Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 7 . Aku baik-baik saja mas


__ADS_3

Aku berharap kejadian hari ini hanya sekedar mimpi,dan di saat aku bangun semua hilang tanpa meninggal kan bekas sedikit pun. Tapi harapan tetap akan menjadi harapan sahaja,kenyataan pahit ini benar benar terjadi....


Setelah terjadi ketegangan di depan rumah Sinta,aku pun langsung masuk ke dalam rumah meski si tuan rumah belum mempersilahkan nya.


" Masuk...kenapa kalian hanya berdiri di luar," panggil ku pada kedua orang yang masih diam terpaku dengan wajah yang bingung dan panik.


Kedua orang itu pun lantas masuk dengan langkah lunglai,seperti orang yang akan di sidang.


" Duduk...!!!" Kataku tegas menunjuk sofa yang ada di ruang ini


Mereka pun berdua duduk di sofa yang berseberangan. Mas Dimas tak berani duduk di sebelah ku maupun di sebelah Sinta.


" Sudah berapa lama kalian berhubungan,hah?" Aku bertanya,namun mereka seperti enggan untuk menjawab


"Sudah berapa lama,JAWAB,!!!" Braak....


Sentak ku geram sambil memukul meja di depan ku sampai telapak tangan ku terasa panas.


" Eehhmmm....sekitar 6 bulan," jawab perempuan itu.


"Oh,,,enam bulan ya.selama itu kalian menjalin hubungan haram,menjijikkan,!!!" Jawab ku geram


" Apa kamu menikmati nya mas,merasa senang dengan hubungan haram kalian berdua,haahh,!!!" Tanyaku pada mas Dimas dengan menatap nya nyalang.


Mas Dimas tak berani sedikit pun menatap ku,bahkan sejak tadi dia hanya menunduk,dan tak mengucap sepatah katapun .


Aku balik menatap perempuan itu.


" Apa kamu mencintai suami ku hah?" Tanya ku


"Ya...aku mencintai mas Dimas,dan aku rasa mas Dimas juga punya perasaan yang sama denganku." Jawab nya dengan menyungging kan senyum


Plaakkkk


Plaakk....!!!

__ADS_1


Akhir nya tamparan ku mendarat di pipi mulus nya,rasa nya aku sudah tidak tahan lagi. Dia terlihat kaget dengan yang aku lakukan,sambil memegangi pipi nya yang terlihat merah bekas tamparan ku,tatapannya mengisyarat kan jika dia sangat marah padaku.


"Kamu..." Ucap nya dengan mata melotot


"Ya...kenapa? Sakit...mau marah,silahkan.!!! Seharusnya bukan hanya tamparan yang aku beri untuk perempuan mur*Han seperti mu,karna perempuan baik baik gak akan mau melakukan hal yang menjijikkan seperti ini."!!!


"Sayang....tenang kan dirimu," mas Dimas mencoba menenangkan diriku namun aku sama sekali tak terpengaruh


Plaaakk....


Bugh....!!! Aku menampar dan meninju wajah mas Dimas. Dia pun sangat kaget dengan yang aku lakukan. Mungkin dia tidak menyangka aku bisa semarah ini pada nya. Jujur, selama kami menikah,aku tak pernah sama sekali berucap kasar pada mas Dimas,namun hari ini aku berani menampar dan meninju nya.


"Diam kamu mas...semua ini karna perbuatanmu mas,karna kamu tak bisa menahan nafsu mu,sehingga perselingkuhan ini terjadi,kalian berdua sama sama manusia yang menjijikkan,cuuihh,"!!!


"Dan kamu ...jika kamu wanita baik baik dan punya harga diri,kamu gak akan mau jadi selingkuhan suami ku. Kamu bilang cinta pada suami ku...heeh,!!! Semua yang kalian lakukan itu bukan karna cinta tapi karna nafsu..."!!!


" Tutup mulut mu,jangan ngomong sembarangan kamu...aku yakin mas Dimas masih mencintai ku sama seperti dulu,,,ya kan mas?" Sinta menoleh ke arah mas Dimas berharap orang yang di tanya akan menjawab sesuai harapan nya


Namun orang yang ditanya hanya diam membisu,sambil memijit kening nya. Tak sepatah katapun terucap dari bibir mas Dimas.


" Aku nggak tau Sinta,,,jadi tolong diamlah,!!!"sentak mas Dimas membuat Sinta terdiam dan menitikkan air mata.


Aku sangat menikmati drama ini...sangat. aku tau mas Dimas tak akan berani untuk menjawab pertanyaan Sinta, apa lagi sampai membalas ucapan cinta dari perempuan itu.


