
Aku merasa kecewa dan marah sekali dengan sikap mas Dimas yang berubah seperti itu. Memang awalnya aku yang mendekati mas Dimas,selalu mencari cara agar selalu bisa berkomunikasi dengan nya. Bahkan aku sampai nekat berpura pura sakit untuk meraih simpati mas Dimas,dan ternyata itu berhasil.
Aku sangat bahagia mas Dimas kembali perhatian padaku. Kami sering ketemu bahkan aku pernah ikut dia Dinas keluar kota dengan alasan ingin mencoba pengobatan di kota itu. Padahal itu hanya alasan ku semata untuk terus bersama mas Dimas.
Hari hari ku lalui dengan kebahagiaan bersama mas Dimas,walaupun dia menganggap ku hanya sekedar sahabat ,namun aku tak akan putus asa,aku sudah bertekad ingin mendapat kan mas Dimas kembali apapun cara nya. Meskipun harus merebut dia dari istri nya itu.
Tapi semua itu harus gagal dan hancur tatkala istri mas Dimas mengetahui soal kedekatan kami. Aku sangat terkejut waktu mas Dimas dan istri nya mendatangi rumah ku. Dan lebih yang membuat ku tak percaya adalah istri mas Dimas malah menyuruh aku dan suami nya untuk menikah. Sungguh tak bisa aku sembunyikan perasaan bahagia ku. Akhirnya apa yang ku inginkan terkabul juga .
Dengan rasa percaya diri yang tinggi ,aku nekat mendatangi rumah mas Dimas. Aku mengetahui alamat mereka karna dulu pernah membuntuti mas Dimas sampai kerumah.
Aku fikir apa salah nya mendekatkan diri dengan keluarga mas Dimas,terutama dengan anak lelaki nya yang aku tau bernama William. Toh,nanti aku juga akan menjadi bagian dari keluarga mereka walaupun status ku hanya menjadi istri kedua .
Tapi malah kembali aku harus menerima kenyataan buruk . Ternyata semua kekayaan mas Dimas atas nama istri nya ratu. Dan mereka juga melakukan perjanjian pra nikah yang dimana disebut jika salah satu ada yang berselingkuh ,yang bersangkutan tak akan mendapat apa pun termasuk hak asuh anak.
Sungguh...aku sangat sangat terkejut. Aku tak bisa menerima ini semua. Niat ingin hidup enak bersama mas Dimas,walaupun hanya jadi istri kedua,tapi malah kenyataan pahit ini yang aku terima. Tak sesuai dengan apa yang aku harap kan,aku seperti memakan buah simalakama.
Tapi untung nya ratu menawarkan aku uang 2 milyar,dengan syarat aku harus pergi jauh dan tidak akan mengganggu rumah tangga mereka lagi. Awalnya aku menolak,aku berfikir ingin mendapatkan lebih,tapi hal yang lebih mencengangkan,ternyata ratu merekam semua percakapan kami,bahkan di ruang itu ada cctv nya,itu artinya semua yang aku ucapkan dan lakukan itu terekam disana . Aku sudah kehabisan akal,jadi mau tak mau aku menerima tawaran ratu,menerima uang 2 milyar itu. Aku rasa itu uang yang cukup besar jumlah nya,bisa menopang hidup ku kedepannya. Dari pada aku harus masuk penjara dengan tuduhan pemerasan dan menerobos rumah orang lain tanpa ijin,lebih baik aku ambil langkah selamat.
Sebulan kemudian....
Braakkk....
Aauuuww....!!! Kaki ku terasa amat sakit ketika di tabrak oleh seorang lelaki di depan ku
"Kalau jalan lihat lihat dong...." Ucap ku ketus
Kemudian pria itu mengangkat wajah nya dan membuka kaca mata hitam nya...
"Maaf....." Ucap nya sambil mengulur kan tangan
Ya tuhan....ini manusia apa malaikat sih,kok ganteng banget !!! Mata ku sampai tak berkedip memandang wajah oriental di hadapan ku
"Sorry...aku gak sengaja ," ucap nya lagi
"Eh...ii iii ya gak apa apa kok," jawab ku malu malu
"Sebagai permintaan maaf,boleh kita ngopi sebentar di cafe itu,aku yang traktir." Ucap nya sambil menunjuk sebuah cafe yang masih terletak di dalam mall ini
Aku pun langsung menyetujui nya dengan hati yang gembira...kapan lagi di traktir cowok ganteng ,hehehe" ucap ku dalam hati
Kami pun berdua berjalan menuju cafe tersebut...
