
Perjalanan kedesa tempat rio menyembunyikan maya cukup jauh,mereka membutuhkan waktu Berjam-jam untuk bisa sampai disana.
Kini mereka sudah memasuki gapura masuk desa tersebut. Keadaan jalan disana belum beraspal namun jalan nya terlihat rata dan bagus,walaupun hujan turun membasahi,jalan itu tidak akan becek karena sudah di beri batu kerikil sepanjang jalan tersebut.
"Kita lurus saja,nanti ketemu pertigaan kita belok kiri_" ucap Rio mengarahkan pada Igor yang sedang menyetir
Igor berjalan pelan menuju arah yang di tunjuk oleh Rio. Meskipun jalan nya bagus,Igor tetap harus berhati-hati takut ada batu yang meloncat jika dia melajukan mobil dengan kecepatan kencang.
"Belok kiri...sebentar lagi kita sampai,rumahnya ada di ujung jalan ini_" terang Rio kembali
Tak lama mereka pun sudah tiba di depan sebuah rumah yang sederhana. Terlihat seorang pria berpakaian sederhana pula sedang berdiri menatap kedatangan mereka.
Mereka semua pun turun dari mobil,dan pria itu langsung menghampiri kearah mereka,karna dia mengenali salah satu dari mereka yang tak lain adalah Rio.
"Pak Rio_" sapa nya tersenyum sambil menundukkan kepala
"Asep...maaf saya tidak mengabari jika ingin kesini,saya ingin menjemput Maya_" ujar Rio pada Asep
"Tapi maaf pak Rio,maya sudah tidak disini lagi,seperti yang saya jelaskan kemaren,Maya kabur pak...saya tidak tau dia ada dimana sekarang_" jawab Asep tak enak hati
"Hem...kira-kira Maya kemana ya sep,apa Maya masih didesa ini atau tidak?" Sahut Rio merasa bingung
"Sebaiknya kita kelilingi seluruh desa ini,siapa tau kita dapat informasi mengenai keberadaan maya_" ujar Igor memberi ide
"Baik,seperti nya itu ide yang bagus,kalau gitu ayo kita langsung berkeliling,semoga Maya cepat di temukan_" sahut Rio menyetujui usulan Igor
"Kalau gitu saya ikut ya pak Rio,siapa tau bisa membantu_" ucap asep menawarkan diri
"Hem...ayo_" seru Igor kemudian mengajak mereka bergerak
Mereka semua berjalan mengelilingi seluk beluk kampung tersebut. Bahkan tak segan bertanya pada beberapa penduduk setempat...
Igor dan Rio sudah bertanya pada beberapa penduduk yang berlalu lalang,namun mereka tidak mengetahui mengenai Maya,mereka tak ada yang pernah melihat sosok maya di desa mereka.
"Huufftt...kenapa tidak ada yang tau ya? Kemana pergi nya dia_" ucap Rio sambil berkali-kali menghela nafas berat,sedikit banyak Rio merasa frustasi,dia takut gagal membawa Maya pulang kehadapan Kevin,Rio mencemaskan keselamatan adik kandung nya.
"Maaf pak,bagaimana kita minum dulu di warung itu,kelihatan nya kalian semua sangat lelah,ayo kita kewarung itu sebentar_" Asep mengajak mereka semua untuk beristirahat sejenak
Igor dan Rio mengangguk,pertanda jika mereka berdua menyetujui ajakan Asep. Mereka memang merasa sangat lelah karena sudah berjalan kaki cukup jauh,oleh sebab itu mereka tak menolak ajakan Asep tersebut.
Mereka semua berjalan menuju kesebuah warung berdinding tepas di seberang jalan. Warung tersebut terlihat cukup ramai dengan para lelaki yang sedang nongkrong sambil Ngopi disana.
"Mbok rum...kopi susu dingin 5 ya_" teriak Asep pada seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah pemilik warung tersebut
"Sebentar ya sep_" sahut mbok rum
Sambil menunggu pesanan selesai,mereka semua duduk di kursi yang terbuat dari kayu yang ada di warung tersebut. Tampak beberapa pemuda menatap mereka dengan tatapan yang tak mengenakkan.
