
"Dim... Gimana keadaan sinta?" Rita langsung menyusul ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Dimas jika Sinta mengalami kecelakaan.
Dimas menoleh ke sang istri muda yang duduk di samping nya,"Sinta belum sadarkan diri rit,semua ini salah ku_" ujar Dimas lirih sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan. Dimas terlihat sedih dengan kejadian yang menimpa Sinta
"Sssttt.... Kamu gak salah apa-apa dim,semua ini musibah,kamu yang tenang ya_" ucap Rita mencoba menenangkan hati sang suami yang sedang kalut
Dimas merebahkan kepala nya ke bahu Rita,dan dengan penuh kasih sayang rita pun membelai lembut kepala dimas,sebagai seorang istri Rita pun merasa kesedihan yang sama walaupun ada rasa sedikit cemburu melihat suami nya menangisi wanita lain.
Di balik pembatas ruangan yang berbahan kaca,bisa di lihat keadaan sinta yang masih dalam keadaan koma, tubuh nya begitu banyak di Pasang berbagai alat medis,sebagai seorang perawat,Rita sangat paham apa saja fungsi alat-alat tersebut.
"Aku tadi sempat bertengkar hebat dengan Sinta,aku sangat emosi karna dia berani menampar ku,dan aku...." Dimas tak sanggup meneruskan ucapan nya,semakin dia mengingat kejadian pertengkaran nya dengan Sinta,membuat dia semakin merasa bersalah
"Sudah....sudah... Kamu gak perlu nyalahin diri kamu sendiri terus menerus dim,semua ini sudah takdir,kita gak bisa menentukan apa yang terjadi kedepan nya,yang penting sekarang kita harus terus berdoa semoga Sinta cepat sadar dari koma nya_" ucap Rita memberi semangat pada sang suami
Dimas hanya menganggukkan kepala nya,namun raut wajah nya masih terlihat bersedih. Rita pun hanya bisa terus memberi semangat pada sang suami,dirinya tak ingin Dimas menjadi sakit karna memikirkan masalah ini.
Rita melihat jam di ponsel nya,terlihat sudah pukul 8 malam. Tiba-tiba perut nya terasa lapar,Rita pun pamit keluar sebentar untuk mencari makanan di sekitaran rumah sakit.
Rita berjalan menuju kantin rumah sakit yang berada di lantai dasar rumah sakit tersebut. Namun ketika dia melewati meja informasi,tak sengaja dirinya mendengar seorang pria berbadan tegap sedang menanyakan ruangan sinta di rawat.
Rita pun merasa penasaran,sehingga dia menghampiri pria tersebut.
"Maaf...tadi saya tidak sengaja mendengar jika anda menanyakan dimana Sinta dirawat,kalau boleh saya tau anda ini siapa nya Sinta ya?" Karna penasaran Rita pun langsung bertanya pada pria tersebut
"Maaf nona,saya hanya menjalan kan tugas saja,permisi_" tanpa menjawab pertanyaan Rita,pria itu langsung beranjak pergi dari sana,membuat Rita semakin penasaran.
"Hey...tunggu sebentar!!" Rita mengejar pria itu sampai ke loby rumah sakit
Pria itu tak memperdulikan Rita yang terus saja memanggil nya,dia terus saja berjalan menuju parkiran rumah sakit,namun ternyata Rita berhasil menyusul dan langsung mencekal tangan pria tersebut.
"Tunggu...aku bisa beritahu dimana Sinta dirawat!!!"
Mendengar penuturan Rita,pria itu langsung berhenti,dan Rita pun melepaskan cekalan tangan nya.
"Dimana? Tolong cepat katakan?" Tanya pria itu dengan nada datar
"Tapi kamu jawab dulu,apa hubungan mu dengan sinta?,baru nanti aku beritahu ruangan Sinta_" tawar Rita mencoba bernegosiasi
Pria itu mengerutkan dahi nya,mencoba berfikir dengan tawaran Rita tersebut. Karna tadi dia gagal mendapat kan informasi di rumah sakit ,karna pihak kepolisian sudah memberi perintah agar tidak sembarang memberitahukan informasi tentang Sinta,sebab Sinta merupakan korban tabrak lari dan pelaku nya belum tertangkap.
Pria itu masih tampak diam... Memikirkan jawaban apa yang harus diberikan pada Rita. Tapi karna tugas ini sangat penting,dia memutuskan menerima tawaran Rita untuk bertukar informasi.
"Baiklah... Aku di beri tugas oleh tuan ku untuk mencari tau dimana korban kecelakaan yang bernama Sinta di rawat,itu saja yang bisa aku jelaskan,sekarang giliran mu_" ujar pria tersebut
__ADS_1
"Siapa tuan mu? Kenapa dia ingin tau keadaan sinta,atau jangan-jangan dia yang menabrak Sinta ya?!!!" Selidik Rita menerka-nerka
" Tentu saja bukan...tuan ku hanya ingin tau saja,mungkin dia ingin menjenguk korban. Sekarang tolong tepati janji mu,beritahu dimana korban yang bernama Sinta di rawat?" Pria itu menagih janji rita
"Sebenar nya sih aku masih penasaran,tapi ya sudah lah...Sinta saat ini masih di ruang ICU,dia masih koma_" jawab Rita merasa sedikit kecewa karena tak mendapatkan jawaban yang dia inginkan
"Baik,terima kasih....permisi_" pamit pria tersebut meninggalkan Rita
Rita melihat pria tersebut masuk kedalam mobil,dan melaju meninggalkan rumah sakit.