"Sudah lah Sinta ...percuma kamu memaksa,mas Dimas tak akan mau menjawab pertanyaan mu. Begini saja,aku mewakili mas Dimas kesini sekalian melamar mu untuk menjadi istri mas Dimas,jadi kalian tidak usah sembunyi sembunyi lagi,dari pada kalian melakukan maksi*t terus menerus lebih baik kalian segera menikah bukan?" Akhir nya kata kata menyakitkan itu terucap juga dari mulut ku


Mas Dimas menoleh ke arah ku dengan mata melotot dan menggelengkan kepala nya. Pertanda dia tidak setuju dengan ucapan ku barusan. Sedangkan wanita itu terlihat kaget namun bisa aku lihat senyuman kecil di wajah nya.


"Kamu jangan bicara sembarangan sayang...aku nggak mau...cuma kamu istri ku,aku gak mau ada yang lain," akhir nya mas Dimas angkat bicara, namun bisa di lihat mata nya berkaca kaca


"Nggak mau ada yang lain kamu bilang mas...tapi dengan kamu memiliki hubungan dengan perempuan ini,berarti kamu sudah siap dengan resiko kedepan nya...aku sudah berbaik hati mewujudkan keinginan mu,aku malah mempermudah jalan untuk kalian bersatu,harus nya kamu bahagia kan?"


Mas Dimas masih menggelengkan kepala nya,,,dan tiba tiba dia berlutut di hadapan ku dengan air mata yang sudah membasahi wajah nya


"Mas mohon sayang...mas minta maaf,mas khilaf.mas masih sangat mencintai kamu,mas gak mau kita berpisah ...tolong maafkan mas sayang,kasi mas kesempatan untuk memperbaiki semua nya." Mas Dimas memohon kepadaku sambil menangis

__ADS_1


"Mas....apa apaan kamu. Jadi kamu anggap apa aku ini,haahh...aku rela jadi yang kedua,asal kamu bisa adil mas,aku rela ..." Ucap wanita itu dengan percaya diri


Mas Dimas tak memperdulikan ucapan wanita itu,mas Dimas masih tetap dengan posisi nya berlutut di hadapan ku tanpa bergeser sama sekali. Sebenar nya hati ku serasa di cambuk melihat mas Dimas melakukan semua ini,tapi aku harus bisa menahan hati ku agar tak mudah luluh,aku harus bisa memberi pelajaran kepada mereka berdua.


Aku langsung bangkit dari sofa yang ku duduki. Aku gegas mengambil tas yang tadi ku bawa. Aku berjalan menuju pintu keluar tanpa menghiraukan mereka berdua.


Sebelum aku sampai ke pintu,aku sejenak menghentikan langkah ku. Aku berbalik badan dan menoleh ke arah mereka berdua.


" Hal yang baik kalau bisa segera di laksanakan. Nanti tunjukkan saja dimana aku harus tanda tangan...aku tak akan mempersulit semua nya,jadi kalian tenang saja ,"


Setelah mengucapkan kata kata itu aku langsung melanjutkan langkah ku keluar dari rumah perempuan itu. Namun rupa nya mas dimas mengejarku sampai keluar....


"Ratu...tunggu. mas mau ngomong sebentar sayang..." Panggil mas Dimas


Mas Dimas pun berhasil meraih tangan ku dan memaksa aku berhenti. Aku terus berontak,tapi mas Dimas malah menarikku dan memaksa memelukku.


Aku terus menolak,berontak bahkan aku memukul mukul dada mas Dimas...tapi sekuat apapun tenaga ku tetap masih kalah kuat dengan tenaga mas Dinas...akhir nya dia berhasil mendekap ku dengan erat.


Hikss...


Hikss...


Hiksss ...


"Kamu jahat mas,kamu jahat sama aku...hiks !!!"aku menangis di pelukan mas Dimas.


Mas Dimas membelai kepalaku lembut dan mencium pucuk kepala ku sambil menangis juga.


"Mas tau sayang...mas emang jahat,mas minta maaf sayang...tolong maafin mas ya,mas sangat mencintai mu,jangan tinggalin mas ratu," ucap mas Dimas sambil terisak


Entah mengapa perlahan emosiku mereda...hatiku sedikit luluh dengan perlakuan mas Dimas. Jujur,aku memang masih sangat mencintai mas Dimas,tak berkurang sedikit pun. Tapi luka ini tak bisa juga kulupakan dengan cepat. Hati ku masih sangat sakit....


Aku melepas kan diri dari pelukan mas Dimas,dan mas Dimas pun mengusap air mataku dengan jarinya.


"Kalau kamu ingin menikah lagi dengan wanita itu mas,,,silahkan lakukan secepat nya. Kamu jangan mikirin perasaan aku...aku baik baik saja mas,!!!!"

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2