"Mau pesan apa?" Jawab nya setelah kami sudah berada di salah satu meja di cafe itu
"Cappuchino aja deh,tanpa gula" jawab ku
"Oke...!!!" Jawab nya singkat
Seorang pelayan pun datang menghampiri meja kami berdua dan mencatat pesanan kami berdua
Setelah pelayan itu pergi,kami pun lanjut mengobrol
"Oh ya kenalin,aku Kevin " ucap nya sambil mengulurkan tangan nya
Aku pun menyambut uluran tangan nya
"Sinta," jawab ku
"Aku tau..." Jawabnya lagi dengan menatap ku serius
"Maksud kamu?" Tanya ku sambil mengerutkan dahi.
"Aku sudah tau nama kamu Sinta,dan aku juga tau kehidupan mu selama ini," ucap nya sambil melipat kedua tangan nya di perut
__ADS_1
Haahh...dia tau aku,dan tau juga dengan kehidupanku...apa apaan ini,siapa dia sebenar nya. Kepala ku rasa nya berdenyut mendengar pernyataan pria ini
"Gak usah bingung ...mudah bagiku mendapatkan akses untuk mengetahui semua tentang mu," ucap nya santai
Aku masih terdiam karna sama sekali belum mengerti apa maksud pria ini. Kenapa dia bicara seperti itu?
"Aku ingin menawarkan kerja sama dengan mu...kerja sama yang sangat mudah dan tentu nya Menguntungkan."
"Maksud nya kerja sama gimana ?" Tanya ku masih tak mengerti
"Aku ingin kamu mendekati seseorang dan membuat dia lepas dari pasangan nya...dan seperti nya kamu kenal dengan orang yang ku maksud."
"Siapa maksud mu?"
"DIMAS suami nya ratu !!!"
Degh
Aku terperangah dengan ucapan nya. Mengapa dia bisa kenal dengan Dimas dan juga ratu. Dan apa maksud nya tadi dia menyuruh ku untuk mendekati seseorang hingga dia lepas dari pasangan nya...apa yang dia maksud adalah ....???
"Ambil kartu nama ini dan simpan lah" ucap nya sambil melempar kan sebuah kartu nama di atas meja
Aku mengambil nya dan membaca tulisan yang ada di kartu nama itu.
"Kevin putra Wiratmaja ,CEO PT jaya Gemilang ,"
Haaahh ...ternyata dia seorang pemilik perusahaan.
Berarti dia orang yang kaya....wah aku bisa untung jika bekerja sama dengan nya. Tanpa fikir panjang aku pun menerima tawaran nya tersebut .
"Oke...anggap saja aku sudah menerima tawaran mu. Lantas apa yang harus aku lakukan ?" Tanya ku pada Kevin
"Kamu akan aku terima bekerja di kantor ku sebagai sekretaris ...dan...." Kevin menggantung ucapan nya karena pelayan datang mengantarkan pesanan kami tadi
Aku pun menyesap cappuchino pesanan ku. Tenggorokan ku terasa kering karna obrolan serius ku bersama Kevin
"Bisa aku lanjutkan?" Tanya Kevin dengan nada dingin
"Maaf...silahkan lanjutkan saja ," jawabku tak enak dengan tatapan Kevin
"Perusahaan ku akan bekerja sama dengan perusahan tempat Dimas bekerja. Kamu akan aku utus untuk mendampingi manajer ku di setiap pertemuan dengan perusahaan Dimas,jadi aku harap dengan kesempatan itu kamu bisa kembali mendekati dimas...apa kamu mengerti maksud ku?" Tanya Kevin serius
"Aku sangat mengerti maksud mu Kevin...akan aku lakukan dengan sepenuh hati..!!!" Jawab ku dengan tersenyum sinis
Tapi...aku masih belum mengerti dengan ucapan mu tadi yang mengatakan aku harus membuat Dimas lepas dari pasangan nya ...apa yang kamu maksud itu Dimas dan ratu bercerai ?" Tanya ku penasaran
"Kalau masalah itu kamu tidak perlu tau sekarang...yang terpenting lakukan saja pekerjaan mu seperti yang telah kita sepakati,dan aku akan membayar mu dengan mahal jika kamu berhasil melaksanakan nya." Ucap Kevin