"Sep...teman-teman elo ya?" Ujar salah satu pemuda yang berada di sebelah kursi mereka
" ii-iya min...mereka semua teman saya dari kota_" jawab Asep menyahut
__ADS_1
"Wah...makin banyak aja ya orang kota yang masuk kekampung kita ini,kemaren ada cewek yang mungkin dari kota juga,lama-lama kampung kita jadi sempit nih!!!" Cetus lelaki bernama Parmin bernada tak suka
"Wanita siapa min? Apa kamu kenal?" Tanya asep penasaran
"Mana saya tau...wong dia jalan sendirian gitu,mau saya ajak kenalan,eh malah kabur,hahaha_" ujar Parmin terkekeh
Braakk!!! Rio memukul meja yang ada didepan nya,membuat parmin langsung terdiam
Rio bangkit dari kursi nya lalu berjalan menghampiri Parmin.
"Katakan!! Dimana Wanita itu sekarang?" Tanya Rio menatap dingin kearah Parmin
"Mana aku tau,emang gue bapak nya,pertanyaan bod*h!!!" Ucap parmin mencemooh Rio
Rio yang merasa emosi langsung mencengkram kerah baju Parmin,membuat parmin terlonjak kaget.
"Heh,apaan loe!!! Ujar Parmin mencoba menepis tangan Rio,namun upaya nya tak berhasil
Melihat keributan tersebut,semua orang yang sedang berada di warung itu Pun langsung panik dan ketakutan. Mereka langsung bangkit dari kursi yang mereka duduki.
"Elah dalah!!! Kalian jangan ribut di warungku,haduuhhh...warung ku bisa ancur!!!" Teriak mbok rum tak kalah panik
Rio melepaskan cengkramannya,dia tak ingin membuat masalah di desa tersebut.
"Tolong katakan dimana wanita itu berada? Ambil uang ini,anggap saja upah kamu telah memberi kami informasi_" Rio melemparkan segepok uang di hadapan Parmin,membuat kedua mata nya langsung membola
"Nah ...kalau gini kan enak,aku dapat uang,kalian dapat informasi,hahaha_" Parmin nampak senang bisa mendapatkan uang sebanyak itu,dia ingin memungut uang tersebut,namun Rio menghalanginya
"Aku tidak tau pasti dimana dia sekarang,tapi terakhir dia pergi bersama panji,lelaki kaya yang tinggal di kampung sebelah,Asep pasti tau dimana rumah Panji itu_" jawab Parmin menoleh kearah Asep
Asep mengangguk," ya,saya tau pak,saya kenal dengan panji itu,kalau memang mba maya ada bersama mas panji,sebaiknya kita langsung kerumah nya saja,saya takut mba Maya kabur lagi_" sahut Asep
"Kalau gitu ayo kita kesana sekarang,jangan buang waktu lagi_"
Setelah mendapat informasi dari Parmin,mereka semua langsung bergegas menuju kediaman panji. Parmin sudah menerima uang dari Rio,dan tak lupa Rio juga membayar pesanan di warung mbok rum tadi,walaupun mereka belum sempat menikmati nya.
Jarak kerumah Panji cukup jauh,sehingga mereka memutuskan balik kerumah asep terlebih dahulu untuk mengambil mobil,dengan menggunakan mobil akan lebih cepat sampai.
Perasaan rio tiba-tiba merasa Cemas,sejujurnya dia tak tega membayangkan nasib Maya setelah di bawa kehadapan kevin. Terbersit di fikiran Rio untuk berusaha meminta ampunan pada kevin supaya meringankan hukuman Maya.
Mereka kini sudah tiba di depan rumah besar panji. Di depan rumah tampak sepi,tak ada seorang pun disana....
Asep dan Rio turun terlebih dahulu dari mobil,sedangkan igor dan yang lainnya tetap menunggu di mobil.
Tok!! Tok!! Tok!! Asep mengetuk pintu rumah panji
Terdengar suara seseorang menekan handle pintu.
