
Setelah sekian waktu berlalu,tiba lah hari dimana akan di lakukan mediasi antara Dimas dan ratu di gedung pengadilan agama...
"Ratu...kamu yakin tidak akan hadir," tanya bara sewaktu mereka sedang sarapan pagi
"Iya,aku yakin...biar pengacaraku saja yang mengurus nya." Jawab ratu sambil terus menyuap nasi goreng ke mulut nya
"Baik lah...terserah kamu saja kalau begitu," jawab bara tak ingin berdebat lagi
Tring
Tring
Tring
Ponsel ratu berbunyi pertanda ada yang sedang menelpon,di lihatnya layar ponsel ternyata pengacara nya yang sedang menghubungi nya.
"Hallo...selamat pagi Bu ratu," sapa pengacara itu setelah ratu menerima telpon nya
"Pagi...ada apa pak? Apa ada masalah ?" Tanya ratu
"Begini Bu ratu,sebaik nya hari ini Bu ratu usahakan hadir dalam tahap mediasi,karna jika Bu ratu tidak hadir,sidang cerai akan di tunda ," ucap pengacara tersebut
"Tapi saya..." Ratu terlihat ragu
"Jangan khawatir,saya akan terus mendampingi Bu ratu...saya akan melakukan yang terbaik agar semua nya seperti yang Bu ratu inginkan ," jawab pengacara tersebut seakan mengerti dengan keraguan yang di rasakan ratu
"Baiklah...saya akan hadir dalam mediasi itu." Ucap ratu terpaksa
"Kalau begitu sampai ketemu di pengadilan Bu ratu,saya tutup dulu telpon nya,"
"Baik lah,terima kasih ,"
Sambungan telpon pun terputus. Terlihat raut wajah ratu berubah seperti menahan kesal...
"Kenapa ? Tanya bara
"Aku harus datang ke pengadilan untuk mengikuti mediasi tersebut...huufftt rasa nya aku malas banget ketemu dengan mas Dimas," jawab ratu lesu
"Sudah lah...pengacara mu pasti akan melakukan yang terbaik." Ucap bara berusaha memberi kan semangat
"Ya...memang itu yang harus dia lakukan," jawab ratu
"Aku akan ikut dengan mu." Ucap bara
"Ya...terserah kamu saja," jawab ratu
__ADS_1
Mereka berdua pun siap siap untuk berangkat ke pengadilan agama. Ratu menitip kan Willi pada bik Darsi...dah bik Darsi pun dengan senang hati menerimanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Sedangkan mediasi akan di laksanakan pukul 09.00 pagi hari ini...
Bara dan ratu pun segera berangkat,dengan bara yang menyetir mobil ratu...
Jarak antara rumah orang tua ratu menuju pengadilan agama cukup jauh,apa lagi di tambah kemacetan lalu lintas setiap hari nya...maka akan memakan waktu yang lama untuk bisa sampai kesana .
Setelah hampir 40 menit mereka berkendara,akhir nya mereka sampai di gedung pengadilan agama tesebut... Dan terlihat mobil Dimas dan beberapa mobil lainnya sudah memenuhi area parkiran di sana.
"Selamat datang Bu ratu,dan...?" Pengacara ratu menoleh pada bara
"Saya bara...asisten nya ratu," ucap bara mengenalkan diri
"Oh pak bara,selamat datang juga. Baik,kalau begitu kita langsung keruang mediasi saja,pihak bapak Dimas sudah menunggu di sana." Ajak pengacara tersebut
Mereka bertiga pun melangkah menuju ruang mediasi,dimana disana sudah ada Dimas beserta pengacara nya sedang menunggu kedatangan pihak ratu...
Ceklek
Handle pintu pun di buka oleh seorang petugas yang berada di depan pintu ruangan yang bertulis kan 'Ruang Mediasi'...
"Silahkan..." Ucap nya pada mereka bertiga
Mereka pun langsung masuk keruangan tersebut. Terlihat Dimas menoleh pada ratu dengan tatapan sedih...
Ratu,bara,dan pengacaranya pun menempati tempat duduk yang sudah di siapkan...dan mediasi pun di mulai.
