Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 9. Nekat


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Terdengar ada yang mengetuk pintu. Aku terhenyak,mengucek mata ku yang masih terasa berat. Ku lihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 6 sore. Ternyata lama juga aku ketiduran.


"Sayang...kamu sudah bangun,apa mas boleh masuk?" Terdengar suara mas Dimas di balik pintu kamar ku


"Eemmm...masuk lah," jawab ku


Ceklek


"Gimana keadaan nya sekarang sayang,apa lebih enakan?" Tanya mas Dimas sambil duduk di sebelah ku


"Ya...lumayan mas,sudah agak enakan kok," jawab ku


"Ya udah,sekarang kamu mandi ya,abis itu kita makan bareng,kamu belum makan siang kan,takut nya nanti masuk angin," ucap mas Dimas dengan lembut


"Heemm...," Jawab ku singkat


Aku pun beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar ku.


Setelah selesai membersihkan badan,aku pun keluar dari kamar mandi.


Ternyata mas Dimas sudah keluar dari kamar,karna tak terlihat lagi di posisi nya tadi.


Akupun gegas membuka lemari dan mengambil baju santai untuk ku kenakan.


Setelah selesai akupun langsung keluar dari kamar,ingin menemui anak ku karna rasa nya hati ini begitu merasa bersalah pada Willi,sebab belakangan ini waktu ku banyak tersita oleh masalah ku dengan mas Dimas.


"Bik,,,Willi kemana,kok gak ada?" Tanya ku pada bik murni yang kelihatan sibuk menata makanan di meja makan.


"Oh itu buk,ada di kamar dengan pak Dimas," jawab bik murni sambil menunjuk ke arah kamar Willi.


"Oh ya sudah...makasih ya bik," jawab ku lalu melangkah menuju kamar Willi berada.


Ceklek


Aku membuka pintu kamar Willi,dan melihat mas Dimas sedang menina bobokkan Willi yang sedang berbaring di ranjang dengan memeluk boneka kesayangan nya.


Ssssttt....


Terlihat mas Dimas meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya,seakan memberi ku isyarat agar tak berisik.


Aku melangkah masuk dengan perlahan,agar tak berisik . Ku lihat Willi sudah terlelap dengan nyenyak nya. Rencana nya aku ingin mencium nya namun rasa nya tak tega,takut Willi terbangun.


Aku dan mas Dimas pun lantas keluar dari kamar.


Lalu kami langsung menuju ke ruang makan.


"Tadi Willi sudah mas mandikan,terus minum susu di buatkan oleh bik murni,terus mas ajak ke kamar,karna kelihatan nya Willi mengantuk,jadi mas tidurkan saja," ucap mas Dimas setelah kami sudah duduk di kursi makan


"Oh ya sudah ,nggak apa apa,makasih ya mas ," jawab ku


"Sama sama sayang..." Jawab mas Dimas lagi


Kami pun mulai menyantap hidangan yang sudah di siapkan bik murni. Masakan bik murni emang terasa sangat lezat,sangat cocok di lidah ku dan mas Dimas.


Sewaktu kami sedang asyik makan,tiba tiba terdengar bel rumah berbunyi ....


Ting tong...


Ting Tong...

__ADS_1


"Biar saya saja yang bukain pintu nya Bu," terlihat bik murni berlari kecil dari arah dapur hendak membuka pintu


"Heemm,ya sudah,makasih ya bik," jawab ku


Bik murni pun gegas ke arah depan untuk membukakan pintu.


Dan tak lama terdengar suara gaduh dari arah depan,kemudian seorang wanita masuk dengan tidak sopan menuju ruang makan...


"Selamat sore calon madu ku dan calon suami ku,??"ucap seorang wanita yang tak lain adalah Sinta,si wanita pelakor itu


"Maaf Bu,pak...perempuan ini memaksa masuk,padahal sudah saya larang," bik murni berlari tergesa gesa dengan wajah yang panik


"Ya sudah nggak apa apa bik,,,sekarang bik murni boleh ke belakang lagi,makasih ya bik," ucap ku pada bik murni


"Baik Bu,,,permisi," jawab bik murni sambil berlalu menuju belakang


"Mau apa kamu kesini,haahh !!!" Ucap ku dengan ketus pada perempuan tak tau diri itu


"Ya mau silahturahmi lah...sebentar lagi aku kan akan jadi nyonya juga di rumah ini," jawab nya dengan percaya diri sambil duduk di kursi padahal belum di persilahkan


"Cih...percaya diri banget kamu,"!!! Ucap ku merasa muak


"Kamu ngapain kerumah ku Sinta,dan darimana kamu tau alamat rumah ku,?" Tanya mas Dimas dengan wajah yang memerah


"Sayang...kamu jangan galak galak dong sama aku,kamu harus belajar adil dari sekarang,kalau masalah tau dari mana alamat rumah kamu,itu hal yang gampang buat ku," ucap Sinta dengan tak tau malu nya


Selera makan ku pun langsung hilang karna kedatangan wanita mur*Han ini. Entah ada maksud apa dia datang kesini. Sungguh...sebenar nya aku sangat muak melihat tingkah nya yang memalukan itu,rasa nya aku ingin melemparkan nya ke kandang buaya.


