Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 55. POV Ryan (Bara)


__ADS_3

Karena kasus yang menjerat diriku,sekarang aku harus menjadi buronan polisi. Sekian lama diriku harus bersembunyi di markas kecil di tengah hutan yang memang sengaja di siapkan almarhum pak Wijaksono apabila keadaan mendesak seperti sekarang.


Awalnya aku aman tinggal disana,walaupun hidupku harus bergantung dengan alam,tapi setidaknya diriku tak tertangkap oleh pihak polisi.namun karna adanya penebangan liar,bahkan hampir sampai di area markas ku berada,aku putuskan untuk keluar dari sana karna takut jika ada orang yang mengenaliku.


Penampilanku sengaja ku biarkan tak rapi,rambut gondrong bahkan ada kumis tebal menambah betapa kucel nya diriku saat ini.


Selama di hutan,uang yang sempat ku bawa tak terpakai sama sekali. Sehingga ini bisa jadi bekal pelarian ku selanjut nya. Setelah keluar dari hutan dan menemukan jalan raya,aku menumpang pada angkutan pick up yang kebetulan melintas. Dan ternyata supir tersebut berasal dari pulau Sumatra. Dia habis mengantarkan barang ke daerah sini,dan sekarang ingin menuju pelabuhan Tanjung Priok untuk menyebrang kembali ke asal nya.


Bak bertemu air di Padang gersang,diriku langsung meminta pada supir tersebut untuk membawa ku bersama nya menyebrang ke Sumatra. Awalnya dia menolak,namun setelah aku menawarkan uang yang cukup banyak,akhir nya dia menyetujui nya.


Setelah melewati perjalanan yang panjang,akhir nya aku sampai di pulau Sumatra. Sempat terjadi sedikit masalah saat di pelabuhan sebelum kami di ijinkan untuk menyebrang,namun dengan uang yang aku miliki,semua bisa di tangani dengan mudah.


"Setelah ini kau mau kemana? Tanya supir pick up yang bernama Eko tersebut


"Aku belum tau,aku gak tau daerah sini_" jawab ku sambil memperhatikan lingkungan sekitar


"Alamak...Cemana kau ini bah,tak tau tujuan tapi nekat ikut aku kesini,pusing kepala ku jadi nya_"tukas Eko dengan logat khas daerah nya


"Kalo gitu kau ikut aku saja lah,daripada kau tak tau mau kemana,ayok naek ke mobil lagi_" ajak Eko sambil menepuk pundakku. Seperti nya Eko orang yang baik,walau bahasa nya sedikit kasar bagi ku,namun dia bilang cara orang bicara disini memang seperti itu.


Aku yang tak ada tujuan pun menyetujui ajakan Eko. Dirinya membawa ku ke sebuah kampung di pinggir laut yang mayoritas penduduk nya adalah nelayan.


"Ini kampung Ku,nama nya kampung Kelantan. Sementara kau tinggal lah di rumah ku dulu,sampai kau punya tempat tinggal sendiri_" ujar Eko yang membuat diriku merasa lega.


"Terima kasih ya,udah mau bantuin aku. Kamu tolong Carikan aku rumah kontrakan,yang kecil saja,aku tidak mau terlalu merepotkan mu_" kataku pada Eko


"Kalau masalah itu mudah lah,besok juga ketemu rumah kontrakan itu,kau santai saja" jawab Eko merasa tak keberatan dengan permintaan ku. Sungguh,aku merasa bersyukur bisa bertemu dengan orang seperti Eko


Eko tinggal bersama kedua orang tua nya di rumah panggung yang terbuat dari kayu. Ayah nya adalah nelayan,dan ibu nya memiliki usaha pembuatan ikan teri dan terasi di rumah nya. Oleh sebab itu Eko sering menyebrang ke pulau lain untuk mendistribusikan barang produksi orang tua nya tersebut.

__ADS_1


Selama aku tinggal di rumah eko,orang tua nya sangat baik menerima ku. Sampai akhirnya Eko menemukan rumah yang cocok untuk aku tinggali selama disini. Rumah nya pun tak terlalu jauh dari rumah Eko,sehingga tak sulit untuk kami bisa saling bertemu kembali.


Masyarakat disini sangat ramah dan baik. Meskipun aku hanya pendatang,Tapi mereka tak pernah memperlakukan ku dengan buruk. Hari-hari ku lalui dengan mencoba berinteraksi dengan mereka semua,dari kalangan muda,tua,ibu-ibu,remaja,bahkan anak-anak sekalipun.


'Es krim Campina...'


Terdengar nyanyian promosi es krim yang memang biasa lewat setiap hari nya di sini.


