
Bab 71
Beberapa bulan kemudian...
"Dim...aku ada kejutan buat kamu_" Rita menyambut Dimas yang baru pulang bekerja dengan wajah yang sumringah
Dimas menghampiri Rita,dan mengambil sesuatu dari tangan sang istri...
"Ini...ini beneran rit,ka-kamu..." Dimas tampak melongo setelah melihat sesuatu yang berbentuk pipih tersebut
"Iya dim...itu beneran,aku baru cek barusan...aku hamil dim,hamil....!!!" Rita menjerit bahagia,akhir nya saat yang di tunggu datang juga
Greeppp....
Dimas langsung memeluk rita,dia sangat terharu mendapat kabar yang sangat menggembirakan tersebut.
"Makasih rit...akhir nya aku bisa punya anak lagi,makasih_" ujar Dimas masih memeluk erat sang istri
Disaat bersamaan,Sinta tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu masuk rumah mereka...Sinta tampak syok mendengar kabar kehamilan Rita. Sudah pasti dirinya merasa cemburu,Sinta tak merasa senang sama sekali melihat Rita bahagia.
"Ekkheeemmm!!" Sinta berdehem,sengaja ingin menghentikan adegan mesra di depan mata nya
Dimas dan Rita sontak menoleh,mereka sedikit kaget melihat Sinta tiba-tiba datang kesana.
"Sin...kapan kamu datang,ayo masuk_" ujar Dimas menyapa Sinta
Sinta dengan langkah gontai berjalan masuk kedalam,tatapan nya jelas tersirat rasa cemburu.
"Kamu hamil rit? Selamat ya kalau begitu_" ucap Sinta yang sudah dalam posisi duduk di sofa ruang santai
"Makasih sin..." Rita pun ikut duduk juga
"Kamu ada perlu apa kesini sin,kenapa gak telpon dulu,kan bisa aku jemput_" tanya Dimas basa basi
"Gak ada...aku bosan saja dirumah. Lagian aku masih bisa jalan sendiri kok_" balas Sinta berusaha tersenyum
Rita bangkit dari sofa,"aku kedapur dulu ya,mau buatin minuman,kebetulan Dimas juga baru pulang,jadi biar aku buatin kopi_" ujar Rita kemudian berjalan menuju dapur
Begitu Rita sudah tak terlihat lagi,Sinta menggeser duduk nya lebih dekat dengan Dimas.
"Mas...aku ingin hamil juga kayak Rita,kamu harus sering tidur dirumah aku dong,jangan pilih kasih_" terlihat Sinta merasa iri pada madu nya tersebut
"Kita tunda aja dulu sin,sekarang lebih baik fokus pada kehamilan Rita,kalau kalian berdua hamil,aku bisa kualahan mengurusnya,jadi kamu sabar aja dulu_" tolak Dimas tak setuju
"Kamu gak adil mas...kamu lebih sayang sama Rita,padahal aku istri pertama kamu,tapi kamu sama sekali tak menganggap aku,benar-benar gak adil kamu mas!!!" Sinta merasa sangat kesal dengan sikap Dimas padanya
"Sudah lah sin...jangan ngeluh terus,aku capek baru pulang kerja_" ujar Dimas tak ingin berdebat
Wajah sinta langsung berubah masam."awas kamu ya mas,akan aku buat kamu menyesal sudah menolak aku seperti ini_" gumam Sinta dalam hati
Sinta kemudian bangkit dari sofa,lalu berjalan menuju dapur untuk menyusul Rita. Sampai di dapur,dilihat nya Rita masih sibuk menuangkan air panas dari panci ke gelas yang sudah berisi serbuk kopi dan gula.