Saat kami masih mengobrol tiba tiba ada dua orang lelaki berbadan tegap,memakai pakaian serba hitam,dan berkaca mata hitam pula berjalan menghampiri kursi dimana kami berada
" Maaf tuan muda...kita harus pergi sekarang,ada yang menunggu tuan muda di mansion ," ucap salah satu lelaki tegap itu sambil menundukkan badan
"Oke...kalian tunggu saja di luar,aku akan segera kesana," ucap Kevin datar
Kedua lelaki itu pun pergi meninggalkan tempat ini seperti yang diperintahkan oleh Kevin
"Siapa mereka ?" Tanya ku penasaran
"Bodyguard ku," jawab Kevin singkat
"Ooh..." Ucap ku singkat juga
"Baik lah...besok kamu bisa kekantor ku dan akan langsung bekerja...ingat jangan pernah beritahu siapa pun tentang rencana ini,atau...!!!" Kevin menjeda ucapan nya dengan tatapan sinis
__ADS_1
"Atau apa ?" Tanya ku dengan jantung yang berdebar
"Atau nyawamu akan jadi taruhan nya.!!!" Jawab Kevin lalu berdiri dan langsung beranjak keluar dari cafe ini
"Haahh ....!!!" Seketika jantung ku mau copot dari porosnya...apa Kevin tadi mengancam ku...
Aku masih terdiam di kursiku...tiba tiba saja perasaan takut menjalar di hatiku. Siapa sebenar nya Kevin itu? Kenapa dia mengancam ku...
Aku berfikir apakah ini keputusan yang tepat menerima kerja sama dengan orang yang misterius seperti Kevin...
Tapi aku tidak boleh mundur...aku takut ucapan kevin tadi tidak main main...aku yakin sekali jika Kevin bukan orang sembarangan..."
Keesokan hari nya....
Tap
Tap
Tap
Aku berjalan menuju meja resepsionist...
Aku sangat kagum dengan mewah nya kantor Kevin...mata ku hingga tak berkedip memandangi seluruh sudut ruangan gedung ini. Aku sangat bangga bisa di terima kerja disini dengan mudah nya...tanpa lamaran,tanpa interview,bahkan CEO nya sendiri yang menawarkan pada ku....
"Maaf...ada yang bisa saya bantu ,?" Tanya resepsionist itu dengan ramah
"Saya Sinta...saya ingin bertemu dengan pak Kevin," jawab ku
"Oh,,,anda Bu Sinta,kalau gitu silahkan ikut saya,anda sudah di tunggu di ruangan pak Kevin ," ucap resepsionist itu sambil beranjak ingin mengantarkan aku keruangan Kevin
Kami berdua menaiki lift dan terlihat resepsionis itu menekan angka 9, mungkin itu lantai dimana ruangan Kevin berada
Ting...
Lift pun sampai ke lantai 9 ...
Kami berdua keluar dari lift...tampak di lantai ini hanya ada ruangan yang besar,di hiasi dengan lukisan dan guci yang terlihat mahal...di situ juga ada beberapa deretan sofa,meja,televisi yang sangat besar,set karaoke,dan beberapa alat gym.
Sampai lah kami di sebuah ruangan yang bertulis kan "Ruangan CEO" ...
Tok
Tok
Tok
"Masuk ," terdengar suara seseorang yang tak asing bagiku
Ceklek
"Permisi pak...saya ingin mengantarkan Bu Sinta ," ucap resepsionis itu
"Heem...kamu boleh keluar." Jawab pria itu datar yang tak lain adalah kevin
Resepsionis itu pun pamit undur diri dan meninggalkan aku berdua dengan Kevin
"Duduk lah ." Ucap nya menunjuk kursi yang ada di seberang meja nya
"Hari ini akan ada pertemuan dengan perusahaan dimana Dimas bekerja ...dan kamu harus mendampingi manager ku kesana. Kamu sudah mengerti kan apa yang harus kamu lakukan ?" Tanya Kevin serius
"Aku mengerti ,!!!" Jawab ku dengan senyuman licik
*Bersambung
__ADS_1