Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 23. POV author


__ADS_3

Hari ini aku sengaja mengirim chat kepada ratu menggunakan no yang baru saja aku beli,setelah selesai menggunakan nya,aku akan langsung membuang kartu ini...


Aku mengirimkan sebuah pesan pada ratu,memberitahukan bahwasan nya mas Dimas sekarang berada di rumah sakit internasional dan di rawat di ruang VVIP 3_


Aku ingin dia melihat aku sedang bersama mas Dimas,dan dia jadi berfikir jika memang benar aku dan mas Dimas memiliki sebuah hubungan spesial...


Dan ternyata rencana ku berhasil...ratu datang ke rumah sakit ini disaat aku sedang berada di posisi seranjang dengan mas Dimas...walaupun kenyataan nya mas Dimas habis di beri obat oleh dokter,dan efek obat tersebut membuat dia mengantuk dan tertidur lelap_


"Mas Dimas,Sinta _"


Ratu tampak kaget melihat pemandangan di depan nya...


Aku berpura pura tidak mengetahui kedatangan nya,padahal aku sadar 100%...


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar suara langkah kaki mendekati ranjang mas Dimas...dan aku yakin itu adalah ratu.


"Sinta...bangun kamu_" sentak ratu dengan suara ketus


"Hooaahhhmmm...siapa sih ganggu aja_" aku pura pura menguap agar ratu berfikir aku baru bangun dari tidur


"Ratu ...kamu ngapain disini?" Tanya ku berpura pura


"Seharus nya aku yang tanya,kamu ngapain disini hah?" Tanya Sinta balik dengan suara yang keras


"Sssttt...jangan keras keras ngomong nya,mas Dimas lagi istirahat_" ucap ku pada ratu dengan suara berbisik


Aku pun bangkit dari ranjang dan berdiri ...ku tarik lengan ratu sambil mengajak nya keluar dari ruangan tersebut...


"Lepasin...ngapain kamu narik tangan aku_" ratu menepis tangan ku dengan kasar


"Sini...aku mau bicara sama kamu _" ,


Dengerin ya ratu,mantan istri nya pacar aku mas Dimas... Mulai sekarang kamu gak usah temui mas Dimas lagi,karna aku dan mas Dimas akan segera menikah. Kamu bukan siapa siapa nya lagi,kalian sudah bercerai kan? Bahkan di saat mas Dimas sedang sakit,aku yang merawat nya,bukan kamu_"  jawab ku dengan percaya diri


Ratu terdiam setelah mendengar ucapan ku barusan. Terlihat dari expresi wajah nya jika dia merasa cemburu denganku...


Tanpa mengucap sepatah katapun lagi,ratu berjalan meninggalkan aku... Mungkin dia percaya dengan semua ucapan ku.


'heemmm...baguslah dia sudah pergi' ucap ku sambil menyunggingkan senyuman


Ceklek ...


Aku kembali masuk ke ruangan mas Dimas,dan terlihat mas Dimas masih tertidur lelap...


Hatiku merasa sangat bahagia hari ini,karna sudah bisa meracuni fikiran ratu. Aku berhasil membuat nya berfikir jika aku dan mas Dimas memang memiliki hubungan yang spesial,padahal kenyataan nya tidak sama sekali. Mas Dimas masih bersikap dingin pada ku. Sejujur nya aku merasa kesal dengan sikap mas Dimas itu,namun karna rasa cinta ku pada nya masih ada,aku akan tetap mencoba terus mendekati nya....


Drrt...


Drrt...


Ponsel ku bergetar,pertanda ada panggilan yang masuk...


Ku lihat layar ponsel ku,ternyata mantan suami ku yang menelpon_


"Ckk...mau apa sih dia nelpon aku lagi? Malas banget tau gak sih_" aku mengacuhkan panggilan dari mantan suami ku,karna aku tak ingin ada hubungan lagi dengan lelaki miskin itu


Ku biarkan ponsel ku bergetar hingga mati sendiri,sampai kapan pun aku tak akan mau lagi berhubungan dengan mantan suami ku yang sudah kere itu....


Aku alihkan pandangan ku pada wajah mas Dimas yang sedang terlelap tidur...wajah nya masih terlihat tampan seperti dulu. Hanya saja sekarang ada kumis tipis membuat dirinya terlihat semakin dewasa.


*****


Tap...


Tap...


Tap...


'hiks...hiks...ternyata kamu benar benar ada hubungan dengan Sinta mas,tapi kenapa kamu terus membohongi aku...kenapa mas?' ratu duduk di kursi ruang tunggu rumah sakit,air mata yang dari tadi dia tahan akhir nya menetes di pipi nya.