__ADS_1
"Dasar wanita tak tau diri kamu!!!" Ujar Sinta saat sudah berada di samping Rita
Rita terlonjak kaget mendengar ucapan Sinta yang sangat kasar,"maksud kamu apa sin?kenapa kamu selalu cari masalah dengan ku!!!" Ucap Rita menanggapi ucapan Sinta barusan
"Halah...pelakor kayak kamu ini,bagus nya di buang ke kandang buaya,biar mamp*s!!!" Sinta malah semakin memaki Rita
Rita menyunggingkan senyum lalu menatap wajah Sinta,"bukan nya kamu pelakor juga yang sudah merusak rumah tangga Dimas dan ratu dengan cara kotor,jadi gak usah sok menghina ku,karna kamu lebih buruk ketimbang aku!!" Rita membalas hinaan Sinta
"Berani kamu ya...huh!!!"
Braakk...
"Aaahhh....sakit....toloooongggg!!!"
Karena emosi,Sinta refleks mendorong tubuh Rita dengan sangat kencang,sehingga rita terhuyung lalu terjatuh dan perut nya terbentur lantai. Rita berteriak kesakitan sambil memegangi perut nya yang terasa sakit.
Tap!!! Tap!!! Tap!!!
Dimas berlari tergesa-gesa menuju kedapur. Dan betapa kaget nya Dimas melihat Rita sudah terbaring di lantai sambil kesakitan,sedangkan Sinta tampak panik melihat kondisi Rita.
"Rit...kamu kenapa? Kenapa bisa begini,ya tuhan_" Dimas sangat panik melihat kondisi Rita,tanpa fikir panjang Dimas kemudian membopong tubuh Rita untuk di bawa kerumah sakit
"Mas...aku ikut!!" Sinta mengejar dimas yang langsung menuju ke mobil
Tanpa mengulur waktu,Dimas langsung menghidupkan mesin mobil nya dan langsung tancap gas menuju rumah sakit.
Melihat kondisi Rita semakin lemah,Dimas menambah kecepatan mobil nya agar cepat sampai kerumah sakit,dirinya takut terjadi hal buruk dengan Rita juga calon anak nya yang sedang di kandung oleh Rita.
Beberapa perawat terlihat menghampiri mobil Dimas sambil membawa brankar,tubuh Rita pun kemudian di letakkan di brankar dan langsung di bawa menuju ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan.
"Maaf...bapak tunggu di luar dulu,biar dokter yang memeriksa istri bapak_" ujar seorang perawat melarang Dimas ikut masuk,lalu pintu ruang UGD pun di tutup oleh perawat tersebut
Dimas mondar mandir didepan ruang UGD,terlihat dirinya sangat cemas dan panik dengan kondisi istri dan calon bayi nya. ...
"Ya tuhan....semoga tidak terjadi apa-apa dengan istri dan calon anakku,selamat kan lah mereka berdua_" gumam Dimas berdoa untuk keselamatan istri dan calon anak nya
"Tenangkan dirimu mas...jangan terlalu cemas seperti itu,nanti kamu yang bisa sakit loh_" ucap Sinta menenangkan Dimas. Sinta sama sekali tak merasa simpatik dengan keadaan Rita maupun kandungan nya.
"Semoga Rita tak selamat... lebih bagus kalau dia mati saja_" gumam Sinta dalam hati.
"Sin...sebenar nya apa yang sudah terjadi,kenapa Rita bisa jatuh seperti itu,tadi kamu kan bersama dia di dapur,pasti kamu tau apa sebab Rita bisa terjatuh?" Tanya Dimas menatap sinta
"Aku gak tau mas...saat aku sampai di dapur,Rita udah jatuh,jadi aku gak tau kenapa dia bisa seperti itu_" jawab Sinta berbohong
Dimas hanya bisa menghela nafas nya,dia benar-benar bingung,karena dia tak melihat langsung,jadi Dimas tak mengetahui sebab Rita bisa seperti itu.
Tak lama kemudian...pintu ruang UGD pun terbuka,terlihat seorang dokter keluar dari sana.
"Dok...bagaimana keadaan istri saya,dia baik-baik saja kan,kandungan istri saya tidak kenapa-kenapa kan dok?" Dimas langsung memberondong sang dokter dengan banyak pertanyaan
"Tenang pak ... alhamdulilah istri bapak baik-baik saja,hanya sedikit luka lecet dibagian dengkul,dan...calon anak bapak juga selamat,tidak ada yang perlu di khawatirkan_" penjelasan sang dokter langsung membuat hati Dimas merasa lega.
