
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,para tamu pun sudah mulai meninggal kan villa ini. Aku menoleh ke sekeliling mencari keberadaan Kevin,karna aku ingin menanyakan dimana William berada,kenapa dari tadi aku tak melihat keberadaan William...
Setelah mencari hampir keseluruh sudut ruangan tengah villa ini,akhir nya aku melihat Kevin sedang berbicara dengan Igor di ambang pintu keluar villa.
"Kevin ..." Aku langsung memanggil nya karna ku lihat sudah tak ada seorang tamupun lagi disini
Kevin terlihat menyudahi obrolan nya dengan Igor,dan dia berjalan menghampiri ke arah ku.
"Ada apa?" Tanya nya dengan wajah datar
"Dimana William...apa kamu tak membawa nya kesini?" Tanya ku tanpa basa basi
"William ada di mansion ku,tadi dia sudah tidur,jadi aku tak mau mengganggu nya_" jawab Kevin masih berwajah datar
"Kamu gak bohongi aku kan vin_" tanya ku penuh selidik
Tanpa membalas ucapan ku,Kevin merogoh saku celana nya dan mengeluarkan ponsel dari sana.
Ternyata Kevin melakukan panggilan video dengan seseorang.
"Dimana anak itu?" Ucap nya datar pada seseorang setelah sambungan telpon itu terhubung
Kevin lantas memberikan ponsel nya padaku,dan terlihat di layar ponsel nya wajah William yang sedang tertidur lelap di sebuah kasur bermotif tokoh Spiderman.
"Anakku... Mama kangen nak_" ucap ku sambil mengusap layar ponsel itu,dan tanpa bisa kutahan air mata sudah menetes di pipiku
"Sudah percaya kan _" tanya Kevin pada ku
"Kapan aku bisa bertemu dengan William Vin,aku sudah menuruti keinginan mu_" tanya ku dengan nada lirih
"Nanti kamu pasti bertemu dengannya... Bersabar lah_" jawab kevin kemudian berjalan meninggalkan aku
Sebenarnya aku sedikit kesal dengan Kevin,entah takdir apa yang membawa ku sampai bisa menikah dengan seorang diktator seperti kevin. Bicara semau nya,berbuat apapun semau nya juga,tanpa mau di bantah sama sekali...iiisss menjengkelkan !!!
Aku putuskan untuk masuk ke dalam kamar,namun sebelum aku sempat membuka pintu kamar tersebut,tiba tiba Igor datang menghampiri ku...
"Nyonya sudah di tunggu tuan Kevin di kamar atas_" ucap Igor sambil menunjukkan ke lantai atas villa ini
Dilantai atas memang ada satu ruangan yang tak pernah aku buka sama sekali. Karna bik Ijah bilang itu kamar pribadi Kevin,dan hanya dia yang boleh masuk kesana. Bik Ijah hanya sesekali masuk ke dalam Sana,itupun jika di suruh Kevin untuk membersih kan kamar tersebut...
"Mari nyonya... Tuan Kevin tidak suka menunggu terlalu lama_" ucap Igor terus mendesak ku untuk naik ke lantai atas
"Huuufftt... Baik lah ,aku akan kesana _" jawab ku sambil menghela nafas
Aku pun di antar oleh Igor naik kelantai atas menuju kamar Kevin... Setiap langkah kaki ku menginjak anak tangga ini,rasa nya nafas ku semakin sesak,jantung ku berdetak tak karuan... Apa kah Kevin akan melakukan hal itu padaku malam ini ? Rasa nya aku tak siap,dan entah kapan aku bisa siap...
Sampailah aku pada anak tangga terakhir,dan tepat di pojok sebelah kanan lantai ini,di sanalah kamar Kevin berada,dan dia sudah disana sedang menunggu ku...
"Silah kan nyonya..." Igor mepersilahkan aku untuk langsung masuk ke kamar itu.
Entah sejak kapan Igor memanggil ku dengan sebutan nyonya,,, rasa nya aneh sekali aku mendengar nya. Diriku seakan benar benar seorang nyonya besar,padahal pernikahan ini tak pernah aku harapkan sama sekali.
