Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 25.


__ADS_3

Sudah 2 hari aku di sekap di kamar ini. Walaupun mereka semua memperlakukan ku dengan sangat baik,memberikan ku makan tepat waktu,bahkan segala kebutuhanku dan William seperti pakaian dan lainnya mereka juga siapkan... Aku tak merasa kekurangan berada disini,namun aku sangat merasa bosan berada di kamar ini terus menerus.


Tok...


Tok...


Aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar ini,aku ingin meminta ijin supaya bisa keluar dari kamar,walaupun aku tidak bisa pergi jauh jauh namun jika mereka mengijin kan aku untuk berkeliling villa ini saja pun aku sudah merasa senang...


Ceklek


Pintu terbuka,terlihat seorang pria berbadan besar membuka pintu tersebut


"Ada apa?" Tanya nya dengan nada datar


"Begini...eemm,,eem aku bosan berada di kamar terus,boleh kah aku keluar sekedar untuk menghirup udara segar_" jawab ku sedikit takut


Pria itu mengerutkan dahi seperti sedang berfikir...


"Tunggu sebentar,aku minta ijin pada tuan dulu " jawab nya lalu menutup pintu kembali


Tak lama kemudian,pintu di buka kembali dan pria tersebut masuk ke dalam kamarku...


"Tuan ku mengijinkan kamu untuk keluar dari kamar dan berkeliling di villa ini,tapi dengan pengawasan yang sangat ketat dari kami...tapi ingat,jangan coba coba untuk berbuat hal konyol,kami tak segan segan untuk menyakitimu dan juga anak mu,mengerti!!!" Ucap nya dengan nada tegas


"Baik...aku janji tidak akan berbuat macam macam,aku hanya ingin berjalan jalan saja di luar kamar ini,terima kasih _" jawab ku sambil sedikit tersenyum senang


"Heemmm....silah kan " ucap nya mempersilah kan aku dan willi untuk keluar dari kamar ini


Aku langsung menggendong Willi dan berjalan keluar dari kamar,,,hati ku merasa senang karna akhir nya bisa di perbolehkan untuk sekedar berjalan jalan di area villa ini...


"Di sekeliling bahkan hampir di setiap sudut daerah villa ini,ada yang berjaga dengan persenjataan yang lengkap,bahkan kami juga punya banyak anjing pelacak yang bisa mengejar mu jika kamu berani kabur dari villa ini,jadi ingat pesan ku,sayangu nyawa mu dan anak mu_!!!" Pria itu menegaskan lagi kepadaku jika aku tidak boleh kabur. Begitu mendengar semua penjelasan nya,tiba tiba diriku bergidik ngeri,nyali ku semakin ciut ,aku benar benar tak berani untuk berbuat macam macam


Tanpa menjawab ucapan pria itu,aku mengajak Willi untuk berkeliling villa ini,ternyata villa ini sangat luas dan mewah...seluruh ruangan nya tertata rapi,bunga warna warni berjejer rapi di setiap sudut ruangan,menambah kesan indah ruangan villa ini.


Aku begitu takjub melihat nya,siapa kah sebenar nya pemilik villa ini sekaligus orang yang menculikku sekarang ? Pertanyaan itu yang masih berkutat di fikiran ku.


Ada sebuah ruangan berpintu kaca bening menjadi pusat perhatian ku...di sana terlihat begitu banyak mainan anak kecil dengan segala ukuran dan macam bentuk...aku mengajak Willi berjalan menuju ruangan itu...


Tapi terlebih dahulu aku menoleh pada pria yang sedang mengawasi sejak tadi,aku ingin bertanya apa boleh aku mengajak Willi untuk masuk ke ruangan itu...


Pria itu menganggukkan kepala,sepertinya dia mengerti dengan apa yang aku ingin aku tanyakan walaupun aku belum berkata apa apa pada nya


Setelah kami hampir sampai di ruangan itu,Willi pun langsung melepas pegangan tangan nya padaku,dia langsung berlari menuju ruangan tersebut,seperti nya Willi sangat senang sekali ...


Aku pun menyusul Willi... Begitu masuk keruangan itu Willi langsung berlari kesana kemari,wajah nya terlihat gembira,dia bermain plosotan,ayunan,dan masuk kerumah rumahan yang ada disana. Willi juga mengambil bermacam mobil mobilan di rak yang ada disana,dan meletakkan nya di lantai yang di alasi dengan karpet bulu yang sangat lembut ...

__ADS_1


Breeemmm...


Breeemmm...


Willi menirukan suara mobil mobilan dengan semangat nya sampai sampai air liur nya keluar dari mulut...sangat menggemaskan sekali "


Aku hanya berdiri melihat keseruan Willi bermain,tiba tiba ada yang menyentuh pundak ku dari belakang ...