"Sudah drama nya ...sekarang kau keluar dari ruangan ini,dan tunggu di ruang tengah.ada yang ingin aku bicarakan pada mu," ucap ku sambil beranjak dari kursi ku


"Oke ...aku akan tunggu di depan,tapi jangan lama lama ya,karna menunggu itu membosankan," ucap nya sambil mengedipkan mata pada suami ku,padahal aku yang mengajak nya berbicara


Ya tuhan...mengapa ada manusia tak Tau diri seperti ini di dunia. Padahal kami sama sama wanita,namun dia tega ingin menghancurkan rumah tangga ku.


Aku lantas masuk ke kamar ingin mengambil sesuatu yang Bakal membuat wanita mur*Han itu jantungan. Aku mau lihat bagaimana reaksi nya setelah melihat itu


"Sayang...itu???" Tanya mas Dimas setelah melihat apa yang aku bawa dari dalam kamar.


"Ya...sekarang kita ke depan,dan ingat jangan pernah sesekali kamu membela perempuan itu,paham kamu mas,!!!" Ucap ku tegas


Mas Dimas pun hanya menghela nafas dan pasrah dengan apa yang aku lakukan ini.


Kami pun menuju ruang tengah dimana si wanita mur*han itu sedang menunggu.


"Aku langsung saja ya...karena aku sangat lelah ingin segara beristirahat," ucap ku pada wanita itu


"Ya...ya terserah kamu aja,sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan tadi,apa kita akan membahas acara pernikahan ku dengan mas Dimas?" Ucap wanita itu jumawa


"Baiklah...sebelum kamu resmi menikah dengan mas Dimas,aku rasa kamu harus lihat dan baca baik baik dokumen itu," aku menyodor kan beberapa map pada Sinta


Sinta pun dengan percaya diri mengambil map itu lalu membuka nya. Aku rasa dia akan terkejut dengan isi dari map itu


"Haaahh....apaaa???!!! ii- ini maksud nya apa? Kok semua atas nama 'Ratu Ayu Wijaksono"!!!


Benar dugaan ku,wanita ini akan sangat kaget. Bahkan ketika melihat lembaran demi lembaran isi kertas itu,mata nya melotot seperti ingin keluar dari sarang nya.


"Seperti yang kamu baca...itu adalah salinan dari dokumen asli. Rumah,mobil,kontrakan,dan beberapa aset serta Tanah kosong yang kami miliki,semua atas namaku sebagai istri sah nya.!!!" Jawab ku santai sambil menikmati wajah kusut wanita itu


"Dan satu lagi,di kantor mas Dimas cuma aku yang terdaftar sebagai istri sah yang mana itu berarti cuma aku yang berhak menerima semua gaji mas Dimas setiap bulan." Timpal ku lagi


Wajah wanita itu semakin shock dan tegang...kelihatan sekali jika dia tak bisa menerima ini semua.


"Jadi,jika kamu ingin menikah dengan mas Dimas,itu berati kamu tidak berhak sama sekali atas semua yang kami miliki,karna itu tertera atas namaku,!!!"


"Nggak....ini gak mungkin.mana bisa seperti itu,aku akan menikah dan jadi istri mas Dimas juga,berarti aku juga berhak atas itu semua,kamu jangan serakah ratu,!!!" Ucap nya lantang sambil meletakkan kasar dokumen itu ke meja

__ADS_1


"Well...tapi itu kenyataan nya Sinta,jika kamu menikah siri dengan mas Dimas,berarti kamu maupun anak mu kelak tidak akan mendapat jatah sepeserpun dari harta itu,dan apabila kamu ingin menikah sah secara hukum dan agama,aku juga tak keberatan,tapi mas Dimas akan di pecat dari kantor nya,karna peraturan di kantor nya tak menerima poligami pada semua karyawan nya..."!!


