
"Terima kasih nak panji,kamu sangat berjasa di hidup saya,sebagai rasa terima kasih,saya ingin menjodohkan nak panji dengan putri kesayangan saya,ratu..."
Kata-kata itu masih terngiang dalam ingatan ku. Pak Wijaksono berencana menjodohkan ratu,putri semata wayang nya denganku yang hanyalah seorang pria desa sederhana,itu dia lakukan karna aku sudah berjasa mendonorkan sebagian organ hatiku kepada nya.
Pak Wijaksono pernah mengalami penyakit kerusakan hati permanen,sehingga dia membutuhkan transplantasi liver/hati. Beliau sudah meminta pihak rumah sakit untuk mencarikan donor hati,namun tidak ada hasil nya. Aku yang dulu pernah bekerja di perusahaan garmen milik pak Wijaksono mendengar kabar tersebut. Saat itu aku masih berusia 18 tahun,aku kekota berencana ingin kuliah sambil bekerja supaya bisa merubah kehidupan ku.
Pak Wijaksono memiliki seorang putri yang sangat cantik,dia bernama ratu. Saat pertama kali aku melihat nya,aku sudah jatuh hati,namun aku tak berani bermimpi untuk memiliki nya.
Aku menawarkan diri sebagai donor hati untuk pak Wijaksono,mendengar kabar itu,pak Wijaksono sangat senang,dia berjanji akan memberikan ku banyak uang,menanggung biaya kuliah ku sampai selesai,dan yang paling membuat ku senang,pak Wijaksono juga berniat menjodohkan ku dengan putri nya.
Aku langsung menerima nya. Dokter spesialis yang menangani pak wijaksono pun langsung mengecek kondisi seluruh organ tubuh ku. Begitu banyak proses medis yang aku jalani,bahkan aku sampai menginap dirumah sakit. Setelah melalui pengecekan yang sangat detail,hasil nya pun menyatakan jika aku bisa menjadi donor liver untuk pak Wijaksono.
Namun operasi tidak bisa langsung di lakukan,aku harus menjalani evaluasi medis kembali,memastikan kondisi tubuh ku normal dan siap untuk menjalani operasi transplantasi liver.
"Besok,operasi akan di lakukan,jadi kamu harus istirahat,jaga kondisi tubuh mu,semoga semua nya berjalan lancar_" ucap pak Wijaksono sambil tersenyum
"Baik pak...insya Allah saya sudah siap,semoga dengan saya mendonorkan sebagian hati saya,bapak bisa sehat kembali_" sahut ku menatap raut wajah beliau yang tak henti tersenyum
"Beberapa penelitian berhasil membuktikan bahwa organ hati Anda bisa tumbuh lagi walaupun hanya ada 25 persen sisa organ yang masih berfungsi. Proses regenerasi bisa terjadi karena hepatosit, sel utama yang membentuk organ hati, mampu menggandakan diri." Penjelasan sang dokter membuat diriku semakin yakin untuk tetap mendonorkan sebagian organ hatiku untuk pak Wijaksono. Selain aku akan mendapatkan banyak uang,aku juga mendapatkan sesuatu yang sangat berharga,yaitu ratu,orang yang selama ini aku sukai.
Operasi transplantasi pun berjalan lancar. Aku sempat tak sadar kan diri karena kondisi ku tiba-tiba menurun drastis. Dokter mengatakan itu hal yang wajar,karna tubuhku mengalami penyesuaian kembali. Namun hal itu tak berjalan lama,keesokan hari nya aku sudah sadar kembali,kondisi ku pun mulai stabil.
"Ratu... ini dia pahlawan yang sudah menyelamatkan hidup papa,dia dengan ikhlas mendonorkan hati nya untuk papa_" ujar pak Wijaksono kepada ratu. Mereka berdua tampak sedang menjengukku.
__ADS_1
"Terima kasih sudah bersedia mendonorkan hati kamu untuk papa ku,entah bagaimana kami bisa membalas nya_" ucap ratu sangat tulus
"Eemmm sayang...sebenar nya,sebagai tanda terima kasih,papa ingin menjodohkan kamu dengan panji,apa kamu bersedia sayang?" Tanya pak Wijaksono menatap lekat putri nya
Dari raut wajah nya,terlihat jika ratu sangat syok mendengar ucapan papa nya tersebut,tapi dia tak menjawab sepatah katapun,sehingga aku tak bisa menebak dirinya menerima atau menolak perjodohan ini.
"Bagaimana sayang? Apa kamu menerima nya? Papa yakin panji lelaki yang baik,dia pasti bisa membahagiakan kamu_" Ujar papa nya kembali
"Aku belum mau menikah pa,aku masih ingin kuliah dan bekerja. Aku belum siap,maaf_" tukas ratu lirih
Aku sangat mengerti dengan perasaan yang ratu rasakan saat ini. Reaksi nya sangat lumrah,karna memang usia kami masih sama-sama 18 tahun. Aku sendiri juga ingin sekali kuliah,menjadi seorang sarjana yang bisa membuat bangga kedua orang tuaku.
