
"Sinta !!!" Teriak Dimas panik
Dimas kemudian langsung menghampiri Sinta yang sudah terbaring tak sadarkan diri. Dimas melihat darah keluar dari sela kaki Sinta. Diri nya pun bertambah panik,Dimas langsung saja mengangkat tubuh Sinta dan membawa nya menuju mobil....
Setelah memasukkan Sinta ke dalam mobil,Dimas langsung tancap gas menuju rumah sakit... Jalanan kota tampak sangat ramai,Dimas pun mau tak mau harus terjebak macet,membuat perjalanan nya menjadi tertunda.
Setelah beberapa waktu berjibaku dengan kemacetan,akhir nya Dimas sampai kerumah sakit juga... Mobil nya langsung ia parkirkan di loby UGD rumah sakit.
"Tolong sus..." Tukas Dimas sewaktu turun dari mobil dan melihat ada beberapa orang perawat yang sedang berdiri di depan loby
Dimas langsung membuka pintu mobil dan menurunkan tubuh sinta untuk di letakkan ke brankar yang telah di bawa oleh perawat tersebut.
"Dim... Kenapa istri loe?" Tanya Rita teman dimas yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit itu
"Sinta jatuh. Tadi kami bertengkar dan... " Dimas terdiam tak melanjutkan ucapan nya.
"Ya sudah,elo tunggu disini aja,biar aku masuk kedalam dulu ya_" tukas Rita sambil menenangkan Dimas yang terlihat panik
"Heem... Terima kasih rit_" angguk Dimas dengan wajah lesu
Rita Pun masuk ke dalam ruang UGD. Sedangkan Dimas sedang terduduk lesu menunggu hasil pemeriksaan Sinta. Diri nya merasa menyesal karna sudah begitu emosi dengan sang istri.
Dua puluh menit kemudian,dokter keluar bersama Rita. Sang dokter langsung menghampiri Dimas.
"Anda suami pasien?" Tanya dokter memastikan
Dimas berdiri,"iya dok,saya suami nya,bagaimana keadaan sinta dok? " lanjut Dimas bertanya pada sang dokter
"Maaf pak,kami sudah melakukan yang terbaik,tapi anak di dalam kandungan istri anda tidak tertolong,dan saat ini kondisi istri anda belum sadar kan diri,kami harus segera melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayi anda tersebut_"
Penjelasan sang dokter bagaikan Sambaran petir bagi Dimas. Dia sangat merasa bersalah,akibat diri nya tak bisa menahan emosi,anak yang belum sempat lahir kedunia tersebut menjadi korban. Dimas meneteskan air mata nya,menyayangkan semua yang telah terjadi.
"Baik dok...lakukan yang terbaik menurut dokter_" lirih dimas merasa pasrah
"Kami akan segera melakukan operasi,kalau begitu saya permisi dulu pak dimas_" pamit sang dokter
Dimas terduduk lesu sambil menangkupkan tangan nya ke wajah. Bahu nya bergetar menahan Isakan tangis. Sebuah tangan halus mengusap lembut bahu Dimas,"yang sabar ya dim,semua ini cobaan,elo harus kuat,tuhan lebih sayang sama anak loe_" ucap Rita mencoba memberi semangat pada Dimas
Dimas menoleh kearah rita,"ini semua salah gue Rit,seandai nya tadi kami tidak ribut,mungkin anak itu masih hidup,semua gue yang salah _" ucap Dimas lirih
__ADS_1
"Sudah lah,semua yang terjadi sudah takdir,loe harus ikhlas_" tukas Rita lagi
"Kalau gitu gue permisi dulu ya_" pamit Rita meninggalkan sang teman
Dimas telah selesai mengurus semua administrasi rumah sakit. Operasi pun sedang berlangsung,Dimas hanya bisa menunggu di luar ruang operasi tersebut.
Tak lama kemudian,perawat keluar dari ruang operasi sambil menggendong jasad bayi yang sudah tak bernyawa lagi. Perawat tersebut memberikan bayi itu pada dimas untuk segera di azankan.
Setelah selesai, perawat tersebut membawa kembali bayi mungil itu untuk di mandikan dan di kafani. Setelah semua selesai dimas langsung membawa bayi mungil tersebut ke mesjid dekat rumah nya Untuk di sholat kan terlebih dahulu sebelum di kebumikan.