'nyesel banget aku datang kesini,cuma untuk melihat kemesraan mas Dimas dan Sinta ,aku benci banget sama kamu mas...kamu benar benar pembohong,munafiq. Mungkin perceraian adalah langkah terbaik yang sudah aku ambil,dari pada aku terus kamu bohongi,aku dengan bodoh nya selalu percaya semua ucapan kamu mas...


Kenapa ujian hidup ku terlalu berat tuhan... Belum lagi aku harus menanggung hutang yang begitu besar jumlah nya,dan sekarang aku harus menerima rumah tangga ku yang sudah hancur ... Aku harus bagaimana tuhan... Kemana aku harus mengadu,siapa yang mau menolong ku,,,


Ratu tampak melamun,dia menangis tanpa suara... Meratapi nasib hidup dan rumah tangga nya yang begitu sadis...


Tring...


Tring...

__ADS_1


Tring...


Ponsel ratu berdering ,ada panggilan telpon di ponsel nya...


"Hallo_" jawab nya dengan suara parau


"Ratu...kamu dimana? Pulang sekarang ratu,keadaan semakin gawat. Aku...aku_ "


Tuuut...


Tiba tiba sambungan telpon terputus sepihak. Ternyata ponsel ratu kehabisan baterai ...


"Ckk...pakek lowbet lagi _" gumam ratu kesal


Ratu merasa penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan bara barusan,diapun merasa cemas,dan langsung beranjak meninggal kan rumah sakit tersebut...


Ratu mengendarai mobil nya dengan kecepatan kencang,agar cepat sampai dirumah,karna entah kenapa tiba tiba hati nya merasa cemas dengan keadaan anak nya di rumah...


Mobil ratu telah memasuki kawasan rumah nya,,,dari jarak yang tidak begitu jauh dia melihat kerumunan orang orang yang sedang berkumpul,dan disana juga terlihat beberapa mobil polisi yang sedang terparkir di pinggir jalan ...


"Itu ada apa ya? Kok rame banget di depan rumah papa?" Ratu merasa aneh melihat hal tersebut


Perasaan ratu semakin was was,diapun memarkir kan mobil nya di pinggir jalan sebelum rumah nya,karna di depan rumah nya terlalu ramai sehingga dia sulit untuk masuk ...


Hah...


Hah...


Hah..


Ratu berlari dengan tergesa gesa,karna dia sangat khawatir dengan keadaan anak nya sekarang...


Semua orang menatap kedatangan ratu yang terus berlari tanpa memperdulikan mereka semua...bahkan disana juga ada beberapa wartawan yang sedang meliput situasi yang sedang terjadi .


"Ada apa ini pak...kenapa kalian masuk kerumah ku tanpa ijin !!" Tanya ratu saat dia sudah berada tepat di hadapan polisi


"Maaf...kamu siapa pemilik rumah ini?' polisi balik bertanya


"Saya anak pemilik rumah ini...nama saya ratu,dan papa saya bernama Wijaksono _" jawab ratu merasa bingung


"Apakah anda mengenal saudara bara?" Tanya polisi itu lagi


"Bara...ya saya mengenal nya? Ada apa sebenar nya ini pak? Tolong kalian jelaskan pada saya sekarang juga?"


"Begini ...saudara bara di duga melakukan transaksi penjualan senjata api dan berbagai macam alat komunikasi canggih secara ilegal,jadi kami disini ingin menangkap saudara bara _" terang polisi tersebut yang membuat ratu semakin shock


"Maksud nya?" Jawab ratu semakin bingung


"Pak Wijaksono adalah pengelola bisnis ilegal tersebut,walaupun beliau sudah meninggal dunia,tapi hukum harus tetap di tegakkan,jadi dengan berat hati rumah ini beserta seluruh aset atas nama beliau terpaksa kami sita_"


"A...apa? Maksud nya saya harus keluar dari rumah orang tua saya pak ? "


"Maaf kan kami Bu...kami hanya menjalankan tugas_"


Ratu tidak tau harus berbuat apa lagi,baru saja bercerai dengan suami nya,perusahaan papa nya terancam bangkrut karna tak akan sanggup membayar hutang yang begitu besar,sekarang di tambah lagi harus meninggal kan rumah peninggalan orang tua nya...dan ditambah sekarang bara hilang entah kemana...


Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula,begitulah nasib ratu saat ini...