"Baik...saya Denis,mediator yang akan mendampingi tahap mediasi antara Bu ratu sebagai penggugat,dengan bapak Dimas selaku tergugat. Disini saya telah mempelajari gugatan yang di layang kan oleh Bu ratu pada pak Dimas,tertulis disini jika pak Dimas melakukan sebuah perselingkuhan,apa benar demikian bapak Dimas? Silahkan di jawab " ucap mediator tersebut
"Tidak benar pak,saya tidak selingkuh,dan saya tidak ingin bercerai ," jawab Dimas
"Tapi aku tidak percaya,aku tetap ingin kita cerai mas Dimas..." Ucap ratu menyela Dimas
"Nggak ratu...mas gak mau cerai. Maaf atas kesalahan mas dulu,tapi kali ini mas tidak berbohong,mas tidak selingkuh dengan Sinta,mas berani bersumpah ratu," jawab Dimas berusaha meyakinkan ratu
"Harap tenang ibu ratu,bapak Dimas...silahkan tenangkan diri kalian dulu," sela mediator tersebut melerai perdebatan ratu dan Dimas
"Saya sebagai pengacara Bu ratu,menyampaikan jika klien kami tetap ingin melanjutkan kasus perceraian ini,dan kami sudah memiliki bukti bukti yang akan kami tunjukkan di persidangan nanti ," ucap pengacara ratu
"Baiklah...sekali lagi saya tanya pada Bu ratu,apakah Bu ratu sudah yakin untuk menolak mediasi ini dan tetap akan melanjutkan persidangan perceraian selanjut nya?" Tanya mediator tersebut pada ratu
"Ya pak...saya yakin ," jawab ratu
"Baik lah...dan pak Dimas,apakah anda siap untuk menjalani sidang perceraian yang akan di laksanakan nanti?" Tanya mediator tersebut sambil menoleh pada Dimas
__ADS_1
"Sebenar nya saya benar benar tidak ingin cerai pak,,,sungguh,saya masih mencintai istri saya." Jawab Dimas sambil melirik pada ratu,namun yang di lirik malah membuang muka
"Tapi Bu ratu sebagai penggugat tetap ingin melanjutkan sidang perceraian nya dengan pak Dimas. Mediasi ini bertujuan untuk musyawarah dua belah pihak agar mendapat jalan tengah penyelesaian masalah,dan mediasi ini akan berhasil jika dua belah pihak sepakat untuk berbaikan dan membatal kan gugatan cerai nya. Namun jika satu pihak menolak ,maka mediasi ini di nyatakan gagal,oleh sebab itu sidang perceraian akan tetap di laksanakan." Jelas mediator tersebut dengan panjang lebar
"Baiklah...kami menerima keputusan penggugat untuk meneruskan Kasus perceraian ini,dan kami dari pihak tergugat siap menjalani sidang selanjut nya," ucap pengacara Dimas mewakili klien nya,karna Dimas hanya diam dan menundukkan wajah nya.
"Baik kalau begitu,,,mediasi hari ini saya nyatakan selesai,sampai bertemu di sidang selanjut nya,terima kasih,saya permisi ," ucap mediator tersebut sambil pamit undur diri dari ruangan itu
Ratu,bara beserta pengacara nya pun beranjak ingin meninggalkan ruangan mediasi itu,namun tiba tiba Dimas menarik lengan ratu ...
"Sayang...tolong cabut gugatan cerai itu,mas gak mau pisah sama kamu maupun Willi,mas gak sanggup ratu,pliiiisss" ucap Dimas memohon
Ratu menarik lengan nya dari cekalan Dimas.
"Heeh...sudah lah mas,mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua. Aku sudah pernah memberi mu kesempatan,tapi kamu malah mengulangi nya lagi,sekarang terimalah semua resiko nya...dan tolong buat mudah semua ini." Jawab ratu tegas
Ratu pun lanjut melangkah meninggalkan dimas yang masih terdiam di tempat.
******
Sebulan kemudian...
Hari ini adalah jadwal sidang pertama antara ratu dan Dimas...dalam sidang ini hanya akan membahas tentang konflik yang terjadi dalam gugatan ratu pada Dimas,serta menunjukkan bukti bukti yang mereka punya...
Sidang berjalan lancar... Pengacara ratu berhasil memukul telak pihak Dimas dengan semua bukti bukti yang mereka miliki...
Sementara Dimas masih bingung dan tidak percaya jika ratu memiliki bukti tersebut,padahal dalam bukti itu bukanlah kejadian yang sebenar nya terjadi...namun hakim hanya melihat bukti,sehingga Dimas tak bisa berbuat apa apa lagi. Sidang pun selesai,akan di lanjut kan bulan depan dengan agenda pembacaan putusan...
*****
Di mansion Kevin....
"Akhir nya sebentar lagi tujuan ku akan tercapai..." Ucap seorang lelaki sambil memandangi foto seorang wanita yang tak lain adalah ratu.
'tinggal sedikit lagi kau akan jadi milikku ratu,,,dan ayah mu akan menangis melihat putri kesayangan nya bersanding di pelaminan dengan putra seseorang yang telah di hukum mati atas tuntutan dirinya...' gumam Kevin tersenyum licik
Lalu Kevin meraih ponsel nya di saku celana mahal nya ... Dia pun terlihat membuat panggilan suara pada seseorang .
"Laksanakan rencana...dan pastikan berhasil,aku tunggu kabar baik mu," ucap Kevin dingin
"Baik bos ..." Jawab seorang lelaki di seberang telpon
Kevin pun memutus sambungan telpon nya...
"dimas...tunggu kejutan dari ku".... Ucap Kevin tersenyum licik
__ADS_1
*Bersambung