
Dua hari lagi jadwal sidang putusan cerai antara Dimas dan ratu... Bohong jika ratu merasa baik baik saja,meskipun keputusan cerai ini adalah keinginan nya namun di lubuk hati nya masih tersimpan perasaan cinta untuk Dimas...
"Kamu mau kemana ratu? " Tanya bara ketika melihat ratu turun dari tangga dalam keadaan yang sudah rapi
"Aku mau keluar sebentar,ingin cari udara segar," jawab ratu seadanya
"Sendiri ? Tanya bara lagi
"Ya...aku ingin sendiri saja," jawab ratu
"Baik lah,kalau gitu hati hati,jika ada masalah segera hubungi aku." Ucap bara
"Ya...aku titip William ya,aku tidak akan lama," ucap ratu berjalan menuju keluar
Ratu pun masuk kedalam mobil nya sambil berfikir ingin pergi kemana agar bisa menenangkan fikiran,karna dia butuh hati yang tenang untuk menghadapi sidang yang akan datang .
'heem...aku ke cafe pelangi aja deh,disana kan suasana nya tenang ,' gumam ratu
Ratu pun lantas menginjak pedal gas mobil,dan waktu sampai di depan gerbang rumah nya,dia menurunkan kaca jendela mobil nya...
" Pak Joko,tolong buka gerbang nya,saya mau keluar ," ucap ratu pada pak Joko satpam di rumah nya
"Baik non ratu," pak Joko pun lari tergopoh gopoh menuju gerbang untuk membuka nya
Tin...
Ratu membunyikan klakson ketika mobil nya melewati pak Joko yang masih berdiri di depan gerbang. Pak Joko pun membalas dengan menganggukkan kepala nya...
Ratu pun mengendarai mobil nya dengan sangat santai,karna dia tidak lagi terburu buru. Dengan begitu dia bisa sedikit menikmati pemandangan jalan yang sedikit ramai...
Saat lampu merah menyala,mobil ratu pun berhenti di baris paling akhir kendaraan...tiba tiba pandangan nya menoleh mobil sport mewah di sebelah nya yang posisi kaca jendela mobil nya sedang terbuka...
'haah...itu kan orang yang pernah nolong aku waktu di pantai kan...eemmm kalau gak salah nama nya Kevin ...ya Kevin, aku masih ingat nama nya,' gumam ratu sambil terus memperhatikan ke arah mobil Kevin
Tin
Tin
Lampu merah pun bertukar dengan hijau bertanda kendaraan sudah boleh melanjutkan perjalanan nya.
Tak lama kemudian ratu pun sampai di cafe pelangi,tempat favorit nya nongkrong waktu zaman kuliah dulu . Ratu termasuk golongan introvert,sehingga dia tak banyak memiliki teman atau pun sahabat sejak masa sekolah dulu. Dia lebih suka nongkrong sendiri dari pada hang out bersama teman sebaya nya...
Ratu memilih kursi yang ada di lantai dua cafe itu. Karna suasana nya lebih indah karena bisa sambil menikmati pemandangan kota dari atas sana...
Setelah ratu duduk di kursi pilihan nya,tak lama seorang pelayan datang menghampiri nya...
"Permisi...silahkan kakak mau pesan menu apa? Tanya pelayan dengan ramah
"Eehhmm...saya mau pesan salad buah free sugar,dan lemon tea aja," jawab ratu menunjuk menu pesanan nya
"Baik...silahkan di tunggu ya kak pesanan nya," jawab pelayan tersebut lalu pamit untuk menyiapkan pesanan ratu
Tak lama kemudian pesanan ratu pun telah selesai dan langsung di antarkan pelayan yang sama...
"Silahkan kak...permisi ," ucap pelayan itu setelah meletakkan pesanan ratu di meja nya
"Terima kasih ," jawab ratu tersenyum
Ratu pun langsung menikmati makanan yang dia pesan tadi... Sambil melihat lihat sosial media nya di ponsel,ratu terlihat begitu menikmati suasana... Namun tiba tiba ...