Ceklek...
Aku menguatkan hati sambil membuka pintu kamar ini,dan melangkah perlahan masuk ke dalam nya...
Seketika mataku di hadapkan dengan suasana yang begitu romantis,bagaimana tidak? Seluruh kamar ini sudah di hiasi dengan begitu banyak bunga berwarna ungu dan putih,di setiap sudut berjejer lilin aroma therapy,di lantai pun di taburi dengan bunga mawar berwarna putih. Tak jauh dari aku berdiri,terdapat sebuah ranjang yang begitu besar dengan balutan srei putih berenda ....
Kamar yang benar benar seperti kamar pengantin untuk memadu kasih... Tapi apakah aku harus melakukan nya dengan kevin? Karna malam ini bisa di katakan adalah malam pengantin kami yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri. Tapi apa aku siap? ....
Ku lihat setiap sudut kamar ini,tak kelihatan Sosok Kevin berada....dimana dia?
Aku berjalan mendekat ke arah ranjang,dan terdengar suara guyuran air shower di kamar mandi dalam kamar ini...
"Eemmm...mungkin Kevin sedang mandi _" gumam ku dalam hati
Aku pun duduk di kursi meja rias sebelah ranjang. Aku ingin melepas seluruh pernak pernik yang ada di kepala ku.
__ADS_1
Ceklek...
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka... Terlihat Kevin keluar dari sana dengan hanya berbalut handuk sebatas pinggang nya,sehingga bagian tubuh atas nya terekspose begitu saja...
Rambut yang masih terlihat basah,sehingga air menetes membasahi tubuh nya...
Tak sadar mataku terus menatap Kevin lekat,ku akui sejujur nya wajah Kevin sangatlah tampan,ada campuran paras eropa pada bentuk wajah nya,bentuk tubuh yang sangat proposional dengan otot yang menonjol di bagian dada nya...menambah kesan macho pada diri Kevin.
"Aku tau diriku sangat tampan...jadi berhentilah menatap ku begitu_" ucap Kevin yang seketika membuyarkan lamunan ku,,,sungguh aku sangat merasa malu sudah ketahuan menatap nya dengan tatapan serius seperti tadi
"Cih... Kepedean kamu ,siapa juga yang sedang menatap mu?" Jawab ku berusaha mengelak
"Pergi lah mandi ,aku tidak suka ranjang ku jadi bau karna kau tak mandi_" ucap nya tanpa rasa bersalah
Aku sangat kesal mendengar ucapan Kevin barusan...
"Ya udah...kalau gitu aku tidur di kamar bawah saja_" ucap ku sambil berdiri ingin keluar dari kamar ini
"Selangkah lagi kamu jalan,akan aku buat kamu menyesal ratu_" sergah Kevin dengan nada mengancam
"Hiiisss... Dasar diktator!!!" Ucap ku sambil menghentakkan kaki menuju kamar mandi
Dengan perasaan kesal,aku pun masuk ke kamar mandi... Ku hidupkan keran di wastafel,dan membasuh wajah ku berulang kali.
"Dasar diktator.... !!!!" Gumam ku kesal
Kemudian aku membuka kebayaku dan menggantung nya menggunakan hanger yang ada di kamar mandi ini. Aku menghidup kan shower,membiarkan air membasahi seluruh tubuh ku untuk sedikit melepas rasa penat yang sedang aku rasakan saat ini.
Setelah cukup lama diriku berada di kamar mandi,tubuh terasa lebih ringan... Namun aku melupakan sesuatu... Ya ampun!!!
"Handuk... Dimana handuk,kenapa gak ada disini _" ucap ku merasa panik karna yang aku cari tak di temukan
Dengan tubuh polos ,aku menyusuri setiap sudut di kamar mandi ini,aku menoleh ke arah pojok dekat wastafel ada handuk berwarna putih namun ukuran nya sangat kecil...
