Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 22. Mengapa perasaan ku jadi tidak enak?


__ADS_3

Beberapa hari setelah putusan sidang itu di laksanakan,hatiku masih bertanya kemanakah mas Dimas saat ini? Mengapa tidak ada kabar apapun tentang nya. Aku membuka blokiran nomor nya di ponsel ku,namun saat ku telpon malah nomor nya yang tidak aktif. Jujur,aku sedikit merasa khawatir,walau bagaimana pun mas Dimas tetap papa kandung William,meskipun aku dan mas Dimas sudah tidak ada ikatan pernikahan.


"CK...kenapa nomor mas Dimas malah gak aktif sih?" Gumam ku dengan nada kesal


'coba aku telpon ke kantor mas Dimas aja ya,barangkali dia sedang kerja'


Ratu pun menekan nomor kantor Dimas di ponsel nya...


Tuut...


Hanya sekali dering,sambungan telpon langsung tersambung...


"Hallo...dengan PT Tambang Maju Jaya,ada yang bisa di bantu ? Sapa seorang wanita di seberang telpon


"Maaf mengganggu...saya ratu,bisa bicara dengan pak Dimas ?" Jawab ku merasa gugup


"Pak Dimas manager di kantor ini ya Bu...maaf,sudah beberapa hari ini pak Dimas tidak berangkat ke kantor Bu?"


"Apa? Tidak berangkat ke kantor,kita kira alasan nya apa ya kalau saya boleh tau?"


"Disini tidak ada keterangan nya Bu,mohon maaf"


"Oh ya sudah,terima kasih informasi nya"


Ratu pun memutus sambungan telponnya.


"Berarti mas Dimas juga tidak masuk kantor, apa mas Dimas ada di rumah ya sekarang?" Gumam ratu dalam hati


Tok...


Tok...


Tok...


"Siapa? " Tanya ratu pada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya


"Saya non ratu...bik Darsi," jawab bik Darsi dari luar kamar


"Masuk saja bik,pintu nya tidak di kunci,"


Ceklek ...


Bik Darsi pun langsung membuka pintu dan melangkah masuk ke kamar ratu...


"Maaf non,,,di bawah ada tamu,katanya mau bertemu dengan non ratu," beritahu bik Darsi pada ratu


"Oh ya sudah...bentar lagi saya ke bawah ya bik,"


"Baik non...kalau gitu bibik permisi..."


Bik Darsi pun melangkah keluar dari kamar ratu,dan langsung turun ke lantai bawah...


Tak lama ratu pun menyusul turun ke lantai bawah rumah nya... Dan di lihat nya ada 2 orang lelaki yang sedang duduk di ruang santai.


"Selamat siang Bu ratu_" sapa kedua lelaki itu berdiri dan tersenyum ke arah ratu


"Selamat siang juga .. silahkan duduk kembali. Kalau boleh tau anda berdua ini siapa ya,dan ada keperluan apa dengan saya_" tanya ratu penasaran

__ADS_1


"Begini Bu ratu...kami dari pihak BANK,dan maksud kedatangan kami kesini untuk menagih pembayaran hutang perusahaan atas nama almarhum pak Wijaksono." Ucap salah satu petugas bank tersebut menjelaskan


"Tapi ...saya tidak tau menahu tentang hutang papa saya pak...bagaimana bisa kalian menagih pada saya_" jawab ratu merasa bingung


"Disini tertulis,bahwasannya ibu ratu tercatat sebagai ahli waris,oleh karena itu pihak bank menagih pada anda Bu ratu _"


"Oke ...berapa hutang papa saya yang harus saya bayar?"


"Sekitar 200 milyar Bu ratu_"


"Haahh ....apa? Sebanyak itu_" ratu sangat terkejut dengan jumlah hutang sebanyak itu


Baiklah pak ..bisa beri saya waktu untuk membayar nya,karna saat ini saya tidak ada uang sebanyak itu_tapi saya heran kenapa baru sekarang kalian menagih nya pada saya,kenapa tidak dari dulu?" Tanya ratu sedikit bingung


"Karna kami baru mengetahui jika Bu ratu sudah kembali kerumah ini_" jawab petugas bank itu


"Baik lah kalau begitu,beri saya waktu _"


"Baik Bu ratu...kami akan memberikan waktu pada Bu ratu,semoga dalam waktu dekat Bu ratu sudah bisa melunasi nya_"


Setelah menjalani kan tugas nya,kedua petugas bank tersebut langsung pamit dan pergi meninggal kan rumah ratu ...


"Haaiiissss...ada ada saja masalah yang datang. Bagaimana aku bisa membayar hutang sebanyak itu_"  gumam ratu sambil memijit pelipis nya


Terdengar suara deru mesin mobil di depan rumah...


Tak lama kemudian bara masuk dengan langkah tergesa gesa_"


"Ratu ...gawat!!!" Ucap bara setelah masuk ke rumah


"Gawat apa nya bara...ngomong yang jelas_" jawab ratu sedikit kesal


"Itu...eemmm,,, bisnis hitam papa mu seperti nya sudah terendus pihak kepolisian_" bara menjelaskan dengan wajah yang panik


"Itu bukan urusan Ku bara...aku sudah lama katakan untuk menutup bisnis ilegal itu,aku sama sekali tak berminat mengurusi nya_" jawab ratu semakin kesal


"Tapi ratu itu amanah papa mu pada ku...aku _" bara tiba tiba menghentikan ucapan nya dan menghela nafas panjang


Ratu langsung berdiri dari sofa yang ia duduki,dan beranjak pergi meninggal kan bara dengan wajah panik nya...