Aku langsung menyahuti ucapan ratu," aku tidak masalah,aku paham dengan perasaan mu,aku tidak memaksakan perjodohan ini,biarlah mengalir alami,jika suatu saat kamu sudah siap dan memang bersedia menerima perjodohan ini,aku akan sangat senang,tapi jika tidak,kita masih bisa menjadi teman_" ucap ku sambil menatap wajah cantik nya
"Ya sudah jika itu keputusan kalian berdua,papa hanya bisa berharap kalian beneran berjodoh,karena papa yakin panji lelaki yang sangat baik_"
Setelah aku dan pak Wijaksono di perbolehkan pulang,aku memutuskan pulang ke kampung mu. Aku ingin memberikan uang pemberian pak Wijaksono kepada orang tua ku,aku juga menceritakan dari mana asal muasal uang tersebut. Awalnya kedua orang tuaku marah karna aku tak meminta ijin kepada mereka,tapi setelah aku menjelaskan secara perlahan,akhirnya mereka menerima nya .
Dengan uang itu,aku merenovasi total rumah ku menjadi lebih besar dan bagus. Aku juga membeli beberapa hektar tanah dan kebun. Aku juga membangunkan usaha tanaman hias seperti impian ibu ku sejak dulu. Sejak saat itu,hidupku berubah drastis,dulu nya sangat sederhana sekarang menjadi serba berkecukupan. Apapun yang aku inginkan pasti bisa aku dapatkan. Tapi nahas nya ayah ku tiba-tiba mengalami sakit keras dan tak lama beliaupun meninggal.
Selama beberapa tahun,aku bolak balik dari kampung Ku ke kota,karna aku sedang kuliah disalah satu kampus swasta fakultas pertanian. Karna kuliah ku beda kampus dengan ratu,sehingga kami jarang bertemu. Kami hanya saling bertukar kabar melalui sambungan telpon.
Akhirnya saat yang di tunggu pun tiba,aku sudah lulus dan di wisuda. Begitupun ratu,dia juga lulus sama seperti diriku.
__ADS_1
Namun lagi-lagi kabar buruk melanda,pak Wijaksono mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Aku dan semua keluarga ku datang menghadiri pemakaman beliau. Dan tak lupa aku juga memperkenalkan ratu dengan ibu dan kedua adikku. Ekspresi mereka sama sepertiku saat pertama kali bertemu dengan ratu,mereka sangat memuji kecantikan wajah ratu,walaupun ratu sedang tidak memakai make up,bahkan wajah nya nampak sembab karena habis menangis.
"Masya Allah leh ...itu orang apa bidadari,cantik sekali leh,seandai nya saja dia mau menikah dengan mu,pasti anak keturunan kalian cantik dan ganteng seperti orang tua nya_" ujar ibu sambil terus menatap ratu walaupun ratu sudah berjalan jauh meninggalkan kami
"Iya mas ...mba ratu cantik sekali,persis boneka barbie,hehehe_" sahut lani menambahi
"Sudah...sudah lebih baik kita pulang sekarang,biar sampai rumah tidak kemalaman,atau kalian mau nginap di hotel dulu malam ini,besok pagi kita baru kembali ke kampung_" Tawarku pada mereka
"Yang mana sajalah Leh,yang penting ibu bisa istirahat,badan ibu pegel semua rasa nya_"
"Ya sudah kalau gitu aku sewain hotel aja ya,besok pagi kita baru balik ke kampung_"
Sehabis berdiskusi,kami pun beranjak meninggalkan area pemakaman,orang-orang yang tadi mengantarkan jenazah pak Wijaksono pun kelihatannya sudah pulang semua.
Beberapa bulan setelah kematian pak Wijaksono,ratu pamitan kepada ku melalui sambungan telpon. Dia mengatakan jika dia ingin pindah ke bali dan menetap disana. Aku tak bisa menahan nya ,karena kami tak memiliki ikatan apapun.
Semenjak ratu pindah ke bali,kami jarang berkomunikasi,karena ratu sudah bekerja di salah satu resort mewah di sana,dia menjabat sebagai manager di resort tersebut. Aku sebenar nya merasa heran dengan ratu ,mengapa dia lebih milih bekerja ketimbang meneruskan perusahaan papa nya yang jelas-jelas di wariskan kepada nya,namun tak ada keberanian untuk aku bertanya kepada ratu.
Waktu terus berjalan. Aku masih menunggu ratu disini ,walaupun aku Sadar itu hanya angan-angan belaka. Di hatiku sangat berharap jika suatu saat ratu kembali kesini dan menerima perjodohan kami yang tertunda. Tapi lagi-lagi aku harus menelan pil pahit,aku mendapati kabar jika ratu sudah menikah dengan lelaki lain. Aku patah hati,aku kecewa,tapi aku tak bisa berbuat apapun. Dengan membawa kekecewaan,aku memutuskan kembali ke kampung halaman ku dan menetap disana,aku tak berniat kembali lagi ke kota,biarlah cinta ku pada ratu menjadi sebuah kenangan yang sangat indah dalam hidup ku.
******
*. Bersambung
__ADS_1