"Eekkhheemmm" seseorang berdehem di samping ratu
"Eh...kamu !!?" Ratu menoleh kearah orang tersebut dan kaget ternyata itu adalah orang yang ratu kenal
"Boleh aku ikut duduk di sini,karna ya...seperti tidak ada kursi kosong lagi di sini," ucap pria tersebut sambil terkekeh
__ADS_1
"Bo...boleh ...tentu saja boleh. Silahkan duduk Kevin," jawab ratu salah tingkah
"Terima kasih..." Balas Kevin sambil tersenyum
"Kamu sendiri saja disini," tanya Kevin menulis obrolan
"Ya...seperti yang kamu lihat. Aku sendiri hehehe," jawab ratu semakin gugup
"Seperti nya kamu suka sekali pergi sendiri,tidak takut ada orang jahat lagi?" Tanya Kevin bergurau
"Tenang...aku sudah bawa ini,jadi aman hehehe ,!!!" Jawab ratu sambil memamerkan semprotan merica dari dalam tas nya
"Ya ampun...serius kamu? Sumpah...kamu lucu banget ,hahahaha!!!" Kevin pun ikut tertawa melihat tingkah ratu yang menurut nya sangat lucu
"Hehehe...kan gak mungkin kamu menolong aku lagi...eh maaf cuma becanda," jawab ratu bergurau
"Ya gak masalah ...malah aku senang bisa selalu menolong wanita secantik kamu." Ucap Kevin yang membuat wajah ratu jadi memerah
"Eh...hehehe," jawab ratu yang semakin gugup
Setelah lama mengobrol,ratu pun ijin pamit untuk pulang duluan ...
"Kevin ...seperti nya aku harus pulang,aku pamit duluan ya,,," ucap ratu pada Kevin
"Mau aku antar?" Tanya Kevin
"Gak usah ...aku bawa mobil sendiri kok,"
"Pelayan ," panggil ratu pada pelayan untuk membayar pesanan nya
"Gak usah ...biar aku saja yang teraktir." Ucap bara
"Eh...nggak usah repot repot Vin,biar aku bayar sendiri aja,"
"Sudah santai aja ...aku gak repot kok,"
"It's oke...kamu hati hati di Jalan ya," ucap Kevin santai
"Terima kasih,,,kalau gitu aku permisi,bye Kevin," ucap ratu pamit
"Bye ratu .." jawab Kevin tersenyum
Kevin tersenyum melihat ke arah ratu yang terus berjalan semakin jauh meninggal kan Kevin,sampai tak terlihat lagi karna ratu sudah menuruni anak tangga untuk turun ke lantai bawah cafe...
Sebenar nya pertemuan dia dan ratu bukanlah sebuah kebetulan,namun sudah di rencanakan oleh Kevin,berkat laporan anak buah nya yang selalu memantau pergerakan ratu...
*****
Beberapa hari kemudian...
Tepat hari ini adalah jadwal sidang putusan cerai antara ratu dan Dimas... Ratu merasa sangat gugup dan cemas jika Dimas tetap tak mau melepas kan nya,apakah sidang akan di tunda lagi atau tetap berjalan membacakan putusan ...
"Huufftt...." Ratu menghembuskan nafas dalam untuk merileksasikan fikiran nya
'kok aku merasa gugup kayak gini ya,,,semoga semua nya berjalan lancar,' gumam ratu menyemangati diri sendiri.
Tok
Tok
Tok
"Ratu...kamu sudah siap?" Tanya bara di depan pintu kamar ratu
Ratu yang sedang duduk di depan meja rias pun segera berdiri berjalan menuju pintu kamar nya.
__ADS_1
Ceklek
Ratu pun membuka pintu kamar nya,dan bara masih berdiri di depan kamar tersebut.
