Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 46.


__ADS_3

Hari ini terlihat sangat cerah,matahari bersinar dengan terang nya. Seakan melukiskan perasaan seorang wanita cantik yang sedang merasa bahagia.


Ratu sudah kembali ke ruang rawat nya di temani oleh Lisa. Ratu meminta Igor untuk meminta ijin pada dokter supaya memindahkan diri nya agar satu ruangan dengan Kevin,namun belum di realisasi.


"Lis,Kok Igor lama banget ya...apa jangan-jangan gak di bolehin sama dokter nya ?" Ratu merasa khawatir jika keinginan nya untuk satu ruangan dengan Kevin tidak di setujui oleh dokter,dari tadi dia terlihat tak sabar menunggu Igor kembali keruangan nya.


Lisa tersenyum,"nyonya jangan negatif thinking,mungkin masih di urus sama Igor,kita tunggu aja dulu ya _" ucap sang ART


Lisa pun melanjutkan mengupas buah jeruk untuk sang majikan. Ratu terlihat sangat menyukai buah jeruk yang sangat manis itu.


Tok...


Tok...


Tiba-tiba terdengar pintu di ketuk dari luar,ratu langsung menoleh,"itu pasti Igor_" ucap nya senang


Ceklek....


Pintu di buka,namun ratu sangat kaget ketika melihat siapa yang memasuki ruangan nya...


"Mas Dimas...kamu mau apa kesini?" Tanya ratu merasa risih


Dimas langsung menghampiri ranjang ratu,membuat ratu menjadi tak nyaman.


"Ratu,apa kabar?" Dimas bertanya sambil menatap lekat wajah ratu


"Seperti yang kamu lihat mas_" tukas ratu menatap kearah lain


"Maaf,aku kesini hanya cemas dengan keadaan mu,aku takut kamu kenapa-kenapa_" ucap Dimas ingin memegang tangan ratu namun langsung di tepis oleh  empunya


Lisa ingin mengusir dimas,karna melihat majikan nya merasa tak nyaman,namun Dimas tak memperdulikan nya.


"Ratu ...maafkan atas kesalahan yang mas lakukan,mas benar-benar menyesal,semenjak mas berpisah sama kamu dan William,hidup mas hampa,mas selalu memikirkan kalian berdua,mas...kangen_" lirih Dimas dengan mata yang berkaca-kaca


"Sudah lah mas,semua itu udah gak penting lagi,kita sudah punya hidup masing-masing,kamu juga sudah menikahi wanita itu kan,wanita yang sengaja merusak rumah tangga kita_" tukas ratu dengan dada kembang kempis menahan emosi


"Maksud kamu apa ratu ?" Dimas tak mengerti dengan ucapan ratu barusan


Ratu menoleh kearah dimas,dan tak bisa di pungkiri,hati ratu masih menyimpan luka pada lelaki di hadapan nya sekarang. Mata nya meneteskan air bening,namun langsung di usap nya dengan jari.


"Kamu tau mas,Sinta dan Kevin itu kerja sama untuk menghancurkan rumah tangga kita,mereka sengaja membuat fitnah sehingga kita menjadi salah paham dan akhir nya bercerai_" jawab ratu menahan Isakan tangis


Dimas terkejut mengetahui fakta tersebut. Sontak dirinya menjadi emosi,terlihat dari wajah nya yang memerah...


"Kurang ajar Sinta !!!" Gerutu Dimas emosi


"Tapi kenapa kamu diam saja ratu,kenapa kamu gak menggugat cerai Kevin,kita kan bisa sama-sama lagi,aku janji gak akan menyakiti kamu lagi_" ucap Dimas sambil menatap ratu,berharap jika ratu bersedia melakukan yang dia harapkan


Ratu membuang muka kearah lain... Tak ingin membalas tatapan Dimas ...


