Kehadiran Sang Pelakor

Kehadiran Sang Pelakor
bab 86. Sinta di Penjara


__ADS_3

Upaya Sinta melarikan dari seorang maniak seperti deon malah menyeret Sinta kedalam masalah yang lebih serius. Sinta tak sengaja mencelakai Deon,membuat Deon terluka parah. Kini Deon sedang terkapar tak sadarkan diri di lantai hotel,dari kepalanya terus saja mengalir darah segar.


"Ya tuhan!!! Bagaimana ini!!! A-apa di-dia mati!!! Seru Sinta tampak sangat ketakutan. Tubuh Sinta gemetar,dia bingung harus melakukan apa.


"Ba-bagaimana kalau dia ma-mati,aku bisa masuk penjara!!!tidak...tidak, aku nggak mau!!! Jerit Sinta menarik-narik rambut nya sendiri,dia terlihat sangat frustasi


"Aku harus kabur,ya...aku harus segera kabur dari sini!!


Sinta kemudian gegas berlari menuju pintu kamar hotel,namun ketika dia ingin menarik handle pintu,seseorang sudah duluan membuka nya.


Ceklek!!!


"Sinta...kamu mau kemana?" Tanya pak Handoko memandangi sinta yang terlihat panik


"A-aku...aku mau ke-keluar pak,permisi_" sinta hendak pergi dari sana,namun pak Handoko langsung mencekal tangan sinta,


"Tunggu sin...ada apa sebenar nya,dan dimana Deon?" Tanya pak Handoko kembali


Sinta diam,dia tak berani menjawab pertanyaan pak Handoko. Melihat ada keanehan dari Sinta,pak Handoko merasa curiga,dia kemudian menarik tangan Sinta menuju bedroom,dan betapa kaget nya pak Handoko melihat tubuh Deon tergeletak bersimbah darah di lantai.


"Deon!!! Pak Handoko berlari menghampiri tubuh Deon,namun dia tak berani menyentuh nya.


"Sinta,kamu apakan Deon? Kenapa dia bisa seperti ini,kamu membunuh nya HAH!!! Hardik pak pak Handoko menatap geram kearah Sinta


Sinta tak menjawab,dia malah menangis terisak,membuat pak Handoko kesal kemudian langsung menghampiri nya.


"Sinta jawab aku!!! Kamu membunuh Deon!!! Tanya pak han kembali


"Aku gak sengaja pak...hiks...hiks!!! Di-dia maniak,aku terpaksa melakukan ini...huhuhu_" Sinta menangis tersedu


"Bod*h!!! Kenapa kamu nekat sekali Sinta!!! Kita bisa dalam masalah kalau gini,dasar tidak berguna kamu,wanita sialan!!" Maki pak Handoko sangking emosi nya


"Bapak yang harus bertanggung jawab,kenapa pak han membawa maniak seperti dia pada ku!!! Aku gak sudi menuruti kemauan maniak seperti dia pak!!! Ujar Sinta berusaha membela diri


Plaakk!!! Tak terima disalah kan,pak han melayangkan tamparan yang cukup keras kewajah Sinta


"Wanita tak tau diri kamu,sudah aku tolong malah menyalahkan aku!!! Dasar wanita mur*han!! Kamu sendiri yang harus bertanggung jawab,aku pastikan kamu masuk penjara Sinta,kau dengar itu!!! Hardik pak han melototi Sinta


"Kalau aku masuk penjara,pak han juga,aku akan bilang jika pak han mau menjual ku,karena pak han punya bisnis prostitusi,hahaha!!! Ujar Sinta sambil terkekeh


"Kau kira semudah itu,kau tak akan bisa Sinta!! Kau punya apa hah!! Bukti!! Kau tak memiliki bukti apapun. Aku bisa menyewa pengacara untuk membela ku,sedangkan kamu? Hahaha...lagipula aku banyak mengenal petinggi kepolisian,dengan segepok uang,mereka pasti membebaskan ku!! Balas pak han begitu menohok,membuat Sinta terpojok,sinta pasrah dengan nasib nya


Pak Handoko menghubungi pihak hotel dan menceritakan semua yang terjadi,tentu nya cerita versi pak Handoko sendiri,yang langsung menyebut sinta pelaku nya. Pihak hotel pun langsung menghubungi kepolisian,dan tak lama mereka pun datang memenuhi kamar hotel tersebut.


