Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 68.


__ADS_3

Hari ini Sinta sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Dokter mengatakan jika keadaan sinta sudah sangat membaik,walaupun harus tetap rutin cek up untuk lebih memastikan kesembuhan nya.


"Sudah siap?" Tanya Dimas saat baru kembali sehabis menebus obat sinta di apotek rumah sakit


"Sudah mas... aku sudah tak sabar pulang kerumah_" ujar Sinta merasa senang


"Ya sudah... sekarang kita pulang,biar aku yang bawakan tas nya,kamu duduk saja di kursi roda,biar tidak kelelahan_"


Dimas menarik kursi roda yang baru saja di pinjam nya dari ruang suster. Bagaimana pun Sinta baru saja mengalami koma selama berbulan-bulan,walaupun kini sudah di perbolehkan pulang,namun kondisi nya masih lemah.


"Duduklah...biar aku dorong_" Dimas memapah Sinta menaiki kursi roda tersebut


Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal,mereka pun keluar meninggalkan ruangan rawat tersebut. Sinta tak henti-henti nya terseyum bahagia karna sikap Dimas yang sudah kembali lembut seperti dulu. Dia merasa kecelakaan yang dialami nya membawa sebuah keberkahan.


Dalam perjalanan pulang,tiba-tiba saja ponsel Dimas berdering. Melihat kelayar ponsel nya ternyata Rita yang sedang menelpon nya. Dimas lalu mengambil earphone nya di dashboard mobil dan mengangkat panggilan dari rita.


"Hallo rit,ada apa?" Ucap Dimas setelah menerima panggilan telpon tersebut


"Kamu dimana dim? Tadi kok pagi-pagi udah berangkat,terus gak bangunin aku_" tanya Rita di seberang telpon


"Maaf rit,tadi aku buru-buru. Lagipula aku lihat kamu nyenyak banget tidur nya,jadi aku gak bangunin. Aku habis jemput Sinta dirumah sakit,hari ini dia udah boleh pulang_" jawab Dimas menjelaskan


"Oh begitu... syukur lah sinta sudah boleh pulang,aku turut senang mendengar nya_" rita mencoba menutupi rasa cemburunya


"Oh ya Rit,ada yang ingin aku omongin sama kamu...maaf jika aku mengambil keputusan sepihak,tapi aku rasa ini yang terbaik. Untuk sementara Sinta akan tinggal bersama kita dirumah itu,kondisi nya belum begitu pulih,jadi aku rasa akan lebih baik jika Sinta tinggal bersama kita dulu,kamu juga seorang perawat jadi bisa membantu kesembuhan sinta,gak apa kan?" Tanya Dimas pada istri muda nya,terdengar Dimas sedikit egois,tapi rita tak bisa menolak keputusan Dimas.


"Ya-ya aku bisa membantu nya dim,kamu gak perlu khawatir. Jika itu sudah keputusan mu,aku bisa apa. Ya sudah hati-hati di jalan ya,aku mau siapin kamar buat sinta dulu_"


Obrolan pun berakhir. Kedua mata rita tampak berkaca-kaca,dia sangat kecewa dengan sikap Dimas yang tak memikirkan perasaan nya saat mengambil keputusan. Rita tak habis fikir,bagaimana dia bisa hidup seatap dengan istri tua Dimas,bagaimana dia akan bersikap nanti nya? Apakah dia sanggup jika melihat Dimas melakukan kemesraan dengan Sinta di depan mata nya?


"Kuat kan aku tuhan... bagaimana pun menikah dengan Dimas adalah kemauan ku sendiri,jadi aku harus bisa kuat menerima ini semua...ya aku harus kuat!!!" Gumam rita mensugesti diri sendiri


Rita menghapus air mata yang sedikit membasahi pelupuk matanya,lalu dia bergegas menyiapkan kamar tamu untuk Sinta tempati nanti nya.


Sedangkan di dalam mobil Dimas yang masih melaju,Sinta menatap tak percaya tentang yang di katakan dimas barusan... sebegitu perhatian nya Dimas terhadap keadaan nya,membuat Sinta Sangat bahagia.


"Ka-kamu gak lagi bercanda kan mas?" Tukas Sinta memastikan


"Ya gak lah ...kamu dengar sendiri tadi kan,aku sudah bicara dengan rita. Lagipula seperti itu lebih baik,biar aku gak harus bolak-balik memantau keadaan mu_" jawab Dimas yakin


"Hem...ya sudah kalau itu keputusan mu,aku menurut saja. Terima kasih ya mas_"


"Ya sama-sama sin...yang penting kamu harus cepat sembuh ya_"


Tak lama kemudian,mobil Dimas sudah sampai di pekarangan rumah Rita. Rumah yang tak terlalu mewah,namun terlihat rapi dan bersih,karna rita sangat telaten mengurus rumah nya.