Ceklek!!! Pintu di buka seorang wanita yang tak lain adalah Maya
"Mau cari si_...Rio!!! Maya kaget melihat Rio berada di hadapan nya
__ADS_1
"Ri...kenapa kamu baru jemput aku sekarang,aku gak betah tinggal disini ri,aku mau balik ke kota_" ujar maya sambil memeluk tubuh Rio
"Maafkan aku may...sekarang kamu bisa balik ke kota,aku kesini ingin menjemput mu_" tukas Rio berusaha menutupi kegelisahan nya
"Oh syukur lah...akhir nya aku bisa balik ke kota lagi,aku bisa lanjutin rencana ku untuk mendekati kevin,aku akan meminta maaf dengan nya dan berpura-pura menyesal,pasti kevin mau maafin aku_" ucap Maya merasa jumawa. Ternyata Maya tak berubah sedikit pun,dia masih saja keras kepala
"Sudah cukup may!!! Cukup!!! Jangan buat masalah lagi dengan tuan kevin,aku mohon may!! Tolong enyahkan niat buruk itu dari fikiran mu,sebelum kamu menyesal!!!" Tegas Rio menatap jengah kearah Maya. Rio tak habis fikir dengan isi kepala Maya,bisa-bisa nya Maya masih memikirkan rencana Licik disaat nyawa nya sendiri pun sedang terancam
"Siapa may?" Tiba-tiba ibu nya panji berjalan menghampiri mereka semua
"Oh,ini sepupu saya dari kota Bu,dia ingin menjemput saya,kenalkan nama nya Rio_" ujar maya memperkenalkan Rio kepada ibu nya panji
Di saat bersamaan, Mita,lani dan panji pun terlihat berjalan kearah mereka semua...
"Ada tamu rupanya_" ucap panji tersenyum ramah
Maya pun langsung mengenalkan Rio pada mereka semua,Maya tampak bersemangat karena akan segera pulang ke kota.
"Oh,jadi nak Rio mau menjemput maya kesini,owalah...padahal ibu senang loh maya tinggal disini,jadi semakin rame rumah ibu_" ucap ibu nya panji
Maya pun pamit pada seluruh anggota keluarga panji,tak lupa dia bertukar nomor ponsel dengan panji dan kedua adik panji,berharap mereka bisa tetap berkomunikasi.
"Baiklah Bu,saya pamit. Terima kasih sudah menerima saya dengan baik sewaktu tinggal dirumah ibu_" ucap maya tampak bersedih
"Iya may,ibu senang kok kamu tinggal disini,kapan-kapan main kesini lagi ya,pintu rumah ibu selalu terbuka buat kamu_" sahut ibu nya panji merasa terharu
Maya memeluk mereka satu persatu,terakhir dia berpamitan dengan panji.
"Hubungi aku jika kamu menerima tawaran ku,langsung hubungi nomor yang aku berikan apabila kamu sudah memiliki keputusan_" ucap Maya pelan
Panji tak menjawab ucapan maya.
Setelah berpamitan,Rio,Maya dan Asep berjalan menuju mobil. Maya terus saja mengulas senyum,dia tak tau nasib apa yang sedang menunggu nya....
Rio membuka kan pintu mobil,dengan perasaan senang Maya pun langsung naik ke mobil tanpa memperhatikan keadaan sekitar nya.
"Kenapa ada... haaahhh!!" Jerit maya merasa kaget. Dia baru menyadari jika ada orang lain di mobil itu.
"Ka-kau bo-bodyguard ke-kevin kan?" Ucap Maya terbata
Maya ingin kabur dari dalam mobil,namun anak buah Igor langsung menodongkan senjata ke pinggang Maya,membuat Maya langsung diam tak bergerak. Kini Maya sedang di himpit di tengah-tengah jok belakang mobil,di sebelah kanan nya ada anak buah Igor,sedangkan sebelah kiri nya ada Rio dan Asep.
Dengan perasaan kalut,maya menoleh kearah samping nya,dia menatap kecewa kearah Rio.
"Kamu tega ri_" ucap Maya lirih
"Maafkan aku may ...aku tak bisa berbuat apa-apa_" sahut Rio tertunduk lesu
*****
*. Bersambung
__ADS_1