__ADS_1
"Makasih dok ...boleh saya melihat keadaan istri saya dok?" Tanya Dimas pada sang dokter
"Tentu saja boleh... istri bapak sudah sadar. Silahkan masuk saja,saya permisi dulu_" setelah mengijinkan Dimas masuk kedalam,sang dokter langsung pamit
Tanpa fikir panjang,Dimas langsung masuk kedalam ruang UGD untuk melihat kondisi istri nya.
"Rit... syukur lah kamu baik-baik saja,dan anak kita juga selamat,aku sangat lega rit_" ujar Dimas setelah berada di samping brankar rita
Rita masih dalam kondisi berbaring dengan selang infus terpasang di lengan nya.
"Sebenar nya apa yang terjadi rit,kenapa kamu bisa jatuh?" Tanya Dimas pada Rita
Rita menatap wajah dimas," Sinta... dia sengaja mendorong ku dim_" ucap Rita berkata jujur
"A-apa!!! Dimas terbelalak tak percaya
"Iya dim...tadi kami sempat ribut di dapur,dan Sinta tak terima aku membalas ucapan nya yang mengatakan aku seorang pelakor tau tau diri,dia emosi lalu mendorong ku_" lanjut rita menjelaskan kronologi kejadian sebenar nya
"Kamu tidak bohong kan Rit? Soalnya tadi Sinta bilang dia tidak tau apa-apa,tapi ..." wajah Dimas langsung memerah menahan emosi
"Aku bersumpah dim...aku tidak berbohong,aku bersumpah demi anak yang sedang aku kandung,aku berkata jujur_" ujar Rita meyakinkan Dimas
Wajah Dimas semakin terlihat emosi. Dirinya sangat murka dengan perbuatan sinta yang hampir saja mencelakai calon bayi nya tersebut. Dengan emosi yang membara,Dimas bergegas berjalan keluar dari ruang UGD untuk menemui Sinta yang masih berdiri di depan ruangan tersebut.
"Mas...gi-"
"Aku talak kamu Sinta....sekarang kau bukan istri ku lagi!!! Aku menceraikan mu detik ini juga!!!" Ucap Dimas lantang sebelum Sinta menyelesaikan ucapan nya
"A-apa mas!!! Kamu..."
"Ya...aku menceraikan mu,sekarang kita bukan suami istri lagi!!!"
Sinta tampak syok mendapati kata talak dari Dimas,Sinta seperti bermimpi tiba-tiba di ceraikan begitu saja oleh Dimas.... terlihat butiran bening jatuh dari pelupuk mata nya.
"Kamu tega mas....kamu jahat!!!" Ujar Sinta sambil terisak
"Kamu yang tega sin...kamu hampir saja mencelakai Rita dan calon anak ku,kamu sengaja mendorong Rita,tapi kamu malah berbohong,aku benar-benar kecewa sama kamu,dari dulu kamu selalu egois_" ucap Dimas
"Aku gak terima mas...lebih baik aku mat..."
"Mati...kamu mau mati.hahahah...selalu itu yang kamu jadikan ancaman. Sekarang terserah,aku gak peduli sin,kalau kamu mati,ya matilah sana...tapi apa kamu siap dengan siksaan diakhirat sana,coba kamu ingat sudah berapa dosa yang sudah kamu buat... saran ku,lebih baik kamu tobat dulu baru mati_" ujar Dimas mencemooh ucapan Sinta yang selalu mengancam akan bunuh diri jika Dimas menceraikan nya,tapi sekarang nampak nya cara itu tak berhasil,Dimas sudah tak perduli sama sekali dengan Sinta.
Tak ingin berlama-lama berdebat dengan Sinta,Dimas bergegas masuk kembali keruang UGD.
Sedangkan Sinta tampak menatap pintu ruangan tersebut dengan wajah masam...
"Awas kamu ya mas...akan ku balas semua perbuatan mu!!!" Gumam Sinta sangat kesal
* * * * * *
*. Bersambung
__ADS_1