"Ratu... Mas akan menceraikan sinta,mas gak cinta sama dia,mas masih sangat mencintai mu ratu_"


"Nggak mas...aku gak bisa dan gak mau,aku sudah menerima takdir ku menjadi istri kevin_"


"Tapi ratu..."

__ADS_1


"Sudah lah mas,sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini,aku mau istirahat_"


Ratu kembali berbaring dan menarik selimut untuk menutupi wajah nya,posisi nya pun membelakangi Dimas. Ratu tak ingin Dimas melihat dia sedang menangis.


Dimas menatap lirih kearah tubuh ratu,dia ingin sekali memeluk ratu dan melepaskan segala kerinduan nya dengan sang mantan istri,namun Dimas sadar kini starus mereka sudah berbeda.


Dimas pun kemudian berbalik dan berjalan menuju keluar ruangan. Akan tetapi sewaktu dia baru saja keluar,Igor sudah berada di depan pintu dan menatap tajam kearah Dimas .


"Jangan pernah menganggu nyonya ratu,dan jangan pernah sekalipun datang menemui nya lagi,anda mengerti !!!" Ucap Igor dengan suara datar sambil terus menatap tajam pada Dimas


Akan tetapi Dimas tak bergeming sama sekali,dia hanya diam dan berusaha bersikap tenang menghadapi intimidasi dari seorang seperti Igor.


"Maaf,saya harus pergi,permisi_" tukas Dimas tak menggubris ucapan Igor,dia malah langsung pamit meninggalkan tempat itu


Igor terus menatap kearah Dimas sampai tak terlihat lagi. Lalu dia langsung masuk ke ruangan sang majikan.


Ceklek...


Igor masuk kedalam dan melihat ratu sedang menangis. Lisa pun memberi kode untuk tidak mengganggu ratu sebentar.


Igor memutuskan untuk duduk di sofa ruangan tersebut,sambil menunggu sang nyonya lebih tenang...


"Nyonya...Igor sudah kembali_" ucap Lisa memberitahukan pada ratu


Ratu yang sudah berhenti menangis pun langsung menoleh mencari keberadaan sang bodyguard. Diri nya merasa senang ketika melihat Igor sedang duduk menatap ke arah nya .


"Igor... Bagaimana? Apa dokter mengijinkan?" Tanya nya merasa tak sabar


Igor kemudian berdiri dan berjalan menghampiri ranjang ratu. "Sudah nyonya,dan dokter mengijinkan,sebentar lagi perawat akan memindahkan nyonya keruangan tuan kevin_" jawab Igor sambil tersenyum


"Igor_" panggil ratu menoleh pada sang bodyguard


"Ya nyonya_" jawab Igor menatap serius


"Tadi mantan suami saya datang kesini,tolong jangan ceritakan pada Kevin ya,saya takut kondisi nya jadi memburuk_" pinta ratu dengan wajah memelas


"Saya tau nyonya,dan saya akan menjaga rahasia ini,tapi jika dia kesini lagi,saya terpaksa bertindak tegas_" ucap Igor dengan wajah serius


"Hem...makasih igor_" balas ratu tersenyum


Tak lama perawat pun datang dan langsung mempersiapkan ratu untuk di pindahkan keruangan Kevin.


Di kediaman Dimas ....


Braak...


Jeder...


Dimas membanting pintu mobil nya dengan sangat keras.kemudian dia langsung berjalan masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sangat emosi .


"Sinta!!!" Panggil nya dengan suara yang kencang


Namun tak ada tanda-tanda orang yang di panggil muncul. Dimas semakin emosi,dia kemudian berjalan menuju kamar untuk mencari istri nya.


Ceklek ..

__ADS_1


Braakk...


Dimas lagi-lagi membanting pintu kamar nya dengan sangat keras,sehingga membuat seseorang yang sedang terlelap tidur melonjak karna kaget.


"Ya ampun...apa-apaan sih kamu mas!!!"  Ucap Sinta dengan wajah kesal


Dimas menghampiri Sinta dan langsung menarik dagu Sinta sambil menatap tajam ke wajah nya.


