
Empat hari kemudian...
Setelah empat hari dirawat,hari ini Rita dan bayi nya sudah di perbolehkan pulang. Keadaan keduanya sudah sangat sehat. Dimas sangat bersemangat menjemput mereka untuk pulang kerumah,Dimas sudah tak sabar ingin menggendong putra mungil nya tersebut.
Setelah semua urusan administrasi selesai,Dimas langsung saja memboyong istri dan anak nya menuju rumah mereka. Dimas begitu perhatian pada bayi mungil nya,tak henti dia memandangi wajah tampan putra nya tersebut.
Rumah Dimas tak begitu jauh dari rumah sakit,sehingga tak butuh waktu lama,mereka sudah sampai tujuan.
"Sini,biar aku bantu_" Dimas mengulurkan tangan nya untuk membantu sang istri turun dari mobil
Rita pun turun perlahan dari mobil dengan bantuan sang suami. Dia turun dengan sangat hati-hati karena dia sedang menggendong bayi nya.
"Makasih dim_" ucap Rita tersenyum. Dia sangat bahagia melihat sikap Dimas yang sangat perhatian semenjak dia hamil sampai melahirkan. Bahkan Dimas tak pernah marah ataupun berucap kasar pada Rita.
Setelah membantu sang istri turun,Dimas kemudian membuka bagasi mobil dan menurunkan semua barang-barang dari rumah sakit. Setelah itu,dia langsung menyusul masuk kedalam rumah.
Ceklek!!.... pintu kamar di buka,Rita langsung meletakkan bayi nya ke box bayi yang baru saja di beli oleh Dimas
"Kamu istirahat aja rit,biar aku siapin makan,kamu kan harus minum obat_" ujar Dimas menuntun sang istri menuju ranjang mereka
Rita mengangguk sambil tersenyum," makasih ya dim,kamu pasti lelah juga,maafin aku ya udah buat kamu repot_" ucap nya sambil menatap sang suami
"Ssstt...gak repot kok. Aku udah biasa,dulu waktu ratu lahiran aku juga seperti ini,aku...eh,maaf rit,aku gak maksud_" Dimas merasa tak enak hati,karna dia tak sengaja keceplosan membahas sang mantan istri
Rita hanya menanggapi dengan tersenyum ringan,tak ada raut kecemburuan di wajah nya.
"Sudah,tidak apa-apa,aku percaya kok,aku tau kalau kamu sebenarnya suami yang sangat bertanggung jawab,aku beruntung bisa jadi istri kamu_" ucap Rita
"Makasih jika kamu berfikiran seperti itu,tapi aku bukanlah suami yang setia,aku pernah membuat kesalahan fatal dimasa lalu,dan aku sangat menyesali nya_" tukas Dimas dengan wajah sendu
"Sudahlah,tidak ada yang harus disesali. Kita ini hanya manusia biasa,pasti pernah melakukan kesalahan,yang penting kita mau berubah dan tak mengulangi nya lagi_" hibur rita menenangkan hati sang suami
Mendengar ucapan Rita,Dimas merasa terharu,kedua matanya berkaca-kaca,terlihat raut penyesalan di wajah Dimas,namun Dimas menjadi lebih bersemangat mendengar ucapan Rita barusan.
__ADS_1
Dimas meraih tangan Rita,dan ...cup! Dimas mengecup punggung tangan sang istri
"Makasih ya rit,satu-satu nya yang tak aku sesali itu yaitu bertemu kamu,apalagi sekarang sudah ada Pangeran kecil di antara kita,aku sangat bahagia rit. Janji ya,kamu selalu ada di samping ku,tegur aku jika aku khilaf dan melakukan kesalahan_ " ujar Dimas dengan suara lirih
"Heem...Kita Saling mengingatkan ya,aku juga hanya manusia biasa,tegur aku juga jika aku bersalah_" balas Rita
Mereka berdua pun berpelukan. Suasana begitu tenang dan juga romantis. Dimas dan Rita sedang merasakan kebahagiaan dalam rumah tangga nya.
"Oh ya rit,apa kamu sudah memikirkan nama anak kita?" Tanya Dimas setelah melepaskan pelukan nya
"Eeemm...belum ada sih dim,kirain kamu sudah ada rekomendasi buat nama putra kita?" Jawab Rita
"Ada sih rit...rencana nya aku mau ngasi nama axel? Gimana? Menurut kamu bagus gak?"
