Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 56. Mengetahui Fakta


__ADS_3

Ryan... Begitulah orang lain memanggilku sekarang.aku sengaja mengganti identitas ku untuk mengelabui pihak kepolisian agar tak mengenali ku.


Rambut ku biarkan gondrong,agar sedikit menyamarkan penampilanku sebelum nya. Walaupun kini aku sudah berada jauh dari kota jakarta,namun diriku harus tetap berhati-hati. Karna kasus yang menjeratku tak main-main. Jika tertangkap,sudah pasti diriku akan meringkuk di penjara dalam waktu yang sangat lama.


"Woy...ngelamun saja kau ini? Kita kesini buat senang-senang,bukan untuk ngelamun,kesambet setan alas baru tau rasa kau_" suara Eko membuyarkan lamunan ku. Kami sedang berada di pasar malam,disini begitu ramai orang-orang sedang menikmati berbagai wahana yang di suguhkan di pasar malam ini.


"Aku lapar ko,kita cari jajan yuk_" ajak ku pada Eko


"Bilang dari tadi kalau kau lapar,ayok lah kita cari makanan..." Eko menuruti ajakan ku untuk mencari makanan,padahal sebenar nya diriku tidak merasa lapar,itu sengaja aku lakukan untuk menghindari keramaian disini


Kami berdua berjalan berkeliling tempat tersebut,mencari makanan yang ingin kami beli.


Mataku berpendar mencari pedagang makanan yang agak sepi,namun ternyata semua lapak pedagang yang menjual makanan semua nya di kerumuni orang ramai.


Tiba-tiba mataku tertuju pada warung mi sop yang ada di seberang jalan,terlihat di warung itu agak sepi,hanya beberapa orang saja yang sedang makan disana.


"Eko... Makan disana yuk,kayak nya enak nih makan mi sop malam-malam gini _" ucap ku pada Eko sambil menunjuk warung tersebut


"Paten juga selera kau ya...kalau gitu ayok lah kita kesana_" Eko langsung setuju dengan ide ku dan langsung mengajak ku untuk menyebrang menuju warung tersebut


Kami berdua pun menyebrang dengan hati-hati,karna kendaraan yang lalu lalang sangat ramai,walaupun dengan langkah perlahan,akhir nya kami sampai di seberang jalan dan langsung menuju ke warung mi sop Itu.


"Mi sop dua ya buk,sama es teh_" Eko langsung memesan makanan begitu sampai di warung tersebut


"Bentar ya_" jawab ibuk-ibuk yang merupakan pemilik warung itu


Saat aku fokus melihat siaran televisi yang ada di warung ini,tiba-tiba...


"Hei Ryan,Eko... Liat pasar malam juga kalian?" Sapa perempuan yang tak lain adalah Lilis. Dia sedang bersama kedua teman perempuan nya


"Eh Lilis... Kau kesini juga rupa nya? Jawab Eko sambil tersenyum


"Iya...ni sama lita dan Dewi. Tadi aku kerumah kamu Ryan,tapi dikunci,tau nya kamu disini sama eko_" ujar Lilis sambil memandang Ryan,padahal Eko yang bertanya tadi pada nya.


Eko langsung melirik ke arah Ryan,tapi yang di tanya malah berwajah biasa saja,padahal gadis tercantik di kampung mereka sedang mengajak dia mengobrol.


"Ssuuttt... Itu kau jawab lah_" tukas Eko menyikut lengan Ryan.


"Eh iya Lis..aku tadi di ajak Eko kesini,emang nya kamu mau ngapain kerumah ku? Tanya ryan salah tingkah


"Mau sekalian ngajakin kamu ke pasar malam_" jawab Lilis sambil menatap lekat wajah Ryan


"Oh gitu... Eko udah ngajakin Luan,jadi maaf ya lis_" jawab Ryan merasa tak enak


Lilis hanya mengangguk dan tersenyum,kemudian dirinya pamit ,karna kedua teman nya sudah mengajak masuk ke pasar malam tersebut.


"Kayak nya ada yang lagi di taksir nih sama kembang desa...hahaha_" seloroh Eko sambil tertawa menggoda Ryan


"Siapa?" Tanggap Ryan tak mengerti


"Ya kau lah... Masak aku_" jawab eko


Ryan sama sekali tak tertarik dengan ucapan Eko,sehingga diri nya hanya biasa saja menanggapi hal tersebut...


