Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 53. Apakah ini Cinta?


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Rasa nya baru kemaren aku melahirkan Rachel,namun sekarang dia sudah berusia 1 tahun. Dia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan lucu,tingkah nya selalu membuat ku gemas. Sedangkan William kini sudah berusia 4 tahun,dan dia sudah di masukkan oleh Kevin ke Playground,agar William bisa bersosialisasi dengan yang seumuran nya...


"Ratu..." Panggil Kevin sewaktu diriku sedang mengepang rambut Rachel


"Ya Vin,kenapa? Jawab ku sambil menoleh ke arah nya


"Eemm...aku cuma mau bilang kalau aku mau berangkat ke kantor _" ucap Kevin dengan raut wajah yang seperti orang bingung


Aku sudah selesai mengepang rambut Rachel. Diriku beranjak dari ranjang,kemudian menghampiri kevin yang masih berdiri entah sedang memikirkan apa.


"Ya udah,kalau kamu mau berangkat,hati-hati di jalan ya_" ujar ku sambil tersenyum


"Ya...aku berangkat dulu _"


Kevin kemudian berbalik badan dan berjalan meninggalkan kamar.


Beberapa hari ini Kevin terlihat bertingkah aneh. Sering aku memergoki dia sedang berbicara sendiri di cermin,kemudian dia juga sering mengirim chat pada Ku namun sebelum aku sempat membacanya,dia sudah menghapus nya kembali.


Hari-hari ku sangat bahagia semenjak pindah ke perumahan elit ini. Kevin mengijinkan ku untuk mendesain sesuai dengan keinginan ku. Meskipun Kevin masih sangat kaku dalam bersikap,tapi dia tidak pernah menyakiti fisik ku. Kevin juga suami yang sangat setia menurut ku,karna dia tipikal laki-laki yang sulit akrab dengan orang lain apalagi dengan lawan jenis.


William sudah berangkat ke sekolah di antar oleh pak supir yang khusus di pekerjakan Kevin untuk mengantar Wiliam ataupun diriku.


Aku sedang duduk di ruang santai sambil menyuapi Rachel salad buah kesukaan nya. Tiba-tiba telpon rumah berdering,bi Jumi langsung bergegas mengangkat nya.


"Hallo_" jawab bi Jumi


"Ada tuan...nyonya lagi di ruang santai dengan non Rachel...baik saya panggilin sebentar tuan_" jawab bi Jumi yang membuat dahi ku mengerut,apakah yang sedang menelpon itu Kevin. Kenapa dia tidak menghubungi ku lewat ponsel ku saja.ah,Kevin benar-benar tidak bisa di tebak


Bi Jumi pun terlihat berjalan menghampiri ku sambil membawa telpon tersebut. Lalu memberikan nya padaku ,"nyonya,ini ada telpon dari tuan_" bi Jumi menyodorkan telpon tak berkabel itu pada ku


Aku langsung menerima telpon tersebut,"makasih bi_" jawab ku tersenyum ,lalu telpon itu ku letakkan di telingaku


"Iya Vin,ada apa?" Tanya ku


"Nanti sore kamu siap-siap ya,supir akan menjemput mu,kita dinner berdua _" ujar Kevin yang membuat darah ku berdesir,aku heran dalam rangka apa Kevin mengajak ku dinner berdua saja


"Tapi Vin..." Ucap ku sedikit ragu


"Sudah lah ratu,turutin perkataan suami mu,okey_" sela Kevin sebelum aku meneruskan ucapan ku


"Okey...ya sudah nanti aku siap-siap_"


Sambungan telpon pun terputus. Aku meletakkan kembali telpon itu ke tempat nya.


Kini sudah jam 10 pagi,William pun sudah pulang dari sekolah. Begitu William sampai dirumah,dirinya langsung mencari adik perempuan nya untuk memberikan coklat yang sengaja dia beli khusus untuk Rachel.

__ADS_1


Rachel pun selalu senang menerima coklat yang setiap hari di berikan kakak nya tersebut. Mereka berdua terlihat seperti saudara kandung,terlihat dari ikatan kasih sayang yang tercipta Antara mereka berdua.


Tak terasa hari sudah beranjak sore. Seperti perintah Kevin,aku pun sedang bersiap-siap merapikan diri untuk dinner bersama sang suami.


Ting...


Disaat aku sedang memoles lipstik ke bibir,sebuah Pesan singkat masuk ke ponsel ku. Langsung saja aku membuka dan membaca pesan tersebut


(Sebentar lagi supir akan menjemput mu.dandanlah yang cantik ) 


Ternyata Kevin yang mengirim chat,memberi kabar jika supir akan datang menjemputku sebentar lagi. Tapi ada yang aneh pada chat Kevin,mengapa dia menyuruhku untuk berdandan yang cantik,apa mungkin dia ingin mengajakku dinner romantis... Ya tuhan!!!


Aku putuskan untuk mengenakan gaun berwarna hitam sepanjang mata kaki,dengan belahan yang menjuntai sampai sebatas paha,membuat paha mulusku terekspose.


Setelah berulang kali memastikan penampilan ku di cermin,aku merasa puas melihat nya. Aku rasa ini sudah cukup,semoga saja kevin menyukai penampilan Ku malam ini.


Tok!! Tok!! Tok!!!


Terdengar ketukan pintu dari luar,"masuk_" ucap ku pada orang yang mengerti pintu tersebut.