Polisi mengecek keadaan Deon,ternyata dia sudah tewas diduga karena kehabisan banyak darah. Pihak forensik langsung membawa jasad Deon ke rumah sakit untuk di otopsi. Sedangkan Sinta di gelandang kekantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Pak Handoko ikut di bawa juga untuk dimintai keterangan sebagai saksi.


Sinta pasrah,dia berulang kali menghela nafas berat untuk menenangkan diri nya sendiri. Bahkan sewaktu polisi menanyakan apakah Sinta memiliki keluarga untuk di hubungi pun dia hanya menggelengkan kepala,Sinta mengatakan jika dia tak memiliki seorang pun keluarga,dia mengaku sebatang kara.

__ADS_1


Segala barang bukti dan keterangan saksi sudah di kumpulkan. Polisi menemukan sidik jari Sinta di tubuh Deon dan juga di pecahan vas bunga yang digunakan untuk memukul kepala Deon,oleh sebab itu Sinta di tetapkan sebagai tersangka,dia akan di tahan sambil menunggu putusan persidangan.


"Aku pasrah tuhan...mungkin ini balasan atas semua dosaku di masa lalu_" gumam Sinta sambil meneteskan air mata


Di tempat lain...


"Tuan...saya sudah menyelidiki masalah pengkhianat tersebut,tapi maaf tuan,saya tidak menemukan hal yang mencurigakan_"


Rio sedang berdiri di seberang meja kerja Kevin,sedangkan Kevin sedang duduk di kursi kebesaran nya dengan wajah yang sangat tenang.


"Kamu yakin sudah menyelidiki dengan teliti Rio?!" Tanya Kevin sambil menatap dingin kearah Rio


"Su-sudah tuan_" jawab Rio salah tingkah karna di tatap sedemikian dingin oleh tuan nya


"Aku ingin bertanya,kau sudah berapa lama bekerja denganku? Dan seberapa paham kamu denganku Rio Permana?!" Tanya Kevin kembali lebih serius bahkan sampai menyebut nama asli Rio


Rio semakin gelagapan,dia merasa ada yang tidak beres. Dia paham betul karakter tuan nya,dan bisa Rio rasakan jika saat ini dia sedang di intimidasi oleh Kevin.


"Maksud tuan bagaimana,saya kurang paham tuan? Tentu saja saya sangat mengerti tentang diri anda tuan,karna saya sudah sangat lama bekerja dengan tuan Kevin_" sahut Rio berusaha mengendalikan kepanikan nya


Kevin menyunggingkan senyuman,kemudian dia bangkit dari kursi lalu melangkah menghampiri asisten nya tersebut.


"Lihat aku Rio!!! Tatap kedua mataku,dan katakan sejujur nya kepada ku!!!" Ucap Kevin pelan namun tegas


Dengan perasaan ragu,Rio menuruti perintah Kevin. Rio tadi nya sedikit menunduk kini perlahan mengangkat kepala nya,dan kini Rio dan Kevin sedang bertatapan.


Rio terhenyak,dia langsung kaget dari mana Kevin bisa tau bahwa dia yang menyembunyikan maya.


"Sa-saya ti-tidak..._"


"Jangan berbohong lagi Rio!!! Aku sudah tau semua nya,kau lah pengkhiat itu!!! Seru Kevin menyela ucapan Rio


"Sekarang cepat katakan,dimana Maya,jika tidak adikmu yang akan jadi taruhan nya!!! Tegas Kevin mengancam Rio


Rio semakin panik mendengar Kevin menyebutkan adik nya akan jadi taruhan. Rio memiliki adik perempuan yang sedang kuliah di salah satu universitas di kota tersebut. Rio sangat menyayangi adik perempuan nya,karna kedua orang tua Rio sudah meninggal akibat kecelakaan,sebelum kedua orang tua nya menghembuskan nafas terakhir,mereka berpesan pada Rio untuk menjaga dan melindungi adik nya tersebut.


"Jangan sakiti adik saya tuan....saya mohon!! Maafkan saya tuan...saya bersalah,ampuni saya tuan kevin_" Rio sampai berlutut di depan Kevin sambil memohon maaf,dia sudah menyesali perbuatannya yang sudah mengkhianati Kevin


"Bangun!!!" Tegas kevin


Rio masih tetap berlutut di hadapan kevin...


"Bangun aku bilang!!!


Bugh!! Bugh !!!


Kevin melampiaskan kemarahan nya kepada Rio. Kevin menarik tubuh Rio kemudian melayangkan dua kali tinjuan ke wajah Rio....

