
Akhir nya Sinta sadar kan diri,namun kondisi nya masih terlihat lemah. Aku selalu menyempatkan waktu untuk datang ke rumah sakit,hanya untuk menemani Sinta,karna aku merasa bertanggung jawab atas musibah ini...
"Mas Dimas..." Tegur Sinta sewaktu aku sedang fokus mengerjakan pekerjaan kantor dilaptop ku
Aku pun langsung mengalihkan pandangan ku kearah Sinta,"ada apa sin,apa kamu perlu sesuatu?" Tanyaku pada nya.
"Nggak mas,tapi..." Jawab Sinta dengan wajah lesu
Akupun mengerti dan langsung menghampiri nya."katakan,apa ada yang mau kamu omongin?" Tanya ku setelah duduk di kursi sebelah ranjang Sinta
"Aku mau kita nikah sekarang juga_" ucap Sinta yang membuat aku terkejut
"Maksud kamu? Kamu masih sakit Sinta,masalah itu bisa kita omongin nanti,setelah kondisi kamu membaik ya_" ucap ku memberi pengertian
"Nggak...aku mau sekarang,aku takut kamu berubah fikiran,pokok nya kita harus menikah secepat nya,bukankah kamu sudah berjanji mas?" Jawab Sinta terus memaksa
Aku memang sudah mengutarakan niat ku untuk segera menikahi Sinta,itu bentuk rasa tanggung jawab ku terhadap perbuatan khilaf ku pada nya,namun bukan sekarang,melainkan nanti jika Sinta sudah keluar dari rumah sakit,dan kondisi nya sudah sembuh total.
"Tapi Sin..." Aku merasa bingung sehingga tak meneruskan ucapan ku
"Sekarang kamu panggil saja penghulu kesini,minta ijin pada pihak rumah sakit,aku gak apa-apa kok meski nikah sederhana saja,yang penting kita segera sah menjadi suami istri_" ucap Sinta terus memaksa
Aku merasa bingung,haruskah aku menuruti kemauan sinta? Jujur,jauh di lubuk hatiku paling dalam,masih terpahat nama seseorang yang belum bisa aku lupakan hingga saat ini,namun aku juga tak ingin menjadi lelaki pengecut yang lari dari tanggung jawab. Setelah berfikir cukup lama,akhir nya aku memutuskan untuk menuruti permintaan Sinta.
"Baik lah...kita akan menikah sekarang. Kamu tunggu disini dulu,biar aku urus semua keperluan pernikahan kita_" jawab ku
"Makasih ya mas ...aku janji akan menjadi istri yang baik buat kamu_" ucap Sinta tersenyum senang
"Heemmm...aku pergi dulu sebentar _" jawab ku berusaha tersenyum,kemudian beranjak keluar dari ruangan tersebut
Ceklek...
Aku menutup kembali pintu ruangan tersebut setelah berada di luar,ketika aku ingin melangkah,mata ku sempat melirik ke kamar yang tak jauh dari sini,aku melihat seorang pria berbadan tegap yang sedang berdiri di depan sebuah kamar yang tertutup rapat."aku seperti pernah melihat pria itu,tapi di mana ya?" Ucap ku dalam hati."ah,entah lah,aku lupa,mungkin hanya mirip saja_"gumam ku lagi,kemudian meneruskan langkah ku untuk mengurus segala keperluan pernikahan ku dengan Sinta
Aku pun menghubungi seorang penghulu yang tinggal di sekitaran rumah ku,dia pun setuju dan juga akan membawa beberapa orang untuk menjadi saksi nanti. Karna pernikahan ini mendadak,jadi untuk sementara di lakukan secara sirih dulu,semua dokumen resmi akan aku urus setelah kondisi nya normal.
Aku pun memutuskan untuk pergi ke toko pakaian yang terletak tak jauh dari area rumah sakit. Aku ingin membeli kemeja putih dan sebuah peci,tak lupa aku juga membelikan sebuah gamis berwarna cream untuk di kenakan oleh Sinta saat ijab Qabul nanti...setelah semua nya dapat,aku pun kembali kerumah sakit untuk meminta ijin pada pihak rumah sakit,berharap jika mereka pun bisa ikut membantu juga untuk menyiapkan segala keperluan nya.
Setelah sampai di pusat informasi rumah sakit,aku pun menjelaskan kondisi yang aku alami pada mereka,aku meminta ijin untuk melakukan ijab Qabul secara sederhana di ruang rawat Sinta,Alhamdulillah pihak rumah sakit mengijinkan nya,malah beberapa perawat wanita berinisiatif untuk membantu ku mempersiapkan Sinta,seperti mengganti pakaian dan merias Sinta agar kelihatan segar.
Aku merasa sangat lega,segala sesuatu nya di perlancar. Semua persiapan pun sudah lengkap,penghulu dan beberapa orang yang akan menjadi saksi pun sudah tiba. Sinta pun sudah berganti pakaian,dan wajah nya terlihat segar setelah di rias sedikit oleh para perawat tadi sehingga tidak kelihatan pucat...
__ADS_1
"Bisa kita mulai sekarang pak dimas_" tanya pak penghulu pada ku
"Insya Allah bisa pak,saya sudah siap_" jawab ku sambil menghela nafas
"Baiklah kita mulai sekarang ijab Qabul nya_"
"Saudara Dimas Prasetya, saya nikahkan engkau dengan Sinta Larasati binti danar hermawan dengan mahar seperangkat alat sholat beserta uang tunai sebesar lima juta rupiah,dibayar tunai _"
"Saya terima nikah nya Sinta Larasati binti danar hermawan dengan mahar tersebut di bayar tunai_"
"Bagaimana saksi..."
"Sah...
"Sah...
