Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 37. POV Dimas


__ADS_3

"Ratu..."


"Mas Dimas..."


Dua pasang mata sedang beradu pandang,begitu lekat,seakan mengulang semua kenangan di masa lalu...


Mereka sama-sama tak pernah menyangka jika akan di pertemukan kembali dengan cara seperti ini. Mungkin keadaan sudah berbeda,akan tetapi perasaan yang dulu pasti masih ada walaupun hanya setitik...


Dari jarak yang tak begitu jauh,nampak seorang pria sedang menatap sangat lekat pada seorang wanita yang sampai sekarang masih ada di dalam hati dan fikiran nya,namun di sisi lain ada aura kecemburuan yang sedang mulai memanas.


Pertemuan dimas dan ratu adalah hal yang tak pernah di rencanakan. Oleh karena itu,dimas tak akan menyiakan kesempatan tersebut...


Dengan langkah cepat,Dimas pun berjalan menghampiri ratu yang masih berdiri tak jauh dari nya. Pandangan dimas hanya tertuju pada ratu,sampai dia tak sadar siapa yang sedang berada di samping ratu saat ini.


"Ratu ...apa kabar?" Tanya ratu setelah sudah berada di hadapan ratu


"Eeemmm... Aku baik-baik saja mas_* jawab ratu gugup


Dimas refleks memegang tangan ratu dan ingin memeluk nya,namun sebelum itu terjadi tubuh Dimas sudah terhuyung ke belakang dengan kasar. Siapa lagi yang melakukan nya kalau bukan seorang Kevin.


"Jauhkan tangan mu dari ratu !!!" Bentak kevin dengan tatapan tajam


"Kamu _" ucap Dimas sambil menatap Kevin bingung


Dimas menatap Kevin lekat. Dahi nya berkerut,seakan sedang berfikir siapa lelaki yang ada di hadapan nya sekarang. Dan Dimas pun mulai ingat jika pria itu adalah Kevin,CEO PT jaya gemilang,sekaligus suami ratu yang sekarang ...


"Anda pak Kevin kan?" Tanya Danu memastikan


"Ya...saya kevin putra wiratmaja_" jawab Kevin datar


"Dan ratu _" Dimas mengalihkan pandangan nya pada ratu seolah meminta penjelasan


"Ratu istri ku!!!" Jawab Kevin seakan mengerti isi fikiran dimas


"Benar kah itu ratu,kamu sudah menikah dengan pak Kevin ?" Tanya Dimas pada ratu memastikan


Yang di tanya malah menundukkan wajah nya dan menganggukkan kepala nya...


Seketika hati Dimas sangat hancur,harapan nya ingin bisa kembali berkumpul dengan ratu juga anak nya kini sudah kandas tak bersisa. Tak ada yang bisa di harapkan lagi,ratu kini sudah milik orang lain,dan Kevin bukan lah orang yang mudah untuk di kalahkan...


Dimas menatap ratu dengan mata berkaca-ksca. Ingin rasa nya dia menangis saat ini,namun semua itu hanya akan mempermalukan diri nya sendiri sebagai seorang laki-laki.


Dimas tampak mengulurkan tangan nya pada Kevin,"selamat ya pak Kevin,semoga pernikahan kalian selalu bahagia,saya titip anak saya william_" ucap Dimas suara lirih.

__ADS_1


Kevin menerima uluran tangan Dimas,namun hanya tersenyum kecut,tak ada balasan apapun dari kevin.setelah itu dia pun menarik tangannya kemudian mengajak ratu untuk pergi dari situ.


"Ayo kita keruangan dokter_" ucap Kevin sambil menarik tangan ratu


Ratu tak bisa berbuat apa-apa,dia hanya bisa mengikuti langkah Kevin menuju ruang dokter kandungan. Namun sesekali dia menoleh kebelakang,menatap Dimas yang masih berdiri disana.


Setelah ratu dan Kevin sudah tak terlihat lagi,Dimas pun kembali melanjutkan langkah nya untuk keruang dokter umum...dia ada jadwal cek up rutin di rumah sakit tersebut.


Tok...


Tok...


"Masuk _" ucap seorang wanita dari dalam ruangan


Ceklek ...


Dimas membuka pintu ruangan tersebut,dan langsung masuk ke dalam,karna dia sudah membuat janji dua hari yang lalu,jadi dimas tak perlu mengantri .