Ceklek


Ternyata bik jumi yang mengetuk barusan. " nyonya sudah di jemput,pak supir sudah menunggu di bawah_" ujar bi Jumi ketika sudah masuk ke dalam kamar ku


"Oh iya bik,saya kebawah sekarang, tolong titip anak-anak ya bik_" ujar ku pada bi Jumi


Setelah berpamitan dengan Willi dan Rachel,aku pun langsung turun ke bawah menggunakan lift yang ada di dalam rumah ini,Kevin sengaja membuat lift untuk mempermudah turun ataupun naik ke lantai yang di tuju.


Setelah sampai di bawah,terlihat sang supir sudah membukakan pintu mobil yang akan aku naiki. Setelah aku masuk ke dalam,pak supir pun melajukan mobil menuju tempat yan sudah di reservasi oleh kevin.


Tak butuh waktu lama,mobil pun berhenti di sebuah restoran yang sangat mewah. Aku sering melewati restoran ini,namun belum pernah makan di sini.


Namun ada yang aneh dengan keadaan restoran ini,mengapa terlihat sangat sepi,bahkan tak ada mobil yang terparkir kecuali mobil Kevin.


Padahal setiap aku lewat,restoran ini sangat ramai pengunjung nya,bahkan lahan parkir yang luas ini penuh dengan mobil-mobil mewah.


"Silahkan nyonya,tuan sudah menunggu di dalam _" ujar pak supir membukakan pintu mobil


Aku langsung turun dari mobil,dan mulai berjalan masuk ke dalam restoran tersebut.


Pintu resto di buka oleh seorang waiters,dia menyambut Ku dengan sangat ramah."selamat datang nyonya Wiratmaja_" sapa nya lembut sambil menundukkan kepala


Diriku menjadi canggung mendengar sebutan yang di ucapkan waiters tersebut. Namun Wiratmaja adalah nama belakang Kevin,yang berasal dari nama keluarga nya.


Dua orang waiters menghampiri ku dan mengarahkan ku menuju ke tempat Kevin berada. Jantung ku berdetak sangat kencang,entah perasaaan apa yang sedang melanda hati ku ini.

__ADS_1


Terlihat lilin aromatherapy menghiasi setiap meja di restoran ini,dan juga banyak kelopak bunga mawar bermacam warna bertaburan di lantai sepanjang jalur diriku berjalan.


Tak jauh terlihat lampu kerlap kerlip berbentuk hati dan di tengah nya terdapat tulisan 'thanks for everything' ... So sweet banget !!!


Kini aku sudah berada di depan meja yang di hiasi dengan kain berwarna putih dan dua kursi yang di bungkus dengan kain putih juga beserta pita besar berwarna pink.


"Ratu _" panggil seseorang yang suara nya sangat aku kenali


Aku langsung menoleh ke arah sumber suara. Kevin sedang berdiri tak jauh dari ku sambil memegang sebuah bucket bunga. Diri nya terlihat sangat tampan dan berkarisma. Tak salah jika begitu banyak wanita yang menginginkan kevin menjadi kekasih nya.


Kevin berjalan menghampiriku,seketika jantung ku berdetak lebih kencang dari sebelum nya. Dia menyodorkan bucket bunga itu kepadaku ketika dirinya sudah berada tepat di hadapan ku.


"Just for you _" ucap nya sambil menatap lekat diriku


Deg...!!deg!!!deg!!!


'ya tuhan ,ada apa dengan diriku ini,kenapa jadi aneh begini' gumam ku dalam hati


Aku pun langsung menerima bucket bunga tersebut,"terima kasih Vin_" ucap ku sambil mencium aroma wangi bunga tersebut


"Kamu suka semua ini?" Tanya kevin sambil memindai dekorasi restoran tersebut


"Banget... Aku suka banget Vin,makasih untuk kejutan nya_" jawab ku tersenyum lebar


"Ratu_" panggil Kevin lagi


"Ya Vin_"


"Aku.... Aku _" ucap Kevin tergagap membuat diriku semakin bingung


"Ya kenapa Vin? Tanya ku penasaran


"Tidak apa-apa,sudahlah ayo kita makan _" Kevin tak meneruskan ucapan nya,malah dia mengajak untuk segera makan guna mengalihkah pembicaraan tadi


Kami pun langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan. Dimeja sudah terhidang appetizer berupa dua piring cake tiramisu dan juga orange juice.


Kami pun langsung menyantap menu tersebut. Tak ada obrolan apapun selama kegiatan Makan berlangsung. Aku dan Kevin fokus pada Makanan masing-masing. Namun ketika aku sedang asyik menyuapkan potongan cake ke mulut ku,tiba-tiba kevin mengusap lembut ujung bibirku dengan jari nya.


Aku kaget dan langsung memegang tangan kevin.


"Ada cream di bibir mu,biar aku bersih kan_" ujar kevin sambil menatap bibirku yang masih di usap oleh nya


Diriku seketika menjadi kaku seperti patung. Darah ku berdesir kencang,jantung ku serasa mau copot dari sarang nya.'ya tuhan ...ada apa denganku,kenapa aku seperti ini,apa aku sedang jatuh cinta dengan suami ku sendiri,apakah ini cinta?" ....


* * * * * * *

__ADS_1


*  Bersambung


__ADS_2