"Haduh...gimana ini,masak aku minta Kevin ngambilin handuk sih_" aku berucap sendiri sambil mondar mandir di kamar mandi ini
Tok...
Tok...
"Ratu... Lama banget kamu di dalam,apa kamu tidur di sana hah_" terdengar suara teriakan yang tak lain adalah suara Kevin
Aku semakin panik... Gimana aku mau keluar,masak aku keluar dengan kondisi kayak gini. Aku masih diam tak menjawab pertanyaan Kevin...
"Ratu... Jika dalam hitungan 10 kamu gak keluar juga,aku akan buka pintu ini Pakai kunci cadangan_" ucap Kevin lagi dengan nada mengancam
"Satu... Dua....
Terdengar suara Kevin mulai menghitung... Dan aku masih mondar mandir sambil menggigit kuku jari tangan ku....
"Ngeselin banget sih Kevin.... Haduh_" gumam ku semakin bertambah panik
"Sembilan... Sepuluh... Waktu mu sudah habis ratu!!!" Teriak Kevin
Ceklek...
"Nyebelin banget kamu Vin... Tukang maksa !!!" Aku terpaksa keluar dari kamar mandi sambil mengomel sendiri ,tanpa aku sadar ...
"Haaahhh.... Balik badan sekarang Vin!!!" Aku berteriak sambil menutup tubuh polos ku dengan handuk kecil yang ku ambil dari dalam ,tapi dengan ukuran sekecil ini mana mungkin bisa menutupi seluruh tubuh polos ku...
Kevin tak mengindahkan teriakan ku sedikit pun,dia malah seakan menikmati pemandangan tubuh polos ku di hadapan nya... Bahkan terlihat senyum nakal di bibir nya...
Sambil menutupi tubuh polos ku sebisa ku,aku berjalan tanpa membalikkan badan,berjalan menuju lemari yang berada tak jauh dari kamar mandi ini. Dan lagi lagi...
"Loh... Kenapa tak ada baju untukku disini,semua lemari malah di penuhi dengan baju pria..." Gumam ku sambil terus membuka seluruh pintu lemari tersebut,dan hasil nya nihil,tak ada satupun baju yang bisa aku pakai,bahkan pakaian dalam pun tak ada.
Tap...
__ADS_1
Tap...
Terdengar langkah kaki mendekat ke arah ku... Dan aku yakin itu adalah Kevin... Bagaimana ini? Mau apa Kevin kesini? Diriku benar benar merasa panik,padahal ini bukan pertama kali nya aku sekamar dengan lelaki,dulu waktu malam pertama dengan mas Dimas,aku tak sepanik ini,malahan aku merasa sangat bahagia...
"Siapa yang suruh kamu pakai baju hah_" ucap Kevin sambil berdiri di hadapan ku.
"A-aku kedinginan Vin..." Jawab ku terbata
Tiba tiba Kevin menarik tanganku dan menjatuh kan tubuh ku ke atas ranjang... Seketika aku pun langsung terlentang di atas ranjang dengan keadaan tubuh yang polos tanpa sehelai benang pun.
Terlihat Kevin menyeringai jahat melihat keadaan ku seperti ini... Dia pun langsung menindih tubuh ku,mendekat kan wajah nya ke arah ku,bibir nya mulai mendekat kebibir ku,namun aku langsung mengalihkan wajah ku kesamping...
"Lihat aku!!!" Ucap Kevin sedikit membentak
Aku masih tetap dengan posisi yang sama,tak ingin melihat wajah Kevin yang hampir bersentuhan dengan wajah ku...
Kevin lantas menarik dagu ku dan memaksa aku untuk melihat ke arah nya ... Tanpa bisa aku tahan,wajah ku sekarang sudah berada tepat di depan wajah Kevin,bahkan jarak nya hanya sekian centimeter saja...
Tanpa mengatakan apapun Kevin langsung menyambar bibir ku dan menyesap nya dengan sangat buas... Aku sama sekali tak bisa melawan,bagaimana pun aku berontak,Kevin tetap melakukan nya malah semakin ganas...
