Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 6. Mendatangi


__ADS_3

Ting...ada bunyi di handphone ku pertanda jika ada wa yang masuk.


Aku membuka pesan tersebut ternyata dari bara. Dia mengirimkan sebuah foto rumah dan alamat yang kemungkinan adalah alamat rumah tersebut. Ternyata itu adalah alamat rumah nya Sinta,selingkuhan nya mas Dimas...


" Akhir nya...ku temukan juga alamat mu wanita si*lan.!!!" Gumam ku geram.


Tap


Tap


Tap


Terdengar suara langkah kaki yang ternyata adalah mas Dimas. Hari ini hari Minggu jadi mas Dimas libur ke kantor.


" Eeemmm...harum banget masakan nya sayang,pasti enak nih," mas Dimas menghampiri ku kemeja makan.


" Iya sayang ...ini spesial aku masakin buat kamu," jawab ku sambil merapikan piring piring di meja


Aku sudah bangun sejak jam 5 subuh.menunaikan sholat subuh sehabis itu karna tak bisa tidur lagi,aku inisiatif untuk memasak saja.


" Sayang...nanti siang kita jalan jalan yuk,aku pengen ke rumah teman lama aku,mas bisa anterin aku kan?" Tanya ku pada Dimas yang sudah duduk di kursi makan


" Bisa dong sayang...mumpung mas libur,kemana pun kamu mau pergi ,mas pasti anterin." Jawab mas Dimas tak keberatan.


" Makasih y mas..." Jawab ku senang


" Mas mau makan yang mana,biar aku ambilin?" Tanya ku lagi


" Itu aja sayang,,,ayam bakar sama sayur asem,plus sambel nya ya," jawab mas Dimas sambil menunjuk menu makanan yang dia inginkan.


Aku pun menyedokkan nasi kedalam piring mas Dimas,tak lupa juga dengan lauk yang dia inginkan.


Tang...Ting....tang...Ting....


Bunyi sendok pun beradu di kala kami menyantap sarapan di pagi hari ini. Willi tak ikut sarapan karna belum bangun.


Setelah kami sarapan,kami pun menuju ke ruang tengah untuk bersantai...aktivitas yang selalu kami lakukan saat mas Dimas libur. Aku menyalakan televisi,mencari siaran yang seru untuk kami tonton.


" Mama...papa...ternyata Willi sudah bangun dan langsung mencari kami ke ruang tengah. Dengan langkah kaki nya yang mungil dia pun berlari ke arah kami berdua.


"Anak papa sudah bangun rupanya....eemuuahh,ih bauk acem tapi,hehehe " mas Dimas memangku Willi sambil mencium nya gemas


" Sini den Willi nya biar bibik mandiin dulu pak,habis itu langsung sarapan," ajak bik murni ingin memandikan Willi.


" Ya udah,,,Willi mandi dulu ya sama buk murni,habis itu sarapan ya sayang,kalau udah selesai baru kita main lagi,oke," aku membujuk Willi untuk ikut dengan bik murni


Bik murni pun mengambil Willi dari pangkuan mas Dimas,tanpa rewel ataupun merengek Willi langsung mau,karna Willi cukup dekat dengan bik murni,sehingga dia nyaman bila bersama bik murni.


Kami pun lanjut menonton televisi. Tertawa,bahagia,seperti hubungan kami baik baik saja,berjalan normal tanpa masalah apapun. Padahal di hati ku menyimpan beban perasaan yang sangat sakit.

__ADS_1


Tak terasa sudah pukul 10 pagi. Aku pun ingin bersiap siap untuk menjalan kan rencana ku.


" Mas,aku siap siap dulu ya,habis itu kita langsung berangkat..." Ucap ku pada mas Dimas


" Ya sayang,kamu siap siap aja,mas tunggu di sini ,oke." Jawab mas Dimas


Aku pun langsung mengganti baju yang bagus,tak lupa merias wajah ku dengan make up yang natural namun terlihat cantik. Setelah memastikan penampilan ku di cermin,aku pun mengambil sepatu high heels dan tas dengan warna yang senada dengan baju yang ku pakai. Aku harus terlihat memukau di depan wanita si*lan itu.


Setelah semua nya selesai ,aku pun keluar dari kamar.


" Mas...yuk kita berangkat,aku udah siap nih," ajak ku pada mas Dimas


Mas Dimas pun menoleh kearah ku,dan dia sangat terkejut melihat ku. Mata nya sampai tak berkedip,memperhatikan ku dari ujung rambut sampai ujung kaki.


" Ya ampun...cantik banget istri ku ini,bikin pangling aja,hehehe." Ucap mas dimas


" Ah mas gombal..." jawab ku


" Beneran sayang ...kok cantk banget sih,emang nya mau ketemu siapa?" Tanya mas Dimas penasaran


"Ada deh...nanti juga mas akan tau kok."