__ADS_1


Rio pasrah di pukuli oleh Kevin,Rio sadar telah melakukan sebuah kesalahan fatal. Bahkan Rio sudah membayangkan jika Kevin menembak kepalanya hingga mati,Rio pasrah kalaupun itu terjadi,akan tetapi dia khawatir dengan nasib adik perempuan nya.


"Kenapa kau tega mengkhianati aku Rio!! Aku begitu mempercayai mu,kau pun sudah aku anggap seperti sahabat ku sendiri ,tapi kau malah mengecewakan ku,kenapa Rio!!! Seru Kevin berteriak sambil mencengkram kerah baju Rio


Rio tertunduk pasrah,Bahkan setitik air mata menetes dari kedua mata nya. Dia tampak sangat menyesali perbuatan nya.


"Maafkan saya tuan,saya bersalah,saya pantas di tembak mati,tapi saya mohon jangan sakiti Rasya tuan,dia tidak tau apa-apa_" ucap Rio lirih


"Saya akan memaafkan mu,dengan satu syarat,bawa Maya kehadapanku dengan keadaan hidup,jika tidak kau tau apa akibatnya!!!" Tegas Kevin lalu melepaskan cengkraman nya


"Ba-baik tuan,saya akan segera membawa maya kehadapan tuan...terima kasih sudah sudi memaafkan saya tuan_" ujar Rio merasa lega,setidaknya nyawa dia dan adiknya terselamatkan,kini tinggal dia memikirkan cara untuk membawa Maya kehadapan Kevin,karna kabar yang terakhir dia dapatkan dari Asep,Maya kabur dari rumah nya,dia tak mengetahui dimana keberadaan Maya sekarang.


"Bagus...jemput maya sekarang,igor dan beberapa bodyguard akan mengawal mu,aku harap kau tidak mengkhianati aku lagi_" titah kevin pada Rio


"Baik tuan...saya berjanji akan membawa Maya kehadapan tuan,kalau gitu saya langsung berangkat,permisi tuan_"


Setelah ijin pamit pada sang tuan,Rio langsung berangkat menuju desa dimana dia menyembunyikan maya. Igor dan tiga orang bodyguard lain ikut mengawal Rio,Mereka semua hanya menaiki satu kendaraan,agar lebih cepat.


Setelah Rio dan yang lainnya pergi meninggalkan ruangan kerja kevin,sang tuan tampan langsung meraih ponsel nya dan menghubungi sang istri tercinta...


"Hay sayang_" sapa Kevin setelah panggilan telpon tersambung


"Hay Vin...tumben nelpon di Jam kerja?" Tanya ratu pada sang suami


Bukannya menjawab pertanyaan sang istri,Kevin malah mengalihkan panggilan suara menjadi video call...


"Hay my lovely wife_" ucap kevin ketika wajah cantik istri nya terpampang di layar ponsel nya


"Vin...aku Baru bangun tidur loh,aku malu,pasti wajah Ku kusut_" sungut ratu sambil menutupi wajah nya dengan bantal


"Siapa bilang? Kamu selalu cantik di mata ku ratu,aku mencintaimu dalam kondisi apapun,apalagi jika kamu sedang tak memakai apa-apa,aku malah semakin menyukai nya_" seloroh kevin menggoda sang istri


" iiihhh ...dasar mesum!! Itu sih mau nya kamu_" sahut ratu sambil memanyunkan bibir nya


"Jangan begitu bibir nya,entar aku cium loh_" tambah kevin semakin menggoda ratu


Jangan di tanya gimana wajah ratu saat ini. Pipi ratu sudah seperti tomat Mateng,merah merona mendapat gombalan dari sang suami. Kevin bisa bertingkah bucin,manja,bahkan terkadang seperti anak kecil jika sedang bersama ratu,namun ketika dalam mode bekerja,apalagi sedang dihadapan anak buah nya,wajah Kevin berubah seperti kanebo kering,ketat,dingin,tak ada senyum sedikit pun,persis seperti rembo harimau peliharaan Kevin yang sedang siap menerkam mangsa nya.


"Aku kangen..._" ucap ratu tiba-tiba


Kevin langsung melotot,dia kaget ratu mengucapkan kata tersebut.


"Aku pulang sekarang....tunggu aku sayang_"


Tanpa mengulur waktu,kevin mematikan sambungan telpon nya kemudian dia bergegas bersiap untuk segera pulang.... dia sudah tak sabar ingin bertemu dan memeluk erat istri tercinta.


****

__ADS_1


*. Bersambung


__ADS_2