Hah...hah...hah..." Nafas ku seakan tercekat di tenggorokan karna ulah brutal yang Kevin lakukan.
"Vin... Kamu mau membunuh ku hah_" ucap ku merasa sangat kesal
Kevin hanya tersenyum simpul mendengar ucapan ku,dia kemudian berdiri dan langsung melepas celana boxer yang ia kenakan,sedangkan tubuh nya sudah bertelanjang dada sejak tadi...
"Vin... Kamu mau apa hah?" Tanyaku ku semakin panik
Bukan nya menjawab pertanyaan ku ,malahan Kevin kembali menindih tubuh ku bahkan lebih erat lagi... Dia dengan buasnya menyesap bibir ku kembali,sambil tangan nya menggerayangi bagian intim tubuh ku. Dari bibir,kemudian dia lanjut menciumi leher ku bahkan sesekali menggigitnya dengan kuat. Aku terus berusaha berontak,namun kekuatan ku tak seimbang dengan kekuatan Kevin,jelas saja aku akan kalah...
Kevin seperti binatang buas yang sedang menerkam mangsa nya... Dia tak sedikit pun memberikan jeda untuk ku sekedar bergerak bebas. Akhir nya sesuatu yang aku hindari dari tadi terjadi juga,Kevin telah berhasil memasuki ku... Dia benar benar menuntut hak nya sebagai suami. Terlihat Kevin sangat bergairah saat melakukan hubungan intim ini.
Suara ******* pun lolos dari mulut ku, bagaimana pun aku wanita yang normal. Tapi terasa air mata pun ikut menetes di pipi ku,seakan sebagai simbol rasa sedih yang sedang aku rasakan sekarang...
Aakkkhhh.....!!! Terdengar lenguhan Kevin yang sangat kencang,dan kurasakan ada sesuatu yang hangat yang masuk ke bagian kewanitaan ku.
Bruuukkk...
Hah...hah...hah...
Kevin menjatuhkan tubuh nya di samping tubuh ku,dengan nafas yang masih tak beraturan .
"Tutupi tubuh mu_" Kevin menarik selimut dan menyuruh ku untuk menutup tubuh polos ku.
Aku pun menuruti ucapan nya,ku tarik selimut sampai menutupi bagian tubuh ku hingga sebatas leher,dan merubah posisi tubuh ku menyamping membelakangi Kevin...
Tubuhku terasa basah oleh keringat,walaupun aku tak banyak bergerak saat melakukan hubungan tadi,tapi tetap saja terasa lelah...
Ku dekap erat erat selimut tebal ini,mencoba untuk memejamkan mata,namun tiba tiba Kevin memelukku tubuh ku dari samping....
"Vin...awas ah,aku mau tidur_" ucap ku sambil mencoba melepaskan pelukan Kevin
Akan tetapi diktator tetap lah diktator,tak pernah mau di bantah,alih alih melepaskan,malah Kevin makin mengerat kan pelukan nya... Sehingga aku pun terpaksa mengalah dan membiarkan dia melakukan sesuka hati nya.
"Tidurlah... Gak usah bawel_" ucap nya santai dengan mata yang sudah terpejam
"Huuhh... Dasar tukang maksa!!!" Jawab ku kesal
Karna aktivitas tadi,mata ku pun lambat laun merasa ngantuk,dan takĀ terasa aku terlelap dalam dekapan pria yang kini berstatus suami ku...
Aku berkhayal semua ini hanyalah sebuah mimpi yang mana jika aku terbangun esok hari,semua ini akan berakhir...tapi harapan tetap lah harapan,kenyataan nya semua ini adalah takdir hidup ku yang harus aku jalani.
Entah sampai kapan tuhan akan mempermainkan takdir hidup ku... Semoga masih ada kebahagiaan yang menunggu ku di depan sana walaupun hanya setitik...
Aku ikhlas menjalani ini semua,asalkan William tetap berada di sisiku... Karna kebahagiaan terbesar ku adalah melihat William bahagia.
*Bersambung
__ADS_1