"Eh..." Aku merasa kaget


"Maaf non udah buat kaget,hehehe ..." Ternyata bik Ijah yang sudah membuatku kaget


"Bik Ijah...nggak apa kok bik,tadi saya lagi serius ngeliatin Willi main,jadi gak fokus kalau si bibik dateng_" jawab ku tersenyum


"Den Willi ganteng banget ya non ...bibik seneng banget ngeliat Wajah den Willi,pasti nanti besar nya lebih ganteng ..." Ucap bik Ijah sambil memandangi William


"Makasih bik..._" jawab ku tersenyum


"Oh ya bik...saya boleh tanya sesuatu gak? "


"Tanya apa non,,,kalau bibik tau pasti bibik jawab kok_"


"Eeemmm....sebenar nya siapa pemilik villa ini yang kalian panggil tuan itu bik?"


"Tapi kenapa dia membawa saya kesini ya bik...saya agak bingung?"


"Yang pasti untuk kebaikan non ratu...yang bibik tau non disini selama 3 bulan ke depan,setelah itu bibik tidak tau apa apa lagi_"


"Tiga bulan ...jadi saya akan terus terkurung di villa ini selama itu bik?"


"Hanya itu yang bibik tau non,,,bibik cuma di suruh melayani dan menjaga non ratu selama berada disini_"


Eekkheeemmm...


Tiba tiba terdengar suara pria di belakang kami ...


Tiba tiba bik Ijah pamit permisi dari ruangan ini...


"Tadi tuan telpon dan memberitahukan jika mulai hari ini pintu kamar kamu akan saya kunci jika malam hari saja,selebihnya kamu boleh keluar dari kamar untuk berkeliling di area dalam villa ini tentu nya dengan pengawasan kami semua_" ucap pria itu yang membuat hatiku sedikit terhibur,itu artinya aku bisa bebas dan tidak terus terkurung di kamar saja


"Baik lah...ucapkan terima kasih pada tuan kalian " jawab ku


Lalu pria itu pun berjalan pergi meninggalkan aku di ruangan ini...


Awalnya aku tidak terima di culik dan di sekap di tempat ini,ada niatan untuk melarikan diri dari sini,namun setelah aku mengetahui jika tempat ini jauh dari keramaian,bahkan banyak penjaga bersenjata,belum lagi ada anjing pelacak,niatan ku memudar seketika,yang tersisa hanya rasa takut akan keselamatan aku dan William...

__ADS_1


Setelah aku fikir fikir,tak apa lah aku berada di sini,lagipula aku di perlakukan dengan sangat baik,walaupun tak jarang diriku merasa jenuh,namun aku harus bisa berdamai dengan situasi ku sekarang,apa lagi aku sudah tak punya apapun lagi,masalah rumah tangga ku dan juga masalah bisnis ilegal papa telah membuat ku kehilangan segala nya....


*****


Di rumah Dimas...


"Haaahh...akhir nya aku keluar juga dari rumah sakit_" gumam Dimas sambil merebahkan tubuh nya di kasur yang empuk


Besok aku harus mulai mencari keberadaan ratu dan juga anakku ...bagaimanapun cara nya aku harus menemukan mereka.


Tring...


Terdengar ada notifikasi wa di ponsel Dimas,,,dia langsung membuka pesan tersebut .


'mas,gak usah cari aku dan William,karna aku sudah tidak di negara ini lagi,jangan khawatir,aku dan William baik baik saja...mas urusi saja kehidupan mas sendiri,jangan cemaskan kami berdua. Ini pesan terakhir dari ku,karna setelah ini aku akan berganti no baru,aku ingin mulai hidup ku yang baru disini..."ratu" 


Begitulah isi pesan tersebut yang membuat Dimas langsung menekan tombol memanggil,namun no itu sudah tidak bisa di hubungi...


"Nggak mungkin ratu ke luar negeri membawa William...akkkhhh!!!" Dimas berteriak tidak terima dengan apa yang di tuliskan ratu dalam pesan singkat barusan


Kenapa kamu meninggalkan aku ratu ...bagaimana aku bisa hidup tanpa kalian berdua,aku nggak sanggup ratu ...."


Dimas merasa sedih dengan perpisahan itu,dia tak menyangka nasib rumah tangga nya bisa berakhir seperti sekarang ...


*****


Di mansion Kevin ...


Kevin tersenyum senang setelah mengirim sebuah pesan pada seseorang...


"Sekarang semua sudah berubah Dimas,,,aku yang akan memiliki ratu ,bukan kamu ...hahaha_"


Kevin tertawa senang karna rencana nya berjalan dengan lancar ...


Dia baru saja mengirimkan sebuah pesan pada Dimas menggunakan ponsel ratu yang di antarkan oleh anak buah nya setelah menculik ratu waktu itu.


Ponsel ratu dalam keadaan mati,namun kevin langsung mengisi daya ponsel tersebut hingga ponsel itu kembali menyala. Keberuntungan lainnya karna ponsel ratu tak memakai kunci sama sekali,jadi dengan mudah nya Kevin membuka ponsel tersebut ...


Setelah dia selesai mengirim pesan kepada Dimas,Kevin mencabut kartu di ponsel itu dan mematahkan nya,dan Kevin juga menghapus semua nomor yang ada di daftar kontak ponsel tersebut...


Setelah semua selesai,Kevin mematikan lagi ponsel itu dan menyimpan nya di brankas milik nya...


'setelah masa Iddah mu selesai,aku akan langsung menikahi mu ratu,kamu akan jadi jadi istriku...' gumam Kevin tersenyum kecil .


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2