Sinta merasa shock sekaligus takut melihat dimas seperti itu.


"Eemmpphh... Lepasin mas,sakit tau_" Sinta menepis tangan dimas dari dagu nya.


"Apaan kamu mas,pulang-pulang langsung kasar gini sama aku,kerasukan kamu ya _"


"Ya aku kerasukan,dan kamu set*an nya !!!" Bentak Dimas sambil menunjuk wajah Sinta


"APA!!! Kamu bilang aku setan,aku ini istri kamu mas,sadar kamu hah_"


"Kamu manusia berhati set*an sin,tega-tega nya kamu bersekongkol dengan bos kamu si Kevin untuk menghancurkan pernikahan ku dengan ratu!!!"


Dimas tak bisa membendung emosi nya lagi pada Sinta. Mendengar ucapan Dimas,Sinta membulatkan mata nya,dia terkejut ,dari mana Dimas tau tentang semua rahasia itu. Melihat Dimas yang sangat emosi seperti itu,tubuh Sinta gemetaran,dia sangat takut jika Dimas sampai berbuat kasar pada nya.


"Jawab Sinta!!! Kenapa kamu tega hah!!! Dimas semakin mengeraskan suara nya.


Sinta sangat panik,dia bingung harus mengelak seperti apa pada Dimas. Jika dia berkata jujur,pasti Dimas akan semakin emosi.


"A-aku minta Maaf mas..." Ucap Sinta gugup


"Maaf kamu bilang... Mudah sekali kamu minta maaf,aku gak akan pernah maafin kamu sin,aku benci sama kamu!!!  Bentak Dimas tak perduli dengan ucapan maaf sinta


"Sampai kamu nangis darahpun,aku gak akan pernah maafin kamu,aku sangat membenci mu sin,lebih baik kamu mati sekarang _"


Dimas menarik tangan Sinta dengan kasar. Dimas sudah seperti orang yang kerasukan seperti yang Sinta bilang. Saking emosi nya ,Dimas sampai tak bisa mengendalikan diri nya sendiri.


"Lepas mas ...jangan lakukan ini sama aku mas,kamu juga salah ,jadi jangan limpahkan kesalahan cuma sama aku aja_" Sinta mencoba membela diri sambil berusaha melepaskan tangan nya dari Dimas


Sinta pun berhasil lepas dari cengkraman Dimas,dirinya langsung berlari keluar dari kamar. Sinta akan berusaha meminta pertolongan pada siapapun. Diri nya sangat takut melihat Dimas menggila seperti itu .


Namun langkah nya kalah cepat dari dimas. Sinta pun berhasil di tarik lagi oleh dimas. Terjadi lah adegan tarik menarik dari mereka berdua.


"To-tolong...." Sinta berusaha berteriak namun langsung di bekap oleh Dimas


Karna Sinta terus memberontak,membuat ruang tengah rumah mereka menjadi berantakan. Sinta meraih benda apapun yang terletak di sana. Dimas terus menarik Sinta untuk menuju ke dapur,entah apa yang ingin Dimas lakukan pada istri nya tersebut.


Saat cengkraman dimas sedikit mengendur,Sinta pun berhasil melepaskan diri dan langsung berlari menuju keluar rumah,namun nahas,karna terlalu tergesa-gesa berlari,sinta terpeleset dan jatuh. Yang lebih parah lagi,tubuh Sinta membentur meja yang terbuat dari bahan kaca,saking kuat nya benturan tersebut,meja itu langsung pecah dan tubuh Sinta berada di atas meja itu.


Sinta terjatuh dalam posisi telungkup,dengan bagian perut berada di bawah.


Dimas langsung panik melihat tubuh Sinta tak bergerak,kondisi nya juga buruk. Kepala Sinta tampak terluka dan juga terlihat darah mengalir di kedua sela kaki nya ...


"Sinta !!!" Teriak Dimas panik


*****


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2