"Sudah...ayok kita berangkat," ucap nya pada bara
"Ya sudah ...ayok," jawab bara
"Sebentar bara...aku mau menemui William dulu,aku..." Tiba tiba wajah ratu berubah sedih dan mata nya berkaca kaca
"Sudah...sudah tenangkan diri mu ratu,jangan sedih di depan William.dia memang masih kecil,tapi jika dia melihat kau menangis di depan nya,dia pasti ikut sedih juga," ucap bara menasehati ratu
"Eeeemmm...kau benar bara,aku gak boleh sedih kayak gini. Ini semua adalah keputusan ku,jadi aku harus bisa menerima nya," jawab ratu sambil menghapus air mata nya
Ratu pun berjalan menuju kamar Willi yang ada tetap di sebelah kamar nya...
"Sayang..." Panggil ratu pada anak nya karna pintu kamar Willi hanya tertutup separuh
"Mama...mama..." Willi pun langsung berlari menghampiri mama nya
"Muaacch...muaacchh..." Ratu mencium gemas kedua pipi Willi yang terlihat semakin gembul
"Willi dirumah dulu ya sama bik Darsi,mama mau keluar sebentar sama om bara...jangan nakal ya sayang," ucap ratu pada Willi yang sekarang sudah mulai mengerti ucapan orang dewasa dan Willi pun sudah mulai fasih dalam berbicara,walaupun masih sedikit cadel.
"Ee' eem ma...janji" jawab Willi sambil membuat jari tangan nya membentuk peace
"Pinter anak mama...ya udah mama pergi dulu ya sayang," pamit ratu sambil mengacak rambut Willi gemas
"Bik,,,titip Willi ya,saya berangkat dulu," pamit ratu pada bik Darsi
"Baik non...hari hati di jalan ," jawab bik Darsi tersenyum
Bara dan ratu pun berjalan menuruni anak tangga karna kamar ratu dan willi ada di lantai 2 rumah tersebut...
*****
Di kediaman Dimas...
"Hallo pak...saya masih dirumah,ini baru mau jalan," ucap Dimas pada seseorang dalam sambungan telpon nya
"Baik pak Dimas,saya tunggu di pengadilan," jawab seorang pria yang merupakan pengacara Dimas
Setelah sambungan telpon terputus,Dimas pun langsung masuk ke dalam mobil nya ...
Nampak lalu lintas sedang macet parah,,,ada perbaikan jalan tepat di depan persimpangan rumah Dimas...
"Sial...kalau gini aku bisa terlambat ," geram Dimas sambil memukul setir mobil nya
'apa aku putar balik ya,gak jauh dari sini kan ada jalan pintas,tapi...ah yang penting aku bisa segera sampai ke pengadilan,' gumam Dimas sambil memutar balik setir mobil nya untuk mengambil jalan alternatif
Tak jauh dari persimpangan rumah Dimas,memang terdapat jalan pintas yang bisa menembus langsung ke jalan raya,namun jalan tersebut terbilang sepi,karna rumah penduduk sangat jarang,dan hanya banyak terdapat perkebunan singkong dan tanah kosong...tak banyak orang yang mengerti jalan tersebut.
Dimas pun memutus kan untuk melewati jalan itu,walaupun sedikit ragu tapi dia tidak ingin terlambat sampai ke pengadilan .
Dan benar saja,jalan itu memang sepi,hanya 1 atau 2 kendaraan yang lewat,jalan nya agak sempit,hanya cukup untuk 2 kendaraan saja,itu pun jika sedang berpapasan,salah 1 kendaraan harus sedikit mengalah...
Dimas tampak fokus mengendarai mobil nya,namun tiba tiba dari arah berlawanan datang sebuah mobil yang terlihat ugal ugalan. Dan....
Ciiitt....
Braakk...
Duaarrr....
Kecelakaan pun tak dapat terelakkan...mobil Dimas masuk ke tepi jalan dan menabrak sebuah pohon yang besar...sedangkan mobil yang ugal ugalan tadi langsung tancap gas,setelah melihat mobil Dimas berhenti dengan kondisi yang rusak parah di bagian depan nya.
__ADS_1
*Bersambung