Itu berarti mas Dimas akan jadi pengangguran,dan jika aku menggugat cerai mas Dimas lalu kami bercerai,mas Dimas pun tak akan mendapat apa pun dari harta itu,karna sebelum menikah dulu kami sepakat membuat perjanjian pranikah,dimana isi perjanjian itu jika ada salah satu yang berselingkuh maka dia tak akan mendapat sepeserpun dari harta yang kami punya." Ucap ku menjelaskan panjang lebar pada wanita itu


"Licik kamu ratu...kamu sengaja kan merencanakan ini semua ,haah!!!" Tanggap wanita itu penuh emosi


"Itu semua memang benar Sinta ...apa yang di katakan ratu itu semua benar.aku yang bodoh telah melakukan hal buruk ini...aku minta maaf," mas Dimas menanggapi ucapan Sinta dengan wajah yang penuh penyesalan


"Apa kamu bilang mas ...jadi kamu anggap apa aku ini mas,haahh!!!" Jawab Sinta makin emosi


"Aku minta maaf sin...aku menyesal,"!! Jawab mas Dimas lagi sambil menundukkan wajah nya


"Sudah...jadi apa maumu sekarang Sinta? " Tanya ku melerai percakapan Sinta dan mas Dimas


Sinta tak menanggapi ucapan ku...dia diam seakan tak terima dengan semua kenyataan ini


"Baik lah...aku ada penawaran baik untuk mu?" Tanyaku santai


"Maksud kamu...penawaran bagaimana?" Ucap nya penasaran


"Aku tau kamu mendekati mas Dimas karna berfikir akan hidup enak kan? Karna sekarang hidup kamu sedang tak baik baik saja,benar kan? Tapi sayang...kamu salah besar ck...ck kasian..."!!! Ucapku mencemooh nya


"Jaga mulut mu...sudah lah langsung katakan apa penawaran mu itu?" Ucap nya emosi


"Baiklah ...begini saja aku akan berikan kamu uang 2 milyar,dengan syarat kamu pergi dari hidup ku dan mas Dimas,jangan pernah sesekali kamu menampakkan diri lagi di hadapan ku...bagaimana?" Tanya ku pada Sinta


"Apa!!! 2 milyar...hahaha " Sinta malah tertawa mendengar pernyataan ku


"Kenapa ? Kurang? Katakan saja berapa yang kamu inginkan?" Tanya ku mulai emosi


"10 milyar...bagaimana,apa kamu sanggup,haah?" Jawab nya sambil tersenyum angkuh


"Sinta...jangan keterlaluan kamu!!!" Tanggap mas Dimas geram


Sinta seperti tak memperdulikan ucapan mas Dimas


"Oh...jadi kamu ingin memeras ku ,baiklah jika itu yang kamu inginkan. Aku sudah berbaik hati pada mu dengan menawarkan uang dengan jumlah yang besar,tapi kamu malah ingin memerasku. Oke...sekarang kamu dengarkan ini baik baik ," aku menyodorkan sebuah perekam suara pada Sinta,dia tampak kaget tapi masih belum mengerti dengan maksud ku


"Apa maksud mu ratu,!!!" Tanggap nya bingung


Aku memutar isi rekaman itu dan terdengar jelas semua perkataan kami semua termasuk ucapan Sinta yang meminta uang sejumlah 10 milyar kepadaku...


Mata nya seketika melotot dan ingin meraih alat perekam itu namun aku sigap merebut nya.


"Kurang ajar kamu ratu ,!!! Sinta mengamuk dan ingin memukul ku tapi mas Dimas sigap menangkis nya


"Hentikan sinta...kamu lihat keatas ada cctv disana,itu bisa jadi tambahan bukti untuk aku memasukkan mu kedalam penjara,jadi bersikap lah yang sopan di rumah ku,!!!" Aku berucap tegas sambil menunjuk wajah Sinta.


Sinta pun tak bisa berbuat apa apa...semua rencana ku berhasil,aku sangat puas memberi pelajaran pada wanita mur*Han ini.


"Baik lah...aku terima uang 2 milyar itu,dan aku akan pergi dari hidup kalian," jawab nya pasrah namun wajah nya masih tetap terlihat emosi


"Oke...berikan no rekening mu,aku akan langsung mentransfer uang itu...dan seperti janji mu,jauhi keluarga ku,kamu mengerti!!!" Ucap ku tegas


Sinta pun memberikan no rekening nya ...aku langsung mentransfer uang dengan jumlah tersebut,lalu aku memperlihat kan bukti transfer nya pada Sinta


Setelah dia melihat bukti transfer itu,dia langsung melangkah keluar dari rumah ku tanpa mengucap sepatah katapun....


"Cih...dasar tidak sopan!!!" Ucap ku


"Sudah lah sayang...dia sudah pergi,itu berarti semua masalah sudah selesai...makasih ya sayang," ucap mas Dimas


"Ya ,sudah selesai dengan perempuan mur*Han itu ...tapi belum selesai dengan mu mas. Jangan kamu fikir semua akan kembali baik baik saja, aku juga akan memberi pelajaran untuk mu,supaya kamu bisa lebih waras lagi kedepan nya,!!!" Ucap ku Lalu beranjak meninggalkan ruang tengah


Sungguh aku sangat muak dengan ini semua. Walaupun perempuan itu sudah pergi tapi luka di hati ku belum bisa sembuh ...

__ADS_1


Aku memang masih mencintai mas Dimas....tapi rasa sakit ini belum bisa hilang ....


*Bersambung


__ADS_2