"Bagus kok...axel rafasya Sanjaya? Gimana bagus tidak dim? Aku suka nama itu_"
"Bagus...nama yang cocok untuk putra kita,semoga nama itu membawa kebaikan dalam setiap perjalanan hidup nya kelak_"
"Aamiin_" ucap Dimas dan Rita serempak
Setelah selesai berbincang,Dimas berniat keluar kamar ingin menuju dapur,namun belum sempat kaki nya melangkah keluar kamar,tiba-tiba ponsel nya berdering...
Tring!! Tring!!
"Dim...ponsel mu bunyi,sepertinya ada telpon_" panggil Rita menghentikan langkah sang suami
Dimas langsung berbalik arah menuju meja dimana ponsel nya terletak.
"Telpon dari penjara...kira-kira ada apa ya?" Gumam dimas merasa ragu menjawab panggilan telpon tersebut
"Ada apa dim,kok gak di jawab telpon nya? Emang siapa yang telpon?" Tanya Rita penasaran
"Eemm ..ini Rit,dari pihak penjara_" sahut Dimas
__ADS_1
"Kenapa gak diangkat? Siapa tau ada yang penting,jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi pada Sinta dim? Ayo diangkat aja telpon nya_" pinta Rita sedikit memaksa,dia merasa khawatir dengan keadaan sinta
Dengan sedikit ragu,dimas menerima panggilan telpon tersebut...
"Hallo _" ucap nya
"Selamat siang pak Dimas,maaf kami sudah mengganggu waktu anda. Kamu hanya ingin mengabarkan jika saudari Sinta sekarang berada di rumah sakit,beliau terjatuh di kamar mandi,beliau tidak sadarkan diri,jadi kami membawa nya kerumah sakit Bhayangkara_" tutur petugas tahanan tersebut
"Baik pak...terima kasih atas informasi nya,tapi maaf sekali,sekarang saya belum bisa menjenguk sinta,karna istri saya baru saja melahirkan,jadi mungkin besok atau lusa saya usahakan kesana_" jawab Dimas dengan sopan
"Iya pak Dimas,tidak masalah,Kami hanya ingin memberi kabar saja,silahkan datang menjenguk saudari sinta jika pak Dimas sudah tidak sibuk,kami bisa mengerti_" ujar petugas tahanan kembali
"Baik pak...terima kasih sekali lagi. Semoga keadaan sinta lekas membaik_"
Pembicaraan pun selesai,Dimas mematikan sambungan telpon.
"Huufftt...ada-ada saja si sinta, pakek jatuh segala dikamar mandi. Padahal aku sama dia sudah tak ada hubungan apa-apa lagi,tapi tetap saja masih merepotkan_" gerutu Dimas merasa kesal
Melihat ekspresi dimas yang terlihat kesal sehabis menerima telpon dari pihak penjara,Rita menjadi penasaran,apa yang sedang terjadi pada sinta,mantan madu nya dulu.
Tak ingin memendam rasa penasaran,Rita langsung menanyakan pada Dimas.
"Apa ada masalah dim? Kenapa wajah kamu seperti itu? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Sinta? Coba jelasin sama aku_" tutur rita mendesak dimas untuk bicara yang sebenar nya,namun Dimas masih diam tak berbicara
"Dim...kamu baik-baik aja kan?" Tegur Rita kembali karena melihat Dimas masih diam,bahkan tampak sedang melamun
"Eh...ya rit! Aku... ini tadi petugas penjara memberitahu jika Sinta masuk rumah sakit,dia jatuh dari kamar mandi_" jawab Dimas salah tingkah
"Ya tuhan...kasian banget Sinta dim ? Jadi keadaan nya sekarang gimana? Baik-baik aja kan dim? Kamu coba jenguk Sinta kerumah sakit dim,aku khawatir dengannya_" ujar Rita merasa simpatik. Rita tak ada rasa benci sedikitpun pada sinta,meskipun dulu Sinta pernah berulang kali menyakiti nya,namun rita tak pernah menaruh dendam
"Nanti aku fikirkan ...sekarang aku mau kedapur dulu,mau nyiapin makanan buat kamu...untuk masalah Sinta nanti kita bahas lagi_" Dimas pun berlalu dari sana. Dia tak ingin Rita mendesak nya untuk menjenguk Sinta kerumah sakit,sejujur nya dimas sudah tak ingin lagi mengurusi hidup mantan istri nya tersebut...
*******
__ADS_1
*. Bersambung