"Ini pesanan nya_" tiba-tiba ibu warung mengantarkan pesanan kami berdua

__ADS_1


"Makasih buk_" jawab ku


"Udah lah,lebih baik kita makan aja,aku udah laper banget nih_" ujarku mengalihkan pembicaraan


Eko menghentikan tawanya,dan mengikuti ku untuk segera menyantap mi sop yang sudah di sajikan di meja. Karna sudah cukup lama berada disini,membuat lidahku terbiasa dengan makanan di sini yang dominan memiliki rasa yang pedas.


Kami berdua asyik menyantap mi sop yang cukup lezat ini,sehingga tak terasa mangkukku sudah kosong. Setelah menghabiskan makanan tersebut,Eko pun langsung menghidupkan rokok dan mengisap nya,itulah kebiasaan Eko.


Aku menatap ke sekeliling warung ini,tiba-tiba mataku tak sengaja melihat koran yang tergeletak di seberang mejaku. Bukan koran itu yang menjadi pusat perhatian ku,tapi berita yang ada di koran tersebut yang membuat diriku penasaran. Aku langsung mengambil koran tersebut,kulihat tanggal edaran nya pada tanggal hari ini,berarti berita ini baru saja terbit.


'Kevin putra Wiratmaja terpilih sebagai pengusaha muda tersukses tahun ini. Sebagai rasa syukur nya,beliau mengadakan bakti sosial kepada puluhan panti asuhan. Beliau turun langsung sambil di dampingi istri nya yang cantik untuk memberikan donasi berupa uang dan berbagai macam kebutuhan pokok.' 


Potongan berita itu membuat mata Ryan membulat,dia amat terkejut melihat foto siapa yang terpampang sedang berdampingan dengan sang pengusaha tersebut.


"Ratu!!!" Ucap Ryan sambil terus memandangi gambar wanita yang sangat dia kenali tersebut


'kenapa kamu bisa menikah dengan keturunan Wiratmaja? Apa yang telah terjadi setelah kepergianku ratu? Apa kamu tidak tau kevin itu anak dari musuh papa mu? Kamu dalam bahaya ratu_' gumam Ryan dalam hati


Jantung Ryan tiba-tiba berdetak tak karuan,dirinya sangat mencemaskan keadaan ratu disana. Ryan sangat tau mengenai semua rival papa nya ratu di dunia hitam. Dan salah satu nya adalah keturunan Wiratmaja yang sangat di kenal sebagai rival terberat papa nya ratu dalam menjalani usaha ilegal nya.


'aku harus apa? Aku sudah berjanji pada almarhum pak Wijaksono untuk melindungi putri nya,tapi aku sendiri sedang berada di situasi terjepit,aakhhh...kenapa semua jadi seperti ini?' Gerutu ryan lagi,raut wajah nya berubah memerah seperti orang yang sedang menahan amarah


Eko menyadari perubahan raut wajah ryan tersebut." Hey Ryan...kenapa kau ini,kepedasan atau apa?" Tanya Eko merasa bingung


Ryan sedikit kaget dengan ucapan Eko,dirinya pun berusaha untuk mengontrol emosi nya,agar Eko tak merasa curiga.


"Aku gak apa-apa kok,cuma tiba-tiba ngantuk aja,kita pulang aja yuk!_" ujar Ryan mengalihkan pertanyaan Eko


"Oh ya sudah,kalau gitu kita pulang sekarang,bilang kalau kau ngantuk,jangan diam saja_" tukas Eko kemudian berdiri dan memanggil pemilik warung untuk membayar makanan nya


Dalam perjalanan pulang,ryan masih saja memikirkan tentang berita itu. Dia sangat mencemaskan keselamatan ratu dan juga william,namun dia sendiri bingung harus berbuat apa.


Tak lama kemudian,sampailah mereka di rumah Ryan. Begitu ryan turun dari motor,Eko langsung saja pamit.


Ceklek ...


Ryan membuka pintu rumahnya,dan langsung masuk kedalam. Dirinya menuju kamar mandi untuk membasuh wajah dan berganti pakaian untuk tidur.


Setelah selesai,ryan langsung merebahkan tubuh nya di kasur busa yang biasa dia gunakan sebagai alas untuk beristirahat.


'oh iya,apa aku coba hubungi ratu saja ya menggunakan kartu baru, aku harus memperingatkan dia untuk berhati-hati,karna dia sedang berada dalam bahaya sekarang' gumam Ryan dalam hati


Ryan seketika bangkit kembali dan mengambil sebuah kotak yang tersimpan di tas ransel nya. Didalam kotak tersebut terdapat sebuah ponsel yang sengaja Ryan simpan untuk di gunakan jika di perlukan.