"Siapa ya kira-kira tuan yang di maksud pria itu? Apa selingkuhan nya Sinta? Ah,sudahlah...lebih baik aku cari makanan saja,udah laper banget nih_" gumam rita kemudian berjalan menuju lapak penjual makanan yang berjejer di pinggir jalan di depan rumah sakit tersebut
* * * * * * * *
Di kediaman Kevin dan ratu...
Tring ...!! Tring !!!
"Hallo_" ucap Kevin setelah menerima panggilan di ponsel nya yang baru saja berdering
"Selamat malam tuan...saya sudah mendapatkan informasi yang tuan inginkan. Korban kecelakaan yang bernama Sinta itu sedang berada di ruang ICU,karna keadaaan nya masih koma_" ucap anak buah Kevin di seberang telpon
"Bagus...terima kasih informasi nya_" tanggap Kevin bernada datar
"Baik tuan... Selamat malam_"
Sambungan telpon pun terputus,kevin sangat puas dengan kerja anak buah nya yang selalu bisa dia andalkan.
Ceklek ...
Pintu kamar mandi terbuka,terlihat ratu keluar dari sana masih mengenakan handuk kimono di tubuh nya.
"Kamu harus pakai lingeri malam ini,karna aku sudah menuruti keinginan mu_" ujar Kevin tiba-tiba yang langsung membuat mata ratu melotot
"Hasil nya saja belum ada,sudah meminta bayaran,heemmm!!!" Jawab ratu sambil memanyunkan bibir nya
Kevin menyunggingkan senyum aneh,lalu berjalan menghampiri ratu yang sedang duduk di bibir ranjang sambil mengoleskan lotion ke tubuhnya.
"Siapa bilang belum ada hasil nya,besok aku akan antarkan kamu langsung kesana,biar kamu percaya kalau suami mu ini bisa melakukan apapun dengan cara nya_"
Kevin sudah berada tepat di depan ratu,kemudian dia menundukkan sedikit tubuh nya agar sejajar dengan ratu.
Kini wajah mereka berdua saling berhadapan sangat dekat,hanya beberapa inci saja kedua bibir mereka bisa bersentuhan.
__ADS_1
Tanpa bertanya atau basa basi,Kevin langsung menerkam bibir ranum ratu dan ******* nya lembut. ******* kecil pun terdengar,ratu sangat menikmati setiap ciuman yang di lakukan kevin.
Setelah puas ******* bibir sang istri,Kevin kemudian merebahkan tubuh ratu ke kasur king size nya. Dan tak lama pergulatan panas pun terjadi. Kedua sejoli sedang memadu kasih di atas peraduan cinta nya.
Pagi hari nya....
"Morning sayang..." Sapa ratu pada kedua buah hati nya yang sudah duduk manis di ruang makan
"Morning mom, dimana Daddy?" Tanya Wiliam sang putra
"Daddy masih mandi,bentar lagi juga turun kok_" jawab ratu sambil mencubit gemas pipi putra kesayangan nya
Ratu kemudian menoleh ke arah sang putri yang sedang asyik melahap sandwich kesukaan nya.
"Rachel sayang,makan nya pelan-pelan,lihat tuh coklat nya belepotan_" ucap ratu kemudian mengambil tissue di atas meja dan mengelap pipi Rachel yang penuh dengan selai coklat
Tap...!!! Tap...!!! Tap...!!!
Terdengar langkah kaki menghampiri keruang makan,ternyata sang suami yang sudah terlihat rapi dan wangi membuat wajah ratu bersemu merah mengingat pergulatan nya tadi malam bersama sang suami.
"Morning Daddy_" Wiliam langsung tersenyum lebar melihat kedatangan Daddy nya
"Morning son_" jawab Kevin sambil mengelus kepala Wiliam dengan lembut
Kevin menghampiri Rachel dan mendaratkan satu kecupan hangat di pipi sang putri. Rachel pun membalas dengan mencium balik Daddy nya.
"Mau sarapan apa Vin?" Tanya ratu
"Aku mau roti isi telur aja_" jawab Kevin
"Oke_"
Ratu langsung sigap membuatkan permintaan sang suami. Kegiatan ini setiap hari dia lakukan,walaupun memiliki ART,tapi untuk kebutuhan suami dan anak-anaknya,ratu menyiapkan nya sendiri.
Setelah sarapan,Kevin pun pamit ke kantor,dan wiliam diantar supir ke sekolah nya... Sekarang hanya ratu dan Rachel yang berada di rumah.
Setelah pindah ke perumahan elit,ratu meminta Kevin agar tidak menaruh terlalu banyak bodyguard disana,karna sejujur nya ratu merasa tidak nyaman,dan ratu tak ingin di pandang aneh oleh tetangga sekitar karna rumah nya di jaga begitu banyak bodyguard.
Karna tak ada kegiatan yang harus di lakukan,ratu hanya menemani Rachel bermain di ruang santai,sambil dirinya menonton drakor yang di bintangi oleh aktor favorit nya yaitu Lee min hoo.
Ratu tiba-tiba saja terfikir tentang keadaan sinta. Kevin berjanji sore nanti akan mengantarkan ratu ke rumah sakit untuk menjenguk Sinta. Dirinya tak menyangka Sinta bisa mengalami kejadian tragis seperti itu.
"Bagaimana ya keadaan sinta sekarang,pasti mas Dimas sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Semoga saja sinta secepat nya bisa sadar dari koma nya,aamiin_" gumam ratu berdoa untuk kesembuhan Sinta.
__ADS_1
* * * * * * *
* Bersambung