"Silahkan duduk pak Dimas _" ucap seorang wanita muda yang tak lain adalah seorang dokter spesialis syaraf


"Terima kasih dok_" jawab dimas kemudian duduk di kursi yang tersedia


"Bagaimana perasaan nya hari ini pak Dimas,apa ada yang tidak baik?" Tanya dokter tersebut dengan ramah


"Saya masih sering pusing dok,tapi tidak sesakit seperti yang sudah-sudah,apa kira-kira kondisi saya bisa pulih seperti semula dok?" Tanya dimas pada sang dokter


"Apa ini membutuhkan waktu yang lama dok?" Tanya Dimas sedikit panik


"Mudah-mudahan saja tidak ya pak Dimas,kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan pak Dimas,akan tetapi semua tergantung pada pak Dimas juga. Jika pak dimas rutin cek up,terapi,insya Allah akan lebih cepat penyembuhan nya_" ucap dokter memberi semangat


"Baik dok ...semoga semua seperti yang kita harapkan,karna saya tidak ingin sakit dok,saya masih ingin melihat anak saya tumbuh besar _" ucap Dimas dengan suara lirih


"Aamiin...saya akan berusaha melakukan yang terbaik ya pak Dimas,tapi jangan lupa terus berdoa pada yang memberi kehidupan _" jawab sang dokter sambil tersenyum


"Baik lah,kalau gitu kita mulai saja ya terapi nya _" ucap dokter itu lagi


Dimas hanya mengangguk dan mengikuti setiap arahan sang dokter. Dia tak ingin menjadi lelaki yang penyakitan,dia ingin sehat,karna ada seseorang yang ingin dia buat bahagia ,yaitu William putra kandung nya .


Setelah melakukan cek up dan terapi,Dimas pun menebus obat di apotik rumah sakit. Setelah mendapat kan obat nya,diapun langsung pulang menuju rumah,karna dia lagi tak berselera untuk kemana-mana,hati nya sedang gundah gulana,masih memikirkan pertemuan nya dengan ratu barusan.


Mobil dinas kini sudah masuk ke pekarangan rumah nya,akan tetapi terlihat di teras rumah nya ada seorang wanita yang sedang duduk di kursi sambil memandangi mobil Dimas yang masuk .


Wanita itu tak lain adalah Sinta . Dia sengaja menunggu dimas untuk berbicara suatu hal yang penting. Saat melihat kedatangan mobil Dimas,Sinta pun langsung berdiri menyambut sang tuan rumah dengan senyuman yang manis.

__ADS_1


"Sinta...ngapain kamu kesini?" Tanya Dimas setelah turun dari mobil dan berjalan menuju rumah nya


"Aku sengaja nungguin kamu mas,abis nya aku chat,telpon,tapi gak kamu respon sama sekali ,huh..." Ucap sinta merasa kesal


"Maaf,aku lagi sibuk tadi_" Jawab Dimas sambil memutar kunci pintu rumah nya


Ceklek...


Pintu pun terbuka,Dimas kemudian masuk ke dalam rumah,Sinta pun ikut mengekor masuk ke dalam juga...


Dimas duduk di sofa,sambil membuka sepatu nya,kemudian merebahkan kepala nya di sandaran sofa yang empuk...


"Mas...ada yang ingin aku katakan sama kamu_" ucap Sinta membuka obrolan


"Ya katakan saja_" jawab dimas santai


"Aku hamil_" ucap Sinta yang membuat Dimas langsung terkejut


"Hamil...terus apa hubungan nya sama aku ?" Jawab Dimas masih belum mengerti


"Kok kamu ngomong gitu sih...aku hamil anak kamu loh mas,kamu lupa kalau kita pernah melakukan itu_" Sinta terlihat kesal


"Nggak mungkin sin,kita melakukan nya hanya sekali,mana mungkin kamu bisa hamil semudah itu_" Dimas mencoba menyangkal


"Ya mungkin aku lagi dalam kondisi subur makanya bisa hamil ...pokok nya aku gak mau tau ya mas,kamu harus tanggung jawab!!!"  Ucap Sinta emosi


"Aku belum mau menikah lagi sin...aku belum siap!!" Tolak Dimas


"Kenapa? Karna kamu masih mengharapkan ratu,iya?"


Dimas terdiam mendengar ucapan Sinta. Ucapan Sinta memang benar,jika dia masih mencintai ratu bahkan sampai saat ini...


"Aku gak mau tau ya mas,kamu harus nikahi aku,kalau nggak,aku akan buat masalah ini viral di kantor mu!!!" Sinta mulai mengancam dimas


Dimas tak ingin berdebat dengan Sinta,dia pun bangkit dari sofa,ingin masuk ke kamar nya untuk istirahat...


"Mas...aku belum selesai bicara!!!" Ucap Sinta sedikit berteriak


Dimas menghentikan langkah nya,dan menoleh pada Sinta,"biarkan aku istirahat dulu sin,nanti kita Bahas lagi_" ucap Dimas kemudian masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya


"Mas Dimas....awas kamu ya!!!" Gerutu Sinta emosi


*Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa follow FB saya ya 'DianaOlvanby'


Thank you very much _*


__ADS_2