Semua orang mengucapkan hamdalah,karna acara berjalan lancar,akan tetapi tiba-tiba pintu kamar yang hanya tertutup setengah tadi terbuka dan seorang wanita yang sangat aku kenal menerobos masuk...
"Mas Dimas...." Ucap nya sambil menoleh pada ku dan Sinta
"Ratu...."
Kulihat ratu berdiri sambil meneteskan air mata di pipi nya,secara refleks aku pun berdiri ingin berlari menghampiri ratu,namun Sinta menarik tanganku,"ingat mas,kamu sekarang suami ku_" ucap nya sambil menatap ku tajam . Akupun tersadar jika yang di ucapkan Sinta adalah benar. Kini statusku adakah suami nya,jadi aku tak bisa berbuat apa-apa.
Ratu masih diam menatap ku,dan seorang pria menghampiri nya dan menarik tangan nya mengajak untuk pulang. Pria itu tak lain adalah kevin,seorang pengusaha sukses yang berhasil menggantikan posisi ku menjadi suami ratu... Aku masih cemburu melihat Kevin dengan mesra nya menyentuh tangan ratu,entah kenapa hati ini sangat sakit.
"Ayo kita pulang sekarang _" ucap Kevin menarik tangan ratu dan ratu pun menurut,mereka langsung melangkah meninggalkan ruangan ini.
Aku baru ingat,pria yang berbadan tegap tadi adalah bodyguard nya Kevin. Tapi mengapa dia berdiri di depan ruangan itu,apa Kevin atau ratu yang sedang di rawat disana,atau mereka habis menjenguk seseorang... Aku merasa penasaran,tapi semua itu bukan lah urusan ku lagi,karna sekarang status kami sudah berbeda.
*******
Di tempat lain
"Kep*rat kamu Kevin,benar-benar keponakan tak tau diri... Awas saja,aku akan membalas semua ini!!!" Teriak seorang pria sangat emosi
"Untung saja aku berhasil mengamankan beberapa aset berharga,ini semua pasti cukup untuk melancarkan rencana ku. Kevin sudah menghancurkan usaha ku,merebut harta yang dulu aku curi dari almarhum papa nya. Tapi untung nya aku tidak bodoh,aku masih memiliki banyak uang. Aku bersumpah akan membalas dendam dengan mu Vin,aku akan buat hidup mu lebih hancur,tak perduli kau adalah keponakan ku,akan aku rebut kembali hartaku,bahkan istri mu yang cantik itu akan jadi milikku,dia akan aku jadikan pemuas n*fsu ku di ranjang ,hahaha....." Ucap Danu sambil terbahak
Danu terpaksa melarikan diri dan pergi ke suatu tempat yang begitu jauh untuk sementara waktu. Kevin sudah membakar pabrik minuman keras milik Danu,dan mengambil sebagian aset yang dulu pernah di curi oleh danu dari papa nya. Danu ketahuan oleh Kevin yang sudah berani berbuat curang di salah satu cabang perusahaan yang di percayakan pada Danu. Bukan nya mengelola dengan baik,Danu malah menyelewengkan banyak uang perusahaan untuk dia membuka pabrik minuman keras.
Kevin curiga karena keuntungan makin lama semakin sedikit,padahal profit perusahaan cabang itu sangat bagus. Jadi secara diam-diam dia mengutus Rio asisten kepercayaan nya untuk menyelidiki masalah itu,dan Rio pun berhasil menemukan kecurangan tersebut. Dan dalang dari semua itu adalah Danu,om nya sendiri.
__ADS_1
Oleh karna itu Kevin terpaksa melakukan tindakan keras terhadap danu. Begitu menyadari jika Kevin sudah mengetahui kecurangan nya,Danu pun segera mengamankan aset-aset berharga nya dan melarikan diri sejauh mungkin agar Kevin tak bisa menemukan nya.
******
Di mansion Kevin....
"Ratu..."panggil Kevin pada ratu yang ingin naik ke lantai atas
Ratu pun menoleh dengan wajah yang masih sedih .
"Ada apa? "Jawab ratu lirih
"Are you okey? " tanya Kevin sambil menatap ratu
"Haruskah aku menjawab pertanyaan kamu itu Vin?" Tanya ratu balik
"Tidak... Tidak perlu _" jawab Kevin terus menatap ratu
"Baiklah,aku mau istirahat dulu_" ucap ratu dengan suara lirih
"Ya...istirahat lah,jangan lupa obat nya di minum_"
"Heemmm" jawab ratu kemudian langsung menaiki tangga untuk menuju ke kamar nya
Ceklek...
Ratu membuka pintu kamar dan langsung masuk ke dalam nya. Dia rebah kan tubuh nya ke atas ranjang. Hati nya masih terluka menerima kenyataan jika takdir telah memisahkan dia dengan orang yang di cintai. Namun luka yang pernah di berikan oleh Dimas pun masih tergores di hati nya.
"Selamat atas pernikahan kamu mas Dimas,semoga kamu bahagia dengan wanita itu,hiks ...hiksss_" gumam ratu Sambil terisak
"Ternyata semua yang kamu katakan itu bohong,kamu bilang tak mencintai wanita itu,tapi sekarang kamu malah menikahi nya,apa dari dulu kamu sudah membohongi aku mas_" gumam ratu lagi
Ratu tak habis fikir dengan takdir yang di alami nya. Dalam waktu singkat hidup nya berubah,kini dia sudah menjadi istri seorang diktator seperti kevin. Apa kah dia bisa bahagia bersama Kevin.
"Apa aku harus mulai membuka hati ku untuk mencoba menerima Kevin,tapi....apa aku mampu?"
Ya tuhan...jika ini memang takdir dari mu,maka berilah hambamu ini kekuatan serta ketabahan untuk menjalani nya .."
********
*Bersambung
__ADS_1