"Ya udah kalau gitu kita berangkat sekarang ya." Ajak mas Dimas


"Ya udah...Willi tadi lagi main di kamar sama bik murni,kita tinggal aja dulu sebentar." Jawab ku


Kami pun berangkat dengan mobil mas Dimas.... Tampak jalanan sedikit ramai,karena ini hari libur,sebagian besar orang orang menikmati nya dengan berlibur.


"Mas...ini alamat nya,ikutin aja map nya,entar kita juga sampai kok " aku memberikan peta map alamat Sinta pada mas Dimas


" Ini benar alamat nya sayang," tanya mas Dimas sambil mengerutkan dahi nya


" Iya benar kok ...emang kenapa mas?" Tanya ku lagi


"Eng....nggak kenapa kenapa kok,hehehe." Jawab mas sedikit ragu


Mobil mas Dimas pun melaju ke arah map yang tertuju, wajah mas Dimas kelihatan semakin terlihat panik. Namun aku masih pura pura tidak melihat nya


Dan tak butuh waktu lama,kami pun sampai di gapura masuk sebuah perumahan. Dimana salah satu rumah yang ada di dalam adalah rumah Sinta,wanita pelakor itu.


Setelah melewati belokan, akhir nya kami sampai ke satu rumah dengan no dan keadaan rumah yang sama persis dengan foto yang di kirimkan bara kemarin. Terlihat ada satu mobil yang terparkir di carport rumah tersebut.


"Eemmm...ini beneran rumah teman kamu sayang," tanya mas Dimas dengan wajah yang semakin panik.


" Iya mas ...bukan teman aku sih sebenar nya,tapi teman kamu,lebih tepat nya rumah MANTAN KEKASIH KAMU ,!!!!


Degh


Degh

__ADS_1


Degh


Sebenar nya jantung ku hampir mau lepas dari sarang nya saat mengatakan itu,tapi rasa nya aku sudah tak tahan lagi dengan semua ini.


"Kenapa diam mas,ayok turun,?"aku mengajak mas Dimas untuk turun namun dia seperti nya enggan untuk melangkah


"Sudah lah mas,aku sudah tau semua nya,aku sudah tau ada hubungan apa kamu dengan perempuan itu. Kamu kira aku gak tau waktu kamu bilang ada kerjaan di luar kota padahal kamu pergi berlibur kan dengan wanita yang bernama Sinta itu , iya kan mas?!!!" Aku sudah tak bisa menahan nya lagi...


"Sayang...bukan seperti itu,mas bisa jelasin semua,mas mohon kamu jangan salah sangka sama mas." Ternyata mas Dimas belum mengakui nya juga,


"Salah aku apa mas sama kamu,apa mas? Tega kamu selingkuhin aku seperti ini? Jahat kamu mas?"!!! Akhir nya air mata yang kutahan sejak tadi mengalir juga.


"Maaf kan mas Ra...bukan maksud mas mau nyakitin kamu,tapiii...."


"Sudah lah mas,semua sudah terjadi,mau kamu jelasin gimana pun aku tetap tidak akan bisa percaya lagi,asalkan kamu sekarang mau ngikutin kemauan ku untuk menemui perempuan itu."ucap ku tegas


" Haaahh...buat apa sayang?" Tanya mas Dimas panik


" Mau apa itu urusan ku,sekarang kamu mau gak nemuin aku dengan perempuan itu,kalau gak kita selesai sampai disini."


Mas Dimas tetap diam tak bergerak,wajah nya memerah kelihatan dia sangat panik dan takut .


"Oke...kalau mas nggak mau,aku akan pergi sendiri," aku hendak membuka pintu mobil dan turun sendiri.


Mas Dimas menahan tanganku.


"Huufft....baiklah sayang,mas nyerah,mas akan turutin semua mau kamu,kita akan temui Sinta," akhir nya mas Dimas menyerah


Kami pun berdua turun dari mobil dan berjalan menuju rumah tersebut. Kami berhenti tepat di depan pintu rumah itu


Ting tong...


Ting tong...


Mas Dimas pun menekan bel yang ada di tembok rumah Sinta,dan tak butuh waktu lama seseorang terdengar membukakan pintu


Ceklek


"Mas...kamu Dateng kok nggak ngabari Du...lu,"


Wajah yang tadi nya riang gembira menyambut mas Dimas,luntur seketika saat melihat diriku berada di samping mas Dimas.


Bisa di lihat dari wajah nya,jika saat ini dia sangat kaget dan panik ketika melihat diriku bisa berada di depan nya sekarang.


" Kamu...???" Tanya nya dengan ragu


"Iya...aku istri sah nya mas Dimas,kenalin nama aku RATU." !!!!


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2