"Mama...." Tiba tiba William keluar dari dalam rumah sambil di gendong oleh bik Darsi


Ratu langsung menghapus air mata nya dan menghampiri buah hati nya tersebut...


"Anak mama ... Kamu baik baik saja kan sayang?" Tanya ratu dengan perasaan cemas


"Den Willi tadi ketakutan non,saat Polisi dan orang ramai tiba tiba datang kerumah kita_"  jawab bik Darsi


"Maafin mama ya sayang... Mams janji gak akan ninggalin Willi lagi ya_" ucap ratu dengan perasaan bersalah


"Pak polisi...beri saya waktu untuk membereskan barang barang saya yang ada di dalam,setelah itu saya akan langsung pergi meninggalkan rumah ini_"  ucap ratu pada pak polisi tersebut


"Baik lah ...silahkan,kami akan tunggu di sini," jawab pak polisi tersebut


Ratu mengajak Willi dan bik Darsi masuk ke dalam rumah... Dia pun langsung menuju ke lantai 2 dimana kamar nya dan kamar Willi berada.


Setelah selesai membereskan barang barang nya dan barang milik William...ratu pun berniat pamitan pada semua pekerja di rumah papa nya tesebut


"Bik Darsi,pak Joko,dan mba Heni...maaf,seperti nya saya tidak bisa memperkerjakan kalian lagi di rumah ini,kalian semua pasti sudah mendengar apa masalah nya,,,saya juga akan pergi meninggalkan rumah ini,entah kemana saya pun belum tau. Ini saya ada sedikit rejeki buat kalian semua,semoga bermanfaat,dan kalian semua bisa secepat nya mendapat kan pekerjaan baru di luar sana. Sebenar nya saya sedih tapi_ hiks...hiks, " ratu tak sanggup melanjutkan kata kata nya, bik Darsi dan mba Heni pun mengerti perasaan ratu,sehingga mereka pun langsung memeluk ratu untuk memberi semangat


"Kami juga sedih non ...berat sekali rasa nya harus terpisah seperti ini,,, " ucap bik Darsi sambil terisak


"Benar non...kami sangat senang bisa bekerja dengan non ratu dan keluarga " sambung mba heni merasakan kesedihan yang sama


"Terima kasih buat kalian semua...semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali_" ucap ratu sambil melepas pelukan


Setelah mengucapkan salam perpisahan ,mereka semua pun segera keluar dari rumah,berangkat menuju tujuan Masing masing ...

__ADS_1


Ratu menggeret koper sambil menuntun William berjalan... Saat sudah di luar rumah,ratu pun berpamitan pada semua anggota polisi yang berada disana...


Dengan langkah gontai,ratu mulai beranjak meninggal kan area rumah tersebut,dan ketika sampai di depan gerbang rumah nya yang masih ramai dengan kerumunan orang,ratu hanya menundukkan wajah nya...


"Ternyata kaya karna jadi mafia ,huuuu!!!" Sorak salah satu orang ketika ratu melewati kerumunan tersebut


"Iya...nggak nyangka ya,kirain uang halal ternyata hasil ilegal" tambah seseorang yang berada di samping orang yang pertama menyoraki


Ratu hanya bisa menahan sesak di dada mendengarkan ocehan orang orang tersebut,tak ada niat sedikit pun keinginan untuk membalas nya ...karna yang di katakan mereka semua benar,dan itu alasan ratu tidak pernah mau untuk meneruskan usaha bisnis ilegal papa nya.


Ratu pun sampai di mobil yang dia parkir di pinggir jalan ... Dia meletakkan koper nya di bagasi,setelah terlebih dahulu mendudukkan William di kursi depan sebelah kemudi...


"Aku harus kemana ya_" ucap nya setelah masuk kedalam mobil


William terlihat asyik memainkan mobil mobilan nya yang tadi sempat dia bawa sewaktu ingin pergi dari rumah...


Ratu bingung,karna tidak ada tujuan sama sekali... Mau ke rumah saudara papa nya,namun dia merasa malu karena selama ini hubungan mereka tidak terlalu dekat...


"Apa aku cari kontrakan aja ya,,,uang tabunganku memang masih ada,tapi kalau di gunakan terus menerus pasti akan habis_


Baik lah,,,sebaik nya aku cari kontrakan atau kost an saja dulu,yang penting ada tempat aku dan William beristirahat ..."


Setelah berfikir panjang akhir nya ratu mencoba untuk mencari kontrakan atau kost an saja,dan setelah searching melalui google Maps,akhirnya dia menemukan kost an yang terlihat cukup nyaman untuk nya dan William tempati sementara...