"Kalian sudah sampai..." sapa Rita menghampiri Dimas yang sedang membantu sinta turun dari mobil


"Hay sin...gimana perasaan mu sekarang? Jauh lebih baik kan?" Tanya Rita sambil tersenyum ramah


"Sangat baik rit...makasih ya sudah mengijinkan ku tinggal di sini sementara waktu_" jawab Sinta


"Oh...tak masalah sin,tidak usah di fikirkan,sekarang kita masuk yuk,kamu harus banyak istirahat_"


Mereka bertiga pun berjalan masuk kerumah. Sinta nampak kagum dengan keadaan rumah dan segala isinya,terlihat bersih dan tertata sangat rapi,sehingga menciptakan kesan nyaman saat memandang nya.

__ADS_1


Ceklek...


"Silahkan masuk sin...ini kamar mu,barang-barang mu aku letakkan disini dulu ya,nanti aku bantu menyusun kedalam lemari_"


"Iya ...terima kasih rit,maaf sudah merepot kan_"


Dimas merebahkan tubuh sinta keataas tempat tidur yang sudah terlihat rapi dan wangi.


"Kamu istirahat saja ya,aku sama rita keluar dulu_" ujar Dimas pada Sinta


Sinta hanya menganggukkan kepalanya,karna tubuh nya tiba-tiba merasa Lelah dan kepala nya sedikit pusing,mungkin efek kelelahan saat perjalanan pulang tadi...


Rita dan Dimas Pun keluar dari kamar,membiarkan Sinta untuk beristirahat.


"Dim... kenapa kamu gak diskusikan dulu sama aku,bisa-bisa nya kamu mengambil keputusan sendiri seperti ini!!!" Protes Rita ketika sudah berada di ruang santai


"Sudah lah rit,hal sepele kayak gini gak perlu di ributin,lagian Sinta hanya sementara disini,setelah kesehatan nya benar-benar normal kembali,dia juga akan pulang kerumah nya sendiri,jadi tolong jangan buat ini sebagai masalah_" cerca Dimas tak mau di salahkan


Rita enggan berdebat dengan Dimas,dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar nya sendiri,daripada harus bertengkar yang ujung-ujung nya dia juga yang akan di salahkan.


"Huuufftttt...akhirnya satu masalah selesai juga_" gumam Dimas menghela nafas sambil merebahkan tubuh nya di sofa


* * * * * * * *


Di kediaman Kevin dan ratu ....


"Vin...aku ijin ke mall ya,ada yang ingin aku beli,sebentar aja kok_" tukas ratu di sambungan telpon


Dia sedang menelpon suami nya Kevin untuk meminta ijin berbelanja ke salah satu pusat perbelanjaan di tengah kota.


"Iya gak papa ...tapi seperti biasa ya,mereka hanya memantau ku dari jarak jauh,aku gak mau di lihat aneh sama orang-orang_" keluh ratu mencoba membujuk sang suami


"Hem...hati-hati di jalan,kalau ada apa-apa langsung hubungi aku_"


"Iya suami ku tersayang ...makasih ya"


Ratu sangat bahagia karna di ijinkan oleh Kevin berbelanja sendiri ke mall. Sebenar nya ratu ingin membelikan sesuatu untuk Kevin,sebagai kado ulang tahun yang sudah lewat beberapa hari yang lalu. Ratu ingin memberikan sesuatu yang dia pilihkan sendiri.


Ratu sudah selesai bersiap. Ratu bergaya sangat sederhana,hanya mengenakan dress yang biasa,sepatu teplek berwana hitam,dan tas dari brand lokal. Hanya bila bepergian dengan Kevin saja ratu berdandan mewah dan glamour,untuk menyeimbangi fashion suami nya.


Ratu di antar oleh supir pribadi nya,dan di kawal oleh beberapa orang bodyguard bayangan yang memantau ratu dari jarak jauh.


Tak lama,ratu sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di tengah kota. Setelah menurunkan sang majikan di loby mall tersebut,sang supir langsung memarkirkan mobil di parkiran yang sudah di siapkan.


Ratu dengan elegan nya memasuki mall,mata nya berpendar mencari toko yang menjual barang yang ingin di beli nya....


Tak menemukan nya di lantai dasar,ratu lanjut menaiki lift untuk menuju lantai atas.... saat sudah sampai di lantai dua,pandangan ratu tertuju pada toko jam yang menjual berbagai jenis jam tangan yang harga nya pasti mahal-mahal.


Dengan santai nya ratu memasuki toko jam tersebut. Pramuniaga toko itu pun menyambut ratu dengan senyum ramah ...


"Selamat datang nona,ada yang bisa saya bantu?" Sapa pramuniaga tersebut sambil menundukkan kepala nya


"Eeemmm...saya mau cari jam tangan buat suami saya,apa ada model yang terbaru?" Tanya ratu pada sang pramuniaga


"Tentu nona...mari ikut saya,akan saya tunjukkan kepada anda model terbaru dari toko kami,silah kan..." ajak sang pramuniaga dengan sangat ramah

__ADS_1


Ratu pun mengikuti langkah pramuniaga tersebut menuju sebuah etalase yang berisi deretan berbagai model jam tangan yang pasti harga nya fantastis tersebut.


