
Setelah perdebatan tadi,akhir nya aku dan mas Dimas memutuskan untuk pulang ke rumah. Banyak hal yang ingin di bincangkan namun bukan disini. Aku dan mas Dimas sepakat untuk membicarakan masalah ini berdua saja,tanpa harus ada pihak yang lain yang mengetahui nya. Karna bagaimana pun ini adalah sebuah aib di rumah tangga ku.
Dalam perjalanan pulang,aku dan mas Dimas tak banyak bicara,bahkan rasa nya aku tak kuasa untuk berbuat apapun.
Setelah beberapa waktu mobil melaju,akhir nya kami berdua sampai juga di rumah. Aku mengusap air mata ku,dan mencoba untuk menenangkan diri. Aku tidak mau sampai orang lain melihat ku sedih,terutama Willi anak kesayangan ku.
Aku dan mas Dimas pun turun dari mobil dan berjalan hendak masuk ke rumah...namun tiba tiba aku melihat ada sebuah kotak tergeletak di bawah kursi yang ada di teras rumah. Aku pun langsung mengambil nya,tapi tak ada nama pengirim nya,hanya ada namaku sebagai penerima nya.
" Paket apa itu sayang?,kamu belanja online?"tanya mas Dimas penasaran
" Nggak mas...aku gak ada pesan paket kok.aku gak tau ini dari siapa,cuma seperti nya dikirim buat aku,tuh ada nama pengirim nya," jawab ku
" Ya udah,kamu buka aja sekarang,mana tau isi nya penting." Usul mas Dimas
Sreet....
Aku pun menyobek bungkusan paket itu,dan terlihat ada kotak berwarna hitam. Dengan rasa penasaran aku langsung membuka paket nya ,dan ternyata....
Aaaaaaa.....
Bruuukk....
Aku sangat terkejut dengan isi nya,reflek aku melemparkan nya ke bawah....
"Sayang...kamu kenapa,kamu gak apa apa kan,?" Tanya mas Dimas panik
"ii...iii...itu mas,,,aku takut,!!!" Jawab ku dengan tubuh gemetar sambil menutup wajahku dengan kedua tangan ku
Mas dimas pun penasaran dengan isi paket itu dan dia langsung memungut nya...
"Astaghfirullah...siapa yang berani ngirim paket kayak gini kerumah kita sayang,kurang ajar sekali ,!!!" Mas Dimas pun tampak kaget sekaligus marah melihat isi paket itu.
Siapa yang tidak takut jika di kirimin paket yang isi nya sebuah foto diriku dengan coretan warna merah,dan ada juga tulisan ancaman di secarik kertas yang tertulis "nyawa harus di bayar nyawa" .
Sungguh ini adalah sebuah ancaman sekaligus teror untuk diriku. Tanpa tau kesalahan apa yang sudah aku perbuat,tiba tiba ada orang yang mengancam ku seperti itu. Jujur,aku merasa sangat takut jika itu benar benar terjadi. Bukan hanya nyawa ku saja yang terasa terancam namun rasa khawatir ku juga pada anak semata wayang ku yaitu William....
"Sudah sayang,gak usah di fikirin ya,mungkin ini hanya kerjaan orang iseng aja,,,udah kamu tenangin diri kamu ya,sekarang kita masuk kedalam dulu," ajak mas Dimas sambil mencoba menenang kan diriku yang masih ketakutan
Mas Dimas pun memapah diriku masuk kedalam rumah. Diruang tengah terlihat ada bik murni dan Willi yang sedang asyik bermain. Ketika melihat kami masuk,Willi langsung berlari menghampiri kami berdua ...
"Willi sayang...biarin mama istirahat dulu ya,mama lagi gak enak badan,Willi main sama bik murni dulu ya sayang," mas Dimas membujuk Willi supaya membiarkanku untuk istirahat dulu
__ADS_1
" Bu ratu sakit pak,,,mau saya buatin makanan atau teh anget pak,?" Tanya bik murni dengan wajah khawatir
"Nggak bik...istri saya cuma kecapekk an aja,cuma butuh istirahat. Saya titip Willi ya bik,saya mau bawa ibuk ke kamar dulu," jawab mas Dimas,
"Silah kan pak...biar Willi saya yang jagain," balas bik murni
Badan ku rasa nya lemas semua,belum lagi kepalaku terasa ingin pecah. Belum selesai masalah yang satu ,sekarang malah datang masalah lain. Tuhan,mengapa kau memberikan ujian yang bertubu tubi seperti ini....
Dengan di papah oleh mas Dimas,aku pun masuk ke kamar,dan mas Dimas membaringkan tubuh ku ke atas ranjang...aku sudah seperti mayat hidup,punya Raga tapi tak punya nyawa...
"Ini minum dulu air putih nya sayang,biar kamu lebih tenang..." Mas Dimas memberikan ku air putih yang memang selalu ada di dalam kamar.
" Terima kasih mas...aku pengen tidur,bisa tinggalin aku sendiri mas ..." Pinta ku pada mas Dimas
"Tapi sayang ..."
" Sudah lah mas,aku baik baik saja. Aku cuma mau sendiri,pengen nenangin diri dulu. Aku cukup lelah dengan semua yang terjadi,jadi plis... tolong tinggalkan aku sendiri dulu." Pintaku memelas
"Oke...mas akan keluar,tapi kalau kamu butuh sesuatu,panggil mas aja ya."
