam rahim nya baik-baik saja. Saya permisi dulu ingin mengurus administrasi,sekali lagi saya ucapkan terima kasih dok_" ucap Dimas mengulurkan tangan untuk mengucap kan terima kasih pada sang dokter


Setelah cukup lama berada di ruangan dokter,Dimas pun pamit undur diri. Dia ingin menuju ruang administrasi untuk mengurus segala keperluan rawat inap Sinta .


Setelah semua selesai,dimas langsung menuju ke kamar rawat Sinta,yang tadi sempat di beritahukan oleh perawat jika Sinta sudah di pindahkan di kamar rawat VIP 2...


Dimas pun langsung menaiki lift untuk menuju lantai 3 rumah sakit ,karna kamar VIP 2 berada di sana.


Dimas pun akhir nya sudah berada tepat di pintu kamar yang bertuliskan VIP 2...

__ADS_1


Ceklek...


Dimas membuka pintu,dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut . Di lihat nya Sinta masih terbaring belum sadar kan diri di kasur dengan selang infus terpasang di tangan nya.


Dimas pun menghampiri ranjang Sinta,dan berdiri tepat di samping  nya.


"Sinta...Sinta. kenapa kamu nekat sekali,apa kamu gak fikirin anak yang ada di kandungan mu ,hah_" ucap Dimas berbicara sendiri


Sewaktu Sinta menelpon nya tadi,dimas sudah dalam perjalanan menuju rumah sinta, dia tak mengangkat telpon dari Sinta,karna sedang fokus menyetir. Sebenar nya dimas ingin membicarakan tentang masalah nya dengan Sinta,namun kejadian ini malah lebih dulu terjadi. Sekarang Dimas hanya bisa menunggu sampai keadaan sinta pulih seperti sedia kala ,baru dia akan kembali mengutarakan niat nya pada Sinta .


*****


Di mansion Kevin...


"Ratu...buka pintu nya !!! Teriak Kevin dengan suara keras


"Aku gak mau buka pintunya...aku benci sama kamu Vin,kamu manusia terjahat yang pernah aku kenal,aku benci sama kamuuuuu!!!" Teriak ratu dari dalam kamar nya


Ratu mengunci diri nya didalam kamar sudah seharian penuh. Dia tak ingin makan atau keluar dari kamar tersebut. Dia sengaja melakukan itu untuk menuntut keinginan nya agar bisa minta cerai setelah anak yang di kandung nya lahir.  Namun tentu saja Kevin menolak nya,tak mungkin Kevin mau memenuhi kemauan ratu tersebut.


Ratu sudah menyembunyikan semua kunci cadangan kamar kevin tersebut,agar Kevin tak bisa membuka pintu tersebut. Akan tetapi Kevin bukanlah orang yang dengan mudah di kalahkan,dia punya seribu cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Igor,cepat ambil gergaji mesin!!!" Ucap nya pada Igor


"Baik tuan_" Igor langsung berlari melaksanakan perintah sang tuan


Tak lama kemudian,Igor sudah kembali dengan membawa gergaji mesin di tangannya.


Dreeeng....


Dreenggg....


Gergaji mesin pun langsung di nyalakan,suara nya yang berisik langsung terdengar oleh ratu di dalam sana...


"Ya tuhan... Suara apa itu_" ucap ratu panik


Belum sempat ratu melangkah,tiba-tiba pintu sudah terbelah dua,Kevin sudah berhasil membuka paksa pintu tersebut menggunakan gergaji mesin.


"Aaakkkhhhh...." Teriak ratu melihat pintu sudah tak berbentuk lagi


Kevin kemudian mematikan mesin tersebut,dan memberikanya pada Igor.


Dengan tatapam tajam,Kevin berjalan menghampiri ratu yang masih diam terpaku melihat pemandangan di depan nya.


"Kamu sudah membuat ku marah,jadi terima hukuman nya sekarang !!!" Ucap Kevin sinis


"Ka-kamu mau apa Vin?" Tanya ratu dengan suara bergetar


"Kamu akan tau nanti _" ucap Kevin sambil menarik kasar tangan ratu


Dengan langkah terseok,ratu mengikuti langkah Kevin yang sangat cepat. Entah mau di bawa kemana dirinya sekarang,yang pasti bukanlah sesuatu yang baik seperti nya.


*Bersambung


Jangan lupa follow akun FB author ya 'Dianaolvanby'

__ADS_1


Terima kasih banyak sayang-sayang ku *


Love you all_


__ADS_2