Ratu kemudian duduk di kursi yang telah di sediakan,sambil menunggu pramuniaga tadi mengambil barang permintaannya...


"Maaf sudah membuat anda menunggu nona,ini jam tangan keluaran terbaru di toko kami,brand kami hanya memproduksi tiga buah saja Jam tangan tersebut..." papar pramugiaga mempromosikan barang dagangan nya


Ratu sangat takjub melihat desain jam tangan tersebut... "Wah ...sangat bagus,desain nya simple tapi elegant,saya sangat menyukai nya,pasti cocok jika di pakai suami saya_" ujar ratu sambil memegang jam tangan itu


"Syukur lah jika nona menyukai nya... itu stok yang terakhir nona,yang lain sudah di beli oleh artis terkenal dan juga pengusaha dari negeri Jiran,karna harga jam tangan itu sangat mahal,makanya yang sanggup membeli nya hanya orang dari kalangan tertentu saja_" jelas sang pramuniaga kembali


Mendengar kata harga,ratu langsung melihat label harga pada kotak jam tangan tersebut,dan betapa kaget nya ratu saat melihat begitu banyak nya angka nol di label tersebut.


"Sepuluh milyar!!!" Gumam ratu terkejut


"Betul nona,harga nya 10 milyar... bagaimana apa nona berminat membeli nya sebagai hadiah untuk suami anda?" Tanya pramuniaga tersebut


Ratu belum sempat menjawab pertanyaan pramuniaga itu tiba-tiba seorang wanita merebut paksa jam tangan itu dari tangan ratu.


"Heh... mana sanggup dia membeli jam tangan semahal ini. Walaupun ginjal nya di jual tak akan bisa membayar jam tangan ini...hahaha_" ujar wanita tersebut dengan nada mencemooh


"Kamu sangat tidak sopan ...kembalikan barang ku,jangan merebut milik orang lain!!!" Tukas ratu merasa kesal


Bukan nya mengembalikan barang itu kepada ratu,malah wanita tersebut memandangi ratu dari atas kepala hingga kaki,dia terlihat sangat menyepelekan penampilan ratu.


"Lihat lah penampilan mu,baju yang murah,sepatu yang murah,dan ...tas yang murahan juga. Apa kamu punya uang untuk membeli barang ini,dasar orang miskin!!!" Ucap wanita itu semakin menghina ratu


"Jangan lihat orang dari penampilan nya,karna itu bisa menipu. Anda fikir dengan bergaya mewah sepertu itu sudah menjadikan anda lebih hebat dari orang lain... lihat saja,dari gaya bicara anda saja terlihat jika anda orang yang kurang etika dan sopan santun_" ucap ratu membalas hinaan perempuan tersebut


"Kamu!!! Wanita itu terlihat mengangkat tangan nya hendak memukul ratu,namun tiba-tiba terdengar suara bariton yang membuat semua orang di toko itu menoleh ke sumber suara


"Stop!!! Jangan berani menyentuh istri ku!!!"


Ratu kaget melihat kevin sudah berdiri di pintu masuk toko itu. Tatapan Kevin begitu tajam,sehingga wanita sombong itu langsung ciut nyali nya.


Kevin dengan tegap nya berjalan menghampiri ratu, wanita sombong itu tak berkedip menatap wajah tampan Kevin,dia sangat terpesona melihat tampang Kevin yang kharismatik tersebut.


"Kembalikan barang istri ku_" ujar Kevin datar


"Kalau aku tidak mau gimana? Ini kan belum di bayar oleh istri mu,jadi belum milik siapapun dong_" tolak wanita sombong itu


"Oke... kalau gitu kamu saja yang beli Jam tangan itu,dan cepat lah bayar!!!" Tantang Kevin


"Oke ... ini mas,aku bayar pakek kartu kredit saja,emang nya aku orang miskin,heh_" gerutu wanita sombong tersebut


Sang pramuniaga pun langsung mengambil kartu kredit yang di berikan wanita sombong itu,dan menggesekkan nya pada alat transaksi moderen khusus, namun beberapa kali pramuniaga menggesekkan kartu tersebut,transaksi gagal,karena limit tak mencukupi.


"Maaf nona ... apa ada kartu lain,seperti nya limit kartu ini tak cukup untuk membayar jam tangan itu_" ucap sang pramuniaga


Wajah wanita sombong itu langsung memerah,mungkin menahan malu akibat kesombongan nya sendiri. Tanpa mengucapkan sepatah katapun,wanita itu mengambil kembali kartu kredit nya,dan meletakkan kembali jam tangan tersebut ke atas etalase.


"Bagaimana? Apa aku harus membayarkan jam tangan itu untuk mu sekalian harga diri mu juga...lain kali jangan terlalu sombong jadi orang,ingat kita masih berpijak pada bumi yang sama _" ucapan kevin terlalu menohok,membuat wanita tersebut sangat malu,dan langsung pergi meninggalkan toko tersebut


* * * * * *


*. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2