"Bang ryan...bangĀ  ryan...ada es krim Lewat tuh...." Seru anak-anak yang berlari menghampiri ku yang sedang membersihkan halaman rumah. Memang aku sering membelikan mereka es krim itu apabila kebetulan bertemu dengan ku. Dan aku sangat senang melakukan hal tersebut.melihat anak-anak tertawa riang gembira bisa mendapat es krim,hatiku menjadi sedikit terhibur.


"Panggil Abang es nya,biar bang ryan yang bayar_" jawab ku Sambil tersenyum


"Yeeaayyy.... Makasih bang ryan_" ucap serempak anak-anak tersebut sambil berloncat kegirangan


Mereka semua pun tampak bahagia karna sudah mendapat kan es krim kesukaan mereka. Setelah membayar es krim tersebut,diriku melanjutkan membersih kan pekarangan rumah yang sedikit kotor akibat air pasang tadi malam


"Ryan...." Tiba-tiba seorang wanita menyapa saat diriku masih fokus dengan kegiatan ku


Lilis adalah anak kepala dusun di kampung ini. Dirinya baru saja kembali dari Malaysia,setelah dua tahun bekerja disana sebagai TKW. Usia Lilis masih dua puluh dua tahun,namun wajah nya terlihat sedikit dewasa dari usia nya,karna lilis sangat suka ber make up namun tidak berlebihan. Tapi asli nya Lilis memang memiliki paras yang cantik,meskipun dia tidak ber make up sekalipun.


"Aku mau nganter makanan buat kamu,ibuk yang nyuruh,nih..." Lilis menyodorkan rantang 3 susun kepada ku


"Bilang sama ibuk kamu,gak usah repot-repot segala,aku jadi gak enak_" ucap ku sedikit merasa sungkan


"Gak repot kok,ibuk bilang itu sebagai ucapan terima kasih karna semalam kamu udah bantu bapak di pelabuhan_" ujar Lilis menjelaskan maksud dirinya mengantarkan makanan tersebut


"Nih....ayo dong di ambil rantangnya,berat ini loh_" tukas Lilis yang masih menyodorkan rantang tersebut


Aku merasa tak enak jika menolak pemberian ibu nya Lilis tersebut,apalagi sampai Lilis mengantarkan nya langsung kepada ku. Setelah berfikir sejenak,aku memutuskan menerima makanan itu.

__ADS_1


"Makasih ya Lis,bilang sama ibuk kamu mkasih juga ya,Titip salam buat beliau_" ucapku sambil mengambil rantang tersebut dari tangan Lilis


"Oke...nanti aku sampaikan. Jangan lupa dimakan ya masakan nya,aku pulang dulu_" ujar Lilis berpamitan


Setelah Lilis tak terlihat lagi,aku menyudahi kegiatan ku dan masuk menuju ke dalam rumah. Kebetulan perut ku juga sudah terasa lapar,jadi aku langsung menyantap makanan pemberian Lilis tersebut.


Aku sering mengambil pekerjaaan paruh waktu di pelabuhan dekat kampung ini. Para nelayan pulang malam hari dengan membawa hasil tangkapan nya yang akan di jual keesokan hari nya di pasar yang tak jauh dari kampung ini. Aku suka ikut membantu para nelayan untuk menyortir dan menimbang hasil tangkapan nya,dan dari pekerjaaan itu aku mendapatkan sedikit penghasilan. Walaupun aku masih memiliki tabungan uang,tapi jika terus digunakan pasti akan habis juga,oleh karena itu aku melakukan pekerjaan sampingan ini agar mendapat uang untuk melanjutkan kehidupan ku.


Tok!!! Tok!!! Tok!!!


Saat aku baru saja selesai makan,terdengar suara orang yang mengetuk pintu rumah ku.


"Ryan...apa kau ada didalam?" Teriak seorang pria dari balik pintu


Ceklek ...


Aku membuka pintu,dan benar dugaan ku ternyata Eko yang datang berkunjung.


"Eko,ada apa kamu kesini?" Tanya ku pada nya yang masih berdiri di ambang pintu sambil menghisap sebatang rokok


"Nanti malam di lapangan dekat pasar ada pasar malam,kau ikut aku yok,kita kesana_" ucap Eko setelah membuang puntung rokok nya


"Harus nanti malam ya,eemmm..." Kataku sedikit ragu


"Sudah lah ,tak usah banyak fikir kau ini,ikut saja nanti malam sama aku,senang-senang kita disana,pasti banyak cewek cantik hehehe_" seloroh Eko sambil terkekeh


Walaupun sedikit ragu,akhir nya aku menyetujui ajakan Eko untuk pergi ke pasar malam tersebut. Bukannya diriku tak Suka bersenang-bersenang,namun disana pasti sangat ramai orang,aku takut jika ada yang mengenali ku,apalagi sampai ada pihak kepolisian yang mencariku hingga kesini,pasti diriku langsung tertangkap dan di jebloskan ke jeruji besi.


* * * * * * * *

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2