Maps di ponsel pintar ratu pun terus menunjukkan arah menuju kost an tersebut,ternyata tempat nya cukup jauh,berada di pinggir kota,namun disitu terdapat banyak kampus dah perkantoran ...


Namun sebelum ratu sampai di tujuan ,tiba tiba sebuah mobil menyalip dan berhenti tepat di depan mobil ratu,,,


Ciiiittt...


Ratu terpaksa mengerem mendadak,untuk menghindari tabrakan...


"Aaakkkhhh ..." Ratu berteriak sambil menutup mata nya karna merasa panik dan ketakutan


Mobil berhenti mendadak,sehingga menimbulkan hentakan yang cukup keras,,, beruntung ratu dan juga William menggunakan seat belt,jadi masih ada penahan agar tidak terbentur...


Tiba tiba terlihat 4 orang pria berbadan besar turun dari mobil yang menyalip barusan,mereka berjalan menghampiri mobil ratu_


"Hah ...mau apa mereka _" ucap ratu terlihat gemetaran


Tok...


Tok...


"Buka" ucap salah satu pria berbadan besar itu sambil mengetuk kaca mobil ratu


Ratu merasa sangat takut,sampai sampai seluruh badan nya gemetar dan dahi nya penuh dengan keringat sebesar biji jagung_


"Buka...atau kami ledakkan mobil ini!!!" Ancam pria itu lagi karna ratu belum juga membukakan pintu mobil nya


Ratu ingin menelpon polisi,namun dia teringat jika ponsel nya kehabisan baterai dan masih dalam keadaan mati ... Ratu merasa bimbang,apakah harus menuruti perintah pria itu atau tidak,tapi jika pria itu benar benar meledakkan mobil ratu ,berarti dia dan William akan mati terbakar di dalam mobil ... Dengan terpaksa dan tangan yang gemetar,ratu pun membuka pintu mobil nya...


"Turun!!!" Perintah pria itu dengan tatapan dingin


"Mama....huhuhuhu_" terdengar suara William menangis sambil memanggil mama nya


"Tolong jangan sakiti anak ku,,,_ " mohon ratu dengan wajah mengiba


"Kalau tidak mau terjadi apa apa pada anak mu,,,ikuti semua perintah kami tanpa perlawanan ,mengerti !!!" Ucap pria itu dengan suara mengancam yang membuat ratu tersentak


"Ba....baik ,saya ikut kalian_" jawab ratu dengan wajah ketakutan


Mereka pun menggiring ratu kedalam mobil,dan membawa nya kesuatu tempat yang sangat jauh dari kota ... Sangking jauh nya,ratu pun sampai tertidur sambil memeluk William di pangkuan nya


Setelah lama nya perjalanan mereka,akhir nya sampai lah mereka ke sebuah villa yang cukup mewah,,,villa tersebut terletak di tengah tengah kebun teh. Pemandangan disana cukup indah dan udara nya juga sangat sejuk...


"Turun!!!" Ucap pria berbadan besar itu dengan nada dingin


Ratu pun turun dari mobil sambil tetap menggendong william... Dia merasa asing dengan tempat ini,namun entah mengapa hati nya merasa nyaman dengan pemandangan di sekeliling villa tersebut....


"Jalan...ikut kami ke dalam _"


Ratu pun mengekor di belakang salah satu pria berbadan besar tersebut,yang lain nya berada di belakang dan samping ratu,sepertinya mereka menjaga supaya ratu tidak kabur...


Setelah mereka semua masuk ke dalam villa itu,,,ratu langsung di giring menuju salah satu kamar,,,


Ceklek ...


Pintu kamar itu pun di buka,dan mereka menyuruh ratu dan juga William untuk masuk ke dalam,lalu mereka mengunci nya kembali...


"Hallo tuan... Rencana berjalan lancar,dan kami sudah berhasil membawa wanita itu ke villa " salah satu lelaki berbadan besar itu sedang berbicara dengan seseorang dalam sambungan telpon


"Bagus...terus awasi dia,jangan sampai kabur,dan satu hal lagi,jangan berani kalian menyentuh sehelai rambut pun wanita itu,atau kalian akan tau akibat nya!!!" Jawab seorang dalam sambungan telpon itu dengan nada mengancam


"Baik tuan_"

__ADS_1


Telpon pun terputus ...keempat pria berbadan besar itu pun nampak berpencar melaksanakan tugas Masing masing...


* Bersambung


__ADS_2