Ryan mengeluarkan ponsel tersebut dari kotak nya. Dan memasang kartu perdana yang sudah lama di beli nya. Ryan sengaja tak menggunakan ponsel selama pelarian,karna dia tak ingin berinteraksi dengan dunia luar untuk menjaga keamanannya.


Ryan menghidupkan ponsel tersebut,kemudian dirinya mengambil secarik kertas yang berisi nomor-nomor penting termasuk nomor ponsel ratu.


Tanpa mengulur waktu,ryan langsung melakukan panggilan telpon ke nomor ratu,tapi sayang nya nomor tersebut sudah tidak aktif lagi. Ryan sudah mencoba beberapa kali menelpon ke nomor ratu tersebut,namun tetap tidak bisa di hubungi ,hal itu membuat Ryan kecewa.


"Pasti ratu sudah ganti nomor,kalau begini bagaimana aku bisa menghubungi ratu? ". Gerutu ryan merasa bingung


Karna rencana nya tak berjalan lancar,dirinya kemudian memutuskan untuk beristirahat kembali,sambil memikirkan rencana lain untuk bisa menghubungi ratu.


* * * * * * *

__ADS_1


Di tempat lain 


Drttttt...


Drttt.....


"Ckkk....siapa sih malam-malam telpon?" Gerutu ratu kesal


Ratu yang sedang terlelap tidur pun merasa terganggu dengan getar ponsel Kevin yang tergeletak di bawah bantal ratu.


"Hooaaahhmmm... Ckk ganggu aja pun,lagian Kevin kemana sih,ponsel kok di tinggal begini?" Gerutu ratu merasa kesal karna tak melihat sang suami di samping nya


Dengan wajah yang masih mengantuk,ratu mengambil ponsel Kevin yang masih saja bergetar tersebut. Dirinya melihat layar ponsel Kevin,ada sebuah nomor tanpa nama yang sedang memanggil.


"Vin ...ini ada yang nelpon_" ratu mencoba memanggil sang suami namun tak ada jawaban sama sekali


Karna ponsel tersebut terus saja bergetar,ratu memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut,dalam fikiran nya mungkin ada yang sangat penting sehingga menelpon di larut malam seperti ini.


"Hallo_" jawab ratu setelah menggeser tombol hijau di ponsel tersebut


"Hallo...Kevin nya ada?" Terdengar suara wanita di seberang telpon tersebut


Ratu mengerutkan dahi, " ini siapa ya?" Tanya ratu penasaran


"Aku Maya ...teman nya Kevin,oh ya kamu pasti ratu kan istri nya kevin,salam kenal ya_" jawab wanita yang bernama maya tersebut


"Ya salam kenal kembali,tapi ada keperluan apa kamu nelpon Kevin larut malam begini?" Tanya ratu kembali,dirinya merasa sedikit cemburu kepada Maya


"Oh itu...aku ada keperluan aja dengan Kevin,tapi kalau kevin tidak ada ya sudah besok saja langsung bertemu di kantor Kevin_" jawab Maya yang membuat darah ratu semakin mendidih


"Maksud kamu?" Tanya ratu kembali


"Aku ngelamar kerja di kantor kevin,terus tadi HRD nya bilang kalau besok aku bisa interview,jadi aku cuma mau tanya sama Kevin,besok kira-kira apa ya yang harus aku siapkan,begitu?" Jawab Maya begitu lancar,tanpa menghiraukan perasaan ratu


Ratu sudah tak bisa menahan rasa cemburunya,sehingga dia mematikan sambungan telpon begitu saja.


"Lancar banget mulut nya,jam segini nelpon suami orang,apa dia gak punya fikiran,hah!!" Gerutu ratu sambil mengerucutkan bibir nya


Ceklek...


Tiba-tiba pintu kamar terbuka,terlihat Kevin masuk kedalam sambil membawa secangkir kopi.


"Kamu kenapa bangun ?" Tanya Kevin melirik sang istri


Ratu tak menjawab pertanyaan Kevin. Dirinya sedang menatap sang suami dengan wajah bengis,seperti rembo harimau peliharaan Kevin yang ingin menyantap mangsa nya


Kevin menyadari tatapan tajam sang istri,lalu diri nya bertanya " kamu kenapa? Abis mimpi buruk? Tanya Kevin dengan santai nya


"Iya mimpi buruk ... Mimpi kalau suami nya di ambil pelakor!!!" Jawab ratu ketus


"Maksud kamu apaan ratu ?" Tanggap Kevin merasa semakin bingung dengan jawaban sang istri


"Siapa Maya.... Kenapa dia bisa nelpon kamu larut malam begini, HAH!!!"


* * * * * * *

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2