" Heem."
Mas Dimas pun keluar dari kamar. Aku butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri ini.
Di kediaman Sinta.
Aaaakkhhhh.....
Pyuuurr....
Braakk....
Semua barang barang berserakan dan Hancur di lantai. Seperti guci,vas bunga,foto foto yang di pajang di nakas,semua hancur karna di lemparkan oleh Sinta untuk meluapkan emosi nya.
"Kurang ajar kamu mas Dimas,,brengs*k!!!
Laki laki pengecut...bisa bisa nya kamu mengacuhkan aku dan lebih mengejar istri mu yang tak tau diri itu...aku benci kamu mas,!!!
Sinta mengamuk dan mencaci maki Dimas dan istri nya. Dia tak terima di perlakukan seperti itu. Dia fikir dengan menjalin hubungan kembali dengan Dimas,hidup nya bisa terjamin.karna sekarang kehidupan Sinta bukan seperti dulu lagi,yang mana dia hidup serba mewah dan glamour.
Setelah kematian papa nya akibat serangan jantung,dan meninggalkan hutang yang begitu banyak sehingga aset perusahaan semua di sita oleh bank,dan tak lama ini malah perusahaan suami nya ikut bangkrut karna tertipu oleh investasi bodong yang menyebabkan kerugian yang begitu besar.
__ADS_1
Disaat semua jalan sudah tertutup,mama nya sinta pun melarikan diri entah kemana,karna tak sanggup hidup susah. Sinta pun memilih cerai dengan suami nya,karna dia pun tak ingin menanggung beban atas kebangkrutan perusahaan suami nya.
Sinta kembali menjadi model,namun karna usia,dia tidak setenar dulu. Gaji yang dia dapat dari pemotretan pun hanya cukup untuk kebutuhan nya sehari hari saja.
Hingga suatu hari dia bertemu dengan dimas di salah satu acara launching produk kecantikan sebuah perusahaan ternama. Dia begitu kagum melihat dimas yang sekarang jauh lebih tampan dan mapan dari pada dulu. Dia sangat kagum dan tak berkedip memandangi setiap lekuk wajah Dimas.
Dengan rasa percaya diri,dia pun berjalan menghampiri Dimas yang sedang berbincang dengan seorang teman kolega nya.
"Hay dimas..." Sapa Sinta dengan suara manja nya
"Eh,Sinta...kamu!!!" Mas Dimas tampak kaget melihat ku ada disini juga
"Iya mas...aku di undang juga ke acara ini. Ngomong ngomong sudah lama ya kita nggak ketemu mas," ucap Sinta.
"Saya permisi dulu ya pak Dimas,mari...." Teman yang sedang mengobrol dengan mas Dimas pun pamit ,seperti nya dia mengerti akan situasi ini
"Iya pak ,silahkan...." Jawab mas Dimas
"Mas ...kamu apa kabar? Sekarang kamu kelihatan sukses ya," ucap Sinta memulai obrolan
"Alhamdulillah sin...semenjak aku menikah dan memiliki anak,karir ku semakin baik." Jawab mas Dimas,yang seketika membuat hati ku sakit
"Oh,kamu sudah menikah ya,sudah punya anak juga,selamat kalau gitu ya mas," jawab ku dengan berpura pura ikut bahagia.
"Terima kasih sin...oh ya aku pamit dulu ya,sepertinya sudah malam,aku mau langsung pulang,kasian istri dan anakku dirumah." Ucap mas Dimas yang semakin membuat hatiku cemburu
Mas Dimas pun langsung beranjak dari tempat nya,dia seperti tak ingin berlama lama mengobrol dengan ku. Mas Dimas sekarang sudah tak seperti dulu lagi,yang mana dia selalu perhatian dan tak ingin jauh dari ku,namun sekarang dia sudah berubah. Aku seperti tak ada arti apa apa lagi buat nya.
Ketika aku melihat mas Dimas keluar dari ruangan acara,aku pun langsung beranjak mengikuti mas Dimas keluar.
"Mas...tunggu sebentar.boleh aku minta no handphone kamu,siapa tau ada hal yang penting ingin aku obrolin dengan mu." Ucapku ketika berhasil menyusul mas Dimas
Awal nya mas Dimas terlihat ragu,namun akhirnya dia memberikan aku juga no handphone nya, gegas aku langsung mencatat nya ke dalam kontak handphone ku.
Dari situ lah kami sering komunikasi.meskipun awal nya mas Dimas masih kaku,dan bersikap dingin pada ku,tapi lama kelamaan dia berubah hangat kepada ku. Kami sering janjian bertemu di cafe,makan siang bareng di restoran. Aku sangat merasa bahagia sekali bisa seperti ini dengan mas Dimas.
Aku jadi semakin yakin jika mas Dimas masih menyimpan rasa yang dulu kepada ku. Dengan percaya diri aku semakin berani menunjukkan kepada mas Dimas bahwa aku menginginkan nya lebih dari sekedar teman. Aku ingin seperti dulu lagi,bahkan lebih dari itu pun aku bersedia.
Aku berfikir jika aku bisa mendapatkan mas Dimas kembali,pasti hidup ku akan berubah lebih baik dari ini.
*****
__ADS_1
*Bersambung