Bara hanya bisa menghela nafas dan membiarkan ratu meninggalkan ruangan tersebut. Ratu benar,seharus nya bisnis ilegal itu segera ditutup agar tidak menimbulkan masalah kedepan nya. Namun karna kesetiaan bara pada almarhum papa nya ratu,dia nekat untuk melanjutkan bisnis ilegal itu.


Ratu menaiki tangga menuju lantai dua rumah nya. Dia ingin menuju kamar nya,tempat ternyaman bagi dirinya untuk menenangkan tubuh dan fikiran...


William sedang tertidur dikamar sebelah,akibat tadi malam William tidur terlalu larut karna keasyikan nonton film kesukaan nya,sehingga baru jam segini dia sudah merasa mengantuk kembali...


Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang,namun tak ada kabar apapun yang diterima oleh ratu. Dia semakin tak enak hati memikirkan keadaan papa kandung anak nya. Ingin menemui Dimas di rumah nya ,namun mereka sudah tak ada hubungan apa apa lagi sekarang,ratu khawatir akan menimbulkan fitnah....


Akhir nya dia hanya bisa menunggu kabar saja,barangkali nanti Dimas akan menghubungi nya...


*****


Keesokan hari nya....


Drrt....


Ada notifikasi wa di ponsel ratu... Ratu langsung membuka chat tersebut...

__ADS_1


'mas Dimas ada di Rumah Sakit internasional di ruang VVIP 3_' 


Isi dari Chat tersebut namun tidak di ketahui siapa pengirim nya karena menggunakan no baru...


Ratu merasa penasaran siapa yang mengirim chat tersebut,dia langsung menekan tombol memanggil di ponsel nya,namun no ponsel itu tidak aktif...


"CK...apa ini orang iseng ya_tapi kenapa dia kenal dengan mas Dimas?" Ucap ratu merasa aneh


Tapi jika isi pesan ini benar,berarti mas Dimas sekarang ada di rumah sakit ini...sebaik nya aku langsung cek kesana daripada penasaran_"


Tanpa fikir panjang,ratu pun bersiap siap untuk menuju rumah sakit tersebut... Dia ingin membuktikan apakah benar Dimas ada disana atau tidak...


Tap...


Tap...


Tap...


Ratu menuruni anak tangga dengan tergesa gesa...


"Bik...saya titip William ya,saya mau keluar sebentar ada keperluan _" ucap ratu ketika sudah berada di lantai bawah dan melihat bik Darsi sedang menyuapi William makan buah


"Baik non...hati hati di jalan _" jawab bik Darsi nampak bingung melihat wajah ratu yang terlihat panik


Ratu pun sudah berada di garasi mobil nya...dan langsung masuk ke dalam nya _ dia pun menyalakan mesin mobil  dan langsung menginjak pedal gas untuk segera menuju rumah sakit.


Pak Joko yang sudah melihat mobil ratu berjalan menuju gerbang pun gegas membukakan pintu gerbang nya... Dan mobil ratu pun melewati pak Joko yang masih berdiri di depan gerbang sambil membunyikan klakson mobil nya ...


Ratu tampak mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang,karna lalu lintas macet seperti biasa nya...


'hiiisss....pakek macet segala lagi,haduuhhh_' ucap ratu merasa kesal dengan kemacetan yang terjadi di depan nya


Setelah sekian lama menunggu,akhirnya lalu lintas kembali normal...ratu pun gegas kembali menjalankan kendaraan nya supaya segera sampai ke tujuan.


Tak lama kemudian diapun sampai ke parkiran rumah sakit internasional,ratu langsung memarkirkan mobil nya di sana...setelah itu gegas dia berjalan menuju masuk rumah sakit tersebut dan tujuan utama nya adalah ke meja informasi untuk menanyakan di mana ruangan VVIP 3_


"Maaf sus...ruang VVIP 3 dimana ya?" Tanya ratu pada suster yang berjaga di meja informasi


"Ibu naik ke lantai 3,dari lift ibu belok kanan lurus saja,nanti ada tulisan di pintu ruangan VVIP 3"  jawab suster tersebut


"Baik...terima kasih sus", jawab ratu


Ratu pun langsung menuju lift untuk naik ke lantai 3,dan menuju arah sesuai yang di beritahukan suster tersebut...


Tidak sulit bagi ratu untuk menemukan ruangan tersebut karna arah yang di tujukannya sangat mudah...


Dan sampai lah ratu di depan ruangan yang dia cari...dengan segenap keberanian,ratu pun menekan handle pintu ruangan tersebut_


Ceklek


Dan betapa terkejut nya ratu saat melihat siapa yang sedang terbaring di ranjang...


Dimas terlihat sedang terbaring dengan mata yang terpejam dan terlihat juga selang infus masih terpasang di lengan nya ...akan tetapi di ranjang yang sama, terlihat seorang wanita yang sedang ikut berbaring dengan kondisi sedang memeluk Dimas dari samping...dan wanita itu tak lain adalah Sinta _


"Mas Dimas ...sinta_" ucap ratu merasa kaget sambil menutup mulut nya dengan telapak tangan


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2