Sebelum kesana,Dimas sudah menelpon ketua RT tempat tinggal nya untuk membantu menyolatkan jenazah bayi nya dan juga mengurus pemakaman nya . Tentu saja pak RT tak keberatan,karna itu suatu kewajiban sesama umat muslim.
"Yang sabar ya pak Dimas,ikhlaskan anak bapak,dia sudah kembali lagi ke surga nya Allah_" tukas pak RT setelah selesai memakamkan anak dimas dan Sinta
"Kami semua turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga pak Dimas,semoga pak Dimas dan Bu Sinta bisa tabah menerima nya_" ucap seorang bapak-bapak yang merupakan tetangga Dimas
"Terima kasih pak RT dan bapak-bapak semua yang sudah membantu saya,hanya Allah yang bisa membalas nya _" Tukas Dimas sambil menoleh ke satu persatu orang yang sudah membantu nya,Dimas bersyukur memiliki tetangga yang punya tenggang rasa seperti mereka semua.
Setelah cukup lama mengobrol dengan pak RT,Dimas pun memutuskan kembali kerumah sakit.
******
"Tok...
"Tok...
Ceklek
Pintu di buka,dan seorang dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan Kevin dan ratu.
"Selamat siang_" sapa sang dokter dengan ramah
"Siang dok _" balas ratu
Ratu sudah terlihat jauh lebih baik dari sebelum nya. Dengan berada di dekat sang suami,membuat hati nya merasa nyaman,walaupun saat ini kondisi Kevin belum sembuh total. Kevin harus menjalani berbagai terapi untuk menyembuhkan kaki nya yang patah tersebut.
"Pak kevin... Hari ini kita akan mulai terapi pertama nya ya,karna menurut pemeriksaan terakhir,kondisi pak Kevin sudah stabil,pendarahan di kepala pak kevin pun sudah berhenti total,hanya tinggal menunggu pemulihan saja_" jelas sang dokter
"Baik dok,saya siap _" jawab Kevin yakin
__ADS_1
Igor pun membantu sang tuan untuk turun dari ranjang dan duduk di kursi roda. Setelah itu perawat langsung mendorong kursi roda tersebut menuju ruang terapi yang sudah di siapkan.
Ratu ingin ikut,namun di larang oleh dokter. Ratu di minta menunggu saja di ruang rawat. Dengan perasaan kecewa ratu pun akhir nya menurut pada ucapan sang dokter .
Terapi Kevin berjalan lancar,dokter sangat takjub melihat stamina tubuh Kevin yang sangat kuat. Kevin sangat bersemangat melakukan terapi tersebut.
"Wah ...saya salut dengan semangat pak Kevin,begitu besar nya keinginan pak Kevin untuk segera sembuh". Seloroh sang dokter sambil tersenyum
Kevin hanya menanggapi dengan senyuman simpul,"aku harus segera sembuh,aku harus bisa melindungi istri dan anakku _" gumam Kevin dalam hati
Terapi pertama Kevin pun selesai ,perawat mendorong kursi roda untuk kembali ke ruang rawat Kevin.
Ceklek...
Pintu ruangan di buka oleh perawat tersebut dan mendorong kursi roda Kevin masuk kedalam.
Igor pun langsung sigap membantu Kevin untuk kembali ke ranjang nya. Setelah menyelesaikan tugas nya,sang perawat pun keluar dari ruangan tersebut.
"Gimana terapi nya Vin,lancar kan ?" Tanya ratu menghampiri ranjang kevin
"Lancar..." Jawab Kevin singkat
"Bagus lah... Semoga kamu cepat berjalan kembali ya Vin_"
"Doakan saja _"
Ratu pun dengan betah nya duduk di samping ranjang Kevin. Dia terus mengoceh,namun Kevin hanya menanggapi nya dengan senyum simpul.
"Kata dokter besok aku sudah boleh pulang,aku kangen banget dengan william_" tukas ratu
"Bagus lah kalau begitu.kamu harus banyak istirahat,sebentar lagi kamu lahiran,aku gak mau sampai ada apa-apa _" ucap Kevin sambil menatap lekat istri nya
"Iya,aku ngerti kok.tapi aku setiap hari akan datang kesini buat nemenin kamu _" ucap ratu sambil memainkan jemari Kevin
"Terserah kamu _" jawab Kevin
Cinta Kevin pada ratu semakin hari semakin dalam. Apalagi dengan perlakuan ratu yang mulai melunak seperti ini.namun Kevin belum mau untuk mengutarakan secara langsung pada ratu .
******
__ADS_1
*Bersambung